DI PERSIMPANGAN DILEMA

DI PERSIMPANGAN DILEMA
Bagian 18. Cemburu


__ADS_3

Beberapa saat kemudian si cantik Yumna sudah duduk disamping Yumna, pria yang disampingnya memberikan jaketnya agar menutupi paha si cantik Yumna supaya tak kedinginan.


“Ketika aku memikirkan Yumna hal pertama yang muncul di pikiranku adalah mesin cucinya. Dia punya mesin cuci di halaman rumahnya. Mesin cucinya model lama, jadi berisik sekali kalau mesinnya berputar. Dan mesinnya itu mulai  bergerak sendiri menuju gerbang rumah, Ibunya pasti bilang mesin cucinya melarikan diri. Ayo, bawa dan ambil mesin cucinya..” cerita Si cantik Yumna mendengarkan bunyi suara mesin cuci yang berisik.


“Memang, kami tidak kaya. Kami menggunakan mesin cuci yang sudah tua.” gumam Yumna sinis sambil terus minum, teman pria yang lain berkomentar tak percaya ternyata keduanya tinggal di lingkungan rumah yang sama juga.


“Ya kami tinggal di lingkungan yang sama, Ibunya sangat lucu. Ah, tunggu sebentar apa dia masih melakukan itu ketika dia marah?” kata si cantik Yumna.


Semua pria bertanya apa yang dilakukan Ibu Yumna, si cantik Yumna mencoba menahan tawa kalau sampai Ibu Yumna bisa berubah. Para Pria meminta agar memberitahukanya. Si cantik Yumna pikir tidak seharusnya mengatakan hal ini. Semua pria terus mendesak agar diberitahu. Yumna dengan menahan rasa amarah memberitahu Ibunya yang melepas semua pakaiannya kalau sedang marah. Pria menjerit sambil bertanya apakah semuanya.


Yumna memberitahu Kecuali ****** ********. Teman-teman Yumna nampak kasihan karena harus membuka aib keluarganya diteman-teman kantornya. Si cantik Yumna menceritakan ada temanya yang  menggaruk wajahnya Yumna lalu Ibunya marah sekali. Akhirnya datang ke kantor kepala sekolah,  lalu melepas pakaiannya dan itu menjadi Insiden itu menjadi legenda sekolah mereka.


“Memang. Ibuku itu bodoh.” gumam Yumna hanya diam saja sambil terus memakan bir dan mulai mengigit seledri.


Arya yang melihatnya menegur Yumna makan seledri sambil menarik dari mulutnya, tapi si cantik Yumna merasa kalau itu sangat lucu dan Yumna nampak sangat imut. Yumna kembali bergumam, “Dia pikir aku ini orang yang penurut.” si cantik Yumna kembali memasukan daun seledri di mulut Yumna dan mengigit bersama-sama. 


Melisa dengan timnya mulai menyanyi sambil menari diatas panggung, Si cantik Yumna dan Yumna hanya duduk berdua dan nampaknya Si cantik Yumna berusaha untuk bisa lebih akrab lagi dengan Yumna dan terus memeluknya.


“Yumna, apa kamu sedang berpacaran dengan seseorang?” tanya si cantik Yumna, Yumna temanya itu sudah bertemu dengannya kemarin.


“Jadi maksudmu kalian berdua pacaran? Kupikir kamu mengatakan itu cuma buat main - main saja.” ucap Yumna.


“Sampai kita mengucapkan "Aku mencintaimu" dan "Mari kita menikah..." Bukankah kita masih main - main? Bagiku, sebelum kami berucap janji untuk menikah, aku menyebutnya itu masih main - main.” ucap Yumna.


Si cantik Yumna dengan wajah serius bertanya apakah Yumna sudah tidur dengan Ken, suasana ramai didalam ruangan nampak hening di telinga keduanya, Melisa nampak di gendong oleh beberapa pria, sementara Duo Yumna saling menatap, Yumna mengangguk membenarkan. Si cantik Yumna terdiam dan nampak terlihat shock.


“Yahhh, kamu masih tidak tahu caranya berbohong ya. Kamu masih sama seperti yang dulu. Bagaimana bisa kamu masih seperti anak SD? Kamu seperti anak berumur sembilan tahun dan imut sekali. Itu sebabnya aku  menyukaimu, Yumna.” ucap Si cantik Yumna sambil memeluk Yumna nampak tak percaya ucapan temanya.


Melisa selesai menyanyi, pria lain pun meminta si cantik Yumna untuk bernyanyi dipanggung. Direktur Vino yang tadinya tertidur setelah minum langsung terbangun mendengar suara si cantik Yumna menyanyi, si cantik Yumna terus menyanyi dengan senyuman, Yumna dan Melisa kembali menatap sinis. 


Yumna naik keatas panggung, menyanyikan lagu  dengan tarian tapi semua pria tertuju pada Si cantik Yumna yang duduk dengan dikelilingi para pria. Awalnya dua wanita ikut menari diatas panggung sampai akhirnya terlihat malu memilih turun, hanya ada Yumna dan Vino. Direktur Arya mengeluh dengan Yumna yang memilih lagu berisik seperti itu. Yumna semakin menggila diatas panggung.


“Sudah jangan nyanyi lagi!! Tolong matikan lagunya!” pinta seorang pria pada Yumna.


Tapi Yumna malah menganti lagunya, Vino mengajak Yumna untuk duduk saja tapi Yumna tetap ingin menyanyi satu lagu lagi. Si cantik Yumna pun pamit pergi pada semua pria karena akan bernyanyi dan berjanji akan segera kembali.


“Kakak, apa kamu tidak minum? Ayo kita minum ini bareng!" ajak Yumna ramah dengan mengangkat dua gelasnnya.


“Apa Kamu minta dipukul? Jangan pura - pura baik.” ucap Melisa sinis dengan memukul keras punggung mantan pacar adiknya, si cantik Yumna mengerti.


Yumna masih menyanyi sendirian dan Vino masih memberikan semangat, pria yang lain menyuruh Vino agar membujuk Yumna supaya duduk saja, Yumna tetap menyanyi dengan suara lantang seperti ingin melepaskan beban pikiranya. Si cantik Yumna menari bangkunya dengan gaya sok imut.


Asisten Manajer, "Bisakah kamu melepas syal yang di lehermu itu? Kamu nanti dibandingkan dengan si cantik Manajer Yumna kita. Ayolah!” ucap si pria mabuk, Yumna hanya diam diatas panggung

__ADS_1


“Kalau begitu aku yang akan melepaskan syalku saja.” ucap si cantik Yumna akan melepaskanya, tiba - tiba terdengar suara teriakan Yumna dari atas panggung.


“Jangan dilepas! Aku bilang Jangan dilepas! Kamu adalah kamu dan aku adalah aku.” ucap Yumna dengan mata melotot, si Yumna sempat kaget tapi setelah itu langsung memakai kembali syalnya.


Yumna akhirnya mendapatkan teguran dari Direktur Vino. Ia tahu keduanya itu satu SMA bareng tapi menurutnya ada rasa hormat di perusahaan.


“Bagaimana kamu bisa berteriak padanya seperti itu? Kamu adalah kamu dan aku adalah aku? Betapa kasarnya ucapan itu. Aku sudah bilang jaga sikapmu kan? Lalu kenapa tiba - tiba kamu berkata seperti itu?” ucap Direktur Vino, Yumna pun hanya bisa tertunduk meminta maaf.


“Untuk dapat mempekerjakan Manajer Yumna di kantor ini,  apa kah kamu tahu betapa sulitnya perusahaan membujuk dia. Aku bertanya apakah kau tahu itu!" ucap Direktur Vino sembari meneriaki Yumna.


Yumna hanya bisa diam dengan meremas syal ditanganya, si cantik Yumna pun melepaskan syalnya agar tak memperkeruh suasana. Melisa mulai berbicara dengan bahasa prancisnya, “Aku juga, aku mungkin tidak masalah dengan hal itu. Bagus.” seperti setuju dengan sikap Yumna. 


Ken dan kawan - kawan makan malam bersama sambil minum direstoran memberitahu, mulai sekarang, mereka akan mengambil beberapa tawaran pekerjaan dan tak perlu terlalu memikirkan tentang kualitas pekerjaannya. Kenzo berkomentar kakaknya saja yang memikirkan hal itu dan itu pasti karena uang.


“Jujur, demi membuat mahakarya kita tidak ingin bekerja dan menguras energi secara berlebihan. Apa hidupku akan lebih baik jika begitu? Aku tidak mau kamu hanya memikirkan kita dan selalu disalahkan oleh Ibumu.” jelas Si pria tambun.


“Kita melakukan pekerjaan yang ringan saja, jadi dia tidak akan tahu tentang bayaran uangnya. Jika dia minta uang, katakan saja kamu tidak punya. Kami memang tidak berhak bilang begini, karena kamu yang mengupah kami. Melihat kamu disalahkan terus setiap kali itu juga membuat kami kesal.” ungkap si pria tambun nampak sedih.


“Aku setuju. Kita lakukan pekerjaan ringan saja, terlepas dari kualitas. Kita lakukan yang erotis dan yang kekanakan juga. Biar lebih gampang. Kenapa kita harus peduli kualitas pekerjaan yang kita dapatkan?” komentar pria berkumis.


"Aku suka yang erotis dan akan bekerja dengan baik.” ucap si pria yang nampak paling muda.


Si pria berkumis menegaskan dirinya itu yang lebih spesialisasinya karena dari dulu pernah bekerja di pekerjaan seperti itu sekali seminggu dan membuka suara dengan jempol dimasukan mulutnya. Kenzo bergidik kesal tapi setelah itu menyuruh mengulanginya lagi. Semua pun tertawa, si pria tambun pun memuji temanya itu sangat baik melakukanya.


Seorang bibi keluar menuju ke depan kasir, telinga Ken merasakan sesuatu yang berbeda lalu meminta agar memperbesar volume musiknya, karena sangat menyukainya jadi ingin merekamnya. Kenzo melihat kakaknya berkomentar kumat lagi kebiasaan kakaknya. Ken keluar dari restoran dengan memakai earphone untuk melakukan rekaman. 


Di samping restoran terlihat Melisa dan kawan - kawan mulai pulang satu persatu dimulai oleh Direktur Vino yang masuk mobilnya lebih dulu. Arya sempat mengumpat marah pada Direktur Vino yang memarahi bawahanya, Yumna melirik sinis pada si cantik Yumna yang masih di kerubungi pria padahal mereka akan pulang.


“Sudahlah. Direktur Vino memang seperti itu sepanjang waktu.” ucap Arya pada Yumna agar lebih tenang.


Yumna dengan lemas ingin pulang saja, tapi langkahnya terhenti melihat Ken di depanya dengan memakai earphone. Senyum bahagia terpancar, seperti tak percaya Ken setuju dengan rencana untuk menjemputnya, dengan suara lantang pamit pergi dulu pada si cantik Yumna karena sudah ada yang menjemputnya. Setelah itu berteriak memanggil, “Sayang."


Ken membuka matanya bisa merasakan teriakan seseorang, Yumna berlari ke arahnya, Yumna hanya bisa mengeleng - gelengkan kepala melihat tingkah tetangganya yang berlari ke arahnya. Yumna langsung melompat ke pelukan Ken layaknya sepasang kekasih. Kenzo dan kawan - kawan baru keluar melonggo melihatnya, begitu juga teman-teman Yumna.


Yumna berbisik di telinga Ken agar mulai berputar, Ken berputar ke kanan dan terlihat kaku, Yumna memberikan senyuman bahagia pada teman-temanya untuk pamer. Si cantik Yumna terlihat berkaca - kaca dengan mata memerah melihat Ken yang menangkap Yumna saat berlari ke arahnya. Yumna kembali meminta Ken berlari ke arah sebaliknya. Ken pun kembali berputar demi Yumna.


Setelah itu Yumna turun dari tubuh Ken, memberikan senyuman lebarnya pada teman - teman kantornya dan meminta agar Ken memeluknya. Kenzo heran melihatnya, bertanya apakah kakaknya mengenal wanita itu. Ken tak menjawab dan langsung memeluk Yumna lalu berjalan, Kenzo dan kawan - kawan makin melongo dengan yang dilakukan bosnya.


Yumna dengan gigi yang dikatupnya menyuruh Ken untuk tersenyum, Ken tersenyum tapi terlihat terpaksa. Yumna meminta senyuman penuh rasa cinta. Yumna terlihat tersenyum bahagia mendengarnya. Si cantik Yumna nampak terpaku dengan yang dilihat didepanya bahwa Ken tersenyum dan berpelukan dengan wanita yang memiliki nama yang sama. Yumna pun dengan bangga pamit pada temanya untuk pulang lebih dulu.


Ken melihat sekilas tatapan mata mantan pacarnya dan langsung membalik arah dengan meninggalkan teman - teman Yumna. Yumna memperingatkan agar tak membalikkan arah jalan mereka karena ini jalan ke arah si cantik Yumna lalu membalikan badan, tapi pelukan Ken tak bisa membuat Yumna membalikan arah meminta agar mereka pergi saja. Si cantik Yumna seperti berusaha menahan tangis langsung pamit untuk segera pulang. 


Setelah jauh dari restoran, Ken langsung melepaskan pelukanya, Yumna menjerit bahagia. Membahas tentang wajah si cantik Yumna yang langsung berubah ketika melihat mereka berdua. Ken tak sanggup berkata apa - apa.

__ADS_1


“Selama makan malam tadi, dia selalu meremehkan ku. Wahh,  ini seru sekali. Aku sangat senang, Kamu bilang tidak mau datang jemput. Jadi kenapa kamu datang?” ucap Yumna.


“Apa Kamu pikir aku datang kesini karena kamu? Aku sedang keluar makan malam dengan karyawanku. Bagaimana aku bisa tahu kamu sedang makan dimana?” ucap Ken marah, Yumna pikir tadi itu Ken sedang menunggunya. Ken menegaskan kalau ia sungguh tidak tahu karena sebelumnya mengatakan tidak akan jemput.


“Maafkan aku, aku tiba - tiba bersemangat karena melihatmu saat mau pulang.” ucap Yumna tak enak hati.


“Sudah kubilang jangan melakukan hal seperti itu. Memangnya kamu ini masih anak kecil apa?Kenapa kamu ingin melakukan hal seperti itu? Kelihatan jelas sekali tadi itu seperti akting.” ucap Ken kesal.


Yumna pikir tidak, Ken menyuruh Yumna menyudahinya karena sebelumnya sudah memperingatkan agar tak melakukanya. Yumna merasa Ken itu masih menyimpan rasa pada Si cantik Yumna, menurutnya jika Ken masih ada rasa untuk mantan pacarnya itu mungkin akan berhasil.


“Dia pasti sangat cemburu sekarang. Maka itu berarti kita sedang menyalakan api.” pikir Yumna.


“Aku tidak akan mengatakan ini lagi. Jangan pernah bicara tentang Yumna lagi.” tegas Ken lalu beranjak pergi meninggalkan Yumna.


Ken kembali ke restoran, anak buahnya sudah membereskan alat perekam. Kenzo menangkap earphone yang dilemparkan kakaknya lalu  bertanya siapa wanita itu, apakah kakaknya mengenalnya.


“Memangnya kenapa? Apa aku akan melakukan itu dengan wanita lain juga?” ucap Ken marah, Kenzo heran melihat kakaknya marah padahal hanya ingin tahu saja. Ken pun masuk mobil dan melajukan mobil dengan cepat.


Di tengah jalan, Ken tiba - tiba memutar arah mobilnya kembali. Yumna berjalan di pinggir jalan sendirian tiba - tiba dikagetkan dengan mobil yang berhenti disampingnya. Ken menurunkan jendelanya menyuruh Yumna masuk ke dalam mobilnya. 


Akhirnya Yumna masuk ke dalam mobil, suasana nampak sunyi lalu Yumna memulai dengan meminta maaf. Ken pikir tak perlu dan menyuruh agar tak mulai berbicara lagi. Sepanjang perjalan pun keduanya hanya diam saja.


Didepan rumah, Ken menghentikan mobilnya dan menyuruh Yumna masuk rumah. Yumna pikir Ken itu tak akan pulang jika sedang marah. Ken mengatakan kalau ia sedang sibuk jadi akan kembali berkerja. Yumna turun dari mobil dan terus melihat mobil Ken sampai menghilang dari matanya. 


Di cafe


Yumna menopang dagu sambil melamun, Arini duduk didepannya menemani temanya yang sedang galau. Yumna mengaku cuma alasan minta Ken pura - pura acting dan alasanya itu supaya bisa bertemu dengan Ken  meskipun itu cuma pura - pura dan memang sangat ingin melihatnya.


“Astaga, mengejutkan sekali jika Ken dan Yumna berkencan. Lebih mengejutkan lagi ternyata kamu menyukainya. Jadi Sejak kapan?” ucap Arini, Yumna sendiri juga tak tahu bisa menyadarinya.


“Pasti ada alasannya, kenapa kamu bisa menyukainya.” ucap Arini yakin.


Flash Back


Pikiran Yumna melayang saat Ken berada di bar yang sama lalu kembali ke tempat duduknya sambil berkata, “Kenapa kau menangis? Apa ada orang yang memukulmu?”


Setelah itu mengantarnya pulang sambil berpesan, “Apa pun yang terjadi, tetaplah hidup. Bahkan jika hidup itu menyakitkan, jalanilah hidupmu. Jika kamu bertahan, maka kamu sudah menang.”


Ketika memesan makanan malam itu, Ken masuk ke rumahnya menaruh sepatu miliknya didepan pintu sambil mengomel, “Apa kamu mengumbar - umbar kalau kamu itu hidup sendiri? Orang itu berbohong, dia punya kembaliannya.”


Lalu di warung tenda sungai, Ken tiba - tiba memujinya, “Kamu terlihat cantik kalau lagi makan."


Setelah itu Ken menangkapnya ketika berlari kepelukannya yang membuatnya sedikit terkejut. 

__ADS_1


__ADS_2