DI PERSIMPANGAN DILEMA

DI PERSIMPANGAN DILEMA
Bagian 40. Ketika dua keluarga bersatu menjadi satu


__ADS_3

Di rumah sakit


Brian memastikan pada dokter apakah tak butuh CT Scan karena sebelumnya Melisa berguling di dalam bis lalu setelah turun, kepalanya terbentur di jalan, menurutnya Sepertinya terjadi sesuatu saat terguling di bis.


“Tidak perlu melakukan CT Scan. Belakangan ini apa anda sering lelah?” tanya dokter.


“Ya! Dia minum alkohol banyak sekali. Apa ini Karena livernya?” ucap Brian.


“Berhenti minum - minum.” ucap Dokter, Brian menasehati Melisa kalau semua itu pasti karena livernya.


“Anda hamil, kamu anemia karena sedang hamil. Aku akan resepkan suplemen zat besi, Pastikan untuk diminum. Selamat ya.” ucap dokter  pergi meninggalkan keduanya. 


Melisa dan Brian melonggo mendengarnya, Melisa tak percaya tertawa bahagia, tapi langsung terdiam melihat Melisa terlihat tak bersemangat. Akhirnya ia meminta maaf dan memberikan selamat, menurutnya yang paling pertama itu ucapan selamat. Melisa hanya diam saja dengan tatapan kosong.


Brian tak bisa menahan rasa tak percaya dengan tertawa tapi menyadarkan dengan memukul punduk kepalanya, menurutnya sudah gila karena terus saja tertawa. Akhirnya ia duduk di samping Melisa, menduga itu terjadi saat sebelum mantan pacarnya itu pergi ke imigrasi, lalu mengeluh Melisa itu bisa ceroboh padahal itu pertemuan terakhir mereka. Melisa hanya diam saja.


“Tunggu sebentar ... Orang itu sudah ke Brazil, belum? Cepat hubungi dia. Bagaimana kalau sudah pergi? Tapi Kalau belum pergi, lalu bagaimana?” ucap Brian akhirnya kebinggungan sendiri.


“Ah maka  dari itu, kalian bukan anak - anak lagi. Kalian sudah dewasa, harusnya lebih hati - hati dan penuh persiapan.  Coba Lihat aku. Meskipun tiap malam aku dengan wanita berbeda, aku tidak pernah mengalami hal seperti ini.” ucap Brian, Melisa hanya memejamkan matanya karena semua ini berkat tidur dengan teman adiknya.


“Kakak, ini 100% kesalahan dia. Sebagai laki - laki, dia harusnya selalu siap sedia setiap saat. Coba Lihat aku.” ucap Brian memperlihatkan ****** di semua kantung dalam baju dan celananya, bahkan terselip di kaos kakinya, lalu ingin melihat dalam ************ tapi tersadar ada banyak orang.


Brian menegaskan dengan persiapan itu, maka menunjukkan kalau lelaki itu tidak bertanggung jawab. Melisa tetap tak bergeming, Brian meminta maaf karena seharusnya tak boleh mengatakan hal itu. Melisa akhirnya menangsi. Brian kembali duduk disamping binggung melihat Melisa yang menangis, lalu menenangkan agar tak menangis.


“Menjauh dariku, brengsek! Pergi jauh! Ini pasti mimpi." jerit Melisa tak ingin disentuh oleh Brian dengan menendang - nendang ke udara dan memukul tempat tidurnya.  


“Brian, bagaimana kalau kerumah sakit lain?” kata Melisa belum bisa menerimanya, Brian pikir tak ada bedanya jadi lebih baik terima saja faktanya sambil merapihkan rambut Melisa yang berantakan.


Melisa menepis tangan Brian tak ingin disentuhnya, Brian ingin memegangnya dan akan memanggil dokter. Melisa tak ingin Brian menyentuh tubuhnya. Brian pun pergi memanggil dokter. Melisa benar - benar tidak ingat dan masih tak yakin kalau mereka berdua itu sungguh melakukannya. 


🌹🌹🌹🌹🌹


Harry duduk dimeja kerjanya, tatapanya kosong mendengar suara rekaman Yumna yang menyebar “Tanpa tahu yang sebenarnya aku jatuh cinta pada lelaki itu.” Berulang - ulang sampai ia bisa  jelas dimengerti


“Aku marah sekali, rasanya aku ingin membunuh mereka semua. Sangat ... Sangat ...” Harry terdiam matanya memerah menahan tangis mengetahui perasaan Yumna sebenarnya. 


Harry pun makan steak di restoran, temanya berkomentar keadaanya jadi kusut begini. Harry membenarkan, dengan sedikit tertawa tak percaya merasa Hal seperti ini, bisa jadi topik utama di negara lain.


“Tapi, Yumna kenapa bisa suka lelaki itu?” tanya temanya.


“Apa Kamu tidak tahu? Dia ditipu. Aku yakin bajingan itu baik padanya karena merasa bersalah.  Dia sudah siap saat kebenaran terungkap dan membuat Yumna cinta padanya.”ucap Harry penuh dendam, temanya bertanya apa yang dikatakan Yumna.


“Dia bisa apa? Yang pasti dia mengamuk besar.” ucap Harry yakin.

__ADS_1


Sesampai didepan lift, temanya pamit pergi lebih dulu, Harry mengerti lalu berjalan ke lift sambil mengeluarkan ponselnya, berusaha menelp Yumna tapi ponselnya belum juga aktif. Temannya terus melihat Harry sampai masuk kedalam lift. 


❤️❤️❤️❤️❤️


Ibu dan ayah Yumna menonton TV dengan tatapan kosong, Yumna sudah berganti baju dan langsung keluar rumah. Ibunya berteriak agar Yumna mengigit bokong pria itu sampai lepas. Tuan Abraham hanya bisa menghela nafas panjang dengan keadaan sekarang. Yumna terus berjalan dimalam hari dari rumahnya dengan menahan tangisnya.


Kenzie duduk dikamar Yumna, mengambil music box yang pernah diberikanya dan memutarnya. Ingatan kembali saat memberikan hadiah itu, Yumna tersenyum mengungkapkan suaranya cantik. Saat itu tatapan Kenzie seperti jatuh cinta dengan sosok Yumna. 


Yumna masuk rumah langsung terdiam melihat Kenzie duduk dikamarnya sambil mendengar musik box, Ken hanya menatap kedatangan pacarnya. Yumna masuk rumah dan Ken pun berdiri memberitahu ada paket untuknya karena kurir terus mengetuk pintunya. Yumna menghentikan langkah Ken saat akan masuk kamar dengan kata - katanya.


“Mengapa Kamu tidak tanya apa aku baik - baik saja?” ucap Yumna. Ken yakin tidak mungkin Yumna baik - baik saja.


“Ya, aku tidak baik, aku berantakan, aku tidak ingin membuka mata tapi tidak bisa tidur.  Aku tidak bisa tidur karena sangat marah. Karena rindu padamu, aku tidak bisa tidur.” ucap Yumna dengan menahan tangisnya.


Yumna pun membalikan badanya menatap Yumna yang terlihat menyedihkan lalu berjalan dan memeluknya, tangan Yumna pun mendekap tubuh Ken dengan erat menangis dipelukanya.


“Sekarang, kutuk aku dan jalani hidupmu. Pergi dengan temanmu dan maki aku. Kalau kamu ingin menelpon untuk memakiku bahkan 100 x pun aku akan terima telponmu. Kamu bisa telpon aku kapan saja. Kau boleh menyiksaku. Lakukan apapun yang kamu mau.” bisik Ken ditelinga Yumna.


Yumna melepaskan pelukan, kedua tangan mereka saling mengengam.


“Dapatkah iita tetap berhubungan sampai aku muak padamu? Tidak sampai aku muak padamu setidaknya sampai aku tenang. Semua orang sudah tahu, ini waktunya kita putus.” ucap Yumna berusaha menahan air matanya, Ken menatapnya dengan mata berkaca - kaca.


“Memang benar kita harus putus, tapi aku, aku masih belum bisa ialau putus denganmu karena marah. Aku akan menderita lama sekali. Dapatkah kita teruskan hubungan ini lebih lama lalu putus? Kita teruskan diam - diam lalu putus.” ucap Yumna penuh harapan.


Ken menatap Yumna dengan mata berkaca - kaca, lalu tertunduk meminta maaf karena tak bisa melakukannya. Yumna terdiam mendengarnya dengan tangan mereka yang terus mengenggam.


Ken masuk kamarnya untuk mengambil kunci mobil, Yumna menutup wajahnya lalu menangis. Ken menatap Yumna yang menangis hanya bisa diam saja seperti merasa kalau memang ini kesalahan jadi tak bisa bersamanya.


Yumna keluar dari rumah dengan terburu - buru, Ken mengejarnya akan mengantarnya pulang. Yumna terus berjalan,  Ken menariknya agar bisa mengantarnya pulang, Yumna menghempaskan tanganya dan terus berjalan. Kenzie pun tak bisa mencegahnya dan membiarkanya. Yumna berjalan sendirian sambil menangis.


Dalam penjalan pulang dengan bus, Yumma hanya menyandarkan kepalanya di jendela terlihat tak bergairah.


Esok paginya


Petugas pindahan rumah membawa semua barang - barang ke dalam mobil truk, Ayah Yumna membantu dengan memindahkan sepeda milk anaknya, dalam pelukanya memegang boneka tawa yang bisa membuatnya anaknya tertawa. Mobil pun sudah selesai membawa semua barang, didalam kamar Yumna sudah kosong tanpa ada barang apapun.


Di rumah, Ayah Yumna masih memeluk boneka tawa milik anaknya dengan tatapan kosong. Ibunya pun hanya diam menatap kosong melihat semua barang ditumpuk didepanya. Beberapa barang ditaruh dikamar Yumna, seperti musik box dan juga lampu yang keduanya diberikan oleh Kenzie. Sementara Yumna seperti tertidur dikamar ibunya, tak peduli dengan semua barang - barangnya yang dibawa pulang. 


❤️❤️❤️❤️❤️


Nyonya Emilia dan Ketua Jang mengunakan pakaian gaun memotong kue bersama seperti sepasang pengantin, semua tamu yang datang pun memberikan tepuk tanganya dan memberikan selamat. Ken melihat dari jauh saat Ibunya dan ketua Jang minum wine dengan love shot, di sisi lain Jesslyn Kylie melirik sinis melihat Ayahnya yang mencium pipi Nyonya Emilia.


Ketua Jang pun meminta balasan ciuman, Nyonya Emilia agak malu - malu mencium pipi ketua Jang. Keduanya terlihat sangat bahagia, ketua Jang mulai menyapa semua tamu yang datang, lalu memperkenalka pada Nyonya Emilia tamu - tamu nya yang datang dari berbagai kota. Jesslyn hanya melirik sinis dan melihat Ken hanya berdiri sambil meminum wine saja.

__ADS_1


“Ini adalah pernikahan kelima ayahku dan Ini pernikahan Ibumu yang ketiga.  Ayahku mengalahkannya. Bagaimana Ayah tiri keduamu?” ucap Jesslyn sinis, Ken mengatakan dia baik


“Ah.. benarkah? Bagaimana dengan ayah tiri ketigamu?” ucap Jesslyn yang melihat Ayahnya berusaha mengendong Nyonya Emilia.


“Apa hubungannya denganku?” ucap Ken dingin.


“Karena ada hubungannya dengan uang. Kamu masih pura - pura. Ibu tiri kelimaku adalah yang paling buruk. Aku malu memanggilnya ibu.” ucap Jesslyn sinis.


Ken mengartikan Jesslyn itu sudah menyerah jadi manusia. Jesslyn meminta Ken untuk mendengarkan ucapanya, Disaat Ibunya bersandiwara dan senyum, maka anaknya tidak boleh mengacau.


Tuan Jang mendatangi Ken, menegurnya karena  minum banyak sekali. Menurutnya Ken itu mengira dirinya akan membuat Ibunya tidak nyaman. Ken menaruh gelas winenya. Tuan Jang meminta agar Ken memberikan selamat, Ken pun menjabat tangan untuk memberikan selamat. Tuan Jang tahu berat buat Ken memberikan selamat padanya, lalu menyuruh anaknya Jesslyn untuk bisa tersenyum sedikit.


“Jangan membuat wajah begitu. Ayah sudah bilang, jangan pikirkan soal Istri baru Ayah. Sebanyak apapun istri yang datang dan pergi, aku tidak akan berubah.  Pemiliknya adalah dirimu.” ucap Ketua Jang memberikan kode pada anaknya.


Ia berpikir Ken sudah mengetahuinya, Ken mengerti. Tuan Jang pun meminta anaknya untuk bisa tersenyum. Jesslyn tetap melirik sinis melihat Nyonya Emilia yang berusaha ramah dengan memuji tamu yang datang karena terlihat cantik. Ken melihat ibunya yang terlihat tersenyum bahagia. 


Nyonya Emilia duduk dikursi dengan beberapa tamu, Jesslyn duduk disampingnya berkomentar sinis Ibu barunya itu terlalu banyak senyum. Nyonya Emilia masih bisa tertawa kalau merasa kalau hari ini adalah hari yang baik dan menyuruh Jesslyn untuk sedikit tersenyum.


“Kamu tahu Ayahku mudah bosan. Kalau dia bosan, dia akan memberi sinyal "Persulit dia, aku bosan dengannya." Lalu aku akan mempersulitmu, kemudian kita akan berkelahi dan kamu akan diusir. Entah kenapa, aku ingin memberitahumu cara kerjanya. Aku punya perasaan ini akan mudah bagimu untuk menjambakku dan diusir dari sini. Maka, tidak akan menyenangkan.” ucap Jesslyn sinis, Nyonya Emilia hanya tertawa mendengarnya berusaha tetap ramah


“Tapi Bagaimana yah? Aku wanita yang penuh daya tarik. Butuh waktu lama agar dia bosan padaku.” Kata Nyonya Emilia membanggakan dirinya.


“Kudengar 2 mantan suamimu meninggal dan uang mereka juga banyak.” ucap Jesslyn, Nyonya Emilia mengatakan sudah menghabiskan semuanya.


"Aku, mirip kuda nil kalau makan uang.” ucap Nyonya Emilia mengakuinya.


"Apa kamu tidak menyelidiki kasus suamimu ya,


 mereka berdua mendadak mati. Kalau aku, pasti langsung ku selidiki.  Aku ini seorang dokter. Kalau ayahku mati maka aku akan lakukan semua jenis tes padanya. Jangan berani berpikir macam - macam.” ucap Jesslyn memberikan peringatan, Dua wanita yang tadi duduk bersama memilih untuk pergi. Dari kejauhan Ken dan Tuan Jang melihat keduanya yang sedang berbicara.  


"Aku akan bunuh kamu dulu.” Bisik Nyonya Emilia sambil berdiri, Jesslyn menantang kalau memang Nyonya Emilia bisa melakukanya. Nyonya Emilia memilih untuk menyapa tamu - tamu lainnya. Ken terus meminum wine dengan tatapan tertuju pada Jesslyn.


Beberapa saat kemudian, Ken selesai minum wine lalu mendekati Jesslyn memintanya untuk berdiri. Jesslyn menegur Ken yang menggunakan kata - kata kasar. Ken tetap menyuruh untuk segera berdiri. Jesslyn tetap meminta Ken tak mengunakan bahasa kasar. Ken menyuruh Jesslyn untuk meminta maaf dengan menarik tanganya.


Jesslyn berteriak agar melepaskanya, tapi Ken terus menariknya sampai didepan Ibunya menyuruh Jesslyn untuk meminta maaf. Tuan Jang hanya melihat dari kejauhan. Nyonya Emilia panik dengan yang dilakukan Ken pada anak Tuan Jang. Ken terus menyuruh Jesslyn untuk meminta maaf, Jesslyn berteriak kalau Ken berani sekali melakukan hal itu padanya.


Ken akhirnya ditarik oleh penjaga, Jesslyn menarik rambut Nyonya Emilia, Ken tak terima Jesslyn yang berani berkata kasar pada Ibunya. Akhirnya Jesslyn dan Nyonya Emilia saling menjambak rambut, Tuan Jang hanya berteriak dari jauh untuk melepaskanya. Suasana pesta pun mulai kacau. 


Ken sudah berjongkok didepan rumah, Nyonya Emilia berdiri dengan rambut berantakan bertanya apa sebenarnya yang ada dalam pikiran anaknya sampai melakukan hal ini. Ken hanya diam, Nyonya Emilia yakin anaknya tahu sesulit apa dirinya sampai bisa berada di posisinya sekarang.


“Kenapa mengacaukan semuanya?” ucap Nyonya Emilia menjerit histeris.


“Ibu, jangan lagi hidup seperti ini. Aku mohon tolong jangan hidup seperti ini lagi! Kita hidup hanya sekali. Tolong jangan hidup menyedihkan begini.” ucap Ken sambil menahan tangisnya.

__ADS_1


“Kecuali aku kembalikan semua kekayaan mendiang Ayahmu, kalian tidak akan hormat padaku.  Aku hanya tahu cara ini untuk mengembalikan semuanya dan hanya bisa melakukan ini untuk kembalikan semuanya!” jerit Nyonya Emilia sambil merengek nangis dan duduk ditanah, Ken akhirnya berdiri.


“Tidak apa kalau tidak punya uang.  Aku lebih benci dengan Ibu yang selalu mengejar uang.  Aku tidak benci pada saat Ibu yang tidak punya uang!” teriak Ken, Nyonya Emilia hanya menangis sambil mengumpat anaknya itu jahat, Ken pun memilih untuk pergi membiarkan ibunya yang menangis seperti anak kecil sendirian.


__ADS_2