Di Pulau Kecil Bersama Putri CEO

Di Pulau Kecil Bersama Putri CEO
Episode 45 : Terdesak


__ADS_3


"Sampai sekarang mereka belum mendekati gubuk air terjun. Terakhir mereka terlihat mengarah ke Timur pulau," Fikri melaporkan hasil pengamatannya ketika matahari sudah hampir tenggelam di ufuk barat.


"Kita bermalam disini sambil menunggu. Jika hingga besok pagi mereka belum muncul, kita segera turun ke gubuk untuk mengambil semua perbekalan dan stok daging untuk dibawa keatas sini," ucap Angga memberikan instruksi setelah mendengarkan laporan Fikri.


"Kita tak memiliki makanan apapun. Sejak siang kita belum makan," Beno angkat bicara.


"Terpaksa kita tahan dulu rasa lapar ini. Tak ada hewan yang bisa diburu. Untuk turun kebawah juga riskan. Sementara kalian banyak-banyak minum saja untuk menunda lapar. Air sungai jernih sangat melimpah. Sayangnya, tak ada satupun ikan disungai itu," lanjut Angga berusaha menguatkan mental tim meski sebenarnya ia juga merasakan lapar yang teramat sangat karena perut yang hanya terisi makanan saat pagi saja.


Tim berusaha tidur didalam gubuk darurat yang cukup sempit. Trio gatoloco memilik untuk tidak tidur dan berjaga demi keamanan bersama.



Pagi yang cerah tak secerah rona muka Angga dan tim. Kebutuhan istirahat yang kurang terpenuhi, ditambah kosongnya perut membuat mereka dalam kondisi tidak prima. Ditambah pula ketegangan akibat kedatangan tamu tak diundang, yakni pasukan Pablo.


Pagi itu tak ada tanda-tanda jika pasukan penjahat muncul disekitar air terjun. Hal itu membuat Angga sedikit mendapatkan angin segar.


"Ayo kita turun untuk mengambil semua perbekalan dan rangsum makanan. Kita tidak bisa bertahan terus dengan segala keterbatasan ini," ajak Angga pada tim.


Langkah-langkah gontai menyusuri jalan setapak lereng bukit untuk segera tiba digubuk air terjun. Tak ada canda tawa, semua fokus pada tujuan.


"Selain pakaian, apa lagi yang perlu kita bawa?" tanya Naya sesaat setelah mereka semua tiba digubuk.


"Alat memasak, Sisa stok daging, botol air. Udah itu aja. Sisanya biarkan sementara disini!" perintah Angga.


Segera mereka berkemas menyiapkan segala yang diperlukan. Lebih cepat berkemas, maka akan lebih cepat mereka bisa naik kembali dan segera makan diatas sana.


HAHAHAHA


Terdengar suara asing diluar gubuk. Bergegas Angga dan yang lainnya keluar untuk melihat apa yang terjadi.


"Hahaha..sudah gue duga kalian bersembunyi dibukit itu!" seseorang berkepala botak dengan postur tubuh tinggi besar dan warna kulit yang gelap terlihat berdiri beberapa meter didepan gubuk.


--Dibelakangnya bergerombol puluhan orang bersenjatakan pedang dan belati, persis dengan apa yang dibawa oleh tim Angga.


"Ouuh, ternyata si cantik Inaya bersembunyi disini rupanya. Beraninya kalian menyembunyikan gadis itu dari kami, Hahh!!" bentak si botak dengan garang.


"Hehehe..masalah buat lu?!" cibir Angga.


"Bedebahh!!" sembur si botak tersulut emosinya.


"Siapkan diri, senjata ditangan. Maaf jadwal makan kita sedikit tertunda," otot diwajah Angga mengeras.

__ADS_1


--Aura membunuhnya begitu kental terasa.


--Sejak mendarat dipulau, baru kali ini Angga terlihat begitu membara dan sangat menakutkan.


"Serang mereka!!" teriak si botak memberi komando kepada pasukannya.


AUUHMM..


AUHMM


"Yah..yahh, dia datang lagi. Merusak kesenangan aja," Jaka terlihat lesu, namun dibalik hatinya tentu ia sangat bersorak bahagia.


"Gaya lu, Tong!" Beno sang belahan jiwa, menoyor kepala Jaka dengan gemas.


Pasukan penjahat itu benar-benar tunggal langgang menyelamatkan diri. Mereka berhamburan begitu saja tak tentu arah demi melihat dua singa, TTM nya si Angga.


"Kemungkinan besar mereka berlari ke pantai. Sepertinya kapal mereka bersandar disana. Ayo kita segera pergi. Tinggalkan gubuk ini. Kita harus bisa mencapai pemukiman Putri CEO sebelum bahaya datang," ucap Angga.


Memang awalnya Angga menolak untuk tinggal di pemukiman Sukma. Namun, kondisi sangat rumit. Mereka butuh tempat tinggal yang lebih aman. Mereka juga memerlukan bala bantuan.


Bagi Angga, Pak Bagas, Beno, Lita, dan juga Fikri, sebenarnya cukup mampu menghadapi para penjahat tersebut. Namun kelima rekan mereka lainnya akan sangat kesulitan menghadapi musuh terlatih seperti itu.


Dalam hal ini misi mereka adalah menyelamatkan Naya dan diri mereka sendiri. Maka strategi yang matang sangat diperlukan untuk menghadapi para penjahat.



"Kita akan menyerang mereka terlebih dahulu, sebelum mereka mencari kita. Ada banyak pertimbangan mengenai hal itu. Yang pertama, kita bisa mengatur pengepungan lebih leluasa. Kedua, jumlah kita yang lebih sedikit akan mampu mengimbangi jika penuh persiapan. Ketiga, kita bisa menyembunyikan Naya terlebih dahulu sebelum menyerang. Bagaimanapun juga yang mereka butuhkan adalah Naya. Keempat, mereka tentu punya kapal. Itu adalah peluang kita untuk bisa pulang jika berhasil merebutnya." Ucap Angga saat memimpin diskusi ditengah lapangan milik Putri CEO.


Tadi siang, setelah 2 jam melakukan perjalanan, tim Angga telah sampai di pemukiman Putri CEO dan disambut baik. Malam ini dengan ditemani Sukma, mereka berdiskusi mengenai rencana selanjutnya dalam menghadapi pasukan Pablo.


"Untuk sementara..Naya, Sisi, dan Rena akan kita titipkan disini selama penyergapan pasukan penjahat. Tim pria semua berangkat, ditambah dengan mbak Lita. Ada yang keberatan?" Angga melanjutkan pembahasan.


"Semua sudah setuju. Kecuali lu, Jack. Belom kasih keputusan. Lu ikut kagak?" tanya Beno kepada Jaka.


"Lah..meski gue minim kemampuan beladiri, tapi gue bukan pupuk bawang. Libatkan gue!" ucap Jaka berapi-api.


"Hahaha..ini kali ketiga lu ngomong serius selama dipulau Mawar, wkwkwk. Bagosss.." puji Beno melihat semangat Jaka.


--Jaka hanya menanggapi dengan nyengir kuda.


"Aa.aaku ikut, Ngga.." pohon Naya dengan memelas.


--Ia tak bisa berdiam diri melihat teman-temannya berjuang demi dia.

__ADS_1


"Ga bisa. Ini perjuangan sulit. Penuh resiko. Kecuali..."


"Kecuali kami ikut dan membawa Naya dalam pasukan kami," ucapan Angga dipotong oleh Sukma.


"Mereka sangat berbahaya, Mbak. Kami tak bisa melibatkan pasukan mbak Sukma.." tolak Angga tak setuju.


"Kamu lupa?. Kita sudah menjadi saudara sejak kita berdamai. Susah senang kita hadapi bersama. Dan saya tak menerima penolakan!" Sukma berkata tajam.


--Jiwa kepemimpinannya muncul.


--Sosok yang tegas dan disegani terlihat dari gestur tubuh dan tatapan yang ia tampilkan.


"Kita akan lebih kuat dengan bantuan mereka, Ngga.." imbuh Pak Herson berpendapat.


"Kemampuan bertempur mereka terbukti lebih unggul ketimbang kemampuan Jaka," lanjut Fikri.


"Lhoo lhoo..kok malah gue dibanting harga. Pasaran gue jatoh nih.." Jaka sewot.


--Namun semua tak menggubrisnya.


"Baiklah jika demikian. Semua ikut, tapi trio gatilici berada dalam lindungan Putri CEO. Besok pagi kita akan membuat panah untuk semua anggota Putri CEO. Tugas kalian adalah melindungi pergerakan kami. Mbak Sukma boleh ikut turun menyerang dengan tim pria, kami akan meminjamkan belati untuk senjata," Angga mulai sibuk mengatur pembagian tim.


--Semua hanya manggut-manggut geleng-geleng menyimak setiap ucapan yang disampaikan panglima hulubalang.


"Baiknya kita lembur sekarang saja persiapannya. Besok pagi kita ready menyerang. Terlalu menunda waktu jika besok pagi baru persiapan. Tar keburu mereka yang berangkat mencari kita duluan.." usul Fikri yang langsung diamini Angga berupa anggukan.


"Tim akan menyerang dari tiga arah. Bermula dari tim kiri dan kanan yang akan lebih dulu menyerang. Jika konsentrasi musuh telah terpecah, tim sisi tengah akan masuk dan menusuk jauh kedalam. Namun sebelum semua tim bergerak, tim panahan akan menghujani mereka terlebih dahulu dengan anak panah. Tim kiri adalah Jaka dan Pak Bagas. Tim kanan adalah Beno dan Pak Herson. Tim tengah Adalah aku, mbak Lita, dan Fikri. Untuk mbak Sukma bisa ikut membantu tim tengah jika berkenan," Angga kembali memberikan penjelasan mengenai strategi dan formasi yang akan diterapkan.


"Plan B jika rencana awal gagal, masing-masing tim bertugas memancing sejauh mungkin musuh untuk masuk kedalam hutan. Kita berharap dua singa muncul dihutan tersebut. Pasukan panahan segera menjauh membawa Naya agar lebih dulu selamat." Pungkas Angga mengakhiri penjelasannya.


Pertempuran diantara hidup dan mati akan segera datang. Apakah mereka akan selamat?


Bersambung ke next episode 🔜


***


Untuk para pembaca disini, Author merekomendasikan novel karya adik Author @Ita Yulfiana yang keren dan top abis, bikin nyandu, serta salah satu novel yang paling rutin Author baca. Novel ini bercerita tentang dua anak kembar yang imut, menggemaskan, dan sangat genius. Kalian akan dibuat ikut marah, sedih, ngakak, seolah kalian sedang melihat secara langsung interaksi antar para pemeran dinovel ini.


Jangan intip foto dibawah jika tak siap KECANDUAN!!



***

__ADS_1


__ADS_2