Dinikahi Supir Sendiri

Dinikahi Supir Sendiri
BAB. 16 Menikah


__ADS_3

"Saya terima nikah dan kawinnya Briana Alesya Darwin binti Reyhan Anggara dengan mas kawin seratus ribu rupiah dibayar tunai." William mengucapkan ijab qobul dengan satu kali tarikan nafas.


'SAH!' ucap serentak semua orang yang hadir di sana.


Kini William dan Briana sudah resmi menjadi suami dan istri. William menyematkan cincin emas pada jari manis Briana kemudian mengecup kening wanita itu sesuai dengan arahan penghulu setelah Briana menyaliminya.


Tidak ada senyuman dari kedua orang yang baru saja menikah itu, baik William maupun Briana sama-sama tidak ada yang tersenyum karena keduanya tidak ada yang menginginkan pernikahan itu.


"Foto dulu sayang," titah Larissa pada Briana dan juga Willam.


"Mommy apaan sih. Aku tidak menginginkan pernikahan ini. Aku tidak mau difoto," tolak Briana.


"Eitss, tidak bisa. Kamu dan Liam harus tetap berfoto," ucap Larissa memaksa.


Briana dengan cepat menggelengkan kepala.


"Aku tidak mau," tolaknya lagi.


Larissa beralih menatap William yang ada di sebelah Briana.


"Liam bujuk istrimu untuk berfoto," titah Larissa.


William mengangguk, kemudian meminta Briana agar mau berfoto dengannya, tapi wanita itu tetap menolaknya.


William tak kehabisan cara, ia tidak ingin mengecewakan Larissa yang ingin memiliki foto pernikahan dirinya dan juga Briana.


"Kalau tidak mau berfoto, nanti malam kamu aku tiduri," bisik William mengancam Briana.


Briana mendelikkan matanya.


"Jangan coba-coba kamu meniduriku," sergah Briana.


"Makanya ayo kita foto," ucap William.


"Baiklah," ucap Briana mengalah.


"Nah, begitu dong. Ayo cepat bangun, kalian fotonya disana saja." Larissa menunjuk pada dinding berwarna cream diruang keluarga yang ada dirumah itu.


William bangkit lebih dulu dari duduknya kemudian mengulurkan tangannya pada Briana berniat hendak menggandeng wanita itu.


"Saya bisa sendiri." Briana menepis tangan William.


Wanita itu berjalan lebih dulu menuju tempat yang ditunjuk Larissa. Larissa mengikuti Briana berjalan kearah tempat yang tadi ia tunjuk.

__ADS_1


Bahu William ditepuk oleh Reyhan yang juga memperhatikan kepergian Briana dan juga Larissa.


"Semangat," ucap Reyhan ambigu.


Entah apa maksud kata 'semangat' itu, William tidak mengerti tapi ia tetap menganggukkan kepalanya. William menyusul kedua wanita beda usia itu bersama Reyhan yang akan ikut foto bersama anak dan menantunya.


"Senyum dong," titah Larissa pada pengantin baru yang hendak diambil fotonya.


Briana dan William dengan paksa menarik sudut bibir mereka agar bisa tersenyum.


Cekrek.


Larissa berhasil mengambil beberapa foto pernikahan Briana dan juga William. Baru setelahnya ia dan Reyhan juga ikut berfoto dengan sepasang pengantin baru tersebut.


"Sudah kan, Mom?" tanya Briana melepas sanggul di kepalanya.


"Yahh, kenapa dilepas?" tanya Larissa.


"Risih," jawab Briana kemudian kembali ketempat dimana tadi ia menikah dengan William.


"Saya dan Liam sudah menikah, Pak. Jadi ... jangan cegah saya untuk pulang kerumah," ucap Briana pada Pak RT disana.


"Tentu Mbak, saya tidak akan mencegah anda dan Mas-nya untuk pulang. Lain kali jangan suka berbuat mesum disembarang tempat ya," ucap Pak RT memberi nasehat pada Briana.


"Terima kasih atas nasehatnya, Pak. Maaf saya sudah membuat masalah diwilayah anda," ucap William yang tadi mendengar nasehat Pak RT.


"Semoga pernikahan kalian langgeng hingga maut memisahkan," ucap Pak RT mendoakan.


"Terima kasih Pak," ucap William kemudian pamit pada pemilik rumah itu.


Larissa dan Reyhan juga ikut pamit pada Pak RT untuk segera pulang bersama anak dan menantunya.


*


*


"Apa yang sebenarnya terjadi sampai kalian dinikahkan seperti itu?" tanya Reyhan setelah mereka tiba di rumah dan kini duduk bersama diruang keluarga.


"Kami dikira berbuat mesum di dalam mobil, Pak," jawab William.


"Memangnya apa yang kalian lakukan di dalam mobil, sampai dikira berbuat mesum dan dinikahkan?" tanya Reyhan yang sangat penasaran dengan cerita mereka.


"Kami tidak melakukan apa-apa, Pak. Saya menghentikan mobil di sana itu karena mobil Nona Briana mogok, bukan karena kami berbuat mesum," jelas William.

__ADS_1


Reyhan menganggukkan kepalanya percaya pada apa yang baru saja William jelaskan. Ia dan istri juga cukup menyukai William, jadi tidak masalah bagi mereka bila Briana dinikahi sopirnya sendiri.


Briana menanggapi perkataan William dengan sinis. Ia masih teringat pada saat dirinya bangun tidur didalam mobil, semua kancing kemeja yang ia kenakan terbuka serta roknya yang tersingkap pasti saat itu William sudah menjamah tubuhnya, pikir Briana.


"Briana, Liam," panggil Reyhan pada anak dan menantunya yang duduk dihadapannya


"Heem," "Iya Pak," sahut Briana dan William bersamaan.


"Daddy harap kalian bisa menerima pernikahan kalian, tak perduli bagaimana kisah awal kalian menikah yang jelas kalian sekarang sudah menjadi suami dan istri," ucap Reyhan.


"Aku tidak menginginkan pernikahan ini, Daddy. Aku ingin William menalakku," ucap Briana yang tentu saja membuat William langsung menoleh kearahnya.


"Tidak bisa Bri. Pernikahan itu bukan main-main, jadi kamu tidak bisa seenaknya meminta Liam untuk menalakmu. Pernikahan kalian akan dilegalkan setelah Liam pulang kampung dan mengurus KTP-nya," ucap Reyhan.


Briana memberenggut. Ia tidak mau pernikahannya dilegalkan, ia ingin pernikahannya itu dibatalkan.


Liam disana bingung hendak berbuat apa. Dirinya pergi dari rumah menghindari tuntutan pernikahan dari kedua orang tuanya, tapi sekarang ia justru menikah dengan Briana.


'Mamah dan Papah pasti menertawakanku bila tahu aku menikah disaat aku menghindari tuntutan pernikahan dari mereka,' batin William.


"Bagaimana Liam, kamu setuju kan bila pernikahan kalian akan dilegalkan?" tanya Reyhan pada William yang sedang bingung.


Di sisi lain Ia juga tidak menginginkan pernikahan itu, tapi ia sudah terlanjur menikah dengan Briana dan kedua orang tua Briana juga sangat berharap banyak pada pernikahannya itu.


"Setuju Pak," jawab William yang justru membuat Briana semakin membencinya.


Mendengar William menyetujuinya, Reyhan dan Larissa bernafas lega. Kedua orang tua itu berharap bila setelah menikah, sikap Briana akan berubah menjadi lebih baik.


Briana bangkit dari duduknya dan segera berlari menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya.


"Susul Briana, Liam. Bujuk dia agar bisa menerima pernikahan kalian," titah Reyhan.


"Baik Pak," ucap William menurut, lalu bangkit dari duduknya.


William mengejar Briana yang sudah tiba di lantai 2, kemudian menghadangkan kakinya dipintu yang hendak Briana tutup.


"Minggir!" titah Briana.


"Kita harus bicara Nona," ucap William.


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Kamu pergi dari sini atau kakimu aku jepit?" tanya Briana.


William tak mengherani pertanyaan Briana, ia mendorong daun pintu tersebut kemudian masuk ke dalam kamar Briana.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan? Pergi sana, pergi!" Briana mendorong tubuh William untuk keluar dari dalam kamarnya.


__ADS_2