Diamnya Seorang Istri

Diamnya Seorang Istri
Bab 82


__ADS_3

Setelah menutup butik, kini Rere dan Lala sedang berada di dalam gudang. Mereka sedang menyiapkan semua barang yang sudah dipisahkan oleh bosnya. "Ini semua barang yang akan dibawa kita ke Bandung?" tanya Lala.


"Iya, kemungkinan besar barang-barang ini yang akan dibawa kita ke Bandung, tapi kita tidak boleh terpaku dengan barang-barang ini saja. Kita membutuhkan alat pel dan alat kebersihan lainnya untuk membersihkan ruko tersebut." jawab Rere.


"Kau benar juga, Rere. Aku akan siapkan beberapa alat kebersihan yang masih baru untuk butik ini. Kebetulan beberapa hari yang lalu Ibu Aya meminta aku untuk membeli semua alat kebersihan yang sudah rusak di butik ini, tapi aku justru membeli semuanya, aku beli semua alat kebersihan yang tidak perlu dibeli atau masih bisa dibilang alat kebersihan itu masih baru jadi tidak ada salahnya kalau aku membawa semua itu ke ruko baru milik Bu Aya yang berada di Bandung. Semoga saja semua alat itu berfungsi dengan baik di sana." Kekeh Lala.


"Kau sama saja mengeluarkan uang kas di butik ini untuk keperluan yang tidak penting. Seandainya jika Ibu Aya tahu, pasti ibu aya akan marah padamu dan bisa saja ibu aya memecatmu langsung karena kesalahanmu yang begitu ceroboh," jawab Rere kesal.


"Siapa yang ceroboh, aku tidak keceroboh. Aku melakukan semua ini karena menurutku semuanya penting. Aku hanya ingin mengganti semuanya dengan yang baru sesuai dengan perintah bu Aya."


"Sudahlah aku pusing, berbicara denganmu sama saja berbicara dengan tembok yang terlalu keras dan tidak mau mendengarkan ucapan orang lain." gumam Rere kesal.


Di dalam mobil, Aya mengetuk-ngetuk setir mobilnya dengan jari tangan. Tiba-tiba pikirannya tertuju pada suaminya yang ditinggalkan sendiri.


"Kira-kira Bagaimana keadaan Mas Rian? Sebenarnya aku masih ingin merawatnya, tapi aku tidak mungkin melakukan semua itu, karena mau bagaimanapun aku dan Mas Rian berada di dalam fase proses perceraian, tapi ke mana kira-kira perginya Vina? ponselnya selalu tidak aktif atau jangan-jangan nomor ponselku diblokir. mungkin saja nomor ponselku diblokir karena perintah Mas Rian atau memang dia mau memutuskan dari silaturahmi denganku. Jujur aku masih syok dan tidak menyangka jika Vina, sahabatku sendiri akan menusukku dari belakang. Berbagi suami dengan sahabatku Bukankah hal itu terlalu menyakitkan. Melepaskan bagiku melepaskan juga sangat menyakitkan. apalagi saat Mas Rian menuduhku berselingkuh dengan Mas Fajar. aku tahu, aku salah. Tapi aku tidak memiliki perasaan apapun dan hanya menganggap Mas Fajar sebagai sahabatku sendiri. Kini, semuanya sudah berubah aku harus membuka lembaran baru untuk hidupku sendiri tanpa Mas Fajar dan Mas Rian." gumam Aya.


Setelah beberapa jam mobilnya membelah jalanan kota Bandung menuju Jakarta. Kini mobil ayah sudah terparkir mulus di depan halaman butiknya. dia dapat melihat butiknya yang sudah tutup.

__ADS_1


"Kalian semua sudah siap," tanya aya.


"Saya sudah siap bu, dan semua ini barang-barang yang Ibu maksud?" ujar Rere sambil menunjuk beberapa karung dan juga kardus yang berisi sampel produk pakaiannya.


"Oh ya benar. Kalau begitu tolong bawa masuk ke dalam bagasi mobil. Setelah itu kita pergi ke Bandung. Kalian sudah mendapat izin dari keluarga atau kedua orang tua kalian untuk membantu aku membereskan dan membersihkan ruko yang baru aku sewa, kan?" tanya aya.


"Ibu tenang saja, Kita semua sudah mendapatkan izin dari keluarga." jawab Rere


"Iya Bu. Ibu tidak perlu khawatir. Kita di sini untuk bekerja. Walaupun jam kerja kita sudah habis, tapi kita semua akan membantu ibu." timpal Lala.


"Ibu jangan melamun. biar saya bantu memasukkan beberapa barang ini ke dalam bagasi mobil ibu, ya?" tanya Rere


"Terima kasih. Tolong kalian bawa semua ini ke dalam bagasi mobil. Kalau ada yang tidak muat, terpaksa kita harus tinggalkan dulu. Biar aku kembali lagi untuk mengambil barang-barang ini. atau mungkin aku bisa mengambilnya besok, sekalian aku membawa beberapa pakaianku yang ada di rumah." ucap aya.


"Tapi Bu, apa semua itu tidak terlalu cepat. Ruko itu masih kotor, kita tidak bisa membersihkan ruko dalam waktu singkat. Apa Ibu yakin akan memindahkan barang-barang Ibu secepat ini ke ruko baru itu?" tanya Lala.


"Lebih cepat lebih baik. Sudah, Kalian bawa saja semua barang-barang dan masukkan ke dalam bagasi mobil!" titah Aya.

__ADS_1


Di saat Ayah sedang melihat beberapa karyawannya memasukkan barang-barang ke dalam bagasi mobil. Tiba-tiba Ayah terpikirkan oleh pengacaranya yang mengurus semua perceraian dirinya dengan suaminya 'Kira-kira perceraianku bisa berjalan dengan lancar atau tidak tanpa bukti yang kuat dari perselingkuhan Mas Rian dan Vina.' batin Aya.


'Jika perceraian itu tidak setujui oleh pengadilan agama apa aku bisa menerima semua ini? Menerima kalau aku dimadu dengan sahabatku sendiri. Apalagi hinaan dari ibu mertuaku sendiri, yang selalu mengatakan kalau aku tidak bisa mempunyai keturunan. kemungkinan aku tidak bisa hidup dengan keadaan seperti itu Aku tidak sanggup.' batinnya lagi.


Diraihnya ponsel kerja milik ayah dan dicarinya nomor pengacara yang mengurus perceraian dirinya dengan suaminya, "Aku harus menghubungi pengacara aku gumam," Aya lirih.


Tut ... Tut ....


"Halo ini saya cahaya." sapa ayat saat panggilannya sudah terhubung dengan pengacaranya.


"Iya, Ibu Aya. Apa ada yang bisa saya bantu. Atau Ibu Aya sudah mendapatkan bukti perselingkuhan suami ibu dengan selingkuhannya?" tanya pengacara tersebut.


"Saya belum mendapatkan bukti itu, sangat susah untuk mencari bukti perselingkuhan suami saya dengan sahabat saya. Saya sudah mencoba beberapa cara termasuk mendatangi rumah suami saya. Tapi, saya tidak bisa mendapatkan bukti apapun melainkan saya yang dituduh selingkuh. Maka dari itu, saya menghubungi Bapak untuk bertanya tentang bukti perselingkuhan. Jika saya tidak mendapatkan bukti sama sekali, apakah perceraian itu bisa berjalan dengan lancar." tanya aya


"Sangat susah untuk berjalan dengan lancar proses perceraian tanpa adanya barang bukti yang kuat tapi saya akan mencobanya. Apa Ibu cahaya sama sekali tidak mempunyai bukti satupun tentang perselingkuhan suami ibu dengan sahabat ibu? Seperti satu foto saja itu sudah bisa menjadi barang bukti di persidangan nanti?"


"Saya mempunyai banyak sekali foto kebersamaan suami saya dengan sahabat saya, tapi semua itu ada di ponsel saya yang lama, dan ponsel itu sedang dipegang oleh suami saya. Tapi saya akan berusaha untuk mendapatkan ponsel itu," jawab aya.

__ADS_1


__ADS_2