Dijual Ayah Tiriku

Dijual Ayah Tiriku
Bab 11


__ADS_3

Dea menelan salivanya dengan kasar, kakinya bergetar hebat melihat pria tersebut dan dirinya beruntung karena Tuan Alex tak melihat ke arahnya.


Dea langsung melangkah dengan cepat masuk ke kamar miliknya, dengan napas yang tak beraturan.


“Huftt ... kenapa pria kejam itu bisa ada di rumah ini? Apa jangan-jangan mereka ....” ucapan Dea langsung terhenti setelah mendengar ketukan pintu.


“Hei, siapa namamu, aku lupa? Oh iya Dea ... aku memintamu menyiapkan makanan, kenapa kau malah masuk ke dalam kamar?” ucap Vino setengah berteriak sembari mengetuk pintu.


Dea berulang kali menghela napasnya, ia mengambil maskernya untuk menutupi wajahnya. Setidaknya masker terbuat bisa menyelamatkan dirinya.


“Maaf, Tuan. Saya mengambil masker, karena saya sedang batuk uhuk ... uhuk ....” ujar Dea memberi alasan dengan berpura-pura batuk.


Vino mengangguk.


Dea mengikuti langkah Vino hingga ke meja makan dan setibanya disana Dea mulai menyiapkan makan siang untuk mereka.


Setelah itu Dea menghela napas lega, karena Alex sama sekali tak mengenali dirinya dan kembali melanjutkan pekerjaannya lagi.


Disaat sedang sibuk membersihkan area dapur, Dea tak menyadari jika ada pria yang tengah menatapnya dengan menyeringai licik.


Grep ....


Pria tersebut langsung memeluknya dari belakang hingga membuat Dea langsung terkejut.


“Hei, rupanya kau disini!” bisik Alex.

__ADS_1


Sebelumnya Alex hendak makan, namun ia lupa jika dirinya belum mencuci tangannya hingga berniat ingin mencuci tangannya di wastafel dapur.


Namun, tak di sangka jika dirinya melihat wanita yang ia cari selama beberapa Minggu ini ternyata berada di rumah Vino.


“Ka-kau! Lepaskan!” Dea memberontak melepaskan diri dari dekapan Alex.


Karena Alex tak melepaskan dirinya, Dea menginjak kaki Alex dengan kuat membuat Alex mengaduh kesakitan.


“Hahaha ... kemana pun kau bersembunyi, aku pasti akan bisa menemukan dirimu!” Alex tersenyum licik menatap Dea yang terlihat ketakutan.


“Paman,” panggil Vino menyusul pamannya ke dapur, karena cukup lama di dapur.


Dea dan Alex menoleh ke arah belakang.


“Oh, aku pikir Paman tengah menggoda asisten rumahku. Hahaha ... aku hanya bercanda Paman.” Karena Vino tahu betul keluarkan Pamannya tersebut, bahkan ia sangat tahu jika pamannya sering membeli perempuan di luar sana untuk menuntaskan hasratnya.


Alex juga ikut tertawa pelan.


Sebelum pergi ke meja makan, Alex mengedipkan matanya sebelah menggoda Dea.


Dea terduduk lemas di lantai, ia bingung harus kemana lagi dirinya bersembunyi.


Keinginannya untuk memulai hidup baru hampir pupus, setelah mengetahui ternyata majikannya Vino adalah ponakan dari Alex sendiri.


“Tuhan, kenapa nasibku seperti ini? Hiks ... entah kemana lagi aku harus pergi? Ibu, Dea ingin ikut bersama Ibu Hiks ....” Dea memeluk lututnya dengan air mata yang mengalir.

__ADS_1


“Dea, mana teh hijaunya?” teriak Vino, seketika Dea langsung tersadar.


“Iya Tuan,” sahutnya.


Ia bergegas membuatkan teh hijau tersebut, tak lupa ia menghapus sisa air matanya.


Yang di pikiran Dea saat ini adalah bagaimana caranya ia bisa keluar dari rumah tersebut dan benar-benar terbebas dari Alex dan ayah tirinya. Apalagi saat ini dirinya sudah terikat kontrak kerja selama 6 bulan dan tak boleh berhenti sebelum kontrak itu berakhir.


Setelah selalu menyiapkan teh tersebut, dengan langkah ragu Dea membawa nampan berisi teh hijau tersebut. Kali ini dirinya harus berani melawan rasa takutnya, terutama pada Alex.


“Dea, apa kamu baik-baik saja?” tanya Vino melihat mata Dea yang terlihat sembab.


“Iya, Tuan. Saya baik-baik saja, saya permisi ingin melanjutkan pekerjaan saya kembali,” pamitnya setelah meletakkan teh tersebut di meja.


Vino mengangguk, tapi Vino tak sengaja menangkap Alex yang menatap punggung Dea tatapan yang tak terbaca.


Ekhem ...


“Paman, teh hijau kesukaan Paman,” ucap Vino.


Vino seolah tak mengerti apapun, namun ia sangat yakin jika ada sesuatu di antara paman dan Dea.


Ia juga melihat sudut mata Dea yang terlihat basah seperti sehabis menangis, bahkan ia juga tak sengaja mendengar ucapan pamannya saat di dapur tadi jika kemanapun Dea sembunyi pamannya pasti akan menemukannya.


***

__ADS_1


__ADS_2