Dinikahi Supir Sendiri

Dinikahi Supir Sendiri
BAB. 27 Menyusul William


__ADS_3

"Kapan kita akan ke Kalimantan, Nona?" tanya Linda.


Kini Linda tengah duduk berhadapan dengan Briana setelah selesai mengantarkan laporan pada sekretaris Reyhan yang tak lain ialah Agung.


Linda menghadap Briana untuk membahas rencana mereka yang akan menyusul William ke Kalimantan.


"Besok malam kita akan pergi ke Kalimantan. Pagi hingga sore kita bekerja dulu, menyelesaikan pekerjaan kita dan mengosongkan jadwal untuk 4 hari kedepan," jelas Briana.


"Apa Nona sudah meminta izin pada Pak Reyhan bila kita akan pergi ke Kalimantan?" tanya Linda.


"Nanti saja aku izinnya kalau sudah dirumah. Kamu siapkan segalanya untuk keberangkatan kita besok malam," titah Briana.


Linda mengangguk mengerti dengan apa yang Briana perintahkan padanya. Tapi sesungguhnya Linda sangat penasaran siapa seseorang yang ingin dipastikan Briana di Kalimantan.


Linda sama sekali tidak diberi tahu bahwa seseorang itu ialah William, sopir pribadi sekaligus pengawal Briana.


'Sepertinya orang itu sangat berarti untuk Nona Briana,' batin Linda menatap Briana dihadapannya.


"Ada apa?" tanya Briana yang paham bila Linda memperhatikannya.


"Tidak Nona, kalau begitu saya permisi mau kembali bekerja dan mempersiapkan keberangkatan kita besok malam," ucap Linda.


"Ya, pergilah." Briana mengibaskan tangannya.


Linda menunduk hormat terlebih dahulu baru setelahnya ia berjalan kearah pintu untuk keluar dari sana.


Tiba dimeja kerjanya, Linda membuka ponselnya kemudian memesan tiket pesawat secara online.


Dua tiket pesawat berhasil Linda pesan dengan jam keberangkatan besok malam pukul 20.00 malam serta hotel yang akan mereka tinggali selama berada ditempat tujuan.


*


*


Briana pulang kerumah tepat pukul tujuh malam dan segera menghampiri meja makan untuk makan malam bersama Larissa dan juga Reyhan.


"Ayo makan Bri, Daddy dan Mommy juga baru mau makan," ajak Larissa.


"Iya Mom," ucap Briana kemudian menduduki kursi kosong dihadap Larissa.


Briana mengambil beberapa makanan yang ada dimeja makan kemudian mulai menyantapnya. Sesekali Briana melirik pada Reyhan dan Larissa yang makan dengan tenang tanpa bicara sepatah katapun hingga makan malam itu selesai.


"Emm, Daddy, Mommy," panggil Briana ragu-ragu.


Larissa dan Reyhan yang sudah selesai dengan makannya segera mengalihkan pandangannya untuk menatap Briana yang memanggil dirinya.


"Iya Bri, ada apa?" tanya Larissa.

__ADS_1


"Besok malam aku mau pergi keluar kota bersama Linda untuk 4 hari kedepan," jawab Briana.


"Ada urusan apa?" tanya Reyhan menatap lekat pada Briana dihadapannya.


Briana menundukkan kepala, dengan bibir bawah yang ia gigit. Briana malu untuk mengatakan bila ia akan menyusul William ke Kalimantan.


"Bila itu bukan urusan penting, maka Daddy tidak akan mengizinkan kamu pergi keluar kota," ucap Reyhan.


"Penting kok Dad, aku ada urusan penting disana," sahut Briana cepat takut tidak diberi izin oleh Daddy-nya.


"Sepenting apa urusanmu hingga akan meninggalkan pekerjaan selama 4 hari?" tanya Reyhan lagi.


"Aku ada pertemuan penting dengan klien," jawab Briana berbohong.


"Benarkah?" tanya Reyhan tak percaya.


"Benar Dad, aku tidak berbohong, Daddy kalau tidak percaya silahkan tanyakan saja pada Linda sekretarisku," ucap Briana.


"Daddy tidak akan bertanya pada Linda karena dia sudah pasti bekerja sama denganmu, oleh karena itu Daddy akan bertanya pada Agung saja," ucap Reyhan membuat Briana terbelalak.


Reyhan mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana untuk menghubungi Agung.


"Jangan Daddy." Briana berusaha menyambar ponsel Reyhan agar Daddy-nya tidak bisa menghubungi Agung, tapi sayangnya Reyhan menjauhkan ponsel tersebut sehingga Briana tidak bisa melakukannya.


"Halo, Pak," ucap Agung dari sebrang telepon tentu saja membuat Briana panik.


"Apa Briana memiliki pekerjaan diluar kota? Semacam pertemuan penting dengan klien?" tanya Reyhan.


"Tidak ada Pak. Memangnya kenapa?" tanya Agung balik.


"Tidak apa-apa Agung, maaf mengganggu waktumu. Selamat malam," ucap Reyhan kemudian mengakhiri sambungan teleponnya.


Reyhan kini menatap serius kearah Briana yang sedang duduk dengan kepala yang ia tundukkan.


"Kamu tadi berbohong, Briana," ucap Reyhan.


"Maaf, Dad," sahut Briana masih menundukkan kepala.


"Sebenarnya kamu ada urusan apa akan pergi keluar kota?" tanya Reyhan.


"Aku ingin mengusul Liam," jawab Briana pada akhirnya ia jujur juga.


Larissa melebarkan matanya terkejut mendengar Briana akan menyusul William, sedangkan Reyhan justru tersenyum bangga pada Briana yang mau berkata jujur padanya.


"Menyusul Liam? Memangnya kamu tahu alamat rumah Liam?" tanya Larissa.


"Tahu Mom. Tadi Daddy memberikan alamat rumah Liam padaku," jawab Briana.

__ADS_1


Larissa mengalihkan pandangannya untuk menatap Reyhan disebelahnya.


"Benar kamu memberikan alamat rumah Liam pada Briana, Mas?" tanya Larissa.


"Ya, tadi aku memang memberikan alamat rumah Liam padanya," jawab Reyhan.


Larissa mengangguk.


"Kalau kamu memang akan menyusul Liam pulang kampung, maka Mommy akan mengizinkanmu pergi," ucap Larissa membuat Briana tersenyum senang.


"Bagaimana dengan Daddy, apa Daddy mengizinkan aku pergi?" tanya Briana.


"Tentu saja Daddy mengizinkan kamu pergi, asalkan kamu tidak membohongi kami dan benar-benar menyusul Liam ke Kalimantan," ucap Reyhan.


"Aku dan Linda benar-benar akan menyusul Liam ke Kalimantan, Dad. Aku ingin memastikan Liam sudah tiba dirumahnya atau belum," ucap Briana.


"Ya, memang itu yang seharusnya kamu lakukan, bukan selalu merendahkannya. Semiskin apapun suamimu, kamu tetap harus menghormati dan menghargainya, karena suamimu adalah pemimpinmu," ucap Reyhan.


Briana diam saja tidak menyahuti perkataan Reyhan, tapi ia puas karena kedua orang tuanya tidak melarang ia pergi menyusul William ke Kalimantan.


Setelahnya, Briana segera pergi kekamar untuk mengemasi beberapa pakaian miliknya masuk kedalam koper.


"Padahal aku sudah membelikan barang-barang untukmu, tapi kamu tidak kembali juga," gumam Briana saat melihat barang-barang yang ia belikan untuk William.


"Apa memang aku harus menyusulmu dulu baru kamu mau kembali bekerja dirumah ini?" tanya Briana pada dirinya sendiri.


*


*


Besok malam tiba.


"Hati-hati dijalan ya, Bri. Semoga kamu bisa menemukan alamat rumah Liam dengan cepat," ucap Larissa.


Kini Briana tengah berada di bandara bersama Larissa dan Reyhan yang mengantarkannya dan Linda yang akan pergi bersamanya.


"Iya Mom, Mommy dan Daddy juga hati-hati kalau pulang," ucap Briana.


"Segera hubungi Daddy atau Mommy bila kamu sudah tiba disana." Reyhan memberi pesan pada Briana.


"Pasti Daddy, aku akan langsung menghubungi kalian bila sudah sampai disana," ucap Briana.


Setelahnya Briana dan Linda segera menaiki pesawat yang kurang beberapa menit lagi akan terbang ketempat tujuan.


Tepat pukul 20.00 malam pesawat yang Briana dan Linda naiki akhirnya terbang menuju bandara diprovinsi Kalimantan Selatan.


Briana tidak tahu saja bila alamat yang William tuliskan itu ialah alamat palsu.

__ADS_1


__ADS_2