
Yumna di kantor sedang sibuk berkerja sambil anak buahnya datang memberikan data preferensi konsumen. Yumna pun menerimanya sambil mengucapkan terimakasih. Ken masih terdiam dan berdiri menatap diam, ternyata semua kesalahanya juga.
Yumna nampak bahagia berjalan di trotoar, lalu melihat seorang nenek perjual makanan di pinggir jalan sambil berjongkok bertanya berapa harga sayuranya, si nenek memberitahu lima ribu rupiah. Yumna pun meminta untuk dibungkus, lalu menunjuk tananam seperti ginseng.
Si nenek memberitahu itu Bunga teratai ini kualitasnya bagus dan akan memberi diskon kalau membeli dua buah harganya seratus lima puluh ribu saja. Yumna pun meminta untuk membungkus semuanya. Nenek itu nampak terkejut Yumna mau membeli semua sayuran Nenek. Nenek itu berdoa agar Yumna diberi berkat karena membeli semuanya.
Yumna pun berjalan ke trotoar dengan membawa sekantung belanjaan, tiba - tiba langkahnya terhenti melihat sebuah poster film dan berjongkok didepanya, lalu wajahnya tersenyum melihat tulisan “Pengarah Suara : Kenzie.”
Seorang pria datang berjongkok disamping Yumna meminta waktunya sebentar, Yumna kaget dan binggung. Pria itu bertanya apakah Yumna mau makan siang dengannya. Yumna makin binggung kenapa tiba - tiba mengajaknya makan. Pria itu mengatakan ingin makan bersama dengannya.
Yumna berdiri kembali bertanya alasanya, si pria mengaku karena Yumna adalah tipenya, Yumna memberitahu tidak percaya hal aneh begitu dan ingin pergi. Si pria menahanya memberikan kartu nama dan memastikan kalau itu memang benar nomor telpnya, bahkan bisa memeriksa ke asosiasi pengacara. Yumna menatapnya, si pria tetap memohon agar bisa makan bersamanya.
Yumna melihat nama di kartu nama adalah “Pengacara Delano Wesley” lalu menatap pria yang duduk didepanya sambil memotong daging panggang. Yumna tersenyum sumringah, mengaku Malam ini akan menuliskan dalam diarinya karena Hal seperti ini pertama kalinya terjadi padanya.
“Apa dasarnya, tipemu suka mendekati wanita yang ada di jalan? Lalu, apa wanita akan jatuh hati padamu? Mungkin karena kamu pengacara, mereka langsung jatuh hati padamu.” ucap Yumna.
“Ah, ini pertama kalinya buatku.” ucap Delano.
“Jadi, aku yang pertama? Aku yang mendapat kehormatan sebagai yang pertama? Lalu apa yang kau suka dariku?” tanya Yumna bangga.
“Aku merasa, ada ikatan khusus. Saat tertarik pada seseorang, kamu akan merasa ada ikatan khusus pada orang itu atau aura seperti itu, maka akan langsung dikenali.” jelas Delano.
“Jadi Begitu yah? Kamu merasakan hal begitu. Makanya kamu merasa nyaman dan langsung membuka diri.” ucap Yumna.
Gi Tae membenarkan dengan senyuman lebar lalu mengajaknya minum, Hae Young menutup gelasnya, karena menurutnya tidak cukup kalau cuma segelas. Gi Tae mengerti jadi mengajak untuk minum satu botol saja. Hae Young menolak, menurutnya cukup makan dan segera pulang. Gi Tae nampak hanya bisa menghela nafas.
“Aku tersanjung sekali dan bukan basa basi. Ini kehormatan besar. Ada yang ingin mendekatiku di jalan, apalagi dia pengacara! Tapi, aku ... harus segera pulang kerumah. Belum lama, aku memelihara binatang jantan dirumah.” ucap Yumna, Delano mengaku tidak pernah dengar soal itu.
“Tadinya aku tidak punya ...” ucap Yumna lalu terhenti dan melihat Delano nampak panik dengan meminum habis segelas bir.
“Jadi, ternyata bukan PDKT di jalan?Benarkan? Siapa Orangnya? Orang yang mengatur kegiatan kurang kerjaan ini?” teriak Yumna sambil mengebrak meja.
Brian melihat Delano masuk ke ruanganya, lalu heran melihat cepat sekali padahal sebelumnya menyuruh mereka harus seharian bersama. Yumna mendoronganya dan masuk ke dalam ruangan dengan tatapan sinis, Brian terlonjak kaget melihat Yumna ada dikantornya.
Yumna sudah duduk dikursi, Brian mondar - mandir dengan wajah gugup menawarkan teh hijauh atau kopi panas. Yumna langsung bertanya Brian ternyata pengacara. Brian membenarkan. Yumna berkomentar tidak mirip. Brian mengaku Banyak yang bilang mirip pengacara.
“Wajahmu tidak mencerminkan pengacara.” ucap Yumna sinis, Brian mengatakan kalau otaknya itu seperti pengacara.
“Padahal kamu pengacara. Tapi kenapa melakukan tindakan murahan itu? Apa alasannya?” tanya Yumna, Brian nampak binggung dan menjawab kalau Yumna terlihat kesepian. Yumna menyindir Brian itu melakukan kerja social.
"Seperti yang kamu lihat, aku mewakili orang kurang beruntung.” ucap Brian.
“Aku bertanya, kenapa kau begini padaku? Hari ini, apa ini kerjaanmu sendiri atau ken ikut campur?” tanya Yumma, Brian pikir apabila ingin menjawab bersama - sama, Yumna memperingatkan Jangan mengarang - ngarang dan katakan terus terang. Brian mengaku melakukannya sendiri. Yumna menanyakan alasan Brian melakukan itu.
“Aku sudah kenal Ken sejak masih kecil. Menurutku kamu dan Ken sangat berbeda. Tapi bagaimanapun, kamu sangat cantik dan menarik. Menurutku, lebih baik jika kamu kencan dengan lelaki yang lebih menarik.“ jelas Brian akhirnya duduk didepan Yumna.
“Katakan hal yang masuk akal. Kenapa tidak perkenalkan aku ke dia? Apa kamu punya rencana tertentu? Apa kamu ingin aku melakukan cinta semalam dan kamu ingin menjauhkan aku dari Ken.” tanya Yumna.
__ADS_1
“No, no, no! Sungguh, aku tidak punya maksud begitu. Menurutku, dari pada dikenalkan, akan lebih dramatis jika PDKT di jalan. Seolah - olah ini pertama kalinya kalian saling bertemu.” ucap Brian.
"Padahal kamu pengacara, tapi tidak meyakinkan sekali?” sindir Yumna dengan mata melotot
Ia merasa Brian berpikir dirinya itu buruk sekali. Brian merasa omongan Yumna kasar sekali. Yumna sadar dirinya itu tak cantik sekali tapi jangan memperlakukan buruk begini sebelumnya menurutnya Ken bukan anak konglomerat atau bangsawan dan ia juga bukan orang rendahan.
“Kenapa harus kekanankan begini? Apa kamu lebih baik dariku?” teriak Yumna sambil mengembrak kursi, Brian duduk sambil memegang kakinya nampak gugup.
“Sebaiknya jangan semakin diperkeruh. Kita sudahi saja hari ini. Lagipula kamu dan Ken tidak ditakdirkan untuk bersama.“ ucap Brian.
“Bagaimana kalau aku suka Ken?” ucap Yumna, Brian mengatakan tak bisa. Yumna menanyakan alasanya kenapa tidak bisa. Brian tetap menjawab pokoknya tidak bisa. Yumna berteriak ingin tahu alasanya.
"Aku bilang tidak berarti tidak bisa, terima saja! Nama wanita yang nyaris dinikahi Ken bernama Yumna juga! Sama dengan namamu. Apa masih belum jelas juga?" teriak Brian, Ken melotot tak percaya, Brian pun berdiri dari tempat duduknya sambil membuka kacamatanya.
“Anak itu menemuimu karena dia masih belum melupakan wanita itu. Kamu sama sekali bukan tipenya. Dia tidak pernah berpikir untuk bersama wanita sepertimu!” tegas Brian, Yumna memilih untuk berdiri dan akan pergi.
“Namamu sama dengan wanita yang dia cintai. Tapi wanita itu sudah kembali, maka kalian berdua sudah selesai. Jadi, jangan sakiti dirimu lagi dan sudahi saja!” teriak Brian, Yumna menjerit histeris sampai membuat Brian kaget, dimata Yumna penuh amarah karena harus mengalah oleh si cantik Yumna.
Yumna berjalan pulang sambil menangis sampai malam hari masih menyusuri jalan, tatapannya kosong tanpa ada lagi senyuman seperti diawal pagi.
Yumna berbicara di telp, bertanya kenapa menginginkan nomor telp Yumna. Ken ada didalam mobilnya, nampak tegang lalu menerima pesan dari kakaknya, nomor telp Yumna. Saat itu telp dari “si tetangga sebelah” masuk. Ken pun mengangkatnya, tapi sempat tak terdengar suara Yumna.
"Jangan temui lagi Yumna." ucap Yumna.
Ken yang mendengarnya sempat menghela nafas panjang sambil menjauhkan ponselnya. Lalu melihat Yumna ada didepanya dan ponselnya kembali ditaruh ditelinga. Yumna meminta Ken tak berkencan lagi dengan Yumna.
“Aku tidak mau. Aku tidak mau kamu pacaran dengan wanita yang aku benci. Aku bisa ikut membencimu juga. Kalian pernah pacaran itu sudah cukup membuatku marah. Jadi, jangan pacaran dengannya.” ucap Yumna.
“Kalau kamu tidak suka seseorang, jadi semua orang harus benci orang itu juga? Kenapa kekanakan sekali?” ucap Kenm
“Demi dirimu, aku akan benci orang yang kamu benci. Aku akan sangat benci pada orang itu.” ucap Yumna, Ken pikir untuk apa karena tak ada yang memintanya.
“Karena aku suka padamu. Kalau kamu suka seseorang, maka kamu akan begitu.” ucap Yumna berani menyatakan untuk yang kedua kalinya. Ken sempat kaget sampai akhirnya turun dari mobil. Yumna pun menatap dalam pada orang yang dicintainya.
“Sudah kubilang jangan menyerahkan dirimu pada sembarang orang.” ucap Ken mengomel.
“Kamu bukan sembarang orang, sama sekali tidak.” ucap Yumna.
"Setiap ada kesempatan kamu maju terus. Apa aku ini kamu pikir mesum? Dari satu Yumna satu ke Yumna yang lainnya?” teriak Ken.
Yumna bertanya apabila namanya berbeda apakah Ken ingin berkencan denganya dan mengusulkan untuk ganti nama saja. Ken pikir Yumna harus bertanya pada semua laki - laki yang ada di dunia ini.
“Apa ada lelaki yang mau pacaran dengan wanita yang ada hubungannya dengan mantan mereka? Saat saling bertatapan, wajah mereka akan terbayang. Lelaki itu akan terus terbayang akan wanita itu!” ucap Ken.
“Lalu kenapa kamu baik sekali padaku? Kamu bersikap baik padaku.” ucap Yumna dengan mata berkaca - kaca menahan tangisnya.
"Aku kasihan padamu. Kamu dicampakkan sebelum menikah dan Kamu kesana kemari dan berkata kamu dicampakkan. Aku kasihan padamu. Makanya aku baik padamu. Apa aku salah?” teriak Ken.
__ADS_1
“Kalau begitu, baiklah. Karena namaku sama dengan Yumna dan kamu baik padaku karena aku mengingatkanmu pada Yumna. Ini Sudah cukup, kamu kasihan padaku. Kamu baik padaku karena , itu Sudah cukup. Setidaknya di dalam itu ada perasaan.“ ucap Yumna seperti masih berharap.
Ken geram karena Yumna itu masih saja belum mengerti, menurutnya yang ada dalam pikiran Yumna itu tak benar dan menegaskan kalau ia tak menyukainya. Yumna mengumpat Ken itu bodoh dan sangat buruk dalam hal emosi, Ken tiba - tiba terdiam bayangan Yumna kembali datang sambil berkata, “Suatu hari kamu akan menangis karena aku. Aku ingin kamu menangis.”
“Suatu hari kamu akan menangis karena aku. Aku ingin kamu menangis.” ucap Yumna lalu masuk ke dalam rumah.
Ken akan masuk tapi merasakan sesuatu yang membuat matanya melotot terkejut dan kenangan dengan Yumna datang dan nafasnya terasa sesak. Akhirnya ia berteriak memanggil Yumna yang akan masuk rumah.
“Ada apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa kamu selalu muncul dalam pikiran ku? Kenapa?Kamu harus cepat pindah.” ucap Ken, Yumna menolak, Ken menyuruh Yumna untuk cepat pindah, Yumna tetap tak mau pindah.
“Kalau begitu aku saja yang pindah? Kamu ingin aku saja?!” teriak Yumna, Yumna melihat Ken itu sangat Kekanakan dan rendahan sekali lalu masuk ke rumah dengan membanting pintu.
Yumna melihat sepatu Ken didepan pintu langsung menginjaknya, Ken pun masuk rumah dengan menyadarkan di kursi teringat kembali ucapan Yumna, “Suatu hari kamu akan menangis karena aku. Aku ingin kamu menangis." Akhirnya ia kesal sendiri menurutnya Yumna tak sehebat itu.
Sementara Yumna menyilangkan kaki di toilet seperti sedang mediasi dan mensugesti dirinya, “Aku tidak malu pada diriku sendiri. Demi cinta, tidak ada yang namanya memalukan. Semakin kamu cinta, semakin bangga dirimu. Aku bangga pada diriku.”
Tapi akhirnya membuka matanya sendiri menurutnya semua hanya omong kosong dan memalukan sekali, lalu menangis sendirian di dalam toilet.
“Semua orang yang tidak cinta padaku harusnya...” ucap Yumna penuh dendam.
Ibu Yumna dan suaminya datang, Tuan Abraham melihat anaknya ada dirumah tapi melihat di kamar lantai atas kalau si lelaki tetangganya tidak ada dirumah karena kamarnya masih gelap. Ibu Yumna yakin kalau mereka makan maka pria itu akan datang.
Yumna menghapus air matanya dengan tisseu dan masih nampak kesal, lalu terdengar suara tombol pintu kunci ditekan, Yumna panik mengintip dari balik pintu, terlihat waspada siapa yang datang dimalam hari sambil bertanya siapa yang datang.
Ibu Yumna berteriak siapa lagi yang datang kalau bukan orang tuanya, Yumna kesal sendiri karena Ibunya membuat kaget saja dan harusnya Ibunya menekan bel. Ibunya malah bertanya bel dari mana, Yumna pikir setidaknya ketuk pintu dulu. Ibu Yumna menyuruh anaknya segera ganti baju dan
Ayah Yumna menyiapkan meja kompor kecil dan memanggang daging sambil memotongnya. Yumna mengeluh dimalam hari harus makan daging bakar. Ibu Yumna tahu biasanya tiap pagi anakna makan daging bakar jadi kenapa malam hari tak bisa. Yumna mengatakan baru saja habis makan daging.
“Kalau begitu kamu bisa makan lagi. Kamu itu anak tunggal, setidaknya seminggu sekali kita makan bersama.” ucap Ibu Yumna.
“Kenapa tidak telpon dulu?” tanya Yumna, Ibunya sudah tahu anaknya itu pasti tak mengizinkan untuk datang.
Yumna melihat Ibunya memakai pakaian yang rapih lalu bertanya habis darimana. Ibu menyangkalnya, Yumna juga melihat ibunya dandan, menggoda Ibu dan Ayahnya ingin mau pergi ke motel atau sejenisnya. Ibu Yumna langsung memukul kepala anaknya, sambil mengomel beraninya bicara pada orang tua mereka ketika akan memukul dengan sendok terdengar bantingan pintu dari kamar sebelah.
Ken pulang kerumah menatap penuh amarah ke pintu kamar Yumna, akhirnya masuk ke kamar Yumna dan berteriak, “Kau.” sambil menunjuk tanganya dan tertuju pada Ayah Yumna yang sedang duduk. Semua kaget dan Ken tersadar ada orang tua Yumna yang datang, lalu menurunkan tangan dan ditujukan pada Yumna.
Saat itu matanya melihat daging pangang yang membuat menelan air liur, akhirnya Ken meminta maaf dan ingin kembali ke kamarnya. Ibu Yumna mengajak Ken duduk dan makan bersama. Ken menolak tapi kedua orang tua Yumna memaksa agar duduk dan makan bersama, bahkan Ayah Yumna sampai menarik tangan Ken yang sudah masuk kamar untuk kembali ke kamar anaknya.
Yumna menahan ken tak masuk kamarnya karena menurutnya pria itu hanya tetangga dan tak memiliki hubungan apapun dan menyuruhnya untuk cepat kembali ke kamarnya. Ibu Yumna memukul meja dengan sendok, membuat semuanya terdiam. Ken pun jatuh terduduk disampingnya.
“Apa aku mengajarkanmu seperti itu! Mana boleh mengusir orang kalau kita sedang makan? Saat memasak, jangan hanya untuk dirimu sendiri. Buat lebih untuk tetanggamu juga! Kalau ada yang bertamu, meski cuma punya nasi dan air, setidaknya tawari dia makan? Kenapa kasar sekali? Mana boleh mengusir orang padahal ada makanan di meja.” teriak Ibunya memarahi Yumna lalu menyuruh Ken untuk duduk saja.
Ibu Yumna pun duduk berhadapan memberitahu cara keluarga mereka makan seperti itu, saat ada Bibi pengantar datang ketika makan, maka mereka akan mengajak makan bersama.
“Meskipun aku habis berkelahi dengan wanita yang mencuri uangku dan menjambaknya, kalau sudah jam makan, kami ajak makan bersama. Berkelahinya bisa ditunda. Jadi, jangan sungkan, makanlah. Mana ada hal lain sepenting makan?” jelas Ibu Yumna lalu menawarkan ingin makan dengan bumbu garam atau sambal, Ken memilih Garam.
Yumna melirik sinis, Ibu Yumna menawarkan minyak, Ken menolaknya, Ibu Yumna dengan bangga mengatakan itu mirip sekali dengan keluarga mereka karena lebih suka dengan garam. Yumna melirik sinis, ibunya bisa melihat dan merasa kalau hanya bicara saja. Ken nampak gugup dengan meremas tanganya.
__ADS_1
“Awalnya ini satu rumah. Pemiliknya melakukan pekerjaan buruk saat renovasi. Aku dengar apa yang terjadi karena pemilik rumah menyewakan tempat ini dan aku berterima kasih soal pengaman jendela waktu itu. Aku sudah menunggu kapan bisa membuatkanmu makanan, jadi tertunda lama begini.” ucap Ibu Yumna dan memberikan sepotong daging dalam piring nasi Ken dan Ken pun memakanya.