DI PERSIMPANGAN DILEMA

DI PERSIMPANGAN DILEMA
Bagian 21. Beda kasta


__ADS_3

Di dalam kamarm


Arini berbaring ditempat tidurnya sambil menopang kepala sudah tahu betul sifat dari temannya, kalau Yumna bukan tipe orang yang langsung jatuh cinta pada seseorang. Menurutnya aneh ketika temanya itu tiba - tiba  membatalkan pernikahannya dan sudah mulai membuka hati untuk pria lain.


“Ku pikir itu pasti karena ada yang  merasukimu atau kamu sudah gila akibat sudah lama menjomblo. Aku tidak bisa memprediksi  jalan pikiranmu. Kamu seperti orang yang berbeda dan saat ini pun kamu masih seperti orang yang berbeda. Kamu sangat beda sekali dari biasanya dan kamu jatuh cinta pada Kenzie. Aku penasaran apa bagusnya orang itu sampai kau tertarik padanya.” ucap Arini heran.


“Dari awal aku melihatnya aku hanya mencoba mengungkapkan isi hatiku padanya.” akui Yumna, Arini bertanya apa yang diungkapkan oleh temanya.


“Sesuatu yang tidak bisa kukatakan pada orang lain.” akui Yumna.


Flash Back


Yumna mengakui pada Ken  kalau dicampakkan sehari sebelum pernikahannya, dengan calon suaminya yang berkata  tidak yakin untuk mencintainya selama sisa hidupnya serta merasa tidak tahan melihat caranya makan sambil menangis dan tertawa.


“Anehnya, aku cerita semuanya padanya.” ungkap Yumna merasa aneh.


Ketika di kamar Ken, Yumna dengan mudah menceritakan saat masih SMA, “Waktu pemilihan ketua kelas, aku cuma dapat satu suara. Aku memilih diriku sendiri. Karena aku khawatir tidak akan mendapatkan satu suara.”


“Setelah aku mengungkapkan satu hal itu saja, aku jadi keterusan cerita padanya.” Kata Hae Young


“Kamu ternyata langsung menyadarinya. Bahwa ternyata Ken adalah orang yang kamu andalkan. Begitulah hubungan pria dan wanita. Menit pertama kamu bertemu dengannya, kamu bisa cerita semuanya padanya. Setelah kamu menyadari dialah pria yang bisa kamu andalkan. Bahkan semua hal yang tidak kamu ceritakan pada sahabatmu.” jelas Arini dengan menyandarkan diri di tempat tidurnya.


“Jadi menurutmu apa artinya ini?” tanya Yumna.


“Karena itu antara seorang pria dan wanita. Apapun bisa terjadi antara seorang pria dan seorang wanita. Terlepas dari seberapa dekatnya aku denganmu, ada banyak hal yang juga belum ku ceritakan padamu. Tapi aku cerita semuanya  kepada kekasihku. Dibandingkan persahabatan kita  selama satu decade, hubungan ku yang baru seumur jagung dengan seorang pria ternyata lebih nyaman. Begitulah hubungan antara pria dan wanita.” jelas Arini, Yumna bisa tersenyum mendengarnya. 


Beberapa saat kemudian keduanya nampak tertidur, dengan Yumna berbaring dibawah, tapi kantuknya juga tak kunjung datang dan memilih untuk membuka matanya.


Pesan dari Ken masuk, “Pulang dan tidurlah.” Yumna membiarkan ponselnya dan berpikir tak perlu memperdulikanya. Pesan kembali masuk, “Aku tidak akan mengatakan apa - apa."


Yumna berusaha untuk menutup semua wajahnya dengan selimut, tapi akhirnya membuka kembali dan keluar dari rumah dengan membawa sepedanya. Arini berteriak memanggilnya untuk tidur saja dirumahnya karena sudah larut malam, tapi Yumna memilih untuk pergi dengan menaiki sepedanya. Arini pikir temanya itu memang sudah gila.


Yumna tersenyum bahagia sambil mengendarai sepedanya tanpa peduli sudah larut malam menyebarangi sungai dan jalanan yang sedikit gelap dan sepi. Senyuman tak  bisa ditutupinya karena Ken yang memintanya untuk pulang dan tidur dirumah.


Ketika sampai rumah Yumna penuh semangat sambil menuntun sepedanya, ternyata Ken sudah berdiri didepan pintu menatapnya. Senyum Yumna sempat ditutupinya dengan wajah binggung, keduanya nampak canggung dan Ken memilih masuk rumah tanpa mengatakan apapun. Yumna pun memperlihatkan wajah cemberutnya seakan tak peduli, tapi saat menaiki tangga mengeluh pada dirinya yang seharusnya tak boleh datang.


Yumna masuk rumah dengan wajah cemberut dan melepaskan sepatunya dengan kasar agar membuat suara, menyalakan lampu dan sengaja membuat langkah kakinya terdengar ke dekat tempat tidur. Matanya melirik, terdengar suara Ken menyuruhnya untuk tidur saja.


“Kenapa Yumna datang? Apa dia akan datang lagi?” tanya Yumna mengatakan tidak akan karena sudah tidak ada urusan lagi dirumanya.


“Aku akan memintamu lagi jangan dipikirkan tentang rekaman itu. Aku memang ceroboh seperti ini. Lagipula, aku tidak bisa apa - apa karena hidup sendirian. Jangan terlalu dipikirkan dan merasa tertekan. Itu akan membuatku merasa menyedihkan.” ucap Yumna, Ken mengerti dan kembali menyuruh Yumna untuk segera pergi tidur.


“Dan juga jangan merekam apa pun dari kamarmu lagi. Jangan lakukan lagi!" ucap Yumna, Ken mengatakan tidak akan merekam lagi.


Yumna akhirnya mematikan lampu kamarnya, ketika akan berjalan ke tempat tidur kakinya tersandung meja karena gelap, sambil mengusap kakinya berjalan ke tempat tidur tapi baru saja berbaring kembali lagi bangun.


“Aku akan ganti rugi jendelamu.” ucap Yumna, Ken mengatakan tak perlu. Yumna menegaskan tetap akan bersikeras mengantinya lalu kembali tidur. 


Ken menatap alat perekamnya, akhirnya memilih untuk mematikan alat perekam dan melepaskan semua kabelnya. Tiba - tiba mataya kembali melihat bayangan Yumna, lalu mengatakan, “Tanganmu hangat.” Ken akhinya menatap ke arah kamar Yumna terlihat Yumna yang sudah tertidur lelap. 


Si cantik Yumna berlatih wall climbing dengan langkah pasti menaiki pijakan diatasnya, pikiran kembali mengingat ucapan Yumna.


"Sampai kita mengucapkan "Aku mencintaimu!" dan "Mari kita menikah!" bukankah kita masih main-main? Sebelum aku berucap janji untuk menikah aku masih menganggapnya main-main.”


Lalu perkataanya sendiri pada Ken, “Kenapa harus Yumna? Apa kau tertarik padanya karena kami punya nama yang sama?”


Saat itu Yumna juga mengingat saat temanya itu melompat ke pelukan Ken didepan mata teman - teman kantornya. Dan Ken membalasnya, “Apa maksudmu aku berkencan dengan nama yang sama karena aku tidak bisa melupakanmu?” si cantik Yumna masih mengingat jelas senyuman Ken yang memeluk Yumna, seakan penuh dengan bahagia.

__ADS_1


Sebelumnya Ken dengan mata sangat serius mengatakan, “Kupikir aku bisa memaafkanmu jika alasannya begitu. Jika alasannya kamu terserang penyakit dan berusaha menjauhiku. Kamu harusnya mati saja. Kamu kembali dengan wajah bahagia Yang membuatku sangat marah.”


Yumna tak bisa memegang pijakan tangan dibagian atasnya, akhirnya jatuh melayang - layak diudara terlihat wajah frustasinya. 


❤️❤️❤️❤️❤️


Nyonya Emilia memuji seorang wanita didepanya kalau semakin cantik saja setiap kali melihatnya, menurutnya orang akan percaya jika wanita itu  seorang aktris dan berharap mereka bisa bertemu seperti sekarang ini, karena menyukai mereka bisa makan bertiga.


“Kukira kamu merasa tidak nyaman.” ucap Tuan Jung, Nyonya Emilia merasa tak mungkin seperti itu.


“Ini harusnya tidak nyaman bagimu. Nanti jika Ayahku meninggal, aku akan mewarisi segalanya. Jika kamu mendekati Ayahku cuma untuk mengambil warisannya maka aku yang akan marah.” tegas anak Tuan Jung, bernama Jesslyn Kylie, suasana nampak sedikit tegang.


“Ayahmu ini masih sehat.” ucap Tuan Jung mencairkan suasana.


“Dia wanita yang tertua di antara wanita yang pernah Ayah nikahi dan dia punya perilaku dan latar belakang  yang buruk. Aku penasaran bagaimana cara kamu membuat Ayahku jatuh cinta padamu.” sindir Jesslyn.


Tangan Nyonya Emilia bergetar sangat keras, bibirnya menahan amara akhirnya keluar juga suara dengan nada amarah, Jesslyn pikir Nyonya Emilia lebih baik tenang saja, karena menurutnya sangat susah menghasilkan uang. Nyonya Emilia hanya bisa menarik nafas panjang mengatur nafasnya, Tuan Jung heran melihat sikap anaknya itu dan meminta Nyonya Emilia tak perlu memikirkanya.


Jesslyn memilih untuk meninggalkan meja, Tuan Jung bertanya mau kemana anaknya. Jesslyn mengatakan akan  melakukan operasi. Nyonya Emilia memalingkan wajah tak ingin menatap anak tuan Jung, akhirnya Tuan Jung menenangkan Nyonya Emilia untuk tak diambil hati ucapan anaknya karena tahu Jesslyn suka bicara kasar, tapi berhati baik. Nyonya Emilia merengek tidak bisa hidup bersamanya di satu atap.


*********


Si cantik Yumna yang akan masuk restoran menyapa Jesslyn sudah Lama tidak berjumpa, padahal ingin mengontak karena banyak ketinggalan informasi, lalu bertanya apakah Semuanya baik - baik saja. Jesslyn mengatakan baik-baik saja.


“Ayahmu sehat kan?” tanya si cantik Yumna.


“Dia ada di sebelah sana, sepertinya akan menikah lagi.” komentar Jesslyn.


“Yah, aku juga tidak berpikir Ibuku adalah cinta terakhirnya.” balas si cantik Yumna bisa mengerti.


“Di antara perempuan yang dinikahi Ayah ku, Ibumu sepertinya polos dan dia tidak  mengejar uang Ayahku. Bagaimana kabar Ibumu?” tanya Jesslyn. Si cantik Yumna mengatakan keadan ibunya sudah pasti baik - baik saja. 


“Ku pikir tadi Ibumu yang datang, Kamu makin mirip saja dengan Ibumu. Lalu ada apa kemari?” tanya Tuan Jung, Nyonya Emilia melirik siapa yang datang, matanya melotot kaget dan nampak gelisah dengan tangan terus meremas roknya.


“Aku ingin bertemu seseorang disini. Tapi aku tak sengaja bertemu  dengan Kakak Jesslyn di lobby.” ucap si cantik Yumna lalu menyapa calon istri Tuan Jung yang baru.


Tiba - tiba wajahnya terkejut melihat sosok orang yang dikenalinya, Tuan Jung ingin memperkenalkan si cantik Yumna tapi binggung untuk menjelaskanya. Si cantik Yumna pun mengaku kalau ia adalah putri dari Tuan Jung, Nyonya Emilia sangat kaget sambil menatap si cantik Yumna dan keduanya saling menatap. Tuan Jung pun memberitahu kalau si cantik Yumna adalah anak dari mantan istrinya.


Ketika ingin mengenalkan Nyonya Emilia, nampak binggung. Si cantik Yumna merasa sudah mendengarkan berita dari Jesslyn, kalau wanita itu adalah yang ingin dinikaihi oleh mantan Ayah tirinya. Tuan Jung malu - malu mengatakan kalau mereka belum menentukan tanggalnya, lalu mengajak si cantik Yumna untuk main golf bersama Jesslyn, si cantik Yumna nampak melirik sinis pada Nyonya Emilia yang gugup mengetahui kalau Ibu Yumna mantan istri Tuan Jung. 


Nyonya Emilia pun berjalan cepat ke arah lift, Yumna mengikutinya dari belakang dengan menyindir calon suami Nyonya Emilia itu tidak mengantarnya pulang. Nyonya Emilia berusaha untuk terus menekan tombol lift untuk segera terbuka dan wajahnya berusaha untuk tetap tenang, si cantik Yumna dibelakangnya nampak sangat sinis.


“Kamu bilang aku akan mengikuti takdir Ibuku dan selalu mendekati pria lain. Ini lucu sekali. Sekarang kamu malah mendekati  pria yang dicampakkan oleh Ibuku. Dan Ibuku adalah istri keempatnya. Jika dia menikah lagi kali ini, maka kamu akan menjadi istri kelimanya. Bukankah itu sedikit memalukan menjadi istri kelima?” ucap si cantik Yumna sinis.


"Lalu Kenapa! Kamu sekarang sudah mulai berkuasa hah? Kenapa memangnya ? Apa Kamu mau berusaha menghancurkan pernikahanku?” teriak Nyonya Emilia.


“Aku ingin menghancurkannya sama seperti pernikahanku. Aku ingin menghancurkannya.” tegas si cantik Yumna penuh dendam.


“Kaulah orang yang menghancurkan pernikahanmu sendiri, bukan aku.!!” teriak Nyonya Emilia lalu masuk lift dan langsung menekan tombol untuk menutup pintu. 


Si cantik Yumna berjalan dengan tatapan kosong, pikirannya seperti melayang jauh.


Flash Back


Si cantik Yumna membawakan segelas kopi ke diatas meja ponselnya bergetar tapi dibiarkan begitu saja. Tiba - tiba kepalanya dari belakang di pukul seseorang, pegawai yang sedang berdiri dari tempat si cantik Yumna pun nampak ikut terkejut. Yumna kaget melihat Nyonya Emilia sudah ada dibelakangnya.


“Beraninya kamu mengabaikan  telepon dariku!! Apa begitu caramu diajari oleh orang tuamu? Benar juga, kamu jarang diperhatikan oleh orang tuamu. Jadi kurasa memang tidak ada harapan lagi.” teriak Nyonya Emilia yang membuat semua orang bisa mendengarnya. Si cantik Yumna berjalan ke lorong kantornya dan Nyonya Emilia masih mengikutinya sambil mengoceh.

__ADS_1


“Kamu bilang orang tuamu itu profesor, jadi aku menerima kata - katamu. Tapi ternyata, Ayahmu berselingkuh dengan mahasiswa di tempat dia mengajar. Dan juga Ibumu selingkuh dengan rekan kerjanya. Karena skandal itu, mereka berdua dipecat dari kampus.” ucap Nyonya Emilia menyindir.


"Ken juga tahu itu semua dan Aku tidak menyembunyikan apa pun. Lalu memang benar bahwa orang tuaku mengajar di kampus yang berbeda.” ucap si cantik Yumna membelar diri.


“Hei, lebih banyak lagi alasan dari itu semua!!” teriak Nyonya Emilia dengan mendekatkan wajahnya ke Yumna cantik.


“Apa mereka itu sedang bersaing siapa yang akan menikah lagi? Bagaimana mereka memacari seseorang, lalu selalu putus dan putus lagi?” sindir Nyonya Emilia menghela nafas, Yumna cantik hanya diam saja tanpa membalas ucapan Nyonya Emilia.


“Kamu juga punya banyak saudara tiri. Kapan terakhir kali kamu melihat orang tuamu? Apa mereka tahu kalau kamu itu masih hidup atau sudah mati?” ucap Nyonya Emilia sambil mendorong bahu Yumna cantik.


Yumna cantik duduk diam dalam kamarnya yang gelap, terdengar terikan Nyonya Emilia sambil mengedor pintu tatkala mengetahui Yumna cantik ada di dalam. Yumna nampak frustasi dengan menutup telinganya tak ingin mendengarkan terikan Nyonya Emilia.


Di sebuah cafe


Nyonya Emilia mengatakan tidak akan datang ke pernikahannya besok. Yumna cantik pikir tak perlu. Nyonya Emilia mulai mengumpat Yumna cantik itu si ****** dengan mata melotot.


“Darah lebih kental daripada air. Aku sudah mengirimkan rekamannya. Apa Kamu sudah mendengarnya?” tanya Nyonya Emilia.


“Aku tidak akan mendengarnya.” Jawab Yumna cantik.


“Dengarkan itu!! Jika kamu menikah dengannya tanpa mendengarkan rekaman itu maka kamu akan menyesalinya selama sisa hidupmu. Kamu pikir ini cinta kan?” ucap Nyonya Emilia menyindir.


 Si cantik Yumna berjalan dengan tatapan kosong masih mengingat ucapan Nyonya Emilia setahun yang lalu, “Do Kyung tidak mencintaimu.”  


End.


Yumna berjalan melihat si cantik Yumna berjalan didepanya. Si cantik Yumna melambaikan tangan dengan senyuman, Yumna menundukan kepala dan berusaha untuk berlalu. Si cantik Yumna pun menahanya.


“Kenapa kamu bersikap seperti ini? Kamu membuatku tidak enak. Jangan bersikap seperti itu  di sekitarku.” ucap si cantik Yumna, Yumna tanpa banyak kata memilih untuk pamit saja.


“Yumna, apa kamu mau pergi minum denganku malam ini? Aku ingin minum malam ini. Ah, tidak aku sangat ingin mabuk malam ini.” ajak si cantik Yumna, Yumna menolak dengan alasan sudah ada janji. Si cantik Yumna pun memilih untuk minum sendirian saja, Yumna pun pergi tanpa memperdulikanya. Si cantik Yumna pun berjalan tak menutupi perasaan sedihnya. 


Yumna mengeluarkan sebuah kotak diatas tempat tidurnya, masih tersimpan foto dirinya saat mencium pipi Ken yang terlihat sangat bahagia. Lalu mengeluarkan sebuah ponsel dan mencoba menyalakan, masih disimpan foto kenangan dengan Ken semasa pacaran. Senyumannya terlihat mengingat semua kenangan manis dengan Ken hanya dari foto.


Flash Back


Nyonya Emilia meminta untuk mendengarkan rekaman yang dikirimkanya karena menurutnya jika si cantik Yumna mau menikah tanpa mendengarkanya maka akan menyesalinya selama sisa hidupnya. Yumna cantik akhirnya mendengarkan suara yang dikirimkan Nyonya Emilia dari laptopnya. 


End.


Nyonya Emilia nampak gelisah menelpon seseorang dan akhirnya marah - marah sendiri dan terus mencoba menelpnya. Sesampai didepan rumah anaknya, sambil mengumpat ingin masuk rumah. Tiba - tiba terdengar suara yang memanggil Nyonya Emilia. Melisa keluar dari semak - semak sambil makan permen lolipop, meminta untuk mendekat. Nyonya Emilia malah ketakutan dan memilih untuk kabur.


Melisa pun marah mengejarnya karena Nyonya Emilia malah menjauh, dengan mudah menangkap Nyonya Emilia karena sebelumnya sudah memperingati untuk tak datang lagi ke rumah sambil memutar - mutarkan badan Nyonya Emilia seperti komidi putar.


“Apa yang ku katakan padamu, kalau aku melihatmu datang kemari? Kenapa? Kamu datang untuk mengambil uang Ken lagi kan?” teriak Melisa membuat Nyonya Emilia untuk tepat berada didepanya.


“Yumna sudah kembali.” ucap Nyonya Emilia ketakutan. Melisa pikir kenapa memangnya karena sudah mengetahuinya lalu melepaskan cengkramanya.


“Dia adalah putri dari mantan istrinya CEO Jang. Ibunya salah satu wanita yang dinikahi CEO Jang.” cerita Nyonya Emilia sambil menangis, Melisa nampak kaget dan baru mengetahu hal itu. 


Nyonya Emilia membersihkan kakinya karena melepaskan sepatu saat berlari, Melisa berjalan mondar mandir sambil mengumpat Pak tua sialan, Nyonya Emilia merasa tak terima harus menikah berkali - kali membuatnya susah saja, menurutnya Yumna akan segera bertindak.


“Jika dia mulai menjalankan aksinya, aku mungkin tidak bisa  menikah dengan CEO Jang. Ken tidak akan mau melihatku lagi. Itu artinya aku tidak akan bias dapat uang dari mana saja.” cerita Nyonya Emilia.


“Kamu rupanya sudah mengakuinya kan? Kamulah yang memisahkan Yumna dari Kenzie. Sudah kuduga ini akan terjadi.” ucao Melisa.


“Hei! Tanyakan saja pada dunia. Mana ada Ibu yang akan membiarkan anaknya menikahi seorang gadis dari keluarga seperti itu? Orangtuanya menikah dan bercerai berkali - kali. Apa yang dia pelajari dari orang tua seperti itu?” ucap Nyonya Emilia membela diri.

__ADS_1


“Lalu bagaimana denganmu, jika Ibu menikah dengan CEO Jang, maka ini akan jadi pernikahan ketigamu.” balas Melisa menyindir.


__ADS_2