
Briana terus memperhatikan orang yang mirip dengan suaminya. Mata indahnya bahkan tidak berkedip menatap pria itu. Jantungnya berdegup kencang. Saking kencangnya Briana reflek memegangi dadanya yang berdebar dan berdesir hebat.
Briana ingin menghampiri William tapi ia takut bila dirinya salah orang, terlebih lagi penampilan pria itu sangat berbeda dengan suaminya yang hanya seorang sopir.
William diam-diam menyeringai melihat gelagat Briana yang gelisah ditempatnya berdiri dengan pandangan tak lepas menatap kearahnya.
'Ini baru awal Briana, kamu akan tahu siapa aku sebenarnya,' batinnya.
Acara peresmian perusahaan Brian dimulai oleh MC yang berbicara di atas podium membawakan acara peresmian perusahaan tersebut.
Satu persatu jajaran penting perusahaan Brian serta perwakilan tamu undangan yang datang disapa oleh MC yang membawakan acara hingga tiba saatnya Brian dipersilahkan naik ke atas podium.
Layar lebar dipodium yang sejak tadi sudah menyala kini menampilkan profil Brian dan perusahaannya.
Brian mengedarkan pandangannya terlebih dahulu untuk mencari seseorang yang ia nantikan kehadirannya namun Brian tidak menemukan seseorang itu.
Brian kemudian memulai sambutannya.
"Selamat pagi Bapak-bapak/Ibu-ibu, perkenalkan nama saya Brian Alamsyah Darwin. Saya putra pertama dari Reyhan Anggara dan Larissa Darwin. Di sini saya sangat berterima kasih kepada Bapak dan Ibu yang sudah berkenan hadir dalam acara peresmian perusahaan saya. Di usia saya yang baru 23 tahun, saya memberanikan diri untuk membangun perusahaan saya sendiri yang tentu saja modal utama saya dapatkan dari orang tua. Saya sangat berterima kasih kepada mereka yang telah mendukung dan memberikan modal utama untuk saya bisa mendirikan perusahaan transportasi ini. Di samping itu saya membangun perusahaan ini karena saya terinspirasi oleh sosok William Horrison, pengusaha transportasi terbesar di negeri ini. Di usia Tuan William yang baru menginjak 20 tahun dan masih berkuliah beliau sudah mendirikan perusahaannya dan dalam kurun waktu 10 tahun anak perusahaan beliau sudah menyebar diseluruh kota di Indonesia bahkan juga di luar negeri. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih pada beliau karena sudah berkenan membimbing dan mengajari saya dalam mengelola perusahaan yang baru saya dirikan beberapa bulan yang lalu. Oleh karena itu saya persilahkan Tuhan William Horrison naik ke atas podium untuk memberikan sambutannya dan sama-sama dengan saya memotong pita, meresmikan perusahaan yang akan saya beri nama Darwin Transportasi. Untuk Tuan William Horrison saya persilakan." Brian mengakhiri sambutannya kemudian mempersilahkan William Horrison naik ke atas podium.
Briana yang sejak tadi memperhatikan William kini kebingungan karena pria itu berjalan melewatinya dan segera naik keatas podium.
Bisa Briana lihat bila William kini berdiri bersama Brian yang baru saja selesai memberikan kata sambutan.
Kebetulan sekali meja bundar yang salah satu kursinya diduduki oleh Briana tepat berada di depan podium sehingga ia bisa dengan jelas melihat wajah William yang begitu mirip dengan suaminya.
__ADS_1
Briana memegang tangan Larissa dengan pandangan masih menatap pada William di hadapannya.
"Kenapa pria itu naik ke podium, Mom?" tanya Briana tanpa mengalihkan pandangan.
"Sepertinya orang yang mirip dengan suamimu itu orang penting Bri. Siapa tadi namanya? William Horrison ya? Bukannya William Horrison itu anaknya Irene?" tanya Larissa.
"Dia hanya mirip atau dia memang Liam, Mom?" tanya Briana lagi.
"Mommy tidak tahu."
William menerima mikrofon yang MC berikan padanya kemudian mulai berbicara. Public speaking yang ia kuasai tentu saja tidak membuat William kesulitan untuk berbicara di depan umum terlebih lagi pria itu sudah terbiasa melakukannya saat-saat acara formal seperti ini.
Briana benar-benar terpesona dengan seseorang yang sedang berdiri diatas podium bersama dengan saudara kembarnya.
Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Briana terpesona pada seorang pria. Briana kerap kali terpesona pada William saat masih menjadi sopirnya, dan saat pria itu sudah menjadi suaminya. Tapi saat itu Briana selalu menepis semua keterpesonaannya pada William yang statusnya hanya seorang sopir.
William kembali memfokuskan pandangannya menatap pada semua orang yang berada di hadapannya yang sedang melihat kearahnya.
"Ada yang masih belum mengenal saya?" tanya William pada semua orang.
"Ada!" jawab serentak orang yang tidak mengenal William tapi tidak dengan Briana.
Briana hendak menjawab namun mulutnya seolah terkunci tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun.
"Baiklah kalau begitu saya akan memperkenalkan terlebih dahulu siapa saya." William menghentikan sejenak sambutannya.
__ADS_1
Layar yang tadi menampilkan profil Brian kini berganti menampilkan foto William beserta kedua orang tuanya.
"Perkenalkan nama saya William Horrison, saya putra tunggal dari ayah bernama Julian Horrison dan ibu bernama Irene Horrison." William melihat sekilas pada kedua orang tuanya yang duduk berhalat 2 meja bundar dengan Briana.
"Pasti anda sekalian disini banyak yang tidak tahu bila saya putra tunggal mereka kan?" tanya William pada semua orang.
"Ya!" jawab serentak lagi orang-orang yang tidak mengenalnya.
William mengangguk.
"Itu wajar sekali karena saya sejak kecil memang tidak pernah mengekspos siapa diri saya dan siapa orang tua saya. Saya sebisa mungkin ingin sukses tanpa campur tangan dari mereka dan nama belakang keluarga kami. Hal itu saya lakukan karena saya ingin berdiri di kaki saya sendiri." William mengatakannya sembari menatap Briana.
Briana tersentak mendengarnya, kenapa ia merasa bila pria yang sedang berbicara di depannya itu menyindirnya. Terlebih lagi William berbicara seperti itu sembari menatapnya.
Apa William Horrison itu mengenal dirinya?
"Saya tidak sengaja bertemu dengan Tuan Brian disuatu tempat beberapa bulan yang lalu. Saat itu saya tidak tahu bila Tuan Brian penggemar saya dan menjadikan saya sebagai panutannya. Saya melihat keseriusan dari diri Tuan Brian untuk merintis usahanya dari nol yang membuat saya dengan senang hati mengajari bisnis transportasi padanya. Hanya kurang dari dua bulan Tuan Brian belajar pada saya beliau kini sudah akan meresmikan perusahaannya."
Layar yang tadi menampilkan foto William beserta kedua orang tuanya kini berganti dengan profil dirinya lengkap dengan perusahaan besar miliknya.
"Saya CEO Will Transport, perusahaan yang bergerak di bidang transportasi resmi mendirikan perusahaan sejak 10 tahun yang lalu dan sekarang sudah mengepakkan sayap diluar negeri yang tentunya menjadi salah satu perusahaan transportasi terbesar di Asia."
Layar tersebut berganti menampilkan William yang mendapatkan sertifikat perusahan transportasi terbesar ke-5 se Asia.
Prok prok prok.
__ADS_1
Sorak tepuk tangan semua orang yang berada di ballroom membuat Briana juga mengangkat tangannya dan bertepuk tangan kagum pada sosok William Horrison.