
"Saat itulah aku punya firasat ini, firasat bahwa aku akan selalu di bawahmu. Firasat bahwa aku takkan mampu melakukan apa pun karena aku tidak pernah merasakan cinta keluarga.”
End.
Yumna konsentrasi di ruang kerjanya, tapi perasaan sedihnya kembali datang, lalu mncoba menatap keluar agar menenangkan dirinya.
Kenzo duduk termenung dimeja kasir, Nana sedang melayani pelanggan dengan memberitahu kalau snack yang dibelinya sedang ada promo buy 1 get 1. Kenzo mengingat saat Arini melempar semua barangnya keluar rumah dan ia mengambil judul skenario “Pembuka Botol Bergairah” lalu Arini berteriak “Kamu pikir aku akan menggodamu!”
Nana pun kembali melayani pelangan yang sudah mengambil snack yang sama, wajahnya cemberut melihat wajah pacarnya lalu bertanya kenapa wajah Kenzo terlihat murung. Kenzo merasa sepertinya tahu kenapa dirinya tidak bisa sukses. Anna bertanya kenapa memangnya.
“Aku tidak bisa sukses karena aku mencintaimu.” Kata Kenzo.
“Siapa yang mencoba merayumu? Pasti dia wanita yang kuat.” komentar Nana.
“Kamu juga seperti itu, pasti senang rasanya cepat mengerti.” Ucap Park Hoon
“Aku punya indra khusus di seluruh tubuhku. Asal kamu tahu saja, seluruh tubuhku ini tentakel seperti cumi - cumi.” kata Nana bangga.
Kenzo hanya diam, Nana mencubit pipi Kenzo mengaku sangat bangga pada pacarnya karena menurutnya sangat sulit untuk tidak tergoda oleh seorang wanita dan tak tertipu olehnya meski menawari kesuksesan, lalu mengelus kepalanya seperti good boy, dan memberikan imbalan sosis. Kenzo pun memakanya, Nana kembali menyapa pelanggan yang baru datang.
“Jika aku bisa mencintaimu dan sukses...” ucap Kenzo, Nana langsung memberikan tendangan dan Kenzo terjatuh menghindarinya, seperti anak anjing yang ketakutan.
Seorang sutradara menelp terlihat binggung, karena petani akan memotong gandum barley-nya besok jadi mereka sekarang ini mau menyelesaikan syuting disana.
“Kapan mereka memotong gandumnya?” tanya Kenzie, sutradara mengatakan besok pagi.
“Aisshh, kamu harusnya periksa jadwalnya lagi!” pinta si sutradara pada krunya, si pria hanya bisa tertunduk meminta maaf.
“Jadi bagaimana ini? Alangkah baiknya kamu datang, tapi aku merasa tak enak menyuruhmu datang. Kalau kamu bisa merekam suaranya di lokasi lain, tak masalah.” kata sutadara lalu masuk ke dalam mobilnya denga kru lainnya.
Tim Ken pun berkumpul bersama, Tyo berkomentar lebih baik mereka pergi kesana karena kalau tak ke sana, mereka harus pergi ke kota tersebut untuk mencabut gandum di ladangnya minggu depan.
“Kenapa memotong gandumnya sekarang? Padahal ladang itu kelihatan cantik kalau tak dipotong.” Keluh Kiki.
“Mereka harus memanennya.” ucap Tyo.
“Jadi mereka kesana bukan karena pemandangannya?” ucap Kiki bingung.
“Bisakah kita pulang pergi hari ini?” tanya Kenzo, Ken hanya bisa menghela nafasnya.
Yumna dengan wajah sedih bertanya pada Ken kapan kembali, lalu menjerit mengetahui Ken yang akan pulang besok. Semua tim menatap Yumna dengan heran karena tiba - tiba menjerit. Yumna pun segera menutup mulutnya.
“Jangan besok! Jadi aku tidak bisa menemuimu sampai besok?” bisik Yumna sedih.
“Tak ada pilihan, karena pekerjaan lebih penting. Baiklah. Sampai jumpa besok.” ucap Kenzo pasrah.
“Jika aku masih hidup besok, kita akan bertemu. Jika aku mati karena merindukanmu, sepertinya aku tidak bisa melihatmu lagi. Lihat saja apa aku masih hidup sampai besok.” ucap Yumna merengek, membuat Ken hanya bisa tersenyum.
Yumna menutup telpnya dan berpura - pura menangis, teman satu timnya tertawa melihat Yumna yang tak bisa bertemu dengan pacarnya.
Ken menelp kakaknya untuk meminta tolong, Melisa bertanya apa yang diminta adiknya. Ken meminta agar Melisa bisa menyuruh Asisten Manajer Yumna bekerja di luar kantor hari ini jadi bisa keluar, tak perlu kerja dalam kantor.
Melisa menyuruh adiknya tak berpikiran konyol, menegaskan kalau itu tak bisa. Ken memohon hanya satu kali ini saja, Melisa tetap menolaknya. Ken berbisik kalau ia berjanji akan bersikap baik pada kakaknya mulai sekarang. Semua anak buahnya melongo mendengarnya, Melisa mengumpat adiknya itu brengsek lalu menutup ponselnya. Tyo mengartikan kalau tak bisa membuat Yumna pergi, Kenzo hanya bisa tersenyum.
Kiki dan Tyo masuk ke sebuah gedung dengan kacamata hitamnya, terlihat mengendap - ngendap. Tyo menarik Kiki yang berjalan dengan arah yang salah, keduanya sempat melepas kacamata ketika bertemu pegawai kantor dengan ramah, setelah itu keduanya terlihat seperti seorang intel.
Yumna snack dengan teman satu timnya bertanya siapa yang membeli snack itu, salah seorang pria mengaku dirinya yang membelinya karena merasa bersalah pada Yumna.
“Tapi, jika kalian mau nongkrong bersamaku, cuma hari ini waktu yang ku punya. Aku bebas hari ini. Mulai besok, aku akan sibuk selamanya Sampai aku mati.” Kata Yumna, si pria malah mengejek sudah bagus Yumna sibuk dengan melempar snack pada temanya.
Tyo datang dengan Kiki, mencoba menebak wanita yang berambut panjang itu Yumna. Wanita rambut panjang menggelengkan kepala. Lalu semua menujukan jarinya pada Yumna yang terlihat bingung. Keduanya langsung membuka kacamata memastika kalau memang benar namanya Yumna, Yumna membenarkan.
“Kami dari kepolisian Bu.” Kata Tyo dengan cepat memperlihatkan ID Card dalam dompetnya takut ketahuan.
__ADS_1
“Nomor ponselmu 072-11...” ucap Tyo terlihat lupa, Kiki pun melanjutkan dengan angka 1131.
Tyo mengucapkan terima kasih pada temanya, Yumna membenarkan nomor telpnya. Tyo beralasan Karena melanggar hukum Informasi dan Komunikasi maka harus ikut dengan mereka dan memanggil Kiki menjadi petugas agar menyakinkan. Yumna menjerit kaget.
Akhirnya Yumna dibawa oleh Tyo dan Kiki dianggap sudah melanggar hukum dibawa oleh polisi. Semua timnya mengikutinya dari belakang, Yumna merasa mereka salah orang karena ia tak membuat kesalahan apapun. Keduanya mengatakan sudah mengetahuinya.
“Ada dua Yumna disini. Apa Kalian tahu?” kata Yumna, keduanya kembali menjawab sudah mengetahuinya.
Arya dan kawan - kawan bingung karena Yumna dibawa begitu saja keluar dari kantor, salah satu pegawai pria seperti tak peduli menyuruh mereka kembali makan. Pegawai wanita mengomel karena mereka masih memikirkan makan dengan keadaan seperti sekarang.
Yumna berada didalam mobil terlihat kebingung, ponselnya berbunyi dari Manager Vino, buru - buru ia mengangkatnya. Vino bertanya apa sebenarnya yang terjadi. Yumna merasa sepertinya ada seseorang yang menyalahgunakan namanya, dengan nada marah mengancam orang yang melakukan ini padanya.
“Tolong jangan gunakan ponselmu. Matikan.” ucap Tyo memperingati dengan nada berat seorang polisi.
“Semakin banyak kamu menggunakan ponselmu, maka kejahatanmu akan semakin serius. Setiap kali kamu menggunakan ponselmu, maka makin banyak uang yang bocor.” Kata Kiki menyakinkan.
Yumna panik dan langsung menutup telp dan mematikan ponselnya.
“Memangnya uang bisa bocor hanya karena aku dapat telepon dari orang lain?” tanya Yumna dengan wajah serius.
“Iya. Uang akan bocor setiap kali ponselmu berdering.” Kata Kiki menyakinkan.
“Sejak kapan ponselku seperti ini? Berapa tagihan ponselku? Aku akan dibayar karena ini kan? Tapi aku tidak perlu harus membayar untuk semuanya kan? Jika kita melaporkan hal ini, aku akan dibayar kembali. Benarkan?” jerit Yumna panik.
Kiki berteriak mengeluh Yumna itu cerewet sekali dan menyuruh untuk menutup mulutnya. Tyo memperingatkan Kiki kalau berani seperti itu. Kiki melihat penjahatnya ada di sana. Tyo menunjuk ke arah Kenzo yang sudah menunggu.
“Pria bertopi itu yang paling kejam, kepribadiannya paling menyebalkan.” Kata Kiki, Yumna melihat pria dengan mengunakan topi dengan tatapan sinis.
Mobil pun berhenti semuanya masuk ke dalam mobil, Kenzo menyuruh mereka untuk cepat berangkat karena sudah terlambat jadi harus lewat tol. Yumna mencoba kabur saat si pria bertopi masuk, tapi pintu sudah lebih dulu ditutup.
Ken bertanya bagaimana mereka bisa keluar, Kiki mengatakan mereka memakai caranya sendiri. Ken membuka topinya memuji kerjaan anak buahnya, Yumna terlihat masih tertunduk ketakutan, lalu melonggo ternyata Ken yang merencanakan semuanya, dan menjerit karena pacarnya itu kembali membuat kaget.
“Semua orang kecuali supir, cepat tidur.” Kata Kenzo, semua pun memejamkan matanya membiarkan Yumna dan Kenzie berduaan.
Yumna dan Ken tak bisa menghentikan senyuman bahagia karena bisa bertemu lagi.
Disebuah lapangan gandum yang luas, seorang anak melakukan adegan menunggang kuda di padang gandum. Mobil Yumna pun datang ke lokasi syuting, Sutradara bertemu dengan Ken merasa beruntung karena anginnya berhembus dengan baik.
“Kau tahu kan film ini dialognya sedikit? Jadi efek suara sangat penting disini. Aku mengandalkanmu.” ucap sutradra lalu pamit pergi dan akan bertemu di lokasi berikutnya.
“Lokasi berikutnya Pantai. Kita tak punya banyak waktu. Ayo cepat.” Kata seorang pria pada semua kru yang memindahkan alat syuting.
Ken menatap Yumna yang menunggunya selama berbicara dengan sutradara. Keduanya kembali memberikan senyuman bahagia.
Di sebuah padang gandum, Kiki dan Tyo berbaring dengan mic dan juga earphone ditelinga mereka. Kiki seperti memuaskan diri untuk tertidur karena selama perjalanan tak bisa menutup matanya. Kenzo dan juga si pria muda duduk tak jauh dari meja, memegang mic dan memastikan suara dengan earphonenya.
Kenzo yang bosan mencoba mengemil gandum yang di kupasnya, serta memberikan pada teman si pria muda. Yumna ikut juga mendengarkan suara yang direkam dengan earphonenya, ketika matanya saling menatap, keduanya kembali tersenyum bahagia.
Di sebuah padang gandum, Kiki dan Tyo berbaring dengan mic dan juga earphone ditelinga mereka. Kiki seperti memuaskan diri untuk tertidur karena selama perjalanan tak bisa menutup matanya. Kenzo dan juga si pria muda duduk tak jauh dari meja, memegang mic dan memastikan suara dengan earphonenya.
Kenzo yang bosan mencoba mengemil gandum yang di kupasnya, serta memberikan pada teman si pria muda. Yumna ikut juga mendengarkan suara yang direkam dengan earphonenya, ketika matanya saling menatap, keduanya kembali tersenyum bahagia.
Tyo pamit pergi dengan timnya jadi Kenzie tak perlu menkhawatirkanya, kalau mereka sudah selesai maka akan menjemputnya kembali. Ken pun berpesan agar mereka berkerja dan berhasil. Semua mengucapkan pada mereka berdua untuk bersenang - senang. Kenzo memberikan tanda cinta untuk kakaknya dan Yumna.
“Tapi bukankah ini lokasi yang buruk meninggalkan mereka sendirian? Apa kita harus mengantar mereka ke kota supaya mereka bisa berbaring dan beristirahat. Bukankah kalian suka tempat - tempat seperti itu?” kata Kiki menggoda dengan suara erotisnya.
Kenzo langsung menoyor kepalanya, Tyo mengumpat temanya itu memang bajingan sambil memukul mulutnya yang bicara sembarangan. Yumna hanya tertunduk malu, akhirnya Tyo langsung menutup pintu mobil, Kiki terus menggodanya dengan suara erotis dari tanganya.
Ken mengajak Yumna untuk segera pergi, Yumna melihat sekeliling kalau tidak ada orang jadi ingin memeluknya, lalu membuka tanganya siap menerima Ken untuk mendekatinya. Ken tersenyum, berjalan mendekat tapi malah memutar badan Yumna seperti mengajaknya menari.
Yumna kaget dengan memegang badan Ken agar tak jatuh, Ken memegang wajah pacarnya memberitahu kalau masih siang lalu mengajaknya pergi.
“Memangnya kenapa kalau masih siang? Aku Kenapa?!!” jerit Yumna lalu berlari merangkul tangan pacarnya.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️
Harry duduk disebuah ruangan, melihat papan nama diatas meja [C.E.O: Harry ] dan teringat sebelumnya papan nama miliknya ada diatas meja bertuliskan [C.E.O: Harry] temanya masuk, Edrio bertanya apakah Harry sudah menunggu lama karena seharusnya menelpnya lebih dulu kalau memang ingin datang.
“Aku harus pergi ke bea cukai pagi tadi.” kata Edrio.
“Kantor ini sudah besar, Padahal dulu masih sempit disini.” komentar Harry.
“Keberuntungan datang setelah kesialan. Tidak lama setelah kamu dipenjara, pasar Eropa mulai membelinya. Setelah melihatnya, semua bank-bank yang tadinya tak peduli akhirnya mulai melakukan investasi. Ketika kita memohon mereka pinjaman, tapi mereka bahkan tidak bergeming.” cerita Edrio sambil duduk di meja kerjanya
“Kamu ingin aku lakukan apa sekarang?” ucap Harry, Edrio sibuk dengan melihat surat yang datang diatas meja. Harry kembali bertanya apa yang harus dilakukanya.
“Jangan terburu - buru. Kamu baru keluar dari penjara. Apa sudah baikan dengan Yumna dan berjalan dengan lancar?” kata Edrio berpura - pura ramah.
“Kami tidak berbaikan dan tidak ada yang bisa diperbaikai dalam hubungan kami.” kata Harry pasrah.
“Tentu saja aku akan memberikan posisimu kembali. Banyak yang sudah kita lalui bersama. Lebih baik bereskan dulu hubungan mu dengan Yumna dan cepatlah menikah. Jangan menyakitinya lagi karena kamu terlalu sibuk kerja. Kupikir dia harus menjadi prioritasmu.” ucap Edrio seperti sengaja mengalihkanya lalu mengajak Harry untuk pergi makan.
❤️❤️❤️❤️❤️
Arya mencoba untuk menelp Yumna tapi tak telpnya tak aktif, semua ikut berkumpul ingin tahu kabar dari teman mereka. Arya mencoba menelp bagian Kepolisian.
“Kami sedang mencari Nona Yumna?” ucap Arya, polisi itu mengatakan tak ada yang yang namanya Yumna.
“Tapi katanya mereka dari Kepolisian gagah berani dan membawa Nona Yumna.” Ucap Arya binggung.
Arya pun memberikan jalan pada dua polisi yang datang ke kantor lalu membawanya ke kantor CCTV. Semua layar memperlihatkan orang - orang yang membawa Yumna dari ruangan kantor sampai masuk ke dalam mobil.
Dua polisi sangat yakin dua pria itu bukan tim mereka, Arya panik kalau mereka bukan polisi dan mencoba untuk menelp temanya memberitahu kalau dua orang yang membawa Yumna bukan seorang polisi. Polisi meminta pihak CCTV bisa diperbesar bagian mobilnya.
Si polisi pun mengumpat dua pria itu, “Bajingan ini professional karena sengaja menyembunyikan nomor kendaraannya." Arya panik apa yang harus dilakukan sekarang.
Ibu Yumna sedang membersihkan sayuran, terdengar bunyi bel rumahnya dan melihat di interkom kalau polisi datang menanyakan apakah memang benar rumah dari Yumna. Akhirnya polisi masuk ke dalam rumah.
“Nona Yumna diculik oleh penyerang tak dikenal. Jadi kami sedang menyelidikinya.” Kata polisi, tubuh Ibu Yumna lemas dan duduk di meja makanya.
“Ada dua Yumna, pasti bukan Yumna putri kami tapi ada Yumna yang lain.” Kata Ibu Yumna yakin.
Polisi memberikan foto dari CCTV yang memperlihatkan Yumna dibawa oleh dua pria berkacamata hitam, Ibu Yumna langsung jatuh tak sadarkan diri. Dua polisi panik mencoba membangunkan Ibu Yumna.
Yumna dan Ken berdiri di pinggir danau. Yumna mendengar suara gonggongan anjing di pedesaan menjelang malam sudah terdengar, tapi sangat menyukai suasana seperti ini.
“Pada suatu pagi musim dingin saat aku sedang tidur, aku suka dengar suara sekopan salju.” ucap Yumna, Ken bisa membayangkan saat pria dengan menyekop tumpukan salju dari jalan.
“Sekitar jam empat sore suara anak kecil berlari menuruni bukit... tak... tak.... tak.” ucap Yumna, Ken kembali membayangkan suara sepatu seorang anak kecil.
“Dan suara kotak musik.” Kata Yumna, Ken mengingat saat kotak musik diputar pada hari ulang tahun pacarnya, Yumna mendengarnya suaranya sangat indah.
“Dan ada suara yang ingin ku dengar, yaitu suara kamu menyebut namaku. Kamu tak pernah memanggilku Yumna.” Kata Yumna.
Ken hanya diam saja, Yumna pikir nama Yumna masih bukan untuk panggilan dirinya, Ken tetap diam saja. Yumna akhirnya meminta maaf karena memulai mengeluh lagi dan berpikiran sempit sekali. Tapi bisa dimaklumi, karena Ken sudah lama memanggil nama seseorang dengan nama itu.
“Aku kira kamu berpikir seperti itu, makanya aku tidak bisa memanggilmu dengan nama itu. Kamu mungkin berpikir aku memanggil orang lain. Aku takut kamu akan mengira aku memanggil namamu dengan memikirkan Yumna satunya.” Akui Kenzie, Yumna sempat terpaku mendengarnya.
“Benar juga. Tapi namaku tetap saja Yumna, panggil saja aku dengan namaku. Aku tidak akan memikirkan Yumna satunya kalau aku melihatmu. Kuharap kamu merasa nyaman dengan nama itu dan memanggilku dengan namaku.” kata Yumna.
“Aku juga punya permintaan. Apa pun yang Harry lakukan padaku, jangan ikut campur. Apa pun yang dia lakukan maka aku akan menerima semua resiko dengan keputusan yang tepat. Aku sudah melakukan banyak kesalahan bahkan membuatmu menjauh dari dirinya. Jadi apa pun yang dia lakukan padaku, kamu jangan ikut terlibat. Jangan memikirkan Yumna ketika kamu melihatku dan aku akan menebus kesalahanku. Biarlah kita menjalaninya seperti ini, mengerti?” ucap Kenzie.
Kenzie menatap Yumnameminta agar berhenti menjaga jarak diantara, dengan cara memanggilnya seperti “Kamu” atau apapun itu. Yumna tersenyum bertanya ia harus memanggil Kenzie apa. Ken pikir Yumna sudah tahu jawabanya, Yumna terus bertanya panggilan apa untuk Kenzie.
Dibawah tanaman gandum siap panen, Yumna dan Ken berbaring dengan beralaskan jaket Kenzie, keduanya saling berpandangan dengan saling tersenyum. Yumna memanggil Kenzie lebih dulu dengan panggilan “Kakak” lalu Kenzie membalasnya dengan panggilan nama “Yumna” yang selama ini tak pernah di lakukanya.
Keduanya saling memanggil dengan penuh cinta berkali - kali, sampai akhirnya Yumna seperti mesin mainan mengatakan uangnya habis jadi panggilan Kakak nya sudah selesai. Keduanya tertawa, Ken pun memeluk Yumna dengan erat, lalu tiba - tiba langsung menariknya dan Yumna berada diatas tubuhnya.
__ADS_1
Lalu Ken menggulingkan badanya dan Yumna berada dibawahnya, keduanya saling menatap, Yumna mulai menutup matanya melihat Ken yang mulai mendekat untuk menciumnya. Ken tersenyum menyuruh Yumna untuk membuka matanya, untuk melihat bintang di langit.