DI PERSIMPANGAN DILEMA

DI PERSIMPANGAN DILEMA
Bagian 51.


__ADS_3

Arini menerima telp dari temanya, yang meminta dicarikan pada buku kenangan SMA yang bernama “Yogi Saputra”. Yumna pikir  mungkin di kelas 7 atau 8 jadi meminta agar mengirimkan foto untuknya. Arini pun menemukan lalu mengirimkan fotonya. Yumna terdiam melihat foto yang dikiriman Arini tak sesuai dengan bayanganya.


Ken penasaran ingin melihatnya, Yumna menutup ponselnya agar Ken tak melihatnya. Ken tetap ingin melihat siapa pria brengsek yang menuliskan suratnya, Yumna berjalan mundur tak ingin melihatnya. Ken terus mendesak agar ingin melihatnya. Ponselnya bergetar dan langsung mengangkatnya.


Ibunya bertanya keberadaan anaknya, Yumna berbohong kalau sedang ada dirumah Arini dengan menahan tangan Ken, lalu mengatakan akan menginap malam ini. Ken terdiam mendengarnya, Ibunya tak percaya menyuruh memberikan ponselnya pada Arini, Ayah Yumna mencoba mendengar pembicaraanya.


Yumna akhinya duduk dengan satu tangan di pegang oleh Ken, mengeluh pada Ibunya, memberitahu sudah dewasa untuk menginap diluar, lalu mengomel pada Ibunya yang sebelumnya mengatakan akan memberikan anaknya pada Ken. Ibu Yumna mengancam akan datang dan menyuruhnya segera pulang sebelum menyeret keluar dari rumah itu lalu menutup telpnya. Yumna cemberut dan Ken pun tak bisa berbuat apa - apa. 


Yumna masuk rumah sambil berteriak marah, menurutnya Ibunya tidak masalah selama ia pulang rumah, tapi ia bisa melakukan apapun saat pulang lebih awal bahkan siang hari pun bisa. Ibunya langsung melempar lap, meminta anaknya jangan mengumbar hubungan cintanya.


“Kenapa kamu cerita semuanya ke orang - orang? Dasar ... Gadis tidak punya harga diri. Kalau aku sampai melihatmu memasak untuk dia dan keluar masuk rumahnya ... Aku akan membunuhmu.” teriak Ibu Yumna.


“Malam ini dia memasak untukku!” balas Yumna berteriak.


“Kenapa dia memasak untukmu? Buat apa dia memasak untukmu kalau kalian akan putus? Apa dirumah tidak ada makanan?" teriak Ibunya.


"Kami akan putus atau tidak, dari mana ibu tahu?” teriak Yumna, Tuan Abraham mencoba menenangkan keduanya agar tak adu mulut, istrinya menepis tangan suaminya agar tetap berbicara. 


“Aku berkata begini padanya ”Kalau dia menikahimu meskipun akan mati, maka datanglah ke pernikahan Jinny. Kalau tidak, jangan datang. Dan Bajingan itu tidak datang!” teriak Ibunya. Yumna terdiam, suaminya membalas kalau Ken itu pasti ada alasannya untuk tidak hadir di pernikahan sepupu Yumna.


“Kamu, semua keluarga kita sudah tahu ceritamu. Jadi tidak lagi ... Asal kau  tahu saja. Kalau kamu mau pacaran dengannya, lakukan diam - diam.“ tegas Ibu Yumna lalu masuk kamar, Yumna terdiam mengetahui jawaban Ken yang tak datang ke pernikahan. 


Yumna mencuci wajahnya, dengan tangan yang terbungkus plastik, sambil menangis, lalu tiba - tiba keluar dari kamar mandi berteriak pada Ibunya yang sedang duduk dimeja makan.


“Kenapa bilang begitu pada dia? Kenapa menekannya? Aku tidak perlu menikah!” teriak Yumna.


“Kalau tidak mau menikahinya, kenapa mau dibawa ke pernikahan?” ucap Ibunya.


“Karena kukira Ayah dan Ibu tidak akan terlihat menyedihkan kalau begitu. Aku tahu semua orang menggosipkan aku, makanya aku ingin membawanya agar kalian tidak malu! Kalau dia datang ... maka kalian tidak akan malu!” tegas Yumna menangis lalu kembali masuk kamarnya. 


Yumna mencoba menepuk wajahnya memasang cream wajah walaupun masih terlihat sedih, ponselnya berdering Ken menelpnya. Yumna pun mengangkatnya, Ken mendengar suara pacarnya yang berbeda. Yumna mengaku sedang nangis. Ken panik bertanya kenapa menangis.


“Ibu memukulku, Karena aku bohong ada di rumah Arini. Aku sudah dewasa masih juga dipukul.” ucap Yumna berbohong, Ken mendengar pacarnya menangis meminta agar tak menangis.


“Ibu sedang melotot padaku, aku tutup dulu. Nanti telpon lagi.” kata Yumna berbohong lalu menutup ponselnya.


Ken terdiam seperti bisa mengerti kenapa Yumna menangis, Yumna tertidur dikamarnya sambil mensugestikan dirinya “Saat aku akan meninggal  kalau aku mengingat momen ini ... ini bukan apa - apa ... Ini bukan apa - apa. Jangan menahan diri dan lakukan.” Lalu membuka matanya. 


❤️❤️❤️❤️❤️


Brian masih berada diposisi yang sama tapi belum juga bisa mencium Kakak dari temanya. Melisa mulai merasakan lehernya yang sakit, Brian! pun merasakan pinggangnya yang kaku karena terlalu lama membungkuk, Melisa berusaha berjalan seperti tubuhnya lemas dan hampir jatuh. Brian dengan sigap menahanya agar tak jatuh. Melisa melepaskan tangan Brian mengatakan baik - baik saja, sambil memegang lehernya yang kram.


“Kakak, sungguh ... Aku minta maaf.  Aku sudah ciuman dengan banyak perempuan. Tapi dengan Kakak ...” kata Brian mengakuinya.


“Aku mengerti ... Jadi Pergilah ... Kau sudah berusaha.” ucap Melisa.


“Tapi, aku mana bisa pergi kalau kamu punya bayiku?” kata Brian tak tega, Melisa memilih untuk pergi dengan memegang pingang dan lehernya dengan kaki diseret. Brian tiba - tiba menarik dari belakang, dengan posisi miring langsung mencium Melisa. 


Pagi hari

__ADS_1


Yumna keluar dari kamar dengan membawa tas kecilnya, lalu mencari CD dan menyalakan pada Playernya, Ibunya yang sedang mengepel mengancam anaknya kalau menari lagi seperti orang gila. Lagu musik tanggo terdengar, Yumna membalikan badan seperti siap menari, Ibunya pun juga siap melempar lap pelnya.


Tapi Yumna berjalan dan Ibunya terus bersiaga kalau anaknya sampai menari. Yumna berjalan, mengambil tasnya lalu keluar rumah. Ibunya hanya bisa mengangkat lap pel tanpa melemparnya, akhirnya dengan kesal mengepel lantai mengikuti irama musik tanggo. 


Yumna makan ayam goreng dengan garpu dengan gelas bir ukuran besar, Arini pun datang memesan segelas bir juga, mengatakan tidak tahu ada restoran ayam didekat sini lalu bertanya kenapa temanya siang - siang sudah makan ayam dan bir.


“Sebelumnya kamu senang seperti di awan. Sekarang apa lagi?” tanya Arini heran.


“Kenapa aku selalu merendahkan diriku saat sedang berkencan? Aku akan melakukan semua, sampai aku diputuskan. Aku tidak perduli kalau aku lebih cinta padanya. Sekarang rasanya berbeda.“ ucap Yumna, Arini bertanya apakah temanya itu masih memikirkan tentang hal itu.


“Jujur saja ... Aku tidak mengerti kenapa kamu berpikir kalau Kenzie tidak akan menikahimu. Bukankah kamu harus pelan - pelan dan melihat apakah dia tepat untukmu?" jelas Arini.


“Cinta selalu datang saat sudah waktunya aku tidak butuh waktu untuk memikirkannya. Aku ingin memegang tangannya, lalu tidur dengannya dan menikahi dia. Tapi, hal itu tidak selalu terjadi berurutan. Saat aku jatuh cinta di dalam kepalaku, aku sudah tidur dengannya dan menikahi dia. Apa cuma aku saja?” kata Yumna heran.


Arini menegaskan memang hanya Yumna saja yang memikirkan itu, Yumna terlihat tak yakin hanya dirinya, lalu melihat nama di ponselnya yang menelp “Kakak Tetangga.” Arini bertanya kenapa tak menjawab, Yumna mengatakan sedang berusaha jual mahal. 


Ken ada diruangan akhirnya hanya diam karena Yumna tak menerima telpnya, didepanya terlihat berkas “Pemberitahuan Penahanan Sementara” dan dilembaran berikutnya adalah hasil keputusanya. Ibu Ken datang dengan wajah panik, melihat lembaran berkas dan langsung mengambilnya.


“Jangan dipikirkan.” ucap Nyonya Emilia menyembunyikan dibelakang badanya, Ken bertanya apakah itu pinjaman pribadi.


“Dia dan aku, sudah sering melakukan perjanjian. Lalu Dia melakukan ini tanpa alasan, selama ini dia selalu diam kalau aku telat membayar. Sebentar lagi surat tahanannya ditarik. Jadi jangan khawatir.” Kata Nyonya Emilia panik.


“Jangan berpikir untuk mendapat uang dari tempat lain untuk menghentikan ini. Biarkan saja.” kata Ken terkesan pasrah.


Nyonya Emilia meminta agar tak khawatir karena bisa akan mengatasinya. Ken mengatakan itu bukan masalah jadi lebih baik biarkan saja lalu keluar ruangan. Nyonya Emilia bingung anaknya itu tak marah seperti biasanya.


❤️❤️❤️❤️❤️


“Waktu aku kecil, aku pernah menendang kaleng sampai kerumah. Aku jadi terikat pada kaleng itu, sampai akhirnya tidak bisa kubuang. Aku bilang "Ini Cuma Kaleng" lalu masuk kedalam. Tapi aku keluar lagi dan mengambilnya.” Cerita Yumna, Ken berkomentar kalau ceritanya itu sangat manis.  


“Kenapa telponku tidak diangkat?” tanya Ken, Yumna menjawab dengan menendang kalengnya kalau sedang marah, Ken bertanya alasanya. Yumna pun kembali menendang lalu menatap pacarnya


“Aku kira kita sama - sama saling suka. Tapi ternyata cuma aku yang begitu. Kalau kamu tidak menyukaiku 100%,  tapi hanya 89% lebih baik bilang padaku maka aku akan ikuti angkamu. Kamu hanya 89% sementara aku 100%.  Setiap terjadi sesuatu ... Aku merasa tidak baik. Sekarang bilang berapa angkamu?” kata Yumna, Ken menjawab 100%.


“100% milikmu  sepertinya beda dengan 100% ku.” tegas Yumna, Ken meyakinkan kalau sungguh rasa cintanya 100%. Yumna melirik sinis.


Ken tersenyum karena Yumna kembali memanggil “Kamu” apabila sedang merah. Yumna tak mau membalasnya, menyuruh Ken pergi saja. Ken meminta agar memeluknya sebelum pergi, karena kalau tak memeluknya maka akan merasa sedih, bahkan bisa ikut marah juga, lalu membentangkan tanganya. Yumna langsung memeluknya, lalu menyuruhnya untuk segera pergi dan mengambil kaleng lalu dibawa masuk ke dalam rumah. Ken pun melihat dari depan pintu saat Yumna masuk ke rumah, lalu berjalan pulang. 


❤️❤️❤️❤️❤️


Harry membuka pintu rumahnya melihat sudah ada Ken yang berdiri, lalu Ken mengatakan mengizinkan Harry ambil semua bahkan siap berantakan. Ia juga akan memberi tangan dan kakinya memang kalau menginginkanya, Tapi jangan bunuhnya. Harry pun menyuruh Ken untuk segera masuk karena ada CCTV diluar.


Harry langsung menendang kaki Ken saat masuk kerumah, dengan posisi seperti berlutut Harry duduk didepanya sambil meminum bir.


“Pada suatu siang ... Aku sedang jalan dengan setelan jas favoritku.  Lalu mendadak ada bajingan yang menendang lututku. Jadi aku tanya. Kenapa kamu melakukan itu? Apa Kamu tahu jawaban bajingan itu? Dia bilang kesalahan.” cerita Harry mengumpamakan hidupnya.


“Setelah dia membuatku hancur berantakan dan dia bilang itu kesalahan. Tapi, itu belum selesai. Belakangan aku tahu bajingan itu memakai pakaian favoritku. Dia sudah salah menendangku lalu mencuri bajuku juga? Kalau kamu jadi aku, apa yang kau lakukan?” kata Harry geram.


“Jangan bunuh aku.” kata Ken pasrah.

__ADS_1


Harry membanting gelas winenya dan pecah berantakan, lalu mulai memukulnya, menendang, melampiaskan semua rasa kesalnya. 


❤️❤️❤️❤️❤️


Yumna menangis dalam tidurnya, lalu akhirnya terbangun menelp “Oppa Tetangga” dan langsung mengucapkan permintaan maafnya. Dan mengaku tak bisa tidur karena marah, serta sangat merindukanya. Ken terlihat sudah babak belur duduk di trotoar, Yumna meminta Ken untuk segera datang.


“Datanglah Kemari, meskipun kamu cuma 89%.  Aku mohon datanglah!” ucap Yumna.


“Tidak bisa ...” kata Ken tak mau melihat babak belur, Yumna berpikir kalau sekarang Ken cinta hanya 70%. Ken hanya diam saja lalu berjalan dengan wajah babak belur dan kaki sedikit diseret.


“Sebelum aku mati ... Aku menyesal karena tidak cinta padanya sepenuh hati.  Makanya aku membuat keputusan berbeda. Dan sekarang ada disini. Kalau kali ini, aku mati aku mungkin akan menyesali momen ini. Karena aku tidak bisa jujur. Dan tidak bisa bersikap jujur. Saat aku membuatnya salah paham. Aku menyakiti perasaannya. Sama dengan Harry yang tidak bisa jujur dan menyakiti perasaannya ... Apakah aku, melakukan kesalahan yang sama dengannya?” gumam Ken sambil berjalan menyusuri jalan.


"Haruskah, aku berkata jujur saat ini kalau aku mungkin akan mati sebentar lagi? Kalau aku berkata jujur dapatkah kita tetap bahagia seperti saat ini? Kalau dia tahu aku akan mati dapatkah dia senyum padaku seperti saat ini?" gumam Ken sambil terus berjalan. 


Yumna terdiam melihat wajah Ken yang babak belur, lalu bertanya siapa yang melakukanya, lalu berteriak bertanya “Siapa pelakunya?” lalu menangis sambil tertunduk. Ken yakin Yumna pasti tak menyangka kalau ia akan dipukul seperti ini, tapi ia sebenarnya sudah menunggu. Yumna terus saja terunduk menangis. Ken pun memeluknya.


“Dibandingkan kesalahanku padanya ... Aku harus menahan semuanya, termasuk kalau bisnisku dirusak, dan aku dipukuli. Aku baik - baik saja. Jangan berani - berani menemui dia. Maaf karena tidak bisa ke acara pernikahan. Aku punya alasan. Sampai aku mati. Aku tidak akan meninggalkanmu. Bukan 89%, tapi aku 100%.” Bisik Ken lalu keduanya berpelukan dengan erat. 


Yumna masuk kamar sambil menangis, sambil bergumam “Aku harap luka Harry dapat segera sembuh. Aku harap kami semua, bisa punya hati yang tenang. Aku harap tidak ada yang pergi dengan hati yang sakit. Baik Harry,  aku, juga dia ...” lalu berusaha tidur sambil menangis.


Ken berjalan pulang dengan melewati jembatan pun bergumam “Aku masih ingin melihatnya tersenyum. Aku ingin melihatnya bahagia. Aku masih ingin melihat itu.” Lalu berlari dengan cepat, saat itu pengelihatanya kembali datang, Harry mengendarai mobil terlihat ingin menabraknya.


❤️❤️❤️❤️


Ken terbangun dengan bunyi deringan jam, lukanya terlihat hanya tinggal bekasnya, lalu duduk dimeja kerja seperti sedang berdoa. Setelah itu mengampil ponsel dan mengirimkan pesan “Aku akan mengantarmu ke kantor, jadi tidur saja 19 menit lagi. Aku akan kerumahmu.”


Yumna membalasnya “Wah! Aku tersentuh. Baiklah.”  Ken pun tersenyum melihatnya. Yumna terlihat matanya bengkak karena menangis sambil tertidur, lalu mengambil handuknya. Ken sudah memakai kemeja bersiap untuk menjemput pacarnya. 


Ia keluar rumah tiba - tiba seseorang mengagetkan didepan rumah, dan langsung berjongkok seperti orang yang terkepung oleh polisi. Yumna meminta maaf dengan wajah panik bertanya keadaan padanya yang terlihat ketakutan. Ken masih saja berjongkok dengan wajah tertunduk.


“Pasti aku membuatmu kaget sekali, seharusnya aku pelan - pelan. Maafkan aku.” kata Yumna terlihat tak enak hati, Ken masih terlihat shock sambil berjongkok.


“Aah, harusnya aku tidak begini pagi - pagi, jantungmu pasti mau copot. Aku membuatmu kaget setengah mati, maafkan aku.” ucap Yumna lalu berjongkok.


“Tadinya aku ingin membuatmu terkesan, malah jadi aneh begini.” ucap Yumna memegang tangan Ken karena sudah bisa menurunkan tangan dari wajahnya.


“Aku tidak bisa berdiri karena sangat tersentuh. Sudah berapa lama menunggu?” tanya Ken.


Yumna sambil memegang tangan Ken, berpikir mungkin sekitar menit lalu keduanya sama - sama berdiri. Ken padahal ingin menjemputnya tapi malah Yumna yang datang ke rumahnya. Yumna merasa bersalah kemarin jadi sengaja datang ingin bersikap baik.


“Soal kemarin, jangan dipikirkan, terkadang aku mendadak marah  karena hal kecil lalu tenang kembali. Seharusnya aku tidak begitu, tapi Semakin aku suka padamu, jadi malah bersikap begitu. Maaf ...” ucap Yumna dengan tangan Ken yang terus memegangnya


“Kamu tidak salah ... tapi Aku salah.” ucap Ken.


“Aku tidak minta maaf karena takut kamu lari kalau aku cerewet. Aku minta maaf karena sungguh merasa bersalah.  Aku memang cepat minta maaf kalau salah.” kata Yumna.


“Dimana aku bisa bertemu wanita sepertimu?” komentar Ken menggodanya.


“Karena aku suka padamu duluan, jadi kamu yang mengikutinya.” kata Yumna.

__ADS_1


Ken meminta agar Yumna tak berbicara seperti itu pada orang lain. Yumna pikir kenapa tak boleh karena memang ia duluan yang menyukai pacarnya, menurutnya ia jatuh cinta pada pandangan pertama, menargetkan Ken untuk menjadikan miliknya, dengan bangga kalau dirinya itu pandai. Ken mengucapkan terima kasih sudah jatuh cinta padanya pada pandangan pertama lalu mengajaknya untuk segera pergi.


__ADS_2