Diamnya Seorang Istri

Diamnya Seorang Istri
Bab 58


__ADS_3

"Mau bagaimana pun, aku harus masuk dan berpura-pura bersikap baik! Aku harus mencari bukti itu melalui Vina. Dia kan wanita yang mulutnya susah di atur!" gumam Aya membuka pintu mobil dan keluar.


Dengan langkah tegap dan lebar. Aya berjalan dan mengetuk pintu rumah yang dulunya pernah menjadi rumahnya.


Tok ...


Tok ....


"Permisi!"


Tok ...


Tok ....


Iris yang tengah menikmati acara siaran langsung di televisinya pun menautkan kedua alisnya saat mendengar suara ketukan pintu.


"Siapa yang ketuk pintu?" gumam Iris berjalan menuju pintu utama.


Tok ...


Tok ....


"Permisi!" teriak Aya.


"Iya, tunggu sebentar!" ucap Iris kemudian membukakan pintu rumah utamanya.


Krek ...


Pintu terbuka. Iris dapat melihat wanita muda yang tengah berdiri di depan pintu rumah putranya.

__ADS_1


"Untuk apa kamu datang ke sini?" tanya Iris dengan nada ketusnya.


"Bu!" ucap Aya mengulurkan tangannya.


Melihat uluran tangan Aya, Iris menerima uluran tangan dari wanita yang masih berstatus sebagai menantunya.


"Kedatanganku ke sini, untuk mencari Vina. Apa Vina ada di rumah, Bu?" tanya Aya sambil memperlihatkan senyum manisnya.


'Jangan-jangan ini yang di maksud Rian. Aya datang ke rumah ini untuk mencari bukti?" batin Iris. "Vina tidak ada di rumah. Dia sudah pergi dari rumah ini!" ketus Iris.


"Pergi, Bu? Pergi kemana? Aku boleh minta alamat baru dari Vina dan Mas Rian?" tanya Aya, 'Jadi, mereka pindah rumah. Apa jangan-jangan mereka pindah ke rumah mewah milik Vina? Tapi itu tidak mungkin, Mas Rian bilang ... kalau rumah itu sedang pura-pura di jual. Apa Mas Rian yang sedang membohongiku?' batin Aya.


"Dia pergi sendiri. Rian masih tinggal di sini!" ketus Iris.


"Kenapa bisa, Bu?" tanya Aya sambil menyalakan rekaman suara di ponselnya. "Apa karena Mas Rian bertengkar dengan Vina? Kasihan Vina, Bu? Mau bagaimana pun, dia istri siri Mas Rian!" sambungnya lagi.


"Istri siri? Asalkan kamu tahu, Rian sama sekali tidak punya istri selain kamu, Ay!" jawab Iris dengan senyum tipisnya saat melihat ekspresi Aya yang berubah.


'Mau apa kamu, Ay! Ibu sudah tahu rencanamu. Dan ibu tidak akan ceroboh! Sekarang, kamu tidak bisa lepas dari Rian!' batin Iris sambil menyilangkan ke dua tangannya di daada.


"Ibu, kenapa ibu bicara seperti ini? Jelas-jelas Mas Rian sudah menikah siri dengan Vina di belakangku. Dan ibu merestui pernikahan mereka!" ujar Aya tak mau kalah. 'Aku harus mendapatkan bukti. Aku tidak mau, mereka mempermainkan ku!' batin Aya.


"Kau sedang mabuk, Ay? Justru, kau yang berselingkuh. Ingat, sebelum kau meninggalkan putraku, kau berani membawa pria lain ke dalam rumah." ketus Iris.


"Itu sahabatku, Bu! Aku tidak pernah selingkuh!"


"Sama saja! Mau dia sahabat atau pacar. Intinya, kamu bawa dia ke rumah, kan? Sewaktu hujan-hujan dan keadaan rumah sedang sepi. Aku heran, apa kurangnya putraku padamu, Ay! Dia sangat mencintaimu. Bahkan dia rela mengorbankan semuanya untukmu. Tapi kamu malah seperti wanita yang tidak tahuu diri. Di mana hati nurani mu, Ay! Suamimu banting tulang untuk menghidupi dan membahagiakan kamu. Tapi kamu malah bersenang-senang dengan pria lain. Pria yang berstatus sebagai sahabat. Aku yakin, pria itu lebih dari sahabat. Tidak mungkin, malam-malam mau menemani istri orang jika tidak ada apa-apa. Apa jangan-jangan waktu itu ... kalian sempat pergi berdua ke hottel atau ke losmeen?" ejek Iris lagi.


"Cukup, Bu! Aku tidak berselingkuh. Mas fajar itu sahabatku! Kita tidak pernah melakukan hal seperti yang ibu katakan!"

__ADS_1


"Apa kamu bilang? Tidak pernah? Kita tidak ada yang tahu, Ay! Mungkin wajahmu seperti wanita yang sangat polos, tapi sikapmu sangat--"


"Stop! Kedatanganku ke sini untuk mencari Vina! Jika Vina tidak ada di rumah Mas Rian, Katakan saja tidak ada! Lalu, aku bisa pergi! Tidak perlu menghina dan memfitnahku. Kalau begitu, aku permisi, Bu!" potong Aya.


"Mau kemana, ha! Mau menemui selingkuhanmu, itu! Kamu tidak bisa menceraikan Rian, Ay! Seharusnya, kamu sadar diri! Rian itu sangat mencintaimu, Ay! Kembalilah! Jangan bermain gila dengan pria di luar sana! Kasihan Rian! Dia sangat mengharapkanmu pulang! Rian akan memaafkan semua kesalahanmu yang sudah bermain gila dengan sahabatmu!" titah Iris.


'Aku tidak berselingkuh. Yang berselingkuh itu Mas Rian. Tapi kenapa aku yang dituduh. Ibu benar-benar keterlaluan!' batin Aya melanjutkan langkahnya dan masuk ke dalam mobil.


Sedangkan di satu sisi. Taksi yang di tumpangi Rian serta Vina telah sampai di rumah yang sangat sederhana. Rumah yang terdiri satu lantai, "Kita sudah sampai!" ucap Rian membuka pintu taksi.


'Sampai? Aku tidak salah lihat, Mas Rian memintaku untuk tinggal di rumah kecil dan sempit seperti ini? Apa dia tidak memikirkan calon anaknya? Ini benar-benar keterlaluan!' batin Vina, sembari keluar dari taksi.


"Sekarang, kau bisa tinggal di sini sampai semuanya kembali membaik!" ujar Rian menarik koper Vina dan membuka pintu rumah kontrakannya.


"Kamu yakin, Mas? Kamu suruh aku tinggal di sini sendirian? Aku ini sedang hamil, loh! Apa tidak ada rasa kasihan sedikit pun untukku, Mas?" tanya Vina sambil menatap setiap sudut ruangan rumah kontrakannya. "Ini bukan rumah, Mas! Ruang tamu nya saja sempit! Dan pastinya, kamar utama juga sempit. Memangnya, tidak ada rumah yang lebih besar dari ini, Mas?"


"Tidak ada! Untuk sementara waktu, hanya ini yang bisa aku berikan padamu. Lagi pula, rumah ini lumayan bagus. Kamu tidak akan kehujanan atau kepanasan di rumah ini!" jawab Rian menjatuhkan pantatnya di sofa ruang tamu.


"Iya, aku tidak akan kehujanan. Tapi aku akan kepanasan. Di sini tidak ada AC, kan?" tanya Vina.


"Vina, masalah AC itu urusan kecil! Kamu bisa hubungi penjual AC dan membelinya. Aku yang akan bayar!"


"Okeh, okeh, Mas! Aku akan pesaan AC nya sekarang juga!" jawab Vina dengan perasaan kesalnya.


"Tunggu, sebelum kamu memesan AC, kamu blokir nomer Aya dan orang-orang yang dekat dengan Aya!" titah Rian.


"Untuk apa, Mas? Aku tidak mau memblokir nomer Aya dan lainnya."


"Turuti saja, atau kita berpisah!" ancam Rian.

__ADS_1


"Mas, aku ini lagi hamil, kamu tidak bisa menceraikanku dalam keadaan hamil! Dan beri aku alasan, kenapa aku harus memblokir nomer Aya juga teman-temanku yang dekat dengan Aya. Apa karena kamu takut, kalau Aya tahu keberadaanku?" kesal Vina mendudukkan pantatnya di samping Rian.


__ADS_2