DI PERSIMPANGAN DILEMA

DI PERSIMPANGAN DILEMA
Bagian 13.


__ADS_3

Brian dan Kenzo bersorak gembira, seperti rencana mereka untuk membuat Melisa marah - marah berhasil. Kenzo meminta untuk membeli barang yang mahal. Brian tak peduli menyuruh Kenzo memilih semaunya. Ken menduga semua karena hubungan Brian dengan wanita itu berantakan terjadi lagi.


“Ini bukan pertama kalinya! Aku jelas-jelas sudah bertanya padanya apakah dia berkencan dengan seseorang. Tidak terpikir olehku untuk menanyakannya apakah dia punya suami.” ucap Brian, dua kakak beradik menatapnya sambil menghela nafas.


“Aku jadi korban disini. Aku menanyakannya apakah dia punya pacar dan dia membodohiku dengan kata-katanya. Apa Kamu tahu, aku sudah dipukuli dengan batang logam dan tongkat bisbol. Tapi kamu tahu” cerita Brian dan saat itu suami wanitanya memukul kunci pintu dengan sebuah alat yang  sangat besar dan sangat marah berteriak menyuruh keduanya untuk keluar.


Dia mengunakan kapak untuk membuka pintu, Ini pengalaman pertamaku. Menurutku masalah ini takkan mudah diselesaikan.” Kata Jin Sang, Park Hoon tak bisa komentar dengan sibuk mengoles selai pada rotinya.


“Bersyukur saja bahwa ternyata Korea punya undang-undang yang ketat tentang pengendalian senjata.” Komentar Do Kyung


Brian juga sangat bersyukur karena hal itu, dengan menaruh tangan di dada kirinya mengatakan  Sebagai warga negara yang bangga akan Republik Indonesia, akan mencurahkan pikiran dan tubuhnya demi kehormatan dan  kemakmuran rakyat, lalu berjalan layaknya seorang tentara. 


*************


Yumna sedang mencuci rambutnya terdengar bunyi gedoran pintu yang sangat keras, ia berteriak siapa yang datang. Terdengar suara Ibunya menyuruh untuk segera membuka pintunya. Akhirny, Yumna membuka pintu heran Ibunya itu bisa tahu tempat tinggalnya. Ibu Yumna membalas mana mungkin tak bisa tahu dimana anaknya tinggal lalu melihat ada sebuah sepatu pria didepan pintu.


“Aku sengaja meletakkannya disana untuk pura - pura kalau aku tidak hidup sendiri." ucap Yumna, Ibu Yumna sudah membawa makanan dan melihat kamar anaknya sangat berantakan dengan pakaian kotor dimana - mana.


“Coba Lihatlah barang mu ini! Ada dimana - mana! Bersihkanlah rumahmu ini sekarang juga.” keluh Yumna.


“Ini rumahku. Jadi tak usah dipedulikan.” balas Yumna.


Ibu Yumna mengatakan itu tidak terjadi kalau dalam hukum Yumna masih anaknya, lalu menyuruh membuat dokumen hukumnya supaya mereka tidak peduli lagi padanya. Yumna bertanya dengan nada mengejek, apakah orang tuanya  memiliki hari yang indah setelah mengusir putrinya. Ibunya mengumpat anaknya sudah gila sambil melempar makanan ke arah anaknya. 


Ken keluar dari lantai bawah, Brian berlari mengikutinya sambil berbicara tentang Yumna yang pasti punya motif karena temanya itu tidak tahu kebanyakan wanita jadi akan mencari tahu sekarang. Ken menarik temanya yang akan masuk dan bertanya apa yang akan dilakukan temanya. Brian yakin Ken itu takkan pernah menduganya. Ken berteriak menyuruh untuk berhenti dengan menarik tanganya. Brian menyuruh Kenzie untuk melepaskanya. Tapi akhirnya Brian bisa masuk ke dalam rumah Ken.


Sementara Ibu Iriana, Ibu Yumna sedang menyusun makanan di kulkas menyuruh anaknya ketika bangun di pagi hari, maka anaknya akan mengambil satu makanan yang ada di kulkas untuk di makan. Disisi kamar sebelah, Ken berusaha menghalangi Brian ingin masuk ke kamar Yumna.


“Jangan kelaparan sepanjang hari, makanlah ini saat kau mau pergi kerja.” pesan ibunya, terdengar bunyi suara orang terjatuh di kamar sebelah. Ken meminta agar Brian tak berisik karena bisa terdengar dikamar sebelah. Brian bisa menutup mulutnya tapi badannya menyengol botol minum yang ada disampingnya.


“Ada tumpukan botol minuman bersoda! Padahal kamu baru beberapa hari tinggal disini! Apa kamu berusaha menjadi orang tak berguna  lagi? Apa kamu sudah bosan dengan hidupmu?!” teriak Ibu Iriana, Ken dan Brian mendekati rak menguping pembicaran di kamar Yumna.


“Aku tidak akan minum lagi dan akan berhenti.” ucap Yumna.


“Kamu bilang akan Berhenti minum? Jauh lebih mudah menyuruh anjing supaya berhenti pipis sembarangan.” teriak Ibu Iriana mengomel, Yumna tahu disamping Ken bisa mendengar lalu meminta Ibu nya untuk berhenti mengomel karena malu di dengar tetangga.


Ibunya melihat ada pintu di belakangnya, Yumna menjelaskan kepada Ibunya kalau pintu itu sejak dulu memang letaknya disitu. Ibu Yumna membuka dan melihat seperti dinding yang terbuat dari triplek, Ken dan Brian berusaha menahan agar rak tak bergeser. Ibu Yumna mengeluh rumah yang jelek ditinggali oleh anaknya lalu kembali menutup pintunya. Yumna bisa bernafas lega ibunya tak mendorongnya.


Brian dan Ken juga ikut bernafas lega karena pintu kembali ditutup, tiba-tiba terdengar bunyi suara seseorang sedang mengebor. Yumna melihat Ayahnya sedang memasang kunci pintu dengan password, mengeluh Ayahnya harus memasang itu karena tak tahu akan pindah kemana lagi bahkan ini bukan rumahnya. Ibu Yumna bertanya anaknya itu mau pergi kemana lagi dan menyuruh suaminya untuk mengunakan kode yang sama seperti  yang di rumah supaya mudah diingat.

__ADS_1


“Jika aku melihat botol dan kaleng minuman keras setiap kali aku datang kesini, awas kau!” ancam Ibu Yumna memperingati, Ayah Yumna berpikir kalau nanti Yumna mengubah kodenya.


“Tidak akan terjadi, dia terlalu malas membaca buku panduannya dan tidak akan mengubahnya bahkan jika dia dirampok.” ucap Ibunya dengan suara lantang, Yumna meminta agar Ibunya mengecilkan suaranya. Ayahnya kembali melanjutkan memasang kunci. 


*************


Ken sudah berganti baju turun dari rumahnya, Brian mengekor merasa Yumna tidak berencana tinggal disini secara permanen jadi menurutnya untuk berjaga - jaga temanya harus lebih ramah lagi pada Yumna. Ken tak memperdulikanya ucapan Brian memberikan semangat pada temanya.


************


Beberapa saat kemudian, Ken dan salah satu anak buahnya yang bertubuh gemuk sudah ada di pinggir pacuan kuda dengan mic besar untuk merekam suara dan beberapa kru memasang camera dan lampu, serta sutradara duduk dibelakang monitor. Pacuan kuda dimulai, Ken memastikan suaranya dengan memakai earphonenya.


Setelah selesai sutradara mendatangi keduanya bertanya apakah keduanya sudah membaca scenario dan menyanakan komentarnya. Ken mengatakan bagus lalu si pria tambun mengatakan kalau ia menyukainya. Pria itu bertanya apa yang disukainya, si pria tambun menjawab tentang persahabatan antara kuda dan manusia, merasa simpati terhadap hewan karena keduanya tidak bisa bicara. Sutradara pun mengucapkan terimakasih.


“Sound sangat penting untuk film ini. Tolong berusahalah dengan baik. Kita akan ke Pulau Bali bulan depan. Kamu datang kan?” tanya sutradara, Ken mengangguk.


“Aku minta bantuanmu, Ayo bersenang-senang sambil bekerja.” ucap si sutadara, Ken pikir tidak mudah dilakukan.


Sutradara hanya tertawa mendengar bercanda Ken lalu memeluknya untuk mereka bersenang - senang dan pamit pergi lebih dulu. Ken merapihkan alat perekamnya, si pria gembul merekam suara kuda yang ada dikandang, Ken juga merekam suara kuda yang sedang dielusnya lalu tersenyum bahagia ketika kudanya mulai menjilat mic ditanganya. Teman pria pun ikut tersenyum melihat Ken yang biasanya dingin bisa tersenyum.


***********


Keduanya makan sushi direstoran, suasana nampak canggung dan keduanya memilih untuk sibuk makan. Ken meminum ocha lalu bertanya Apa begitu sulit bekerja dengannya. Si pria gemul nampak kaget mendengar pertanyaan Ken lalu menjawab ia sudah banyak belajar. Ken pun tak banyak komentar lagi.


************


Manager Halim keluar dari ruangan, Yumna langsung bertanya apa yang dikatakan atasanya yang terlihat langsung lesu duduk dikursinya, Manager Halim memberitahu Merek dagang mereka sedang diperbarui. Semua melonggo kaget, Yumna berusaha untuk tenang mengatakan semua tak masalah dan mereka bisa melakukannya.


“Bukan kita yang melakukannya. Sebuah tim yang baru terbentuk yang akan bertanggung jawab atas hal itu. Menurutku mereka tidak mempercayai kita dan meragukan kemampuan kita. Tapi Mau bagaimana lagi, jika tim baru perlu bantuan kita maka kita jangan buat masalah dan bantulah mereka.” Jelas Manager Halim yang membuat semua pegawai mengehela dan kembali ke ruanganya.


Manager Halim memberitahu Yumna agar menemui Direktur Haleda segera. Yumna binggung memangnya ada apa lagi dengan wajah panik. 


*****************


Melisa mengangkat dua tangan dan menaruh di lehernya sambil berjalan memberitahu Yumna kalau dari semua rekan - rekannya hanya Yumna yang tidak dipromosikan. Yumna terdiam dengan wajah melonggo mendengarnya.


“Mereka semua yang dipromosikan sekarang  menjadi bagian dari tim baru. Menurutmu bagaimana perasaanmu setelah diperlakukan seperti ini?” kata Melisa, Yumna melirik sinis seperti menahan amarahnya.


“Sejauh ini, kamu banyak mengulur - ulur waktu di tempat kerja dan mengira kamu hanya akan menikah dan berhenti dari pekerjaan. Kamu sekarang tidak bias memiliki waktu luang itu. Semua orang tahu kamu membatalkan pernikahanmu sehari sebelum hari H. Jadi itu akan sulit bagimu untuk segera menemukan calon suami lain. Kamu juga tidak akan direkrut oleh perusahaan lain. Apakah keluargamu kaya?” ucap Melisa duduk dimeja kerjanya dengan nada menyindir

__ADS_1


Tapi Melisa pikir melihat Yumna bukan dari keluarga yang kaya. Yumna menyangkal kalau keluarganya itu  super kaya raya. Yumna menurunkan kacamatanya dengan mengejek Yumna itu terlihat seperti orang miskin. Yumna mengigit bibir menahan amarahnya, Melisa dengan jentikan jari menyuruh Yumna segera keluar dari ruanganya. 


Di restoran


Yumna yakin Arya sudah tahu kalau hanya ia yang tidak dipromosikan, dan merasa tidak bisa terima, kenapa Melisa tidak memberitahu lebih dulu. Arya mengaku juga tidak tahu alasanya. Yumna heran kenapa Melisa itu peduli apakah keluarganya kaya atau tidak?


“Apakah dia akan memperlakukanku secara  berbeda berdasarkan kekayaanku? Semua orang sangat kejam. Kenapa mereka  sangat peduli dengan kekayaan keluarga? Lagipula aku kan tidak kelihatan miskin!” ucap Yumna mengumpat kesal.


“Tapi kamu memang kelihatan miskin, apa kamu tahu kalau memang kamu ini miskin.” ejek Arya, Yumna membalas kalau managernya itu yang miskin. Pria itu sudah menyadari kalau memang dirinya miskin.


"Jangan kaget, aku akan bekerja keras dari sekarang. Selama ini aku berusaha untuk tidak terlalu bersinar untuk mempertahankan kerja sama tim kita. Kamu lihat saja nanti, aku tidak akan seperti dulu lagi.” tegas Yumna mengebu - gebu


“Akulah Manager tim kita, jadi Amakulah yang lebih marah disini.” ucap Arya yang membuat Yumna terdiam.


Arya memberitahu kalau pihak atas telah merekrut seorang Manager baru dari negara lain untuk tim baru dan umurnya lebih muda darinya. Yumna merasa senang mendengarnya dan meminta agar Arya mengangkat kepalanya, Arya memberitahu kalau dia adalah seorang wanita. Yumna mengatakan kalau nanti yang akan mengurusnya,  jadi tak perlu khawatir, apabila wanita itu mulai bertindak semaunya, maka ia akan membuatnya menangis dengan penuh dendam.


************


Yumna mengambil dua kaleng minuma soda lalu


embayar di kasir, Melisa baru datang dengan rambut kritingnya tak melihat minuman kesukaan ada didalam lemari es lalu berdiri di dekat kasir bertanya apakah wanita itu baru pindah didaerah itu.


Nana sedang menghitung belanjaan lalu bertanya apakah Yumna mengenal wanita itu. Nana melihat dari atas kebawah dengan rambut keriting yang menutupi wajahnya, mengelengkan kepala kalau tak mengenalnya. Melisa berjalan mendekat lalu mengambil minuman kaleng, Yumna langsung memegang botol untuk menahanya. Melisa memerintahan agar memberikan minuman kaleng untuknya, Yumna tetap memegang tak ingin membiarkan wanita yang tak dikenalnya mengambil minumannya miliknya.


Sampai akhirnya Yumna bisa menariknya lalu bertanya berapa jumlah semuanya, Nana menjawab semuanya 50.000 ribu, Melisa mengikat rambutnya dan memakai kacamatanya, lalu mengangkat kepalanya sambil meniupkan angin ke wajah Yumna.Saat itu juga Yumna melonggo melihat Melisa ada didepan wajahnya, yang ingin mengambil minuman kalengnya. Melisa mengatakan kalau bir itu miliknya.


Yumna membawakan kantung belanjan berisi minuman kaleng, di depannya Melisa berjalan didepanya terlihat mulai sadar, ketika berhernti depan pintu gerbang, Yumna panik karena takut ketahuan kalau sampai tinggal di tempat itu juga. Melisa langsung menyuruh Yumna masuk dan minum bersama, Yumna tak bisa kabur lagi menurut untuk masuk ke dalam rumah.


Di dalam rumah, Melisa mengambilkan gelas dan mengajak Yumna duduk di ruang tengah. Yumna bertanya apakah Melisa tinggal sendirian. Melisa mengaku hidup dengan pria lalu membuka penutup botol dengan sendok, begitu juga Yumna lalu terdiam melihat cara Melisa menuangkan bir ke dalam gelas dan langsung menghabiskan dalam satu kali teguk. 


“Apa penjaga keamanan komplek rumah pernah mengantarmu pulang?” tanya Melisa, Yumna malah bertanya balik siapa orang itu, seperti tak mengenalnya.


“Mereka Adalah orang penjaga keamanan, lalu Kamu tinggal dimana?” tanya Melisa, Yumna menujuk ke ara kanan kalau ia tinggal disana. Yumna bingung dimana sebenanrya anak buahnya itu tinggal lalu menduga kalau Yumna tinggal didekat toko.


Yumna membawakan kantung belanjan berisi minuman di depannya Melisa berjalan didepanya terlihat mulai sadar, ketika berhernti depan pintu gerbang, Yumna panik karena takut ketahuan kalau sampai tinggal di tempat itu juga. Yumna langsung menyuruh Yumna masuk dan minum bersama, Yumna tak bisa kabur lagi menurut untuk masuk ke dalam rumah.


Di dalam rumah, Melisa mengambilkan gelas dan mengajak Yumna duduk di ruang tengah. Hae Young bertanya apakah Yumna tinggal sendirian, Melisa mengaku hidup dengan pria lalu membuka penutup botol dengan sendok, begitu juga Yumna lalu terdiam melihat cara Melisa menuangkan air ke dalam gelas dan langsung menghabiskan dalam satu kali teguk. 


“Apa penjaga keamanan komplek rumah pernah mengantarmu pulang?” tanya Melisa, Yumna malah bertanya balik siapa orang itu, seperti tak mengenalnya.

__ADS_1


“Mereka Adalah orang penjaga keamanan, lalu Kamu tinggal dimana?” tanya Melisa, Yumna menujuk ke ara kanan kalau ia tinggal disana. Melisa bingung dimana sebenarnya anak buahnya itu tinggal lalu Ia menduga kalau Yumna tinggal didekat toko.


__ADS_2