DI PERSIMPANGAN DILEMA

DI PERSIMPANGAN DILEMA
Bagian 35.


__ADS_3

Mata Harry terlihat sangat marah saat Ken tersenyum dan Yumna malu - malu melambaikan tangan pada Ken. Lampu merah menyala, tangan Harry yang membawa bunga terlihat lemas, tiba - tiba ia langsung mendekati Ken dan langsung memberikan pukulannya.


Yumna terkejut tiba - tiba melihat Ken diserang oleh Harry, beberapa wanita yang ada didekatnya pun menjerit ketakutan. Harry menatap Ken penuh amarah, Yumna benar - benar kaget melihat Ken jatuh tersungkur, Harry ingin kembali memukulinya dan Yumna pun berlari menyebrang jalan menyingkirkan tangan Harry untuk melepaskan tangannya dari Ken.


Harry berteriak menyuruh Yumna untuk menjauh dari si brengsek Ken. Yumna menanyakan alasan Harry sampai memukuli Ken, lalu berteriak marah kalau ia bukan tunanganya lagi. Ken hanya diam saja dan Harry terlihat marah.


“Sejak kapan kalian berdua sedekat ini?” tanya Harry yang melihat Yumna memegang wajah Ken untuk melihat lukanya.


“Buat apa aku jelaskan itu padamu?” ucap Yumna sinis.


“Aku bangkrut karena bajingan ini.  Orang yang sudah merusak bisnisku dan menjebloskanku ke penjara adalah bajingan ini!” teriak Harry dengan mata memerah menahan amarah


Yumna menatap Ken tak percaya, tapi Ken hanya menatapnya seolah - olah membenarkan perkataan Harry. Akhirnya Ken yang berbicara kalau alasan Ken menjebloskannya ke penjara karena menyukai Yumna, agar mereka berdua tidak menikah.


Ken hanya diam, Harry tak bisa menahan tangisnya karena amarah yang sudah mengebu - gebu. Yumna menatap pacarnya dan Ken hanya diam saja. Harry mengambil kembali bunga mawarnya dan langsung memukulnya ketiang melampiaskan semua amarahnya, hamburan bunga warna terlihat diantara Yumna yang menatap tak percaya dan Ken hanya tertunduk diam. 


Di taman


Harry menjelaskan pergi bertemu Ketua Jang, yang merusak bisnisnya, untu menanyakan alasan  mendadak menarik investasinya. Lalu ketua Jang mengatakan kalau Ken meminta tolong padanya.


“Sekeras apapun aku berpikir, aku sama sekali tidak mengenalnya. Tapi saat di tahanan, ada seorang  pengacara berkata begini padaku. Katanya, Ken si bangsat itu melakukan itu karena dia pikir  aku akan menikahi Yumna.” jelas Harry.


Harry terdiam mengingat dengan si cantik Yumna yang selalu tersenyum dan melambaikan tangan saat meminta untuk menunggu lift, dan tulisan namanya yang sama "Yu" dengan ejaan yang sama.


“Bagaimana kamu kenal bangsat itu? Sejak kapan kamu kenal dia? Apa kamu tahu kalau bangsat itu suka padamu?” tanya Harry penasaran.


“Itu Bukan aku.” ucap Yumna, Harry binggung, Yumna hanya mengatakan kalau itu bukan dirinya dengan mata berkaca - kaca.


Harry datang mengajak Yumna untuk pergi dan akan menjelaskan semuanya, lalu menarik tanganya. Harry melotot kaget melihatnya, baru beberapa langkah Yumna melepaskan tanganya lalu berlari arah meninggalkan keduanya. Harry dan Ken melihat dari belakang tulisan baju Yumna, “Make me smile or cry”


Keduanya tak ada yang mengejar Yumna, Harry kembali melampiaskan amarahnya dengan memberikan pukulan pada Ken bertubi - tubi tanpa ampun bahkan sampai tersungkur terus menendangnya dan Ken pun tak membalasnya.


“Kamu laki - laki! Tapi kamu menusuk laki - laki lain demi mencuri wanitanya?!” teriak Harry menarik Ken berdiri dan kembali memukulnya. 


Yumna sampai di stasiun kereta api, tapi beberapa kali kereta datang tak menaikinya, hatinya hampa walaupun banyak orang yang lalu lalang naik turun dari kereta.


Pikirannya teringat saat Ibunya memarahinya sambil memukulnya dengan  bantal karena dianggap bukan manusia karena masih bisa tersenyum setelah membatalkan pernikahan. Lalu ia menangis histeris dengan tangan memakai gips.


Dan surat yang tertempel didepan rumahnya, “Ayah akan membuangmu. Ibu sudah setuju. Hiduplah yang baik.” Dengan semua barang - barang setelah menikah diluar rumah, lalu ia pindah rumah, membuang foto prewednya dengan Harry ke sungai.


Yumna naik kereta dengan bersandar didepan pintu, dalam hatinya bergumam, “Segalanya yang aku alami,  semuanya karena Yumna?” pikiranya teringat saat masih SMA semua perhatian pada si cantik Yumna. Lalu di kantor juga senyuman Yumna bisa menghipnotis semua pegawai.


“Jadi ini Karena Ken mencintai Yumna?” gumam Yumna merenungi semuanya.


Ponselnya bergetar tertulis nama “Tetangga Sebelah.” Dan membiarkan ada 15 panggilan tak terjawab. Ia melihat ke sisi pintu kereta lainnya, melihat wajah Ken yang babak belur, saat itu ia bertanya berkelahi dengan siapa lalu memujinya kalau itu terlihat keren.


“Katakan, Katakan sekarang juga. Kalau kamu katakan sekarang, aku tidak akan sekaget ini.” gumam Yumna menatap Ken dengan mengingat kenangan paling bahagia saat dipantai.


“Sebelum aku semakin cinta padamu, katakan sekarang.” gumam Yumna mengingat saat Ken menciumnya untuk kedua kalinya.


Yumna menangis lalu memukul tasnya ke pintu samping, tapi tak ada Ken hanya ada bayangannya. Semua orang melihat Yumna seperti orang gila. Yumna pun berjongkok sambil menangis. 

__ADS_1


Yumna berjalan menyembrangi jembatan sambil menangis dan mengusap dadanya terasa sesak. Dalam pikiran Yumna tiba - tiba datang bayangan si cantik Yumna yang bertanya padanya, “Kenapa Kakak membatalkan pernikahan sehari sebelum menikah?”


Beberapa saat kemudian Yumna sudah menuruni tangga, tim si cantik Yumna sedang bersulang bersama, si cantik Yumna melihat temanya datang langsung melambaikan tangan dengan senyuman. Yumna datang dengan penuh dendam yang membuat si cantik Yumna ketakutan.


Yumna langsung mendorongnya sampai si cantik Yumna terjatuh dari bangkunya. Ia berteriak histeris ingin menyerangnya, tap tanganya dipegang oleh pegawai lainya. Si cantik Yumna hanya bisa menutup wajahnya karena ketakutan. Yumna terus berteriak seperti sudah kehilangan akal sehatnya. 


Brian berdiri sementara Ken berjongkok dengan menutupi wajahnya, terlihat kebinggungan dan mencoba menahan tangisnya, akhirnya ia berdiri lalu berjalan pergi. Brian pun tak bisa berkata - kata hanya mengikuti temanya dari belakang. 


Kenzo baru keluar dari minimarket membeli es melihat kakaknya yang sedang berjalan, bertanya mau kemana. Ken hanya diam dan terus berjalan, Brian dibelakangnya hanya menepuk pundak adik Ken. Kenzo ikut berjalan dibelakang Brian mengikuti kakaknya. 


Di pinggir jalan, tiga pegawai Ken menyapa atasanya yang lewat. Ken tak membalas terus berjalan seperti tak ingin mengubris semua orang. Si pria berkumis bertanya pada Kenzo mau kemana, akhirnya mereka berbaris berjalan bersama - sama dimalam hari.


Pria yang paling muda bertanya pada seniornya kenapa mereka lakukan ini, si pria berkumis juga tak tahu. Si pria tambun berhenti membuat teman dibelakangnya menabraknya. Akhirnya Ken hanya berjalan sendirian, dengan mobil yang mengikutinya dari belakang.


Si pria tambun mengartikan si wanita membatalkan pernikahan dengan Presdir, karena mau menikahi lelaki lain, lalu mengumpat si jalang sejati. Si pria berkumis merasa sudah bagus kalau pernikahannya batal. Jin sang mengumpat semuanya bodoh karena tak mendengar cerita sebelumnya


“Dia tidak merusak pernikahan Yumna yang itu. Tapi Ia merusak pernikahan Yumna yang lain! Dasar bodoh.” ucap Brian kesal.


“Yumna yang mana lagi maksudnya?” ucap Si pria kumis binggung.


“Yumna ada dua! Dua!” jerit Brian gemas,


“Mana bisa ada 2 Yumna? Apa itu avatarnya?” kata si pria berkumis Brian menjerit kesal kalau nama mereka itu sama.


“Harusnya  kamu bilang dari awal! Kami bingung karena kamu bilang ada 2 Yumna yang kami kenal! Jadi, Yumna itu memainkan 2 peran?” ucap Kenzo memperlihatkan dua jarinya.


Brian mengeluh karena berpikir Kenzo sudah mengerti, lalu mengomel menyuruh untuk melepaskan kuku palsunya. Kenzo berteriak ia akan mati kalau melepaskanya. Si Pria tambun ikut berteriak penasaran ingin tahu sebenarnya pernikahan siapa yang berantakan.


“Dia bukan wanita yang disukainya dan hanya orang asing.“ teriak si pria tambun


“Masalahnya, sekarang Ken suka pada wanita itu! Mengerti?!!!” jerit Brian.


“Tapi katamu, dia tidak suka wanita itu?!” balas si pria tambun binggung.


Brian ingin menjelaskan tapi akhirnya menyerah meminta untuk melupakan dan jangan berusaha mengerti, menurutnya mereka semua aa mati kalau ingin mengerti, si pria tambun menjerit kesal karena sulit sekali dimengerti. Si pria kumis juga merasa bingung, si pria muda yang menyetir mengaku sudah ngerti semuanya. Brian tersenyum bahagia karena akhirnya yang mengerti


“Jadi intinya, kita hanya perlu menculik orang yang ingin ditemui Presdir? “ kata si pria muda.


“Kamu bilang, Yumna mana yang mau kamu culik? Apa Kamu mau bikin kacau lagi?” teriak Brian.


“Tentu saja yang cantik.“ kata si pria muda percaya diri, Brian langsung menarik cambangnya kalau itu malah membuat runyam. Si pria muda pun mengartikan kalau Ken itu menyukai wanita yang jelek.


Yumna duduk dirumah temanya dengan tatapan kosong. Arini menatap temanya dengan mata berkaca - kaca menahan sedih, ia merasa kalau semua ini dimulai dari dirinya, kalau ia yang cerita pada Ken.


Flash Back


Ketiga didalam studio, Arini menceritakan temanya sangat beruntung sekali yaitu bertemu dengan seorang calon suami yang pernah masuk berita dan Koran dengan nama Presdir Harry. Ken bertanya darimana asal teman Arini itu.


Arini yakin saat itu Ken menanyakan SMA nya, menurutnya dalam pikiran Ken pasti si cantik Yumna, lalu mulai menangis. Yumna pun tak bisa berkata - kata lagi hanya bisa mengalirkan air matanya. Arini pun memeluk temanya sambil menangis meminta maaf. 


Kenzo menelp memberitahu sudah bertemu dengan Yumna dan meminta untuk segera datang, Brian melihat dari jauh yang dilihatnya adalah si cantik Yumna, bukan Yumna yang disukai Ken. Akhirnya ia berteriak mengumpat Kenzo itu bodoh kalau bukan Yumna itu yang dimaksud.

__ADS_1


Ia pun langsung menyuruh untuk segera menjemput Kenzo sebelum ketahuan, Kenzo langsung menutup wajahnya dengan topi dan buru - buru masuk mobil ketika berhenti. Yumna yang sedang berdiri di pinggir jalan binggung melihat mobil yang aneh.  


“Mulai sekarang jangan lakukan apapun! Dasar tidak berguna!” teriak Brian.


“Jadi kita mau mengekori Presdir semalaman?!  Kita harus lakukan sesuatu! Bukan kan Kakak seorang pengacara? Apa yang kamu lakukan?” ucap si pria berkumis kesal.


Ken masih terus berjalan dengan diikuti oleh si pria tambun, mobil Brian pun datang. Si pria  kumis langsung menarik Ken kalau mereka harus pergi sekarang. Brian pun mengajak mereka untuk segera pergi. Ken pun dimasukan ke dalam mobil. Semua menjerit bahagia saat ada dijalan sementara Ken hanya diam dengan menyandarkan kepala di jendela. 


Pagi Hari


Pintu mobil semua terbuka, Brian paling dulu membuka matanya, lalu menyuruh semuanya bangun dan berteriak kalau mereka sudah ada dipantai. Semua berlari dan langsung  masuk ke pantai bermain air dengan bahagia. Ken hanya diam saja menatap semua teman dan anak buahnya main di pantai.


Ombak pun bolak balik membahasi bibir pantai, diam - diam pria tambun dan pria muda berjalan dibelakang Ken. Telinga Ken bisa mendengar langkah kaki di pasir memperingati untuk tak melakukan dengan mengancam akan membunuhnya. Keduanya berjalan mundur tapi langsung kembali dan mengotong Ken menceburkan ke pantai. Semua akhirnya basah bermain di pantai. Beberapa saat kemudian, semua berjejer di tepi pantai dibawah terik matahari seperti sengaja untuk mengeringkan pakaian yang basah, tatapan mereka jauh ke ujung pantai.


“Layaknya ombak yang datang dan pergi, wanita juga datang dan pergi. Kadang ada wanita kadang tidak ada.” ucap si pria berkumis, semua menjerit mendengarnya.


“Ucapanmu jelek sekali. Makanya kamu tidak punya pacar!” jerit si pria tambun kesal.


“Aku juga malu bicara begitu. Tapi, kita harus mengatakan sesuatu! Apa harus diam saja?!” kata si pria berkumis.


“Iya Lebih baik diam. Jangan berkata norak lagi.“ ucap si pria tambun


Si pria berkumis mengerti akan diam dan menyuruh mereka untuk mulai menghibur saja, si pria tambun bertanya siapa yang mau dihibur. Si pria kumis merasa si pria tambun itu bertanya karena tak tahu, lalu memberitahu kalau itu karena Ken diputuskan pacarnya makanya kita jauh - jauh datang ke pantai. Semua kembali menjerit dan memberikan tendangan. Ken menyuruh menghentikan nanti anak buahnya itu bisa mati. 


Mata Brian langsung melotot tajam ketika melihat tiga wanita yang sedang bermain ombak, lalu menjerit memberitahu di posisi jam 9 ada wanita cantik. Ken mengejek Brian itu mirip binatang saja langsung datang ketika melihat wanita.


“Apa kalian kehilangan sesuatu?” tanya Brian dengan gaya seorang pria yang mengoda, seorang wanita tertawa mendengarnya.


“Tipe ideal yang kalian cari - cari. Apa bisa kalian temukan disana?” kata Brian memperlihatkan semua pria yang berdiri dibelakangnya. Semua berpose untuk menarik perhatian para wanita. 


Semua pun berjalan bersamaan, Brian memberitah Ken ada 3 wanita jadi menurutnya itu jumlah yang pas sekali, Ken menyuruh mereka saja yang bersenang - senang, seperti tak tertarik. Brian memberitahu kalau tak ada Ken maka jumlah tak pas dan meminta temanya untuk duduk saja juga tak masalah.


“Nah, karena kita sudah bertemu grup 6 orang disini artinya kita ditakdirkan bertemu. Aku Brian.” ucap Brian.


“Aku Yumna.” Kata salah satu wanita, semua melonggo mendengar.


Brian memastikan kembali, wanita itu pun mengeja tulisan namanya sama dengan yang dilakukan Yumna. Ken berjalan pergi dan yang lainya pun mengikutinya, Brian masih tak percaya dan kembali memastikan namanya Yumna. Pria muda pun menarik Brian untuk pergi bersama. Seperti semalam, semua berjalan beriringan dibelakang Ken. 


Tim si cantik Yumna bertemu di pantry, meminta untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya. Pria berkacamata menceritakan tiba - tiba Yumna datang mendatangi ketua tim Yumna, menurutnya Yumna akan membunuh ketua timnya.


Salah satu pria bertanya kenapa bisa seperti itu pasti akan ada alasanya, Pria berkacamata itu tak tahu karena Yumna mendadak datang dan menangis seperti wanita yang kurang waras


Manager Arya mencoba menelp Yumna tapi ponselnya tak aktif, dua wanita lainnya penasaran ingin ikut menguping. Salah seorang wanita bertanya - tanya alasan Yumna sampai melakukan penyerangan pada Ketua tim Yumna.


Si cantik Yumna tiba - tiba berjalan didepan mereka, dua wanita langsung melirik sinis dengan mengumpat si wanita ******. Brian sampai kaget para wanita yang mengumpat pada si cantik Yumna.


Yumna menemui Melisa diruanganya, Yumna yakin Pasti ada sesuatu diantara mereka berdua, menurutnya tak mungkin Yumna dipukul tanpa alasan. Yumna mengaku tak tahu apapun. Melisa mengartikan Yumna itu memukul tanpa alasan.


“Bukankah yang memukul yang salah? Kenapa anda membela Yumna?” ucap Yumna.


“Siapa yang membela dia? Karena yang memukul tidak ada  makanya aku bertanya padamu.” tegas Melisa dengan menaruh tangan di leher Yumna.

__ADS_1


“Kamu tahu aku tidak akan melakukan hal yang buruk yang layak dipukuli. Tapi kenapa kamu masih saja membela Yumna?” ucap Yumna.


__ADS_2