DI PERSIMPANGAN DILEMA

DI PERSIMPANGAN DILEMA
Bagian 22. Menghalalkan segala cara


__ADS_3

Nyonya Emilia merasa Tiga kali masih kecil dibandingkan dengan Ibu Yumna cantik,  menurutnya Ibu Yumna cantik itu memilih orang begitu saja karena banyak sekali pria yang didekatinya bahkan tidak peduli dengan anak - anaknya sendiri karena yang diketahuinya cuma mendekati pria. Melisa hanya bisa memegang tengkuknya seperti nampak menahan amarah, Nyonya Emilia dengan santai mengejek Ibu Yumna cantik itu sudah gila. Melisa akhirnya tak tahan dan mulai berteriak pada ibunya.


“Jangan buat Ibunya sebagai alasan! Kamu tidak menghentikan pernikahan mereka karena alasan itu. Ibu dan aku tahu betul itu, bahkan Semua orang mengetahuinya.” teriak Melisa, Nyonya Emilia yang sedang minum seperti kaku tak bisa bergerak sedikitpun.


“Kamu tidak ingin sumber harta  karunmu diambil, kan? Bahkan jika kamu mengambil semua uang dari suaminya, maka istrinya pasti terlalu bodoh  untuk mengatakan sesuatu. Yumna cantik itu pintar. Kamu takut dia akan mengambil sumber harta karunmu. Makanya kamu merusak pernikahan mereka,  ya kan?” teriak Melisa bertolak pinggang. Nyonya Emilia berdiri dan mulai ikut berteriak.


"Maaf yah, hewan sekali pun tahu hukum moral dalam hubungan keluarga. Sekali pun Ibu mengganggu Yumna cantik dia tidak akan mengatakan apa pun pada Ken. Dia tidak mengatakan apa pun supaya tidak menimbulkan pertikaian antara Ibu dan anak. Begitulah dia sangat mencintai Ken. Ketika dia sebaik itu. Tapi apa yang telah kamu lakukan hingga membuatnya menghilang sehari sebelum pernikahannya? Apa yang kamu perbuat?” teriak Melisa dengan mencengkram lengan Ibunya,


Nyonya Melisa nampak kebinggungan dan tubuhnya bergetar dengan mata memerah. Akhirnya ia memilih untuk kabur saja, Melisa pun memperingatakan tak akan tinggal diam jika ibunya datang lagi kerumah.


❤️❤️❤️❤️❤️


Ken pergi ke pinggir danau lalu berlari diatas pasir yang terlihat seperti pasir pantai. Setelah itu melihat tekstur dari pasir dengan tanganya, Kenzo dan kawan - kawan membawa barang - barang ke tempat Ken berada nampak terlihat sangat banyak dan berat. Ketiganya langsung jatuh lemas, Ken melihat tekstur pasirnya cukup bagus dan menyuruh mereka untuk mengunakan saringan dan menaruh lebih banyak batu. Ken mengeluh sebelumnya kalau Kenzo menyuruh untuk santai saja, dan tidak usah memikirkan kualitas pekerjaan bahkan seharusnya mempersiapkan film erotis di studio.


“Ini namanya bukan santai!!” teriak Kenzo murka, Ken seolah tak peduli dengan jeritan adiknya.


“Cepat lakukan sebelum matahari terbenam!” ucap Ken, semua menjerit kelelahan.


Tapi beberapa saat kemudian, Park Hoon mulai menyaring pasir, Do Kyung memasang mic untuk merekam dan memastikan alatnya berkerja dengan baik. Park Hoon sudah berbaring diatas pasir dengan earphone menutupi telinga dan matanya, datas badanya ditaruh laptop dengan memutar adegan.


Pria muda yang lainya mulai berlari ditempat menyesuaikan dengan adegan seorang pria yang berlari mengelilingi lapangan, pria yang satunya pun memegang mic di bagian bawah agar bisa terdengar jelas. Ken melihat di monitor dan menyamakan dengan adeganya, ketika ada adegan jatuh, si pria yang memegang mic minta izin untuk beristirahat karena melihat si pria muda akan mati kelelahan.


Ken pun memberikan semua anak buahnnya minuman dingin, Kenzo nampak baru bangun dari tidurnya, si pria yang memegang mic pun marah karena berpikir datang ke lokasi untuk tidur siang. Ken memeriksa tasnya dan melihat ada sebuah hardisk external, lalu memasangkan pada laptopnya. Tiga anak buahnya sedang asyik main yudo untuk menghabiskan waktu istirahat. Ken melihat file dalam laptopya, teringat kembali perkataan Hae Young, “Aku akan memintamu jangan memikirkan soal rekaman itu. Jangan merekam apa pun dari kamarmu lagi. Jangan lakukan lagi.” 


Dilayar akan menekan pilihan menghapus file, lalu Ken mengkliknya. Kenzo mulai bermain lempar batu ke danau, Ken asik dengan earphonenya duduk dibawah pohon. Ia mendengarkan suara Ken yang terekam dari kamarnya.


Flash Back


Yumna duduk diatas tempat tidurnya sambil makan snack mencoba melempar dan menangkap dengan mulutnya, beberapa kali mencoba sampai akhirnya bisa melakukanya dan terdengar tepukan bahagia.


Terdengar bunyi orang berlari dan Yumna baru datang dengan membawa makanan lalu berlari ke kamar mandi dan terdengar bunyi kentut, Ia pun menahan sebelum sampai kamar mandi.


Ada bunyi ketukan pintu, Yumna berteriak siapa yang datang, Seorang kurir memberitahu ada paket yang datang. Yumna pun berpura - pura berteriak, “Sayang, paketnya sudah datang.”


Lalu menerima paket untuk dirinya, setelah menutup pintu kembali berpura - pura memanggil suaminya. Ia pun nampak bahagia melihat tas yang dibelinya secara online.


“Astaga, aku memang cuma  punya satu pintu disana, entah kenapa aku merasa aman. Tapi dalam keadaan darurat, aku tidak boleh masuk, kan? Dasar Sial, privasi antara pria dan wanita sangat berlaku disini. Padahal Aku harusnya yang mengganjal pintunya. Kenapa dia yang melakukannya?” keluh Yumna membuka pintu dan hanya terlihat papan rak yang menutupi jalanya.


Yumna baru selesai dari kamar mandi dan bersiap - siap untuk tidur dengan mematikan lampu, kakinya tersandung meja karena ruangan gelap  lalu menjerit kesakitan naik keatas tempat tidurnya.


Ken terus mendengar ucapan Yumna yang terekam dalam kasetnya.


“Ya Tuhan dan para netizen yang terlalu sibuk mengurus orang - orang di dunia ini karena Engkau sibuk memeriksa kehidupan malang mereka maaka Engkau akan sibuk merawat mereka tapi kalau ada waktu tolonglah datang untuk merawatku, Yumna jelek Bukan si cantik Yumna. Mampirlah ke kehidupan si biasa Yumna di rumah kecilnya. Berikanlah aku kekuatan, isi ulang diriku dengan kekuatan yang cukup.” ucap Yumna yang di kamar mandi untuk buang air besar.


“Jika Engkau masih punya waktu luang ketika sudah ada disini ada satu pria bermata indah yang memutuskan untuk hidup sengsara. Mampirlah rawat tetanggaku itu. Tolong bantu dia menjadi dirinya sendiri lagi.”

__ADS_1


Ken pulang mengendarai mobilnya di malam hari, pikiran kembali mengingat rekaman suara Yumna yang kesakitan dan mengutarakan perasannya, “Bisakah kamu memikirkanku dan pulang lebih cepat? Aku Bukannya memintamu  membalas perasaanku. Aku cuma kesepian, itu saja.”


❤️❤️❤️❤️❤️


Ibu Yumna sibuk membuat kimchi, si bibi kembali datang dengan meminta agar mencicipi. Ibu Yumna pun menyuapinya, si bibi memuji kimci buatan Ibu Yumna sangat enak bahkan Suami juga minta kimchi buatan ibu Yumna. Ibu Yumna memberitahu sudah membuat kimchi lobak juga jadi memperbolehkan untuk mengambilnya. Si bibi pun mengucapkan terimakasih dengan menutup kotak makannya.


“Tapi, akankah Yumna datang ke pernikahan sepupunya?” tanya si bibi.


“Memang Kenapa? Apa Kamu tidak mau dia datang?” ucap ibu Yumna nampak kesal.


“Bukan begitu. Aku takut dia nanti merasa tidak nyaman. Setelah hari itu, ini pertama kalinya dia bertemu semua kerabatnya. Bukankah itu jadi tidak nyaman baginya?” kata Bibi, ibu Yumna berjalan untuk mencuci piring.


"Tidak ada yang berbicara tentang hal itu secara terbuka. Semua orang berspekulasi apa alasannya. Itu keputusan hidup yang sangat penting. Sehari sebelum pernikahan harus ada alasan yang serius kenapa bisa dibatalkan. Siapa yang tahu? Mungkin Yumna dicampakkan, tapi dia mengatakan sebaliknya.” ucap Bibinya kembali menyerocos seenaknya.


Ayah Yumna menengok dan nampak panik, Ibu Yumna melempar lap ke dalam bak cuci piring. Bibinya mulai ketakutan, Ibu Yumna melepaskan celemeknya dan juga bajunya, terlihat baju dalam berwarna putih. Ayah Yumna berusaha menahanya. Bibinya berusaha untuk menjelaskan tapi Ibu Yumna membalikan badan dan melempar bajunya. Ayah Yumna menahan istrinya agar tak melakukan tindakan kekerasan. Bibi nampak ketakutan dengan menutup kepalanya saat ibu Yumna semakin mendekat, tapi terlihat ibu Yumna malah tersenyum.


"Aku cuma akan bertindak sejauh ini saja. Yumna mungkin datang ke pernikahan putrimu dengan seorang pria dan pria itu cukup mempesona. Dia mungkin membuat menantumu kalah saing. Lalu Bagaimana ini? Haruskah aku katakan padanya jangan datang saja? Tapi mereka akan menjadi keluarga, jadi mereka harus kenal masing-masing keluarga kan?” ucap Ibu Yumna bangga.


“Jadi, Yumna sudah punya pacar?” ucap si bibi tak menyangka.


“Mereka tinggal bertetangga.” kata Ibu Yumna memakai kembali bajunya, Tuan Abraham pun memberitahu pria itu adalah  CEO dari sebuah perusahaan terkenal.


❤️❤️❤️❤️


Sementara Yumna menerima pizza sambil menanyakan berapa harganya, kurir memberitahu totalnya 22.000 ribu.  Yumna pun kembali ke kamar untuk mengambil dompet dan kembali berpura - pura berteriak, “Sayang, pizzanya sudah datang.”  Ken mendorong raknya dan masuk ke dalam kamar Yumna.


Yumna melotot kaget melihat Ken datang duduk didepan meja sambil membuka kotak pizza, lalu Ken berkata kalau Yumna yang akan membayarnya. Yumna pun membayar pizzanya dan mengunci pintu, lalu matanya tersadar dengan pakaian dalam yang baru dijemurnya, akhirnya ia buru - buru menaruh kembali dalam ember untuk menyembunyikan.


"Kapan kamu masuk? Aku cuma ingin menunjukkan kalau  aku tidak tinggal disini sendirian. Aku cuma melakukannya karena alasan itu dan aku tidak mau kamusalah paham.” ucap Yumna mendepak embernya.


“Aku akan memindahkan rak ke pintu masuk. Jika ada orang asing masuk, kamu bisa melarikan diri dan kamu boleh menaruh kunci disini.” ucap Ken menunjuk pada pintu.


Yumna melotot binggung, Kem kembali ke kamar dengan menutup pintu lalu kembali masuk dengan membawa lampu tidur, menyuruh untuk menaruh di dekat tempat tidurnya jadi takkan tersandung sesuatu dalam gelap, karena sangat berisik. Sebelum pergi memberitahu kalau itu lampu kuno, Yumna pun duduk diam didepan meja nya.


Lalu ia menawarkan Ken untuk makan pizza, Ken mengatakan tak ingin. Yumna pun makan pizza sendirian walaupun terlihat nampak tak enak hati. Yumna berbaring di tempat tidur sambil memainkan lampunya, menyalakan dan mematikanya, senyumanya terlihat. Ken bisa mendengarkan bunyi tombol lampu dinyala dan matikan, mengeluh suaranya berisik. Yumna pun mematikan lampunya dan menarik selimutnya dengan senyuman bahagia. 


Ken dalam kamarnya membereskan alat rekamnya, lalu melihat kembali bayangan Yumna yang mengatakan, “Hangat....Tanganmu.”


Wajah Ken nampak terlihat sudah terbiasa, lalu melirik ke arah kamar Yumna yang tak terdengar suara kembali. 


Yumna terbangun lalu menyalakan lampu mejanya, melihat jam wekernya masih pukul setengah lima pagi. Lalu melangkah perlahan keluar dari kamar dengan menyalakan lampu dan sepatu olahraganya dan berlari keluar dari rumah.


Lalu ia datang dengan dengan mengunakan taksi dan dua buah tas belanja penuh dengan makanan. Orang tua Yumna kaget, pagi - pagi buta mendengar teriakan anaknya yang meminta agar dibukakan pintu. Ibunya bertanya ada apa, Yumna memberitahu kalau harus membuat kotak makan siang.


Ibu Yumna teringat saat ada dikamar anaknya, Ken masuk memperingatakan untuk tak masuk kamarnya kalau sedang tak ada dirumah. Dengan gesit, Ibu Yumna mengambil kotak makan bambu yang disimpan di rak paling atas dengan mencucinya lebih dulu, Lalu Yumna meminta bantuan ayahnya memasangkan celemeknya.

__ADS_1


Keluarga Yumna pun mulai sibuk meracik semua bahan yang dibawa Yumna, bahkan Ayah Yumna membuatkan kulit seperti mandu yang berwarna hitam. Yumna juga membuatkan telur gulung. Tuan Abraham meminta rol pin, Ibu Yumna langsung melemparkanya, tanpa melihat Tuan Abraham bisa menangkapnya. 


Tuan Abraham layaknya chef profesional menaburkan tepung lalu membuat kulit pangsit, ketiganya pun sudah duduk dimeja makan dengan mengisi tahu yang sudah diberi bumbu dan sayuran lalu menambahkan satu ekor udang diatasnya agar terlihat sangat cantik.


Matahari pun sudah mulai terang, Yumna berlari keluar rumah dengan kotak makan sianganya lalu menaiki taksi yang sudah menunggu didepan rumah orang tuanya. Ibunya berpesan agar tak mengoyangkan kotak makannya nanti bisa hancur. Ayahnya pun tak lupa membawakan kotak makan yang lainnya untuk sang anak.


❤️❤️❤️❤️❤️


Ken melotot kaget melihat Yumna tiba - tiba datang dengan membawa sekotak makanan tepat didepan wajahnya. Yumna heran Ken yang nampak kaget, sambil memberitahu kalau yang dibawa itu bukan bom tapi kotak bekal. Ken tetap saja diam, Yumna akhirnya menaruh diatas meja.


“Ini sebagai penganti lampu meja dan juga kaca jendela. Anggap ini impas.“ ucap Yumna lalu kembali ke kamarnya, Ken terlihat kebinggungan melihat kotak bekal yang ada diatas mejanya. 


Kem akhirnya pergi berkerja dengan berjalan menuruni tangga rumah, langkahnya tiba - tiba terhenti lalu kembali lagi, tapi hanya beberapa langkah menaiki tangga ia kembali menuruni tangga. Wajahnya nampak gelisah, sampai tiga kali mondar mandir menaiki dan menuruni tangga akhirnya ia memilih untuk kembali ke kamarnya.


Kotak makan Yumna ada didepan rumah, seperti sengaja ditaruh dan mungkin ada orang yang akan mengambilnya. Lalu ia memastikan tak ada orang yang melihat membawa kotak makan, menurutnya tak peduli lagi apapun lebih baik dicoba saja dulu. Sesampai di mobil, Ken pun menaruh disamping kemudi dan menjaganya agar tak jatuh.


💜💜💜💜💜


Yumna memejamkan matanya dengan tangan menopang kepalanya diatas meja. Melisa datang menemui Arya memberikan berkas dengan melepas agar bisa membuat review lagi laporanya dengan benar. Tiba - tiba Yumna terjungkal dari tempat duduknya yang membuat semuanya kaget.


“Oooh ... dasar.. berhenti bikin kaget!“ ucap Arya dengan semua orang yang memegang bandannya.


"Maaf, aku kurang tidur.“ ucap Yumna terlihat setengah sadar, Arya bertanya ada apa sebenarnya dengan bawahanya dan melirik pada Melisa yang ada dibelakang Yumna.


“Aku mau tidur dulu. Bangunkan aku nanti.“ ucap Yumna kembali tertidur.


Arya membangunkan Yumna, Melisa sudah ada dibelakangnya, Yumna sempat bangun dan menengok ke arah kanan dengan kesal mengomel pada Arya kalau Melisa itu belum datang dan kembali tertidur.


“Aku ada dibelakangmu.” ucap Melisa mengetuk meja dan berdiri disamping. Yumna melotot kaget dan langsung menegakan badanya, Melisa pun memberikan pijatan di pundak Yumna lalu pergi meninggalkanya.


Yumna membuat secangkir kopir sambil menguap, Arya pikir mulut Yumna bisa sobek. Yumna mengaku sebelumnya sudah pernah sobek, jadi tidak mudah sobek lagi, lalu menawarkan kopi pada managernya. Arya pun meminta es americano dingin. Yumna pun membuat untuk dirinya yang panas dan Arya es kopi sambil bersenandung.


“Omong - omong, apakah ada hal baik kemarin?” tanya teman wanita yang berkumpul dengan teman yang lainnya. Yumna mengelengka kepala kalau tidak ada yang spesial.


"Tapi, hari ini kamu terlihat gembira sekali.“ ungkap temanya.


“Pasti karena kopinya enak. Apa Kalian mau juga?” tawar Yumna mencoba berdalih dengan menawarkan kopinya. 


Di sebuah lapangan terbang


Ken dan timnya berlari - lari membuat suara dalam adegan lomba lari, langkah mereka harus sama dan pria tambun pun memegang mic dibagian bawah. Bahkan Kenzie mengikuti langkah perlari yang menyalip, lalu Ken berusaha untuk yang paling depan.


Semua nampak sangat kelelahan dan Ken berteriak “Cut”, nafas terengah - engah pun terdengar bahkan si pria berkumis sampai membuka bajunya. Ken mengomel pada adiknya karena langkah kakinya tidak singkron.


Kenzie membela diri di idak bisa singkron kalau tidak kelihatan. Ken menegaskan kalau bisa dilihat dari bahunya bergerak. Nafas terengah - engah masih sangat terdengar, Ken menyuruh mereka mengulanginya, semua pun mulai kembali berlari. Ken berteriak “cut” adiknya menjerit kesal, si pria tambun memberitahu ada pesawat yang lewat. Salah satu pegawai meminta agar Ken memberi waktu mereka untuk makan lebih dulu. 

__ADS_1


__ADS_2