DI PERSIMPANGAN DILEMA

DI PERSIMPANGAN DILEMA
Bagian 6. Reuni


__ADS_3

Di pantry


Yumna membuat kopi dengan mesin, lalu melihat pesan yang masuk ke dalam ponselnya setelah itu terdengar helaan nafas panjang. Manager datang bertanya ada apa dengan anak buahnya itu. Yumna bertanya apakah ia boleh berpura-pura gila dan tanya sesuatu padanya.


“Bagaimana penampilanku hari ini? Anggaplah sudah lama kita tidak ketemu. Sudah 10 tahun kita tidak ketemu.” ucap Yumna, managernya mengingatkan mereka belum kenal selama 10 tahun.


“Kalau begitu, anggaplah kamu baru pertama kali bertemu denganku. Bagaimana?” tanya Yumna dengan membentangkan tanganya, sang Manager melihatnya lalu berkomentar Yumna itu cantik. Yumna menghela nafas merasa managernya itu orang yang membosannya, Manager bertanya kenapa Yumna menanyakan hal itu.


"Hari ini ada reuni, lalu ada gadis yang cantik sekali, aku jadi ragu mau pergi atau tidak.” cerita Yumna, pegawai wanita yang duduk di pantry bisa mengerti perasaan Yumna. Manager mengejek perempuan memang tak penting.


“Dia bukan cuma cantik, aku dan si cantik itu punya nama yang sama. Apa kamu mengerti seandainya mereka satu sekolah?” jelas Yumna, Manager merasa Yumna tidak menjijikkan.


“Benarkan? Aku tidak buruk sekali, dia adalah orang yang alami sekali. Dia pandai, keluarganya kaya, seksi, kurus, manis. Waktu sekolah aku hanya gadis normal dan pendiam, sementara dia itu bintang.” cerita Yumna, pegawai wanita berkomentar tidak bisa membayangkan kalau Yumna itu pendiam.


“Mulutku mulai bawel setelah lulus SMA! Waktu itu aku terintimidasi olehnya. Perasaanku akan terluka jika aku ikut campur jadi aku pura-pura tidak kelihatan. Memikirkan itu membuatku ingin menangis.” ungkap Yumna.


Flash Back


Terdengar beberapa orang yang memanggil nama Yumna, Yumna saat masih SMA mengunakan kacamata membalikan badanya, tiga orang wanita melambaikan tangan lalu berlari tapi menghampiri Yumna yang cantik dengan rambut panjang terurai untuk makan toppoki bersama saat pulang sekolah.


“Waktu sekolah, kalau ada yang memanggil, Yumna. 9 dari 10 panggilan bukan untukku.”


Yumna berjalan dilorong sekolah kembali terdengar namanya dipanggil, datangnya Yumna yang cantik yang menghampiri anak-anak lainnya. Seorang pria juga datang memanggil Yumna cantik untuk makan siang bersama, sementara Yumna hanya duduk dan makan sendirian. Ketika berjalan di pinggir lapangan, beberapa orang memanggil Yumna tapi Yumna mengacuhkanya saat itu juga bola menghantam ke kepala Yumna yang membuatnya jatuh pingsan. Yumna cantik dan yang lainnya pun langsung menghampirinya. Beberapa pria datang sibuk menanyakan keadaan Yumna cantik, padahal tak terluka.


Seorang guru memanggil salah satu murid meminta tolong agar memberitahu Yumna untuk datang ke ruang guru, pria itu bertanya Yuman yang mana. Lalu pria itu berteriak didepan pintu memanggil Yumna kalau dicari oleh guru. Yumna terbangun dari tidurnya memakai kacamatanya, bertanya apakah itu dirinya. Si pria mengelengkan kepala tapi Yumna yang cantik.


“Karena ada dua Yumna di kelas maka dia, si cantik Yumna dan aku hanya Yumna."


Si pria yang melihat Yumna hanya tertidur dikelas menyuruh untuk segera menghapus papan tulis. 


Pelajaran olahraga dengan melakukan lomba lari, semua berteriak mengelu-ngelukan nama Yumna, bahkan dari jendela kelas. Yumna pun berlari paling depan mengalahkan Yumna cantik.


“Semuanya teriak, Yumna! Yumna! tapi aku tahu Yumna itu bukan aku."


Semua pria langsung berteriak dengan panggilan, “Si cantik Yumna!”


“Aku sengaja kalah, sepertinya aku harus begitu.”


Yumna sengaja jatuh sebelum garis finis dan membiarkan Yumna cantik sampai garis finish pertama. Beberapa pria langsung mengerubunginya dan mengeluhkan nama Yumna cantik. Sementara Yumna hanya menatap dengan jatuh tersungkur, pelajar wanita lain menyuruh Yumna cepat bangun dan kembali berlari.


“Kalau kalah aku dibenci, kalau menang berarti aku iri." Yumna berujar dalam hati.


“Aku wanita kuat yang tidak akan terluka oleh hal seperti ini. Jadi, aku mengertakkan gigiku dan berkata begitu setiap hari.”


End.

__ADS_1


Pegawai lain yang mendengar cerita Yumna yakin pasti menderita sekali saat itu lalu menyarankan untuk menganti namanya saja. Yumna menceritakan setiap hari memohon pada orang tuanya untuk ganti nama bahkan sampai menangis tapi Ayahnya tidak bergeming.


“Jadi, bagaimana kabar gadis populer itu sekarang?” tanya pegawai wanita lain.


“Tidak tahu. Aku belum pernah ketemu dia sejak kuliah. Aku juga tidak mau tahu. Aku pastikan untuk tidak masuk Universitas Seoul saat kuliah, karena tidak mau papasan lagi dengannya." ucap Yumna yang masih dongkol, semua tak percaya Yumna cantik itu kuliah di universitas Seoul, Yuman hanya mendengar berita seperti itu.


“Wahh, dia cantik, seksi, manis dan kuliah di universitas Seoul? Ini Jahat sekali!” ucap si wanita tak terima, Yumna setuju kalau itu sangat cantik.


“Laki-laki tidak suka wanita seperti itu karena membuatnya terintimidasi." komentar si manager.


“Kam bicara begitu karena tidak cukup baik untuknya. Kamu pasti mengejarnya kalau kamu kompeten. Kenapa menolaknya?” ejek Yumna, semua wanita mengangguk, si pria terlihat tertawa mendengarnya.


“Jadi maksudmu aku tidak kompeten? Wah, hatiku sakit mendengarnya. Selama ini aku selalu memujimu.” keluh si manager, Yumna pun tersenyum sambil meminta maaf.


“Hari ini, pergilah reuni. Kejutkan semua orang kalau kamu sudah berubah. Waktu sekolah ada temanku yang dulu tinggi dan keren. Aku kaget sekali waktu reuni. Tingginya masih sama, ternyata dia tidak bertumbuh!” cerita pegawai wanita. Yumna tertawa mendengarnya, si pegawai menyarankan Yumna tetap pergi karena bisa saja semua sudah berubah.


Yumna berpikir kalau mungkin saja Yumna cantik itu berubah jadi gemuk, seorang pegawai berlari dengan cepat memberitahu.


“Melisa.“ datang, semua yang ada dipantry langsung berhamburan dan kembali ke meja kerja. Melisa masuk dengan tatapan sinisnya. 


*************


Adegan mengegangkan di tengah hujan, dua pegawai membuat suara dengan alat penyiram tanaman dan juga mengesekan alat seperti jeruji besi dengan membuat langkah dari sepatu high heels. Kenzie dan salah satu bawahnya duduk diruang kontrol, lalu bunyi ketukan sepatu dan langkah kaki pria terdengar sesuai dengan adegan wanita yang berlari.


Do Kyung berteriak, “Cut.”


*************


Yumna berjalan di jejeran restoran memberitahu akan hampir sampai dan menanyakan tempatnya di telp. Arini memberitahu semua temanya kalau Yumna akan datang dan baru saja sampai, semua pria langsung berdiri menyambut dengan senyuman bahagia dan memanggil nama Yumna.


Akhirnya Yuman masuk ke dalam restoran sambil melambaikan tanganya, wajah pria langsung berubah karena yang datang, hanya Yumna bukan si cantik Yumna lalu kembali duduk. Yumna seperti sudah bisa langsung duduk menyapa teman yang sudah lama tak bertemu, salah seorang wanita bertanya apakah Yumna masih mengenalnya, Yumna tersenyum karena masih mengingatnya, temanya memuji Yumna yang terlihat cantik.


“Oh iya, kamu juga yang namanya Yumna kan?” komentar salah seorang pria duduk disamping Yumna.


“Yah aku juga Yumna, sekarang juga masih Yumna.  Apa perlu sikapmu kentara begitu?” ejek Yumna lalu mulai minum birnya. Salah seorang pria menghampiri Yumna dan mengingat julukan hanya Yumna.


“Tadinya ku kira si cantik Yumna, aku sempat kaget sekali. Maaf tidak mengenalimu. Kamu jadi makin cantik.” ucap si pria bernama Adam lalu menyuruh temanya minggir agar bisa duduk disamping Yumna dan  mengajaknya untuk minum bersama.


“Lalu si cantik Yumna mana? Apa tidak datang?” tanya Yumna, Arini memberitahu kalau Yumna cantik tak datang, Yumna sedikit tersenyum mendengarnya.


“Omong-omong, kalian tidak ada yang berhubungan dengan si cantik Yumna?” tanya Adam tak percaya.


"2 tahun lalu kami masih saling kontak, tapi sudah lama dia tidak ada kabar.  Waktu itu katanya dia keluar dari pekerjaan dan pergi keluar negeri selamanya dan katanya dia putus dengan pacarnya.” cerita salah satu teman yang masih mendengar cerita si cantik Yumna.


“Hmmmmm benar, aku dengar mereka lumayan serius. Jadi Mereka sudah putus? Seharusnya kalau dia putus harusnya ketemu aku. Kenapa keluar negeri?”keluh Adam yang membuat semua orang tertawa mendengarnya.

__ADS_1


“Jaman sekarang kita masih bisa berhubungan selama punya SNS, tapi aku mencari Yumna kemana-mana tetap tidak ketemu. Dia menghilang.” cerita teman pria Yumna.


Adam mulai menduga-duga si cantik Yumna sudah mati, Arini merasa tak mungkin karena Kalau sudah mati pasti merkea akan akan mendapatkan telpon. Adam menceritakan saat itu Yumna mau menikah dan mengira si cantik Yumna yang mau menikah tapi hatinya merasa bahagia ternyata hanya Yumna yang mau menikah, dengan wajah polosnya bertanya apakah bulan madu Yumna mengasikan.


Semua terdiam dan mulai panik, Yuman mengejek Adam itu selalu saja ketinggalan dan memastikan pada Arini kalau waktu SMA juga seperti sekarang. Arini membenarkan Adam itu selalu ketinggalan berita. Adam binggung berpikir Yumna sudah cerai, Yumna mengatakan kalau ia yang membatalkan pernikahan. Adam kaget mendengarnya dan ingin tahu alasanya.


“Nah, kali ini aku akan jelaskan untuk terakhir kalinya, kenapa pernikahannya aku batalkan. Aku tidak akan bahas lagi. Karena aku sudah muak sekali! Jadi Dengar baik-baik. Aku suka dengan laki-laki. Hidup hanya dengan satu laki - laki sangat kurang buatku.“ ucap Yumna sambil berdiri memberikan pengumuman. Semua menjerit tak percaya bahkan Adam mengeluhkan nama Yumna yang sudah berubah. 


***********"


Ibu Yumna membuat pangsit dengan Bibi Yumna di rumah. Bibi Yumna menceritakan tentang pasangan yang awalnya hanya ingin pernikahan biasa tapi setelah melihat daftar hadiah yang dikirimkan ada penghangat buat mertua. Ibu Yumna yakin belakangan ini tidak ada calon pengantin yang begitu.


“Aku sudah nyaris meledak, semakin hari aku semakin kesal, karena Yumna membatalkan pernikahannya kami jadi mudah kesal.  Mereka juga ingin gaun pengantin yang dibuat khusus buat mereka, memang tidak terlalu mahal.” kata Bibi Yumna.


“Pakai saja punya kami itu dibuat khusus dan belum pernah dipakai.” kata Ibu Yumna.


“Mana bisa begitu. Nanti bisa sial siapa yang mau memakai gaun pengantin dari pengantin yang batal menikah? kata orang, kita tidak boleh memakai barang dari keluarga yang batal menikah. Suamiku bahkan tidak suka kalau aku sering kemari. Dia takut, aku membawa energi buruk pulang kerumah. Dia diam saja karena aku bilang mau pergi membuat pangsit." cerita Bibi Yumna terus mengoceh tanpa sadar Ibu Yumna sudah melepaskan celemek, bahkan lengan baju sudah di gulung naik dan siap marah.


Tuan Abraham melihat sudah meletakan remote Tv nya menghampiri istrinya, Bibi Yumna binggung melihat kakak Iparnya membuka baju karena merasa panas. Ibu Yumna menatap sinis, beberapa saat kemudian Bibi Yumna sudah berlari keluar rumah sambil membawa sepatunya. Ibu Yumna mengejarnya dan langsung menarik rambutnya mengumpat kalau mulut adik iparnya yang sial bukan anaknya. 


************


Yumna tersenyum melihat temanya SD nya yang sudah beranjak dewasa, Adam mendekatinya tahu kalau itu pasti berat karena semua menyukai si cantik Yumna, tapi berbeda dengan dirinya yang menyukai hanya Yumna. Yumna mengejek temanya itu pasti sedang bercanda.


“Aku serius sejak dulu, aku membela tim yang lemah tiap kali nonton acara olahraga. Kenapa? Karena aku baik.” Ucap Adam dengan tangan yang menyentuh pundak Yumna, Yumna menyuruh Adam segera menyingirkan tanganya.


“Ah, sungguh aku dulu suka padamu.” kata Adam tak mau melepaskanya, Yumna pun bertindak dengan melintir tangan Adam.


Adam memuji Yumna itu sekarang sangat keren, tiba-tiba datanglah seorang pria berdasi turun dari mobil tergopoh-gopoh meminta maaf karena kakek meninggal jadi harus melayat dulu lalu bertanya dimana Yumna, salah satu temanya menunjuk Yumna yang sedang berbicara dengan Adam.


Si pria mengeluarkan setangkai bunga dan siap memanggil Yumna, saat Yumna membalikan badan, wajah si pria langsung berubah. Yumna meminta maaf karena bukan si cantik Yumna, semua tertawa karena bisa mengerjai temanya, si pria mengomel tapi teman yang lain tak ada yang salah karena memang Yumna yang ditunjuknya. 


************


Kenzie turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah, Nana mengikir kukunya sementara Kenzo sedang asik mengedit naskah dengan laptopnya, mendengar bunyi suara pintu terbuka, Kenzo langsung menutup laptop dan berlari kamar. Kenzie yang melihat Nana menyuruh pulang karena sudah larut malam.


“Aku akan pergi. Aku menemani Oppa Ken selesai bekerja." ucap Nana, Kenzo datang, Kenzo bertanya apa yang dilakukan adiknya, Kenzie mengaku tak melakukan apapun.


“Kamu mengerjakan skenariomu lagi kan?” ucap Kenzie sudah bisa menebaknya, Kenzo mengumpat kakaknya sudah gila karena sudah merasa lelah jadi tak mungkin ada waktu.


“Lalu kau ngapain tadi?” tanya Kenzie, Kenzo mengaku hanya melihat internet saja.


“Kalau aku melihatmu memperbaiki skenariomu, kamu mampus.” ucap Kenzie mengancam, Kenzo menyakinkan tak melakukan jadi tak perlu khawatir.


Ponsel Kenzie bergetar, Nana memberitahu ada telpon masuk melihat itu voice message, Kenzo heran siapa yang menelp kakaknya malam-malam lalu Nana menyuruh untuk cepat mengangkatnya. Kenzo memastikan kalau bukan telpon penipuan. Nana mengejek pacarnya itu bodoh karena tidak mungkin telpon penipuan dengan voice message, menurutnya pasti orang ingin mendengar suara Kenzie dimalam hari jadi menyuruhnya untuk cepat mengangkatnya.

__ADS_1


Kenzie hanya diam saja seperti sudah tahu kalau itu telpon dari Yumna, Kenzo melihat wajah kakaknya seperti sudah menebak siapa yan menelpnya, Nana tak sabar akhirnya berdiri memberikan ponsel Kenzie untuk mengangkatnya, Kenzie hanya diam saja, Nana menawarkan diri untuk mengangkatnya, Kenzie mengatakan tak perlu mengangkatnya. Akhirnya telpon jadi miss call, Nana kesal menurutnya Kenzie itu Kejam sekali padahal hanya ingin mendengar suaranya saja dan menduga calon kakak iparnya itu sudah tahu siapa yang menelp. Kenzo menyuruh pacarnya untuk diam saja. Kenzie mengambil ponselnya lalu masuk ke dalam kamar.


__ADS_2