DI PERSIMPANGAN DILEMA

DI PERSIMPANGAN DILEMA
Bagian 11. Kembalinya Yumna cantik


__ADS_3

Aria dengan rasa bangga kalau ia satu-satunya yang memilih Yumna, dimana orang-orang memilih Yumna cantik tapi dirinya tetap memilih Yumna si biasa. Yumna tertunduk malu mendengarnya, semua langsung mengajak mereka bersulang bersama-sama.


“Terima kasih, teman. Apa yang akan  kulakukan tanpa satu suara darimu? Kamulah satu-satunya bagiku.” ucap Yumna.


“Kamu setuju kan? Kalau aku satu-satunya, ya kan? Haruskah kita pergi clubbing untuk merayakannya?” ajak Aria pada Yumna.


Yumna terlihat masih malu-malu, Aria lalu mengajak Yumna ke tengah akhirnya Yumna mulai mengila mengikuti irama lagu yang diputarkan DJ, menari melepaskan semua kegundahan dirinya. 


******************


Tuan Abraham sedang menonton TV dikamar, Ibu Yumna terbangun dari selimutnya terlihat matanya sembab karena menangis sambil tertidur lalu mengajak suaminya agar membawa anaknya kembali ke rumah lagi.


“Kita bawa pulang Yumna kembali kerumah. Aku tidak bisa menjalani hidup tanpa dirinya. Ayo kita bawa pulang dia, sayang.” ucap Ibu Dewi menangis tak bisa lagi menahan rasa rindu pada anak semata wayangnya itu.


Yumna pulang ke rumah merasakan udara dingin yang menusuk, lalu mencari-cari kuncinya dalam tas tapi tak menemukanya. Matanya melihat ada tempelan di pintu, tukang Kunci 24 jam, akhirnya berusaha untuk menelpnya agar bisa membuka pintu rumahnya, tapi telpnya tak diangkat. Yumna pun duduk didepan pintu sambil menahan dingin.


**************


Ken sedang mengedit suara dalam studio. Tepat pukul setengah 12 malam, adegan wanita yang mengunakan high heel menyusuri jalan yang hujan, pikiranya kembali pada bayangan Yumna sembari berkata, “Kenapa kamu pulang selarut ini? Aku pikir aku akan mati menunggumu." Ken memilih untuk tak memikirkan dan kembali sibuk berkerja.


Yumna berusaha untuk menahan rasa dinginya tapi akhirnya tak kuat lagi memilih untuk keluar rumah. Ken kembali melihat bayangan Yumna berjalan sendirian lalu seorang pria mengikutinya dari belakang seperti ingin bertindak jahat. Akhirnya Ken keluar dari studio dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. 


Yumna berjalan sendirian, sosok pria dengan mengunakan jaket dan memakai tapi mengikutinya dari belakang. Mobil Ken sampai dijalan rumah langsung melihat Yumna yang di ikuti oleh seorang pria, Ken langsung memanggil Yumna, sang pria langsung kabur. Yumna menolehkan kebelakang, Ken mendekat sambil bertanya mau kemana.


“Kenapa kamu pulang malam sekali? Aku pikir aku akan mati kedinginan menunggumu.” ucap Yuman, Ken terdiam karena apa yang dilihat sekarang sama dengan dalam bayanganya.


Akhirnya Yumna masuk dari kamar Ken dan melihat sebuah rak, ia berpikir peran gender mereka telah berganti. Ken pun menarik rak agar Yumna bisa masuk rumahnya. Yumna mengucapkan terimakasih lalu membuka pintu agar bisa masuk ke dalam rumahnya. Ken tanpa bicara langsung menutup kembali dengan mendorong raknya. 


Yumna memakai selimut dan ingin menyalakan kompor agar bisa membuat teh tapi terlihat kompornya tak bisa menyala. Ken sedang berganti baju bisa medengar Yumna yang terus berusaha menyalakan kompor sembari mengigil kedinginan.


Ken sudah membuat dua gelas teh dan Yumna sudah duduk dikamarnya dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya. Suasana hening terjadi ketika keduanya mulai minum teh, lalu tiba-tiba Yumna tertawa sendirian.


“Ketika aku masih SMA, ada pemilihan ketua kelas. Temanku si orang bodoh itu mencalonkan diriku. Kelakuanku tidak cukup baik  sampai harus dicalonkan. Dia hanya bermain-main denganku. Pada waktu itu aku punya satu suara. Aku adalah orang yang memilih untuk diriku sendiri. Aku yang memilih diriku sendiri. Aku khawatir bahwa aku tidak akan dapat suara satu pun.” cerita Yumna, Ken menatapnya heran.


“Astaga, semakin aku memikirkannya, semakin marah aku jadinya. Bagaimana dia memilih orang lain setelah dia mencalonkan diriku? Dia pasti memilih si cantik Yumna. Di sekolah, ada dua Yumna. Yumna yang lain punya segalanya.” cerita Yumna, Ken seperti sedikit tegang mendengar ceritanya. 


💜💜💜💜💜💜


Di tempat lain, Yumna yang cantik masuk ke dalam sebuah hotel dengan koper yang dibawanya, lalu berdiri didepan jendela melihat keindahan kota Seoul dari atas.

__ADS_1


“Kurasa dunia dulu memihakku. Ketika aku berada dengan dia, maka aku hanya menjadi  pengiring pengantinnya. Tapi kalau aku benar-benar kehilangan diriku dan menjadi dirinya.“


“Jika kesempatan seperti itu datang apa aku akan memilih  pilihan untuk menjadi dirinya? Ternyata aku tidak akan memilih menjadi dirinya. Aku hanya ingin memperbaiki diriku sedikit. Aku tidak ingin menjadi dirinya. Aku masih mencintai apa adanya diriku.” ucap Yumna dengan menahan tangisnya.


************


Yumna mengaku hanya ingin kalau hidupnya lancar dan bahagia sambil menghapus air mata yang mengalir. Ken melihat Yumna yang berusaha menghapus air matanya. Yumna ingin tahu apa yang dilakukan si cantik itu sekarang, apakah ia sudah menikah. Ken meminum tehnya seperti tak sanggup untuk berbicara.


“Aku saja yang akan pindah. Kudengar banyak yang sudah kamu lalui untuk bisa kembali ke rumah masa kecilmu ini, jadi Aku yang akan pindah. Tapi ini sungguh menyedihkan. Rasanya seperti aku tidak diterima dimana - mana.” ungkap Yumna mencoba menghapus air matanya.


“Tinggal saja disini karena aku yang akan pindah.” ucap Ken kemudian.


“Jika kamu pindah, aku mungkin merasa kalau aku ini terbuang. Jadi Aku yang akan pindah. Kamu harus tahu, aku tidak biasanya berbicara sekasar ini. Aku memang gila saat ini. Itulah sebabnya, ini membuatku gila karena cuacanya begitu dingin. Aku akan berusaha keras untuk pindah entah bagaimana dan agak lelah sekarang.” akui Yumna.


Yumna berharap seseorang bisa memberitahunya kalau itu semua  bukan masalah besar, tapi pada kenyataanya kalau ia dicampakkan sehari sebelum pernikahannya dan itu memang bukan masalah besar. Ken menatap Yumna yang menatapnya sambil menangis, pikiranya kembali saat Yumna cantik tak datang dihari penikahan dan ia duduk di ruangan yang sudah rapih dengan bunga dimana-mana. Yumna sadar kalau Ken itu memang tak mau bicara denganya, karena seorang pria yang dingin.


“Bagaimana bisa itu bukan masalah besar? Rasanya seperti seluruh dunia menghukummu sampai mati. Rasanya seperti diusir dari alam semesta. Dimana kamu tidak akan diterima lagi tapi rasanya kamu masih harus memohon untuk hidup.” ucap Ken.


“Bagaimana itu bukan masalah besar? Aku, juga dicampakkan di hari H pernikahanku.” akui Ken lalu mengumpat kalau dirinya sudah gila dan berdiri dari tempat duduknya.


Yumna sempat kaget mendengarnya, Ken memutar kembali kasetnya, memberitahu Yumna yang baru saja dihempaskan oleh satu pukulan jadi ia bisa bangkit kembali. Yumna memuji kalau itu bagus sekali, keduanya saling menatap dengan bunga yang bertaburan, lalu Yumna tersadar meminta maaf setelah itu mengucapkan terimakasih sambil menangis.


**********


“Itu bukan masalah besar daripada bilang kalau aku akan baik-baik saja, tapi lebih kepada kenyamanan ternyata ada orang yang merasakan rasa sakit yang sama.”


Tanpa rasa ragu, Yumna langsung membuang foto prewednya ke sungai lalu kembali mengayuh sepedanya terlihat senyuman bahagia yang terlihat seperti semua bebannya sudah hilang. 


“Aku dulu merasa terpukul. Ayo kita bangkit, Yumna Ketika aku berpikir tentang hal itu aku tidak pernah serius untuk mencintai diriku 100 persen. Aku selalu berhati-hati dan penuh rasa gelisah. Aku khawatir jika aku sangat menyukai seseorang.”


Yumna sudah sampai di pinggir jalan dengan bunga sakura berguguran, senyumanya terus saja terlihat.


“Mari kita jangan melakukan hal itu lagi. Jika aku bertemu seseorang  yang kusukai, maka aku akan mencintai orang itu  sampai aku dicampakkan. Aku tidak pernah akan berbalik menangis lagi kalau aku disuruh menghilang. Aku akan menggenggam orang itu dan tidak membiarkannya pergi bahkan jika aku dipukuli. Aku akan memberikan segalanya. Bukankah kamu harus jatuh cinta seperti itu sekali dalam seumur hidupmu?”


***********


Yumna baru pulang melihat Ken baru mau berangkat bekerja, lalu memberitahu sengaja mengambil cuti agar bisa  mencari tempat pindahnya dan akan bilang pada pemilik rumah kalau selama ini baik-baik saja tinggal dirumahnya, lalu meminta Ken meminjmkan uang jaminan padanya dan akan memberikannya kembali kalau sudah mendapatkannya dari pemilik rumah.


Ken tak banyak bicara dan Yumna masuk kerumah dengan menuntun sepedanya, matanya melotot binggung karena tralis jendelanya kembali terpasang. Ken tak banyak komentar memilih untuk masuk ke mobil dan memasang sabuk pengamannya. 

__ADS_1


Ken menyambut sutradara di kantornya, untuk melihat sendiri hasil dari film yang sudah diberi suara efek. Pria tambun tergopoh-gopoh datang bertanya apakah sutradara sudah datang. Kenzo memberitahu sudah datang lalu meminta agar Arini melihat skenarionya kalau ada waktu luang. Arini pikir sudah pasti lalu ikut masuk rombongan sutradara.


Di dalam studio, semua menonton hasil Ken memberikan suara efek yang bagus untuk film. Tim Ken dibelakang terlihat tegang takut hasilnya tak bagus, akhirnya film berjudul “adventure” selesai dengan credit title yang berjalan. Semua berdiri dan bertepuk tangan ketika lampu dinyalakan, terlihat sangat gembira dengan hasilnya. Semua memuji film yang sangat bagus dan juga lucu dan memberikan selamat pada Ken juga. 


Didepan gedung, semua pun mengantar sutradara dan produser sampai masuk ke dalam mobil. Pria tambun juga pamit lebih dulu dan akan bertemu lagi nanti, Si pria tambun masih tak percaya bis pulang ke rumah di waktu sore hari. Ken pun memberikan kartu creditnya agar timnya bisa pergi minum - minum dan makan - makan sepuasnya.


Pria berkumis menerimanya dengan mengucapkan terimakasih, Ken memperingatkan agar tak melebihi dari satu juta rupiah. Ketiganya pun mengangguk mengerti dengan mengucapkan terimakasih bersama dan membiarkan Ken pergi meninggalkan gedung. 


Kenzo berlari dengan tasnya keluar gedung bahkan saking cepatnya sempat menabrak dinding penunjuk jalan. Di taman, Nana berlari memanggil Kenzo dengan wajah bahagia, Kenzo membentangkan tanganya seperti siap mendapatkan pelukan.


Nana melempar tasnya dan Kenzo juga melepaskan tas ranselnya, tiba - tiba ia menjerit panik. Nana langsung loncat ke pelukan Kenzo seperti orang mengendong dan memberikan ciuman di pipi bertubi - tubi. Kenzo tertawa bahagia, lalu merasakan punggungnya kesakitan akhirnya jatuh dengan posisi Nana ada diatas tubuhnya.


“Aku merindukanmu.” ucap Nana dengan nafas terenga - engah sehabis berlari. Kenzo juga mengaku sangat merindukanya. Nana pun memeluk Kenzo yang sedang berbaring, lalu keduanya berciuman di hamparan rumput. 


Keduanya berjalan mengendap - ngendap ke dalam kantor yang sudah gelap. Kenzo menyalakan lampu, Nana terlihat gembira melihat ruangan dengan arsitektur yang bagus. Kenzo pergi ke studio dengan membuat suara kuda berlari mengunakan batok kelapa, lalu membuat suara sepatu kuda dan juga nafas kuda saat sedang berlari dengan mulutnya.


“Sekarang jika kamu menggabungkan video dan audio.” ucap Kenzo ke ruang control dengan menaikan alat didepanya agar bisa masuk ke dalam film.


“Apakah mereka tidak menangkap suara itu selama syuting?” tanya Nana binggung.


“Di lokasi syuting, sulit untuk mendapatkan semua suara ini.” ucap Kenzo, Nana mengaku tak tahu lalu mengusap keringat pacarnya sambil memuji semuanya itu menakjubkan.


“Aku bahkan dapat memasukkan suara matahari bersinar. Coba lihat Ini adegan awalnya.” ucap Kenzo memutar video kembali.


Ken saat itu menyuruh adiknya untuk memasukan suara anak-anak sedang bermain, Nana yang mendengar suara yang sudah dimasukan menjerit bahagia karena rasanya berbeda dan kedengarannya lebih bagus. Kenzo ikut tersenyum, lalu teringat kembali kata-kata kakaknya agar memasukan suara klakson mobil.


Nana kembali menjerit karena terdengar sangat luar biasa. Kenzo melonggo karena ternyata ucapan kakaknya itu benar, Nana merasa pacarnya itu menakjubkan sekali dan sangat seksi. Kenzo meminta Nana tak melakukan distudio, tapi Nana langsung memberikan ciumannya. 


Melisa dengan rambut berantakan mengajak seseorang agar pergi, dua petugas kemanan memalingkan wajahnya, lalu seorang wanita muda turun dari bus. Keduanya langsung berlari dengan mengandeng tangan akan mengantar wanita itu pulang sampai ke rumah. Melisa tersenyum sambil melompat-lompat akan pulang dengan selamat sendirian. 


Brian baru turun mobil melihat Kenzo dan Nana baru pulang, keduanya pun menyapa Brian didepan rumah. Brian mendengar mereka baru saja menyelesaikan sebuah film, lalu mengajak semuanya untuk minum - minum merayakannya.


Kenzo dan Nana menjerit bahagia dengan melihat daging sapi dan juga minuman yang dibawa Brian. Tiba-tiba Brian panik mengajak mereka segera masuk karena ada alien yang datang. Melisa berjalan pulang sendirian dengan kepala tertunduk dan rambut keriting tanpa terlihat wajahnya, semua pun buru-buru masuk.


Nana melihat Melisa kembali mabuk, Brian memberitahu kakaknya itu minum tiga hari seminggu bahkan menyembunyikan kalau minum empat hari seminggu. Brian menambahkan Melisa bisa minum 30 liter bir. Melisa sampai didepan rumahnya sambil terus berbicara sendirian.


Ken tahu kalau Brian baru sampai, lalu terdengar dari kamarnya Yumna memesan jajangmyun dan juga ayam asam manis. Si pengirim makanan masuk sampai ke depan pintu kamar dan meminta bayaran 18.000. Yumna pun memberikan uanganya, si kurir bertanya apakah Yumna tinggal sendirian. Yumna nampak binggung, si kurir yang bertanya seperti itu tapi langsung menjawab membenarkan.


Si kurir merasa seharusnya Yumna memesan porsi yang lebih sedikit karena menurutnya terlalu banyak untuk satu wanita. Yumna pikir Rasanya tidak enak kalau hanya makan sedikit. Pria itu setuju, lalu karena lupa membawa uang kembalian jadi akan pergi ke motornya lebih dulu dan kembali lagi. Ken keluar dari kamar melihat si kurir sedang minum lalu melepaskan helmnya, terlihat wajah liciknya dan menelp bosnya kalau akan langsung pulang ke rumah. 

__ADS_1


__ADS_2