Dinikahi Supir Sendiri

Dinikahi Supir Sendiri
BAB. 64 Ke Rumah Sakit


__ADS_3

"Akkhh! Mass perutku sakit." Briana memegang perut besarnya.


Rasa sakit itu tiba-tiba Briana rasakan padahal usia kandungannya baru saja memasuki bulan ke-9. Tidak mungkinkan ia mau melahirkan.


William yang berada di dalam kamar mandi buru-buru menghampiri Briana yang sudah meringis kesakitan.


"Kenapa sayang?" tanya William panik terlebih lagi melihat wajah Briana yang sudah pucat.


"Perutku sakit, Mas," ucap Briana sembari meringis.


"Apa kamu mau melahirkan?" tanya William, kemudian menggendong istrinya.


"Tidak tahu, Mas, tapi usia kandunganku belum genap 9 bulan," jawab Briana.


"Kita ke rumah sakit sekarang," ucap William kemudian melangkahkan kakinya keluar dari ksmar sembari menggendong Briana.


Tubuh Briana sangat berat faktor kehamilan 3 janin yang ia kandung namun William masih sanggup untuk menggendongnya.

__ADS_1


Dengan hati-hati William melangkahkan kakinya menuju mobil yang sudah terparkir di depan rumah. Tadinya William akan berangkat bekerja namun ia urungkan karena tiba-tiba Briana sakit perut.


"Nyonya Briana kenapa, Tuan?" tanya Minah pelayan di rumah itu.


"Perutnya sakit. Bibi tolong hubungi Mamah dan Papahku ya kalau Briana aku bawa ke rumah sakit," ucap William tanpa menghentikan langkah kakinya.


"Baik Tuan, saya akan menghubungi orang tua Tuan," ucap pelayan itu yang tadi mengikuti William.


William menganggukkan kepala kemudian memasukkan Briana ke dalam mobil.


"Tahan sebentar Sayang, aku akan membawamu ke rumah sakit," ucap William.


William memfokuskan pandangannya pada jalanan yang ia lalui namun sesekali ia mengusap perut Briana berharap usapannya itu bisa mengurangi rasa sakit yang tengah wanita itu rasakan.


Waktu yang biasa terasa cepat, kini berubah terasa lambat. Entah berapa lama waktu yang mereka tempuh, akhirnya keduanya tiba di rumah sakit.


Briana langsung di masukan keruang IGD dan mendapat pemeriksaan dari dokter kandungan disana. Perasaan khawatir yang sejak tadi William rasakan akhirnya berakhir saat mendengar dokter menjelaskan kondisi Briana.

__ADS_1


"Pasien tidak apa-apa, hanya mengalami kontraksi palsu, dan itu akan sering terjadi seiring semakin dekatnya waktu kelahiran janin anda. Saya sarankan Nyonya Briana dirawat di rumah sakit dan setelah usia kandungannya genap 36 minggu kita akan melakukan operasi sesar terhadapnya," jelas dokter Anne.


"Lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya, Dok," ucap William.


"Baik, Pak. Kalau begitu saya permisi," ucap dokter Anne dan William hanya menganggukkan kepala.


Briana didorong oleh dua orang perawat menuju ruang rawat terbaik di rumah sakit itu. Ia akan dirawat disana selama kurang lebih satu minggu kedepan hingga proses persalinan cesarnya selesai dilaksanankan.


Briana masih memejamkan matanya terlelap karena pengaruh obat bius yang perawat suntikan padanya. Wajahnya terlihat sangat tenang, tidak seperti saat tadi menahan sakit diperutnya.


William jadi merasa bersalah pada Briana karena mengandung anaknya wanita itu jadi merasa kesakitan.


Cup.


William mengecup kening Briana.


"Maaf ya sayang karena kamu hamil anakku kamu jadi kesakitan seperti tadi. Karena kamu hamil anakku setiap malam kamu juga kesulitan tidur. Aku janji setelah anak kita lahir, aku akan membantumu merawatnya. Kita akan merawat anak kita sama-sama," ucap William kemudian mengecup lagi kening Briana.

__ADS_1


Tidak lama kemudian pintu ruangan tersebut dibuka oleh Irene dan Larissa. Kedua wanita setengah baya itu sangat mengkhawatirkan kondisi Briana sehingga langsung datang ke rumah sakit setelah mendapat kabar bila Briana dilarikan ke rumah sakit.


__ADS_2