Dinikahi Supir Sendiri

Dinikahi Supir Sendiri
BAB. 61 Semoga Bahagia


__ADS_3

Hati Linda mencelos mendengar perkataan anaknya. Ia bisa merasakan anak laki-laki di hadapannya begitu menginginkan kedua orang tuanya kembali bersama.


Bukannya menjawab Linda justru menatap suaminya yang juga tengah menatapnya.


"Kamu dengar kan Lin? Anak kita ingin kita bersama lagi, tidak bisakah kamu memaafkan aku dan memberi kesempatan kedua untukku?"


"Aku sekarang sudah berubah, aku tidak seperti dulu lagi yang suka main perempuan. Aku sudah menjalin hubungan dengan banyak wanita tapi mereka tidak ada yang sepertimu. Hanya kamu yang aku cintai, Linda. Aku tidak bisa mencintai wanita lain," ucap Faris suami Linda.


Faris menangkup kedua sisi wajah Linda. "Ini demi anak kita," ucapnya lagi.


Linda diam saja. Ia bingung. Benar-benar bingung, hingga pada akhirnya ia mendengar seseorang mengatakan sesuatu.


"Jangan ragu bila kamu ingin mempertahankan rumah tanggamu. Aku tidak ingin menjadi penghalang untuk kalian bersama," ucap Brian melangkah masuk kedalam ruang rawat tersebut.


Mendengar suara seseorang yang ia kenal, Linda langsung menoleh.


"Brian," gumamnya.


"Aku memang mencintaimu, Linda. Tapi aku tidak ingin menjadi perusak rumah tanggamu. Au akan bahagia bila kamu juga bahagia, meski itu tidak bersamaku," ucap Brian setelah sampai di dekat Linda.


"Brian." Linda menatap Brian dengan mata berkaca-kaca.


"Om Brian senang kan kalau Mamah dan Papah aku bersama lagi?" tanya anak Linda.


Brian tersenyum pada anak Linda kemudian mengusap puncak kepala anak itu.

__ADS_1


"Kamu cepat sembuh ya, jangan lagi bikin Mamah kamu khawatir. Lihat nih Mamah dan Papah kamu sekarang sudah bersama seperti yang kamu inginkan," ucap Brian.


"Iya Om aku bahagia sekali akhirnya Mamah dan Papah aku kembali bersama," ucap anak Linda tersenyum


Brian menoleh pada Linda. "Mari kita akhiri hubungan kita, Lin. Berbahagia lah. Aku yakin aku juga akan bahagia meski itu tidak bersamamu," ucapnya.


Setelah mengatakan itu Brian menatap pada Faris suami Linda. "Jagalah Linda baik-baik jangan lagi kamu sakiti dia," ucapnya.


"Tentu saja aku akan menjaganya, kamu tidak perlu meragukanku," sahut Faris.


Brian mengangguk kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu ruangan tersebut.


"Semoga kamu juga bahagia Brian," ucap Linda menghentikan langkah kaki Brian.


Sejak saat itu Brian dan Linda tidak lagi memiliki hubungan. Brian mulai melupakan Linda dan fokus pada kariernya sebagai CEO Darwin Transportasi.


Sementara Linda, wanita itu resign dari pekerjaannya dan kembali rujuk bersama dengan suaminya.


*


*


"Mas," panggil Briana sembari menggoyangkan tubuh William.


"Heemm." William mengerjapkan matanya.

__ADS_1


"Aku ingin makan sate," ucap Briana.


"Sate?" tanya William setelah mendudukkan tubuhmu.


"Iya, aku ingin makan sate," rengek Briana.


"Tapi ini sudah jam 01.00 malam, Sayang. Mana ada pedagang sate malam-malam seperti ini masih buka," ucap William.


"Ya tidak tahu, kamu saja belum mencarinya," ucap Briana.


"Tidak usah dicari karena sudah jelas tidak ada pedagang sate yang buka di jam segini," ucap William.


"Tapi aku mau sate," rengek Briana.


"Satenya kita bikin sendiri saja ya," bujuk William.


"Tapi kamu yang bikin," ucap Briana.


"Iya, nanti aku yang bikin."


"Yeay! Akhirnya aku akan makan sate juga," ucap Briana senang.


William tersenyum sembari mengajak-ngacak rambut Briana. Tidak sulit untuk membahagiakan Briana, cukup membuatkan makanan yang diinginkannya, wanita itu sudah bahagia.


Tapi tidak lama kemudian William mengernyitkan keningnya baru sadar bila Briana ngidam makanan bukan hal-hal aneh yang harus ia lakukan.

__ADS_1


__ADS_2