
"Daddy bicara seperti itu?" tanya Brian dan Reyhan menganggukkan kepalanya.
"Aku bukan pembinor Daddy. Aku menjalin hubungan dengannya itu disaat dia dan suaminya sudah berpisah_" ucap Brian terpotong karena Reyhan bicara lebih dulu.
"Tapi belum bercerai. Itu kan yang ingin kamu katakan," ucap Reyhan.
"Iya Dad," ucap Brian.
"Brian, Daddy tidak melarang kamu menjalin hubungan dengan Linda tapi kalau dia single. Tapi Linda ini statusnya masih istri orang. Dia belum resmi bercerai dengan suaminya dan Daddy rasa dia tidak akan bercerai," ucap Reyhan.
"Dari mana Daddy tahu kalau Linda tidak akan bercerai dengan suaminya?" tanya Brian.
"Daddy bisa melihat ada keraguan pada diri Linda saat membicarakanmu. Ia ragu untuk bercerai dengan suaminya karena ada banyak hal yang harus dia pertimbangkan. Jadi Daddy minta apapun keputusan Linda kamu harus bisa menerimanya," ucap Reyhan.
"Tidak bisa Dad, aku sudah terlanjur mencintainya. Aku akan memperjuangkan cintaku padanya," ucap Brian.
"Itu kalau Linda menginginkanmu. Kalau dia tidak menginginkanmu dan memilih untuk mempertahankan rumah tangganya, kamu tidak bisa memaksanya," ucap Reyhan.
Brian terdiam meresapi semua perkataan ayahnya. Apa yang Reyhan katakan memang benar ia tidak boleh memaksa bila Linda memilih mempertahankan rumah tangganya dan tentu saja itu akan membuatnya sakit hati.
__ADS_1
"Apa itu artinya mulai sekarang aku harus belajar melupakannya?" tanya Brian.
Reyhan menganggukkan kepala. "Sebaiknya begitu," ucapnya.
"Baiklah mulai sekarang aku akan belajar melupakannya agar saat Linda benar-benar memilih rumah tangganya maka aku tidak terlalu sakit hati," ucapnya.
"Siipp, itu baru anak Daddy." Reyhan mengacungkan jempol tangannya.
"Apa hanya itu yang ingin kamu bicarakan sampai datang kesinii?" tanya Reyhan.
"Tidak. Sebetulnya aku ke sini ingin membahas perusahaanku," jawab Brian.
"Aku berencana membuat cabang Darwin Transportasi di kota Surabaya dan juga kota Bandung," ucap Brian memberitahu.
"Daddy sih mendukung saja, karena yang Daddy lihat kamu mampu melakukannya. Nyatanya hanya dalam waktu 6 bulan perusahaanmu sudah berkembang pesat. Silahkan kepakan sayapmu hingga mancanegara. Daddy akan selalu mendukungmu baik itu dukungan materi maupun dukungan emosional," ucap Reyhan.
"Baik Dad, kalau begitu aku akan segera mengurus surat izin usahanya," ucap Brian.
Pembicaraan mereka cukup sampai di sana karena waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang dan Brian memiliki janji makan siang dengan Linda.
__ADS_1
Brian mendatangi Linda untuk pergi bersama ke restorant sebrang kantor, namun tiba di sana pria itu tidak menemukan Linda berada disana.
"Apa kamu sedang mencari Linda?" tanya Briana yang baru saja keluar dari ruangannya.
Brian menoleh menatap pada adik kembarnya kemudian mengangguk. "Kemana dia?" tanyanya.
"Linda izin pulang lebih dulu karena anaknya sakit dan dilarikan ke rumah sakit," ucap Briana.
"Benarkah? Kalau begitu aku akan menyusulnya," ucap Brian.
"Ya, susul saja bila kamu ingin bertemu dengannya," ucap Briana dan Brian hanya menganggukkan kepala kemudian pergi dari sana.
Tiba di rumah sakit Brian langsung menuju ruang rawat anak Linda setelah tadi menanyakan dimana ruangannya berada.
Brian berdiri mematung diambang pintu yang setengah terbuka. Hatinya terasa sakit melihat pemandangan di depannya.
Anak Linda terbaring dibranker sementara Linda duduk di tepi branker sebelah kanan dan sebelah kirinya ada suami Linda yang juga duduk di tepi branker.
"Mamah sama Papah kapan tinggal bersama lagi, aku kangen kalian. Aku kangen makan bersama kalian, aku juga kangen tidur bersama kalian."
__ADS_1