
"Kamu ini sama sekali tidak bertanggung jawab, Mas! Aku lapar! Bukan aku, tapi anak yang ada di dalam perutku juga lapar! Seharusnya, kamu mempersiapkan semuanya, jangan seperti ini, Mas! Kamu tahu, aku cuma menemukan satu bungkus mie instan. Kamu mau, aku makan mie instan? Tidak ada sayur dan buah? Aku butuh makanan yang bergizi. Aku butuh asupan makanan, Mas! Intinya, aku tidak mau tahu. Kamu datang ke sini dan bawakan aku makanan atau sayur-sayuran. Satu lagi, aku mau asisten rumah tangga juga! Aku tidak bisa membereskan kekacauan rumah sendirian. Apalagi banyak debu! Aku tidak habis pikir denganmu, Mas! Ada ya, pria sepertimu yang seakan-akan lepas tanggung jawab begitu saja. Aku ini istrimu, Mas! Seharusnya, kamu memperlakukan aku sama seperti Aya, jangan berbanding terbalik." ucap Vina panjang lebar.
"Vin, aku itu capek! Aku baru saja istirahat. Belum ada satu jam mataku terpejam dan kamu malah membangunkanku. Masalah makanan, kamu bisa pesan dulu melalui ojek online, kan? Apa susahnya memesan makanan, sih! Aku tidak tahu selera makananmu apa! Aku akan kirim uang untukmu membeli semua persediaan makanan lewat ojek online. Jangan pernah, kamu memunculkan diri. Untuk sementara waktu, kamu harus menghilang dari pandangan orang-orang apalagi Aya." jawab Rian.
"Kalau sikapmu seperti ini terus, aku tidak akan mau bersembunyi, Mas! Bisa-bisa aku matti, jika bersembunyi terus! Intinya, kalau kamu tidak mau menuruti semua permintaanku, maka dengan terpaksa ... aku akan pulang! Oh, begini saja! Aku akan pergi menemui Aya. Dan aku bakal bilang semuanya. Aku akan bilang, kalau kita sudah menikah siri dengan sebelumnya, aku meminta Aya merekam suaraku dulu. Agar dia mempunyai bukti untuk menggugat cerai kamu. Dan satu hal lagi, aku akan meminta Aya untuk mengembalikan semua harta yang sudah di berikan olehmu. Kalau dia tidak mau, aku akan tuntut Aya sampai mendekam di penjara. Aku akan viralkan semuanya. Biar semua orang tahu, kalau owner butik cahaya adalah wanita matre, wanita yang gila harta, wanita muraahan. Dan dengan begitu, Aya akan semakin membencimu, Mas! Aya akan pergi dari kehidupanmu selama-lamanya. Tapi jika semua itu terjadi, aku pastikan ... hartamu sudah jatuh ke tangan kita lagi! Dan semua barang-barang atau rumah yang kamu gadaikan bisa kita tebus lagi. Hidupku kita menjadi sempurna, tanpa ada Aya yang akan menjadi duri di dalam rumah tangga kita!" ancam Vina membuat Rian terdiam seketika.
'Siaal, kenapa Vina menjadi seperti ini! Jika Vina nekat dan memberikan bukti atau kesaksian. Itu artinya, aku dan Aya benar-benar berpisah. Dan aku tidak bisa mengelak lagi. Argkh! Kenapa hidupku menjadi seperti ini! Masalah terus datang sampai otakku mau pecah!' batin Rian menjerit.
"Mas, aku sedang bicara denganmu! Kamu mendengarkan semua ucapanku yang tadi, kan! Atau jangan bilang, kamu melanjutkan tidurmu itu?" ucap Vina memastikan.
'Hal itu tidak boleh terjadi. Aku harus mencegahnya. Perceraian itu tidak akan ada! Aku sendiri yang akan menjaminnya!' batin Rian.
"Mas!" pekik Vina membuat Rian menjauhkan ponselnya dari telinga.
"Vin, kau bisa hargai aku sebagai suamimu tidak, sih!" kesal Rian.
__ADS_1
"Itu salahmu sendiri, Mas! Kamu juga tidak menganggapku sebagai istrimu. Dan kamu malah diam seribu bahasa saat aku berbicara panjang lebar. Bagaimana aku tidak kesal, ha!"
"Diamlah! Aku akan membelikan makanan untukmu lewat ojek online. Tunggu saja!" ketus Rian langsung mengakhiri panggilannya.
Setelah panggilannya berakhir, Rian melempar ponselnya ke sisi kasur. "Ah, kenapa hidupku menjadi Siaal begini saat mengkhianati Aya. Apa ini karma untukku? Atau, ini teguran dari Tuhan, kalau selama ini yang aku lakukan sudah salah! kalau begini caranya, mau tidak mau ... aku harus menuruti semua permintaan Vina." geram Rian meraba dan mengambil ponselnya lagi. Dia memencet beberapa makanan yang keluar di aplikasi menu makanan.
Setelah memencet beberapa menu makanan, Rian beranjak berdiri. Dia menyambar jaket kulitnya dan berjalan keluar kamar.
Melihat putranya terburu-buru, Iris yang baru saja keluar dari dapur pun keheranan.
"Kamu mau kemana, Rian? Bukankah, kamu bilang ... kalau kamu capek ingin istirahat?" tanya Iris menghentikan langkah kaki Rian.
"Mengancammu? Berani sekali dia mengancammu? Memangnya, Vina mengancam seperti apa? Coba katakan pada ibu!" ucap Iris yang mulai emosi.
"Sudahlah, ibu tidak perlu tahu, Vina mengancamku seperti apa! Sekarang, aku harus pergi!" titah Rian.
__ADS_1
"Mau naik apa kamu? Ibu lihat dari kemarin, tidak ada satu pun mobil di garasi rumah. Dan mobil Vina pun tidak ada!" tanya Iris.
"Ibu aku tidak bisa jelaskan sekarang juga! Aku harus pergi menyumpal mulut Vina dulu! Setelah, aku pulang ... aku akan jelaskan semuanya!" jawab Rian melanjutkan langkahnya keluar rumah.
Sedangkan di satu sisi. Vina menggeram kesal. Dia memakan mie instan yang baru saja di buatnya.
"Kenapa hidupku selalu menderita saat pernikahanku terbongkar dengan Mas Rian? Sewaktu, Aya tidak mengetahui hubunganku dengan suaminya. Hidupku selalu bahagia. Hidup dengan harta yang di berikan Mas Rian. Tapi sekarang? Boro-boro mempunyai uang yang banyak! Makan saja pakai mie instan! Apa ini, akhir dari kehidupanku?" gumam Vina menyeruput kuah mie instan tersebut.
"Awas saja kalau Mas Rian tidak datang! Aku akan beri Mas Rian pelajaran. Aku tidak akan main-main dengan ucapanku! Tapi bagaimana, kalau detik itu juga aku di ceraikan? Apa aku mampu menjalani hidupku selanjutnya dengan status yang berbeda. Bahkan, banyak yang tidak tahu kalau aku sudah menikah? Aku tidak mau di katakan hamil di luar nikah. Aku tidak mau di ceraikan Mas Rian. Dan aku harus menjadi satu-satunya wanita yang menjadi istri sah Mas Rian!" gumamnya lagi.
Setelah menghentikan taksi, Rian masuk ke dalam taksi menuju kediaman istri siri nya. Beruntung, dia sudah memesan beberapa makanan dan sayuran lewat aplikasi online. Jadi, dia tidak perlu repot-repot mampir ke toko supermarket terdekat.
"Vina, mulai berani padaku. Aku tidak bisa diam saja. Aku harus memberikan ancaman untuknya, agar dia bisa menjaga mulutnya yang seperti ember pecah!" geram Rian sambil menutup mulutnya yang sedang menguap.
Setelah taksinya membelah jalanan ibu kota. Akhirnya, taksi yang di tumpangi Rian sudah sampai di halaman rumah yang cukup sederhana.
__ADS_1
Kakinya dengan lebar melangkah masuk ke dalam rumah tersebut.
"Vina!" panggil Rian membuat Vina yang sedang memakan mie instan sedikit terkejut.