Dinikahi Supir Sendiri

Dinikahi Supir Sendiri
BAB. 59 Pembinor


__ADS_3

"Iya Pak ada apa?" tanya Linda yang kini sudah duduk bersebrangan dengan Reyhan.


Kepala Linda tertunduk dengan kedua tangannya mulai dingin. Linda yakin Reyhan memintanya datang ke ruangan itu pasti akan membahas Brian.


"Saya hanya ingin memastikan isu yang beredar di perusahaan bila kamu dan Brian memiliki hubungan," ucap Reyhan.


Glek.


Susah payah Linda menelan saliva. Seperti dugaannya bila Reyhan memanggilnya untuk membahas Brian.


"Iya Pak, isu itu memang benar. Saya dan Tuan Brian memang memiliki hubungan," ucap Linda.


"Sejak kapan?" tanya Reyhan.


"Sejak setahun terakhir ini Pak," jawab Linda.


"Lalu bagaimana dengan suamimu? Bukannya kalian belum bercerai?" tanya Reyhan menatap Linda menuntut jawaban dari wanita itu.


Ya, memang benar Linda dan suaminya hingga kini masih belum bercerai. Linda masih ragu untuk menuntut cerai suaminya karena anak laki-lakinya sangat akrab dengan ayahnya.


Linda takut karena perceraiannya itu justru akan menghambat tumbuh kembang putranya sehingga kini ia belum bisa mengambil keputusan.


"Saya sangat menyayangkan sekali, Brian menjalin hubungan dengan istri orang. Bila kamu memang mencintai Brian, jangan lagi membuatnya seolah Brian ialah pembinor," ucap Reyhan membuat Linda semakin menunduk.


"Maaf, Pak, tidak seharusnya saya menjalin hubungan dengan Tuan Brian," ucap Linda.

__ADS_1


"Saya tidak menyalahkanmu dan juga tidak melarang kalian menjalin hubungan. Tapi alangkah lebih baiknya kamu memutuskan terlebih dahulu siapa yang akan kamu perjuangkan. Rumah tanggamu atau hubunganmu dengan Brian," ucap Reyhan.


"Iya Pak. Maafkan saya sekali lagi, saya akan segera memutuskannya," ucap Linda.


"Ya, saya maafkan. Sekarang kamu boleh pergi," ucap Reyhan.


Linda menganggukkan kepala, kemudian pamit keluar dari ruangan itu.


Sembari melangkah, Linda terus mengingat apa yang Reyhan katakan padanya. Sumber kesalahan dari masalah yang sedang ia hadapi ialah dirinya sendiri yang tidak bisa mengambil keputusan.


Dugh!


"Aww!" Linda menabrak seseorang dihadapannya.


"Kalau lagi jalan jangan sambil nunduk sayang," ucapnya.


"Brian, sedang apa kamu di sini?" tanya Linda.


Ya, seseorang yang Linda tabrak itu ialah Brian kekasihnya sendiri.


"Tentu saja ingin ketemu dengan Daddy," jawab Brian.


"Kamu sendiri apa baru saja keluar dari ruangan Daddy?" tanyanya kemudian.


Linda menganggukkan kepala. "Tadi aku baru saja bertemu dengan Daddy kamu," ucapnya.

__ADS_1


"Apa yang Daddy katakan padamu?" tanya Brian.


"Kita bicaranya nanti saja ya saat makan siang. Aku masih harus kerja," ucap Linda.


"Baiklah, kalau begitu kita makan siang bersama di restoran depan saja," ucap Brian setuju yang diangguki Linda setuju juga.


Setelahnya Linda kembali bekerja, sementara Brian segera masuk ke ruangan Reyhan.


"Apa Linda baru saja dari ruangan ini?" tanya Brian pada Reyhan.


Reyhan menjawabnya dengan anggukan kepala.


"Apa yang Daddy katakan padanya?" tanya Brian penasaran pasalnya ia melihat sendiri setelah Linda keluar dari ruangan Reyhan wanita itu berjalan sembari melamun.


"Tidak banyak," jawab Reyhan santai.


"Ya apa Dad. Aku ingin tahu apa saja yang Daddy katakan padanya," ucap Brian.


"Penasaran sekali," ucap Reyhan menunda memberitahu.


"Ya jelas aja aku penasaran, Dad. Aku takut Daddy salah bicara dan justru membuat Linda mengakhiri hubungannya denganku," ucap Brian.


"Ck! Pikiranmu buruk sekali Brian," ucap Reyhan.


"Makanya itu cepat katakan," pinta Brian.

__ADS_1


"Baiklah Daddy akan mengatakannya. Daddy hanya minta pada Linda jangan lagi membuatmu seolah menjadi pembinor," ucapnya membuat Brian terbelalak.


__ADS_2