
"Mau Aya menemui Rian atau tidak, itu bukan urusanmu. Urusanmu sekarang, adalah belajar dan belajar. Kakak ingatkan sekali lagi, jangan pernah bolos seperti tadi hanya untuk masalah yang tidak penting!" ketus Pras kemudian berjalan keluar kamar adiknya.
Di satu sisi. Setelah mobilnya membelah jalanan yang cukup padat. Kini, mobil Aya sudah terparkir di depan ruko yang akan di sewanya.
"Kita bisa masuk ke dalam dan ibu cahaya bisa melihat isi dalam ruko." titah pemilik ruko.
Mereka berjalan masuk ke dalam ruko. Aya menatap sekeliling ruangan ruko.
"Cukup luas. Apalagi ini sudah lantai dua!" ujar Aya.
"Iya, Bu. Ibu bisa gunakan lantai dua untuk ruang pribadi atau gudang jika ibu ingin berbisnis." jawab pemilik ruko.
"Iya, ibu benar. Aku bisa memakai lantai atas untuk gudang atau tempat pribadiku. Ya, sudah. Aku tertarik untuk menyewa ruko ibu. Mari kita urus semuanya." ucap Aya.
"Baik, Bu! Kita urus di ruko ini saja" jawab pemilik ruko.
Setelah hampir satu jam Aya dan pemilik ruko menandatangani surat perjanjian yang mereka buat. Akhirnya, kini ruko ini menjadi tempat Aya untuk pembukaan cabang butiknya.
"Saya sudah melakukan transaksi pembayaran. Ibu bisa cek, dulu!" titah Aya.
"Okeh. Uangnya sudah masuk. Kalau begitu, ini kuncinya dan semoga usaha ibu Cahaya semakin sukses dan semakin betah menyewa ruko saya ini!" ujar pemilik ruko sambil memberikan kunci ruko tersebut.
"Terimakasih, doakan saja yang terbaik untuk bisnis saya!"
__ADS_1
"Ya, sudah. Semua urusan kita sudah selesai. Saya mohon pamit, karena saya memiliki urusan lainnya!" pamit pemilik ruko.
"Hati-hati," jawab Aya saat melihat kepergian pemilik ruko.
Setelah Aya seorang diri. Dia menatap sekitar ruangan lagi.
"Aku akan atur semuanya. Dari segi tempat tidurku dan barang-barangku yang akan aku bawa. Lumayan, aku tidak perlu mencari rumah baru di sini. Aku harus menghemat pengeluaran. Aku tidak bisa beli rumah lagi, sedangkan kemarin, aku baru saja membeli rumah di Jakarta. Lebih baik, aku di sini saja. Bukankah, ini lebih efektif juga? Aku tidak perlu capek-capek mengendarai mobil agar sampai ke butik ini? Dan aku bisa menjaga butik 1x 24 jam." gumam Aya kemudian mengambil ponsel kerjanya dan menelfon karyawan kepercayaannya, Rere.
Tut ... Tut ....
"Hallo, Re!" ucap Aya setelah panggilannya terhubung dengan karyawannya.
"Iya, Bu. Ada apa ibu menelfon butik? Apa terjadi sesuatu dengan ibu? Atau ada barang yang tertinggal di ruangan ibu?" tanya Rere.
"Jika saya saja bagaimana, Bu? Kebetulan, toko hari ini tidak banyak pengunjungnya!" tawar Rere.
"Lalu, siapa yang mau jaga toko sampai toko tutup, Re?" tanya Aya menutup pintu mobilnya.
"Iya, juga, Bu. Tapi kalau ibu berkenan, biar saya saja yang ikut. Sekalian saya bisa menjadi supir ibu. Pasti ibu capek bolak balik Bandung-Jakarta sendirian!" jawab Rere membuat Aya berpikir sejenak.
"bener juga ya apa yang dikatakan Rere." gumam aya.
"Bagaimana Bu, kalau ibu berkenan saya akan memberitahukan kepada semua karyawan untuk menghandle butik yang ada di Jakarta. jadi, setelah ibu datang dan sampai di butik saya sudah menyiapkan Semua barang-barang yang akan dibawa."
__ADS_1
"Ya sudah. kamu beritahu semua karyawan yang ada di butik, kalau kalau butik kita akan tutup lebih awal bilang saja kamu dan aku ada urusan. atau begini saja, semua karyawan ikut denganku ke Bandung. agar kita lebih cepat dalam membersihkan ruko yang baru aku sewa tadi. sebenarnya ruko di sini tidak terlalu kotor, hanya saja sudah beberapa bulan ruko ini tidak dirawat. jadi, banyak debu yang berserakan dan aku membutuhkan bantuan beberapa orang untuk membersihkan lantai 2. aku sudah berencana untuk mendekorasi lantai 2 sebagai rumah aku. menurutmu itu ide yang bagus atau sangat buruk?" tanya Aya.
"Wah, menurut saya itu ide yang sangat bagus. karena Ibu bisa menghemat pengeluaran untuk membeli rumah," ujar Rere.
"Baiklah. sekarang kamu bilang ke semua karyawan kalau kita akan tutup lebih awal dan beritahu karyawan agar bersiap-siap ikut denganku ke Bandung." Ujar aya.
"Baik bu, saya akan bicarakan ini pada teman-teman kalau begitu saya tutup teleponnya dulu," ucap Rere.
"Ya sudah. kamu tunggu saja beberapa jam lagi aku akan sampai di butik Dan tolong semua barang-barang yang aku pisahkan kamu letakkan di depan butik." titah Aya.
setelah panggilan teleponnya berakhir, Rere mengumpulkan semua teman-temannya dan berbicara tentang apa yang baru saja dia bicarakan dengan bosnya. "Untuk semua teman-teman, Bu Aya meminta aku dan kalian semua untuk bersiap-siap, karena butik akan ditutup lebih awal dari hari biasanya. Bu Aya sedang membutuhkan bantuan kita untuk membersihkan ruko barunya yang berada di Bandung titik kita harus membantu agar ruko itu cepat ditempati oleh bu Aya." ujar Rere.
"wah, secara tidak langsung kita akan berlibur ke Bandung. ujar Lala.
"Kita bukan berlibur Lala melainkan kita akan berlembur membersihkan ruko yang baru saja disewa oleh ibu aya." ujar teman lainnya.
"Sama saja yang terpenting kita bisa berlibur ke Bandung dengan gratis. walaupun kita di sana hanya membersihkan ruko yang baru saja disewa oleh Bos kita tapi bicara ruko, kira-kira ibu ayah akan membutuhkan karyawan baru atau tidak ya?" guman teman lainnya.
"Memangnya kenapa kalau ibu aya membuka lowongan kerja apa ada temanmu yang menganggur atau berminat bekerja menjadi karyawan ibu aya?" tanya Rere
"Ya, aku hanya berpikir saja. Siapa tahu, aku bisa dipindahkan ke Bandung dan aku bisa dekat dengan orang tuaku. jadi aku tidak perlu mengontrak di Jakarta." ujar Lala
"Itu bisa diatur. asalkan kamu bicara dengan ibu ayah. daripada kalian berbicara terus, lebih baik kita siap-siap saja. Ada beberapa barang yang harus kita pindahkan dari gudang ke depan butik. agar mempermudah ibu ayah memasukkan barangnya ke dalam mobil. tapi sebelumnya kita harus tutup butik dulu. kita tidak boleh menerima pelanggan yang baru saja datang, agar urusan kita cepat selesai." ucap Rere.
__ADS_1
"Baiklah, kita akan tutup butik terlebih dahulu," timpal Lala.