Diceraikan Di Malam Pertama

Diceraikan Di Malam Pertama
Seanku (2)*


__ADS_3

“Halo. Masih nyambung, nggak? Kok, Tante diem aja, sih?” kata Sean karena tidak ada balasan sama sekali dari Anha.


Anha tersadar akan suara Sean tersebut.


“Eh, gimana? Tadi kamu ngomong apa, Sean?”


Sean mengeryit. Kenapa Tantenya aneh seperti ini. Tidak nyambung sekali ketika diajak ngobrol. Dan tidak seceria biasanya juga. Intuisi Sean memang tajam. Rasa peka anak ini memang tinggi sekali.


“Tante nggak kenapa-napa, kan?”


Anha kaget mendengar hal tersebut.


“Ta-tante…” ucapan Anha tanpa sadar nada bicaranya terbata ketika hedak menjawab pertanyaan si bocah tersebut.


Dahi Sean mengeryit.


“Kok, Tante aneh gitu, sih?” kata Sean penuh selidik. "Pasti Tante Anha kenapa napa! Nada bicaranya saja seperti itu," lanjutnya lagi.


“Tante nggak kenapa-napa,” kata Anha mengambil kembali ponselnya yang semula diapit oleh pundaknya itu. Anha menatap ke arah luar jendela.


“Kalau cewek bilang nggak kenapa-napa. Itu artinya dia kenapa-napa. Cerita aja kali sama Sean. Sean bisa, kok, jadi pendengar yang baik buat Tante.”


Benarkah tidak apa jika ia bercerita dengan Sean? Tapi rasanya beban di benak ini amat berat. Orang bilang ketika kita bercerita tentang masalah sulit yang kita hadapi dengan orang lain maka rasanya beban kita akan terasa sedikit berkurang.


Lagi pula, Sean saat ini juga sedang ada di Singapura.


“Tante. Jangan buat Sean khawatir, dong. Kalau ada apa-apa, tuh, cerita.”


Sean mencoba membujuk Anha kembali.


“Sean….”


Sean menunggu tantenya itu untuk membuka diri.

__ADS_1


“Ya?”


Hening sesaat di antara mereka. Sean menatap layar ponselnya kembali, digit nomor pada ponselnya itu masih berjalan semakin bertambah.


‘Masih nyambung, kok,’ kata Sean dalam hati.


“Sean…,” suara Anha mulai sumbang. Hilang di ujung tenggorokannya. Syukurlah tempat duduknya jauh dari kursi pembeli yang lain dan berada di sudut kafe. Jadi dia tidak perlu malu untuk menangis karena tidak akan ada yang melihatnya.


“Kalau tante belum siap cerita nggak papa.”


Anha mengusap pipinya yang basah.


“Sean. Sebenernya…,”ucapan Anha terputus, Sean tetap sabar menunggu.


“Sebenernya Tante batal nikah Sean sama dia.”


Sean terkejut mendengar hal tersebut. Rahangnya mengeras. Terdengar umpatan keras kata ‘berengsek’ dari seberang sana.


Om sialan itu memang tidak punya otak! Rasanya Sean ingin pulang ke Indonesia dan menghajar lelaki sialan itu.


Jika tidak terhalang ujian. Pasti Sean akan merealisasikannya.


Terdengar isak tangis di seberang sana, dan sialnya Sean tidak bisa memeluknya.


“Tante…”


Sean bingung hendak berkata apa. Laki laki itu memang tidak bersyukur mendapatkan wanita sebaik tante Anha.


“Tante jangan nangis, dong. Sean jadi ikut sedih.”


Sean mengepalkan tangan kanannya kuat-kuat. Hanya terdengar isakan tertahan di seberang sana. Lelaki mana yang tega mendengar seorang wanita menangis.


“Tante. Dengerin Sean. Udahlah Tante jangan nangisin cowok berengsek kayak dia. Yang rugi itu dia sampai merlakuin Tante kayak gitu. Dia itu nggak pantes buat Tante.”

__ADS_1


Sean mencoba menenangkan Anha.


“Sejak awal ketemu dia emang Sean itu nggak suka. Udahlah Tante. Air mata Tante terlalu berharga buat nangisin cowok macam dia.”


Sean berdecak. Jika dia saat ini tidak menjadi bocah ingusan dan jika saja dia tidak terjebak dalam hubungan tidak jelas yang bernama ‘tantezone’ ini, maka mungkin dia akan menikahi Anha saja.


***


Hai. Siapa, nih, yang suka sama Sean?


BTW aku udah buatin kisahnya Sean, loh.


Kuy, cek di profilku.


Cara baca Sean:


👉 Klik profilku, terus pilih novel yang judulnya Dinikahi Berondong Kaya


👉 Cari langsung di kolom pencarian MangaToon/Noveltoon dengan mengetikkan judulnya si Sean: Dinikahi Berondong Kaya


👉 Ketik nama penaku di kolom PENCARIAN MT: Mayangsu. Terus pilih novelnya Sean.


NOTES: Ketiknya di kolom pencarian Mangatoon, ya. Jangan di kolom komentar astaghfirullah. Soalnya kemarin banyak banget yang ngetik judul Sean di kolom komentar. (nak ono sing salah meneh, tak ciwel kempole!) 😤😑😂


Pokoknya covernya ceritanya Sean kayak gini....



Makasih. Aku tunggu kalian di sana, ya. Dijamin senyum senyum sendiri waktu bacanya 🤭😍.


Salam sayang dari aku,


Mayangsu.

__ADS_1


__ADS_2