Dinikahi Supir Sendiri

Dinikahi Supir Sendiri
BAB. 55 Membesuk Sabrina


__ADS_3

Tidak lagi menunggu besok, William dan Briana pergi ke Jepang setelah sarapan. Meski hati Briana merasa takut akan Sabrina mengganggu rumah tangganya tapi ia yakin suaminya tidak akan berpaling darinya.


Tiba di Jepang Briana dan William langsung menuju rumah sakit. Dan saat tiba di sana Briana mendapat tatapan tidak suka dari kedua orang tua Sabrina.


Briana merasakannya namun ia berusaha mengabaikannya, karena niatnya datang kemari bukan untuk mencari masalah namun untuk membesuk Sabrina, masa lalu suaminya.


"Bagaimana kondisi Sabrina sekarang, Tante?" tanya William.


"Sabrina masih diperiksa dokter Kei," jawab Vania.


"Dia siapa?" tanya Hikaru pada William namun pandangan ke arah Briana.


Meski Hikaru tahu bila William sudah menikah dan menduga bila wanita yang bersama William ialah istri pria itu namun Hikaru ingin memastikannya.


"Ini Briana, istriku." William merangkul Briana membuat tubuh mereka semakin menempel.


"Ck! Bisa-bisanya kamu menikah dengan wanita lain padahal Sabrina sedang koma di rumah sakit," ucap Hikaru.


"Maaf, Om, Tante, aku tidak terima kalian menyalahkanku. Andai saja kalian tidak menyembunyikan keberadaan dan kondisi Sabrina padaku aku juga tidak akan menikah dengan wanita lain," ucap William.


"Bulshitt! Meski kami tidak menyembunyikan Sabrina darimu, itu tidak menjamin kamu akan menikah dengan wanita lain," ucap Hikaru.


"Asal Om dan Tante tahu, semenjak kecelakaan itu dan kalian menjebloskanku ke penjara aku selalu menanti kehadiran Sabrina membesuku di penjara. Tapi nyatanya hingga aku bebas dari hukuman Sabrina sama sekali tidak membesukku. Aku mencari Sabrina ke mana-mana namun aku tidak menemukannya. Aku kehilangannya, hidupku terasa hampa tanpanya. Setiap hari aku selalu menyibukkan diri dengan pekerjaanku agar aku tidak terus teringat pada Sabrina yang hilang seperti tertelan bumi. Tidak sampai di situ saja, aku bahkan menolak semua perjodohan yang sudah diatur oleh Mamah dan Papah ku. Semua itu aku lakukan karena aku berharap suatu saat nanti Sabrina datang padaku," ucap William.


Hikaru tersenyum miring.


"Meski kamu mengatakan semua itu, tapi pada kenyataannya kamu menikah dengan wanita lain," ucapnya.


"Ya, aku tidak memungkiri bila aku sudah menikah dengan wanita lain dan mengingkari janji yang pernah aku ucapkan pada Sabrina. Aku tidak mengelaknya. Aku hanya berharap Sabrina yang sudah sadar dari komanya bisa menerima kenyataan ini," ucap William.


Hikaru dan Vania saling pandang, mereka tidak yakin Sabrina akan menerima kenyataan bila pria yang dicintainya sudah menikah dengan wanita lain.


Mereka khawatir bila Sabrina mengetahuinya maka kondisi wanita itu akan kembali drop.


"Jangan coba-coba memberitahu Sabrina bila kamu sudah menikah saya tidak mau kondisinya kembali drop." Hikaru menarik kerah baju William.


"Om tidak usah khawatir, aku akan memberitahu Sabrina pelan-pelan," ucap William.

__ADS_1


Hikaru hendak berkata lagi tapi pintu ruang ICU terbuka dan keluarlah dokter Kei bersama dua orang perawat dari dalam sana.


Pria setengah baya itu melepas kerah baju William dan menghampiri Kei bersama Vania.


"Bagaimana kondisi anak saya, dok?" tanya Hikaru.


Kei tidak langsung menjawab, ia justru menatap kearah William yang merangkul seorang wanita.


Hikaru dan Vania mengikuti arah pandang Kei, membuat kedua orang tua Sabrina memanggil William untuk mendekat.


"Anda_" pertanyaan Kei terpotong karena Vania lebih dulu berucap.


"Dia Kekasih Sabrina," ucap Vania.


"Lalu wanita_" lagi-lagi pertanyaan Kei terpotong karena Vania lebih dulu berucap.


"Dia bukan siapa-siapa," ucap Vania sontak saja membuat William tidak terima.


"Dia ini istriku," ucapnya.


Sementara Briana yang sejak tadi menjadi perdebatan hanya diam dan ikut mendengarkan Kei yang sedang menjelaskan.


"Secara keseluruhan kondisi Sabrina baik, semua alat medis juga sudah kami lepas dan hanya menyisakan infus saja. Hanya saja saya sarankan kalian jangan berdebat seperti tadi di depan Sabrina. Bila ada sesuatu hal penting yang ingin disampaikan padanya, sampaikanlah secara pelan-pelan dan jangan membuatnya terkejut," ucap Kei.


"Bagaimana dengan ingatannya, dok. Apa dia tidak amnesia?" tanya Vania.


Terus terang saja wanita setengah baya itu ingin Sabrina hilang ingatan agar tidak mengingat William dan janin yang pernah dikandungnya.


Vania tidak ingin Sabrina terpuruk, lebih baik tidak ingat apa-apa dibandingkan ingat namun harus merasakan sakit.


"Ingatan Sabrina baik-baik saja, dia tidak mengalami amnesia. Dan dia juga sudah beberapa kali menanyakan kekasihnya," ucap Kei menatap pada William.


Briana melonggarkan tanganya yang saling menggenggam dengan tangan William. Sudah ia duga Sabrina pasti akan menanyakan suaminya.


"Tenanglah dan percayalah aku tidak akan berpaling darimu," bisik William dan hanya dijawab anggukan kepala oleh Briana.


"Apa kami boleh membesuknya?" tanya Hikaru.

__ADS_1


"Tentu saja, tapi tunggu sabrina dipindahkan ke ruang rawat dulu baru kalian boleh membesuknya," jawab Kei.


Hikaru dan Vania mengangguk. Dan tidak lama kemudian pintu ruang ICU terbuka lagi oleh dua orang perawat yang mendorong branker Sabrina memindahkan wanita itu keruang rawat VIP.


Sabrina yang dipindahkan dalam keadaan sadar terus menatap kearah William dan Briana yang berjalan mengikuti brankernya dengan saling mengenggam tangan.


Ingin Sabrina berbicara, namun ia urung. Nanti saja setelah sampai di ruang rawat, pikirnya.


Tiba di ruang rawat, semua orang yang ingin membesuk Sabrina turut masuk keruangan tersebut.


"Willy," panggil Sabrina menatap William.


William yang dipanggil Sabrina segera mendekat namun tidak melepaskan tangannya yang menggenggam Briana.


"Apa kabar Sab?" tanya William menatap datar kearah mantan kekasihnya.


Sabrina menatap balik William namun ia tersenyum getir melihat dimata pria itu tidak ada lagi cinta untuknya.


"Baik," jawab Sabrina.


"Aku turut senang mendengar kabar kamu sudah sadar. Maafkan aku yang telah membuatmu koma selama lebih dari 5 tahun," ucap William.


"Apa kamu tahu aku keguguran?" tanya Sabrina dan William mengangguk.


Tadi sewaktu Sabrina diperiksa oleh dokter Kei ia teringat pada janin yang ada di dalam kandungannya, namun dokter Kei mengatakan bila ia mengalami keguguran.


Betapa hancurnya hati Sabrina mendengar kabar itu tapi ia berusaha mengiklaskannya dan percaya bila semua itu sudah takdirnya, termasuk dengan pria yang ia cintai terus menggandeng wanita lain.


Sabrina bisa merasakan William sangat mencintai wanita itu, dan ia bisa menduga bila William dan Briana memiliki hubungan yang sangat serius.


"Apa dia istrimu?" pertanyaan Sabrina itu sontak saja membuat semua orang didalam ruangan itu terheran padanya berlebih lagi Briana dan William.


Mereka pikir Sabrina akan menanyakan janji William akan menikahinya, namun ternyata tidak. Sabrina justru bisa menebak bila Briana itu istri William.


"Iya, ini istriku. Namanya Briana," ucap William memperjelas.


"Selamat atas pernikahanmu, istrimu sangat cantik," ucap Sabrina dan lagi-lagi membuat William terheran.

__ADS_1


__ADS_2