DI PERSIMPANGAN DILEMA

DI PERSIMPANGAN DILEMA
Bagian 23.


__ADS_3

Semua berjalan bersama - sama nampak kebinggungan karena peta dari jalan mereka tak terlihat, Kenzo mengeluh kalau kakinya sangat sakit. Ken pun berjalan paling belakang.


“Aku kira, kita mau mengambil proyek film dewasa. Tapi dia malah memilih  proyek melelahkan begini." keluh Kenzo.


“Ada 1 restoran dalam jarak 10km.” ucap si pria mencar informasi tempat makan, salah seorang berpikir kalau itu kejauhan, tapi pria yang menyupir tak begitu jauh karena mereka sedang dipinggir kota.


Semua masuk ke dalam mobil, Kenzo menyuruh kakaknya untuk masuk mobil bersama. Ken hanya diam sambil menatap ke belakang. Kenzo pikir kakaknya itu tak ingin makan, Ken hanya menunjuk kesana, Kenzo rasa Ken tak ingin makan.


Ken mengatakan di mobil, Kenzo tak mengerti kenapa dengan mobil kakaknya. Ken tetap menjawab, "Dimobil."


Kenzo emosi berteriak, “Mobilnya kenapa?!”


Ken pun membalas dengan berterak, "Di mobilku ada kotak makan siang!”


Semua melonggo mendengarnya dan akhirnya turun dari mobil. Ken mengeluarkan kotak makan dan langsung memberikan pada adiknya, semua menjerit bahagia melihat ada kotak makan. 


Di tumpukan pertama ada daging, kimbap, nasi bola, semua menjerit bahagia melihat isi kotak makan dan duduk diatas tikar, di pinggir lapangan terbang. Semua terlihat senang tapi Ken nampak tak peduli memilih untuk minum saja.


Si pria berkumis pikir Ken orang sibuk dan bertanya - tanya kapan punya waktu mencari pacar, si pria muda bertanya apakah wanita itu yang mereka lihat sebelumnya Yang berlari, memeluk dan melingkari kakinya kepada Ken. Kenzo pikir Aura dari wanita itu tidak meyakinkan, tapi ternyata pandai memasak.


“Apa pekerjaannya? Bagaimana kalian bertemu?” tanya Kenzo penasaran.


“Bukan seperti itu. Makan saja dan jangan berisik.” ucap Ken dingin.


Pria tambun mengajak Ken untuk makan bersama saja karena rasanya sangat enak. Ken menolaknya, Kenzo memberitahu ada 2 hal yang tidak bisa dilakukanya, yaitu memakai topi ulang tahun di hari ulang tahunnya dan memakan bekal buatan pacarnya, karena itu bisa membuatnya malu setengah mati.


Semua pun tertawa mengoda Ken yang malu jadi tak mau makan bekal, Kenzo mengajak kakaknya untuk makan saja menurutnya wanita itu akan tanya enak atau tidak jadi setidaknya makan sedikit. Ken hanya diam saja, Kenzo akhirnya mengambil tahu isi kalau tidak akan memasukan kedalam mulutnya, Ken pun mau tak mau memakanya.


“Dia malu sekali! Dia tidak mengerti hati wanita!” ejek Kenzo pada kakaknya dengan gaya bebek yang mengoyangkan tanganya.


Semua tertawa bahagia mengejeknya, tangan Ken pun melayang dikepala adiknya yang membuat Kenzie tersedak, tiga pria pun mendapatkan muncratan makan. Si pria kumis mengomel membuat makananya yang ada dimulut juga muncrat. Semua berteriak kalau itu jorok, Ken membersihkan nasi yang jatuh dan memakanya sendiri tanpa dipaksa. 


💜💜💜💜💜


Yumna membuka kotak makannya yang sangat lengkap, dua wanita temanya melonggo tak percaya semua makan yang sangat enak dan banyak macam, berpikir Yumna sendiri yang memasaknya. Yumna mengaku  membuat dengan Ibu dan Ayahku jadi menyuruh makan bersama. Arya datang dengan membawa nampan nasi, bisa mengerti temanya itu ngantuk karena membuat kotak makan.


“Kamu mungkin tidak membuatnya untuk dirimu sendiri." ucap Arya.


"Ini memang buat seseorang, sisanya kubawa.“ akui Yumna. Sendok ditangan Yumna jatuh karena tanganya terasa lemas.


“Jadi si brengsek itu yang kami lihat waktu itu?” ucap Arya.


Yumna membela, "Kenapa harus memanggilnya si brengsek padahal managernya itu tidak mengenalnya."


“Kmu baru saja membatalkan pernikahan. Gampangan sekali.” sindir Arya.


“Dia keren sekali. Apa pekerjaannya?” tanya salah satu wanita, Yumna dengan bangga menjawab di bidang film. Semua langsung bersorak bahagia mendengarnya. 


Si cantik Yumna datang dengan nampak melihat banyak sekali makanan diatas meja temanya. Arya langsung menyuruh si cantik Yumna untuk duduk, Yumna melirik sinis karena Arya malah menyuruh untuk duduk bersama dengan sainganya.


“ini makanan dari orang tua Yumna. Orang tuanya bekerja keras agar putrinya bisa menikah.” ejek Arya.


“Tidak banyak orang tua yang mau membuatkan bekal untuk pacar putrinya.” balas pegawai wanita membela, dua Yumna saling menatap.


“Mungkin mereka pikir dia tidak akan bisa menikah lagi.” ejek Arya lalu mencoba makan dan merasakan makanya enak, berpikir orang tua Yumna punya restoran. Yumna ingin bicara tapi si cantik Yumna lebih dulu menyela.

__ADS_1


“Bekal Yumna sudah terkenal sejak jaman sekolah dulu. Agar tetap hangat, Ibunya selalu menunggu di depan gerbang sekolah untuk memberikan bekal makan siangnya Ayahnya juga sering datang.” cerita si cantik Yumna dan mencoba satu kimbapnya, lalu memuji makanannya enak.


💜💜💜💜💜


Kotak makan Ken pun dengan cepat habis, Kenzo melihat masih ada sisa kimbap dan ingin mengambilnya. Si pria tambun menghalanginya karena Yang terakhir, punya pemilik bekal. Kenzo melirik kakaknya, Ken pun mengambil sisa kimbap terakhir dan memakanya.


Semuanya tanpa banyak bicara terlihat tak percaya karena Ken memakan, setelah itu mereka berteriak mengucapkan terimakasih makananya sambil menyusun kembali kotak makan. Ken mengajak semua kembali berkerja sebelum malam. 


***********


Si cantik Yumna melihat isi kotak yang berisi foto kenangan dengan Ken selama pacaran lalu melihat ponsel yang masih disimpanya, lalu menyalakanya.


Flash Back


Nyonya Emilia menyuruh Yumna mendengarkannya, menurutnya Kalau calon menantunya itu menikah tanpa mendengarnya, maka akan menyesal seumur hidup. Yumna melihat lagi file rekaman di ponselnya lalu menyambungkan ke dalam laptop nya.


***


Nana berteriak memanggil Kenzo sambil berlari dan Kenzo pun turun dari mobil siap menangkapnya. Nana pun melompat ke pelukan pacarnya. Ken hanya bisa menghela nafas melihat pasangan beda usia, Nana pun mendaratkan ciuman di pipi Kenzo karena sangat merindukanya.


Kenzo menurunkan Nana sebentar dan menyuruh kakaknya tak pergi dulu, lalu mengambil bekas kotak makan dalam mobil dan menyuruh kakaknya untuk membawanya. Ken pikir mereka bisa membawanya saat nanti kembali kerumah.


“Harusnya kamu bawa dan bilang kamu menikmatinya. Kamu bahkan tidak mengiriminya foto. Wanita itu pasti penasaran, kamu makan bekalnya atau tidak. Cuci sampai bersih lalu kembalikan ke dia!“ ucap Kenzo, Nana tak percaya ternyata Ken itu sudah punya pacar.


“Undang saja! Kita bisa kencan ganda! Ayo main sama - sama!” ajak Nana penuh semangat.


Ken tak menjawab memilih untuk pergi sambil membawa kotak makannya, Kenzo mengajak pacarnya untuk segera pergi saja, Nana merengek ingin tahu pacar dari kakak iparnya itu. Ken berjalan pulang melihat Yumna ada diujung jalan melihat kearahnya, akhirnya Yumna memilih berbalik arah ke jalan pulang.


Keduanya pun berjalan bersama, Yuman meminta Ken memberikan kotak makanya agar membawanya, Ken menolaknya. Yumna tetap memintanya dan Ken tetap bersikeras untuk membawanya. Suasana nampak sangat canggung.


“Aku menikmatinya. Rasanya enak.“ ucap Ken.


Bunga sakura tiba - tiba jatuh didepan mereka sangat lebat, keduanya pun berhenti berjalan melihat bunga sakura yang berguguran. Mata Yumna berkaca - kaca melihatnya, tak percaya bunga itu sangat cantik seperti si brengsek, dan membuatnya ingin menangis. Ken mengeluh Yumna malah mengumpat. Yumna mengaku karena sangat menyukainya.


Keduanya pun terhanyut dengan bunga sakura yang guguran, Ken pun berjalan lebih dulu lalu Yumna mengikutinya. Dari belakang terdengar suara orang yang berbicara dengan bahasa Prancis, Ken menengok ke belakang dan langsung menarik Yumna pergi, Yumna binggung, Ken memberitahu ada kakaknya. 


Di lorong yang gelap, Ken dan Yumna bersembunyi agar tak ketahuan oleh Melisa. Yumna panik ketika merasakan tangan Ken kembali menyentuhnya dan membuat mereka berjalan mundur agar tak ketahuan.


Suara Melisa makin mendekat dan Ken makin erat memegang tangan Yumna untuk berjalan mundur agar tak terlihat. Melisa tepat berhenti didepan lorong, keduanya terlihat tegang dengan menyadarkan badanya di dinding. Melisa yang mabuk terus saja bicara sendiri, Ken kembali memegang tangan Yumna seperti ingin membuatnya tenang, tapi Yumna nampak gugup dan berusaha mengontrol agar tak terlihat.


Sebuah motor datang dari arah berlawanan, Ken panik berpikir akan lewat didepan mereka dan langsung melindungi Yumna agar tak terserempet motor. Jantung Yumna seperti berdegup sangat kencang  karena berada sangat dekat, Ken juga terdiam melindunginya. Motor pun berbelok ke arah lain dan Melisa pun pergi.


Keduanya terlihat masih membeku dengan saling berhadapan, sampai akhirnya Melisa benar - benar tak terlihat Ken pun mundur, keduanya sama - sama saling menatap tapi berusaha untuk memalingkan wajahnya karena merasa sangat gugup. Lalu keduanya berjalan keluar dari lorong bersama-sama.


“Itu hangat tanganmu...” ucap Yumna, Ken terdiam karena ucapan Yumna sama yang dilihat di matanya.


"Aku kira dingin. Tapi, kenapa kita sembunyi? Apa Kita ... melakukan sesuatu?” tanya Yumna heran, keduanya pun saling menatap. Ken tak menjawabnya memilih untuk menatap ke arah depan .


Dari lorong terlihat seorang pria yang keluar, ternyata Brian meminta izin untuk lewat diantar keduanya. Yumna sampai kaget melihat Brian dari arah belakang. Brian mengaku ada dilorong karena sedang buang air kecil.


Ken nampak panik dan langsung menyembunyikan kotak makan dibalik badanya, Brian ingin bicara tapi Ken memberi kode untuk tak banyak omong, akhirnya Brian dengan wajah kesal sendiri memilih pergi. Yumna binggung menatap keduanya, Brian kembali menengok ingin bicara, hanya dengan matanya Ken bisa membuat Brian segera pergi.


Ken baru pulang, langsung menerima umpatan dari Brian kalau temanya itu sudah gila. Ken menegaskan Brian tak perlu berlebihan dan marah karena mereka berdua tidak melakukan apa - apa. Brian bertanya apa yang tadi mereka lakukan di lorong yang gelap. Ken mengatakan mereka bersembunyi dari kakaknya.


“Sembunyi? Kenapa sembunyi? Untuk apa Kalian sampai harus sembunyi? Lalu, apa - apaan kotak bekal itu? Apa Kalian berdua gandeng tangan dan pergi piknik?” ucap Brian menahan Ken tak pergi.  

__ADS_1


"Wanita itu memecahkan kaca jendelaku, jadi dia menggantinya dengan memberiku bekal.” jelas Ken.


“Apa Kamu kira itu masuk akal? Dasar bocah gila. Jangan membodohi aku. Itu terlihat sekali kalau  kalian berdua pasangan! Meskipun aku sering mengacau, Tapi aku tidak gila sepertimu.” tegas Brian, Ken terdiam seperti berusaha untuk menahanya amarahnya.


“Apa kalian sedang bikin film romansa menggoda atau film cinta Terlarang atau diam - diam suka dengan musuh? kamu sudah merasa bersalah sudah menghancurkan hidup wanita itu?Makanya kamu kasihan dan tidak enak? Bahkan tidak sekali dua kali kau senyum padanya! Apa? Jangan - jangan bocah ini hanya napsu dengan orang bernama, Yumna?” ucap Brian terus mengomel.


Ken ingin memukul temannya, Brian berteriak marah kenapa harus, Yumna. Lalu mengingatkan kalau Harry akan membunuhnya sedang ada penjara, bahkan Kalau sampai dia tahu Ken merusak pernikahannya dan menggoda calon istrinya, maka temanya itu bisa dicabik - cabik ditempat. Ken hanya bisa diam saja mendengar temanya terus mengoceh.


“Waah, wanita itu juga lucu juga. Pernikahannya belum lama dibatalkan. Tapi cepat sekali jatuh cinta dan membuatkan bekal ke tetangga lelakinya.” keluh Brian dengan nada menyindir.


“Sudah kubilang berhenti !” teriak Do Kyung sudah tak bisa menahan amarahnya lagi.


“Apa Kamu suka wanita itu? Hei.. Sadarlah, Ken. Harry akan dibebaskan. Lelaki yang akan dinikahi wanita itu, sebentar lagi keluar penjara!” tegas Brian, Ken terdiam seperti menyadari sesuatu. 


Yumna berada dikamar sambil memainkan lampunya kembali dengan senyuman bahagia. Ken mondar - mandir di balkon rumahnya nampak sangat gelisah. Yumna terus memainkanya, Ken melirik ke arah kamarnya yang bisa menembus kamar Yumna disampingnya.


Sambil berbaring diatas tempat tidur, Yumna menyalakan musik box yang diberikan Ken pada hari ulang tahunya, senyumanya tak bisa dihentikan. Didepan mata Yumna ada dua benda pemberian dari Ken.


Terdengar suara pintu terbuka, Yumna mematikan lampunya sambil berteriak, “Selamat tidur.” 


Lalu tertidur. Ken masih nampak gelisah sambil memegang kepalanya dan kembali menatap kearah kamar Yumna.


Yumna minum jusnya dengan senyuman bahagia, Arini yang melihatnya masih ingat Yumna yang ingin pindah dari rumahnya.Yumna pikir mereka bisa lihat nanti. Arini hanya bisa menghela nafas mendengarnya.


“Hei, Ken hati - hati sekali.  Saat dia memberiku sesuatu, dia selalu bilang itu barang lama. Kotak musiknya barang lama dan Lampu mejanya juga barang lama.” cerita Yumna, Arini pikir Ken itu lugu, Yumna pikir juga sepertinya begitu.  


“Maksudku, tadinya kukira dia tidak akan mau karena pernah pacaran dengan Yumna. Jadi Tidak heran, wanita licik, cenderung memilih lelaki naïf Agar mudah dimanipulasi.“ pikir Arini.


“Berhenti membahas soal Yumna.” ucap Yumna kesal.


Ken duduk di ruangan kontrolnya, melihat ada email dari Yumna dengan subject, “Apa Yang Terjadi Hari Itu.”  Mousenya sudah ingin menghapusnya tapi nampak ragu dan menaruh tangan dipunduknya, sambil terus menatap ke arah layar monitor. Akhirnya ia membuka email dari Yumna.


“Kau mungkin berpikir lama untuk membuka email ini atau tidak. Aku juga begitu.  Aku menulis ini setelah lama dalam dilema. Hari disaat aku mendengar rekaman yang dikirim Ibumu kepadaku ...”


Ken membaca dengan menopang dagunya, lalu memutar rekaman suara yang dikirimkan Yumna. Ia mendengar suaranya yang berteriak, “Aku mana tahu apa artinya cinta?! Orang harus dicintai agar tahu mencintai!” Lalu terdengar suara Ibunya juga.


Flash Back


Yumna satu tahun yang lalu mendengarkan dari dalam mobil rekaman suara dari Ibu Ken.


“Setidaknya salah satu dari kalian harusnya tahu! Gadis itu, dibesarkan oleh neneknya sejak umur 7 tahun. Sejak itu, berfoto dengan keluarganya sekalipun tidak pernah. Kamu kira, kamu bisa bahagia dengan orang sepertinya?” ucap Ibu Ken.


“Aku, tidak bisa mencampakkannya karena kasihan padanya. Mana mungkin aku mencampakan orang yang diabaikan oleh orang tuanya sendiri? Gadis itu, baik sekali pada orang lain. Agar dia tidak diabaikan oleh orang lain.  Dia mirip seperti seekor anjing yang selalu ramah.  Bahkan saat tersenyum,  matanya selalu gemetar. Karena dia takut pada orang, dia takut dibuang oleh orang.  Mana bisa aku mencampakkan dia?!” teriak Ken, Yumna yang mendengarnya di dalam mobil nampak tak bisa bicara apapun.


“Apa itu cinta? Itu namanya kasihan.” ucap Ibu Ken.


“Kasihan juga tidak apa - apa !” terak Ken.


Yumma seperti nafasnya terhenti sejenak, seperti dadanya terasa sesak mendengar pengakuanvKen kalau hanya mengasihinya. Lalu ia keluar dari mobil agar bisa bernafas, tubuhnya lemas dengan bersandar di mobil.


“Hari itu pertama kalinya aku hiperventilasi. Aku merasa kelemahanku yang paling besar, terungkap pada orang yang seharusnya tidak mengetahuinya. Berpura - pura seolah aku tumbuh dengan cinta, tanpa ada kekurangan apapun.”


“Berpura - pura kalau orangtuaku berjiwa bebas, dan bukan orang immoral, Berpura - pura kalau aku tidak punya luka apapun. Aku berpura - pura tersenyum dalam menjalani hidupku. Tapi, kamu bisa melihat segalanya, meski sudah kututupi."


Yumna melamun saat Ken mengantarnya pulang, Ken meihat Yumna nampak lelah. Yumna mengaku sedikit lelah karena ada banyak hal yang perlu dibereskan. Ken pun mengatakan akan menjemputnya, Yumna menolak karena bisa pergi sendiri dan mereka akan bertemu di salon lalu turun dari mobil. Ken melihatnya dan Ken berjalan dengan tatapan kosong dan menahan tangisnya.

__ADS_1


“Setelah aku pergi, tiap malam, aku merasa sangat marah karena malu tapi saat pagi,  aku menangis karena rindu padamu. Begitu caraku melalui satu tahun ini. Mengingat orang yang kucintai setengah mati  sebagai kenanganku yang paling memalukan. Tapi, sepertinya aku tidak bias melakukan apa - apa lagi.”


Ken membaca pesan dari Yumna, menundukan kepala sambil terus memegang punduknya, karena memang kesalahanya. 


__ADS_2