
Vino sudah tiba di rumah miliknya, dengan perasaan yang sangat kesal ia memasuki rumah miliknya. Bagaimana tidak, ia mendapati jika Pamannya dengan Diana lah yang membuat rumah tangganya menjadi hancur berantakan.
“Sialan! Paman benar- benar kejam!” geramnya.
Ia menendang pintu masuk, hingga membuat pintu tersebut terbuka akibat tendangan kuat Vino.
“Tuan, Vino!” panggil Diana, ternyata Diana mengikuti dirinya hingga ke rumah dengan wajah yang terlihat pucat.
“Jangan pernah selangkah pun kamu masuk ke dalam rumahku! Aku tidak sudi wanita sepertimu mengotori rumahku!” sentaknya, membuat Diana langsung terdiam.
“Tuan, aku mencintaimu Tuan. Kenapa Tuan berkata seperti itu? Apa Tuan lupa dengan janji Tuan yang ingin menikahiku. Aku sudah memberikan semua yang Tuan inginkan, termasuk tubuhku!” ucap Diana sembari menahan tangisnya.
“Apa katamu, janji? Aku tidak mempunyai janji sama sekali padamu! Wanita sepertimu tak pantas untuk di jadikan Istri!” ejek Vino.
Membuat Diana yang mendengarnya seperti di hantam batu keras tepat di hatinya.
“Tuan, aku sudah berkorban banyak. Aku sangat mencintaimu,” ujarnya mulai terisak.
“Pengorbanan apa yang telah kamu lakukan?! Hah! Pengorbanan telah menyingkirkan Dea dari rumah ini! Itu yang kamu maksud dengan pengorbanan?! Aku penasaran, di bayar berapa oleh Pamanku? Sehingga membuatmu menjadi seperti itu, jawab!” bentak Vino berulang kali.
Sebelumnya ia memang berniat menikahi Diana, karena dirinya juga harus bertanggung jawab atas apa yang telah ia perbuat dengan Diana.
Namun, setelah melihat Diana Dan Pamannya kembali melakukan hubungan terlarang tersebut membuatnya mengurungkan niatnya.
Tak mungkin baginya untuk menikahi wanita yang sudah berulang kali melakukannya dengan pamannya, sebelumnya ia berpikir jika Diana akan berubah dan tidak akan melakukannya lagi.
“Tidak,” ucapnya lirih sambil menunduk, karena memang benar adanya jika dirinya memang tak di berikan uang sepersen pun oleh Alex. Karena Alex Aisha membiayai semua pengobatan adiknya.
“Ck ... bahkan wanita pelacur di luar sana lebih berharga dari mu!” ejek Vino melihatnya dengan menyeringai.
Diana mendongakkan kepalanya, menatap tajam Vino yang ada di hadapannya.
__ADS_1
“Lalu, sebutan apa yang cocok untukmu? Bukankah Tuan juga menikmatinya? Bahkan Tuan juga tak membayarku sama sekali!” balas Diana sangat kesal dengan ucapan Vino yang selalu merendahkan dirinya.
“Aku hanya menagih janji Tuan padaku, karena Tuan sendiri yang mengatakan jika ingin menikahiku!”
“Itu dulu, karena aku belum tahu siapa wanita sepertimu. Sekarang, jangan bermimpi jika aku akan menikahimu! Lelaki bejat sekalipun, pasti akan mencari Istri yang baik untuk menemaninya!”
“Tapi aku mencintaimu Tuan!” dengan suara lantang beserta air mata yang keluar.
“Dasar wanita tak tahu malu! Keluar dari rumah ku! Aku bahkan tak sudi melihat wajahmu lagi!” seru Vino dengan menunjuk wajah Diana.
“Tidak akan! Aku akan melaporkan ke polisi atas dugaan pelecahan, bahkan aku mempunyai bukti yang kuat! Aku akan menyebarkan video ini agar semua orang tahu, pengusaha bernama Vino telah memakai wanita murahan sepertiku tanpa di bayar!” ancamnya.
Vino langsung terlihat murka, ia mendorong Diana hingga ke tembok lalu mencekiknya dengan kedua tangannya.
Diana terlihat kesulitan untuk bernapas, Diana sudah berusaha melepaskan diri. Akan tetapi, tenaga Vino lebih kuat darinya.
“Beraninya kau! Aku akan membunuhmu wanita sialan! Belum puas kau membuat rumah tangga ku hancur!” sentak Vino melihat Diana yang kesulitan bernapas.
Karena sebelumnya ia hanya jadi pendengar dengan keributan mereka berdua, karena dirinya tak ingin ikut campur dalam masalah majikannya.
Vino melepaskan tangannya, dengan wajah yang memerah menahan amarah.
“Kalian semua tandai wajahnya, jangan sampai dia berani masuk lagi ke rumah ini!” tegasnya berlalu meninggalkan Diana yang kesulitan untuk mencari napas.
“Anda baik-baik saja, Nona?” tanya penjaga tersebut.
Diana mengangguk setelah dirinya merasa lega, ia mengusap air matanya dengan kasar.
“Katakan pada majikanmu, aku akan kembali menagih janjinya!” ketusnya pada penjaga tersebut.
Pria tersebut menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena bingung dengan situasinya saat ini.
__ADS_1
“Entah apa yang kepala wanita tidak waras itu?! Memintaku untuk menikahinya! Dasar tidak waras!” kesalnya.
Saat masuk ke dalam kamar, masih tercium aroma parfum istrinya. Vino langsung teringat dengan istrinya, entah kemana istrinya pergi. Setahunya, Dea tak mempunyai keluarga di kota ini.
“Dea, apa kamu mau memaafkan pria seperti diriku ini?! Pria yang penuh dengan dosa!” ucapnya lirih menatap foto istrinya dengan raut wajah penyesalan.
Apalagi dirinya sudah menceraikan istrinya, kemungkinan tidak akan mau untuk kembali padanya setelah apa yang telah ia perbuat pada Dea.
***
Enam tahun kemudian.
“Papa ...” panggil seorang anak perempuan pada papanya.
“Hai Sayang, anak Papa. Maaf, Papa baru sempat datang kemari,” ujarnya memeluk putri kecilnya.
“Dimana Mama?” tanyanya melihat sekelilingnya tak melihat istrinya.
“Mama belanja,” sahutnya dengan bibir monyongnya di buat-buat.
“Hm ... jadi, anak Papa tidak ikut Mama belanja? Biasanya wanita senang belanja,” tanyanya.
“Tidak, Clara sedang belajar. Karena, Clara sudah sekolah.”
Clara Kanaya Mahendra, nama yang cantik di berikan oleh papanya yaitu Dika Mahendra.
“Huh, anak Papa pandai sekali,” puji Dika berulang kali mengecup pucuk kepala putri kesayangannya itu.
"Papa punya kejutan untukmu."
Mata Clara langsung membulat, bahkan berbinar setelah mendengar kata kejutan dari papanya.
__ADS_1
***