Di Pulau Kecil Bersama Putri CEO

Di Pulau Kecil Bersama Putri CEO
Episode 67 : Back to campus


__ADS_3


Dua bulan setelah kembali dari pulau, atau dua bulan kurang sedikit sejak pertempuran dengan pasukan Pablo, atau dua bulan kurang sedikit sejak Yulfi memutuskan untuk berdagang apel, atau satu bulan sejak acara bakar-bakar daging, atau satu bulan sebelum perkiraan suku Lampard mendatangi Sukma, akhirnya Angga dan beberapa yang lain pergi ke kampus. Tak terkecuali Pak Bagas yang berniat mengajukan pengunduran diri karena ingin fokus membantu Lita.


Kedatangan mereka disambut dengan sorak-sorai warga kampus. Wajah seisi kampus dipenuhi keheranan, kaget, haru, kebahagiaan, dan berbagai respon yang keseluruhannya seolah menyatakan bahwa kehadiran Angga dan tim kembali ke kampus menjadikan mereka bak artis dadakan.


"Pagi ini kalian diminta ketemu langsung dengan rektor diruangannya," ucap Bu Lidiya sebagai dekan dari fakultas Naya.


Sekian menit berjalan terlihat Angga, Beno, Fikri, Naya, Rena, dan juga Pak Bagas sudah duduk manis diruangan Pak Gatot, sang Rektor.


"Selamat datang buat kalian semua. Terus terang awalnya saya terkejut dan bingung saat mendengar bahwa kalian hilang. Namun setelah Pak Leo mewakili wali yang lainnya memberikan laporan dan informasi detailnya, jujur saya sangat kagum dengan kalian. Anda tidak hanya membantu memajukan masyarakat pulau Biwian, namun kalian berani menghadapi para penjahat bahkan menaklukkannya. Segala upaya dalam perjuangan dan bertahan hidup dipulau tersebut sangat mewakili penilaian saya secara keseluruhan. Anda tidak sekedar melakukan KKN, namun lebih dari itu anda bermukim ditempat yang tak layak digunakan sebagai tempat hidup. Itu sungguh luar biasa." Ucap Pak Gatot.


"Terlepas dari meninggalnya Pak Herson dan istri. Kemudian hilangnya Sisi dan Jaka. Kami menyebut semua itu sebagai kecelakaan. Kami paham betul bahwa sangat tidak mudah untuk menjalani hidup sebagai penyintas. Oleh karena itu semua, ada 3 poin penting yang ingin saya sampaikan setelah ini," lanjut Rektor berusia 50 tahun tersebut.


"Perjalanan hidup adalah misteri yang tak bisa kita prediksi. Tak ada yang tahu akan terjadi seperti ini. Bahkan kami juga tak pernah berpikir bakal pulang kembali dengan selamat," Angga menanggapi.


"Pak, langsung ke poinnya sajalah biar ga muter-muter. Hehe," Beno nampaknya sudah tak sabar.


"Hahaha, baiklah. Ada 3 hal yang perlu saya sampaikan. Yang pertama, dengan mempertimbangkan perjuangan kalian, maka pihak kampus menghadiahkan kelulusan tanpa sidang untuk anda semua. Anggap saja kehidupan anda selama dipulau adalah sidang yang sebenarnya," ucap Pak Gatot.


Sontak semua bergembira. Tak ada yang lebih indah bagi seorang penuntut ilmu selain keberhasilan lulus. Diluar itu mereka juga merasakan kelegaan karena terbebas dari rutinitas berpikir dan belajar yang untuk saat ini bagi mereka sungguh sangat berat. Bukan karena kemalasan, namun beban permasalahan yang beruntun akhir-akhir ini membuat fokus teralihkan.


"Wasyeekk..gue lulus, gue luluss." Beno spontan berjoget ala penyanyi dangdut dan langsung direspon dengan suara gelak tawa dari seisi ruangan.


"Hahaha. Selamat buat kalian. Berlanjut poin yang kedua, saya secara pribadi hendak minta tolong. Perlu anda ketahui bersama bahwa pihak kampus terutama saya sebagai rektor mengalami banyak tekanan dari keluarga Sisi dan Jaka terkait hilangnya mereka. Dengan melihat kecapakan kalian, besar harapan bapak memohon bantuan kalian untuk bisa membawa pulang kembali mereka. Saya optimis Pak Leo yang milyader dan berhati emas itu bersedia membantu kalian untuk sejenak kembali ke pulau," kali ini Rektor terlihat murung.


"Meski saya tidak bisa menjanjikan akan bisa menemukan mereka. Tapi saya bersedia jika harus berangkat kesana lagi. Dan juga, kami masih ada janji yang harus dipenuhi disana," Angga memberikan respon positif atas permintaan Pak Gatot.


"Syukurlah. Terima kasih atas kesediaan anda," mata Pak Gatot berbinar mendapati secercah harapan dari Angga.


"Tanpa bapak mintapun, kami sudah ada rencana untuk mencari mereka.." imbuh Angga yang langsung diikuti tatapan yang seolah tak setuju dari Rena dan Naya.


---Angga memberikan isyarat mata pada Rena dan Naya untuk menyimpan penolakan mereka serta menunda membicarakannya hingga mereka pulang dari kampus.


"Saya sangat senang mendengarnya. Baiklah, melangkah pada poin ketiga. Ini berkaitan dengan Pak Bagaskara. Kami merasa bangga dengan apa yang telah dilakukan Pak Bagaskara. Oleh karena itulah, kami juga memberikan apresiasi tinggi kepada penjaga kampus yakni Pak Bagas dengan mengangkatnya sebagai kepala administrasi universitas." tukas Pak Gatot.

__ADS_1


"Terimakasih banyak, Pak. Saya sangat senang mendengarnya. Namun saya memohon maaf sebelumnya. Niat saya kesini hari ini adalah untuk mengundurkan diri dari pekerjaan disini.." Pak Bagas menjawab dengan lugas.


"Apakah Pak Bagas kecewa dengan kampus ini?, Atau mungkin hadiah yang saya berikan terlalu biasa?" Pak Gatot mengernyitkan keningnya.


"Hehe, tentu saja bukan. Posisi tersebut sangat bagus. Namun saya memang sudah berniat mengundurkan diri sejak jauh-jauh hari. Bukan tanpa alasan, saya ingin fokus membantu pekerjaan anak saya," ucap Pak Bagas santun.


"Anak Pak Bagas bekerja dimana?"


"Dia Lita, CEO PT. Centong Max Sakti.."


"Apa??!. Bu Lita, CEO wanita termuda di Indonesia itu anak Pak Bagas?" Pak Gatot terperanjat.


"Iya, Pak."


"Aduh maafkan saya yang tak pernah mengenali Pak Bagas dari dulu. Jika tahu Pak Bagas adalah ayahnya Bu Lita, tak mungkin saya memposisikan Pak Bagas sebagai penjaga keamanan.." wajah Rektor nampak menunjukkan penyesalan.


"Itu juga tak perlu, Pak. Saya tak ingin dihargai hanya karena memandang jabatan anak saya. Saya tidak ingin terlihat mencolok.." ungkap Pak Bagas.


"Bukan karena itu semata Pak Bagas. Mungkin anda belum tahu. Pak Leo dan Bu Lita adalah donatur tetap untuk universitas ini. Jasa mereka sungguh besar," lanjut Pak Gatot.


"Apapun keputusan Pak Bagas, saya tidak bisa menghalangi. Saya mendukung langkah yang anda ambil." Pak Gatot berusaha menerima.


"Secara tertulis, surat pengunduran diri akan saya sampaikan setelah ini," pungkas Pak Bagas.


***



Satu minggu setelah pertemuan dengan Pak Gatot, tim berkumpul kembali dirumah Naya untuk membicarakan rencana kembali ke pulau Mawar.


"Untuk rencana mencari Sisi dan Jaka, kenapa kalian belum menyampaikan kepada kami?" tanya Rena dengan tatapan tajam.


--Begitu juga dengan Naya yang memandang dengan tatapan serupa.


"Jangan terburu emosi dulu. Awalnya Beno dan Fikri juga ga setuju saat gue mengusulkan mencari Sisi. Namun gue punya pertimbangan lain. Ini terkait keluarga mereka. Orangtua mana yang ga sedih jika kehilangan anaknya?. Bagaimana jika itu terjadi pada orangtua kita?" baik Rena maupun Naya hanya mampu terdiam seribu bahasa saat mendengar apa yang diucapkan Angga.

__ADS_1


"Jika kalian benci dengan Sisi, gue juga benci. Dan itu hak masing-masing. Namun kita tidak boleh benci dengan keluarga mereka. Mari kita niatkan ini untuk membantu keluarga mereka, seolah kita sedang berusaha untuk membahagiakan orangtua kita sendiri!" imbuh Angga sambil menundukkan kepala.


"Maafin kami, Ngga. Kami tak pernah berpikir sejauh itu," Naya tertunduk malu tapi bukan malu-malu kucing.


"Lu bener juga, Ngga. Selama ini gue ama Naya selalu diperlakukan baik oleh orangtua Sisi, bahkan sangat akrab layaknya orangtua sendiri. Ada beban moral tersendiri pada mereka jika Sisi tak kembali.." Rena ikut menunduk.


"Ada tapinya, bro!" Pak Bagas angkat bicara.


"Apa itu, Pak?"


"Semoga mereka masih hidup sampai saat ini.." Pak Bagas menunduk.


"Waduww..kalau mereka mati, mau ditaruh dimana muka kita saat bertemu Pak Gatot?!" Fikri juga menunduk.


"Kita harus optimis, walaupun harapannya cuma fifty-fifty.." meski berusaha optimis, Lita juga tak mampu mencegah kepalanya dari menunduk.


DUUTTT


"Wkwkwkwk, rasain lu pada. Pake acara nunduk ber-regu segala. Noh nikmatin aroma kentut gua!!"


"Benooo sarapp!!"


 


Cerita masih berlanjut, belum tamat kok. Nantikan episode berikutnya.


Bersambung yes 🔜


^^^Salam asik,^^^


^^^DPKBPC @2021^^^


^^^FigurX Productions^^^


***

__ADS_1


__ADS_2