Dinikahi Supir Sendiri

Dinikahi Supir Sendiri
BAB. 58 Titip Nama


__ADS_3

"Sampai sini aja Mas," ucap Briana pada William yang mengantarnya kekantor.


"Tidak, Sayang. Aku ingin memastikan kamu sampai di ruanganmu dengan selamat," ucap William kemudian membantu Briana turun dari mobil.


"Tidak apa-apa Mas aku bisa ke ruanganku sendiri, kamu juga harus berangkat kerja nanti terlalu kesiangan," ucap Briana meyakinkan William.


William melihat jam tangan yang ia kenakan. Saat ini sudah pukul 10.30. Dan ia sama sekali belum datang ke kantor.


"Ya sudah kalau begitu kamu masuk kedalam hati-hati," ucap William.


"Iya Mas, kamu juga hati-hati di jalan," ucap Briana.


William mengangguk seraya tersenyum dan mengecup sekilas bibir istrinya.


Briana melambaikan tangan pada William yang berangkat bekerja. Jarak dari rumah William ke kantor Briana sebenarnya melewati kantor Will Transport namun ia memilih mengantarkan Briana terlebih dahulu baru setelahnya ia datang kekantor.


Setelah memastikan suaminya berangkat bekerja, Briana segera masuk ke dalam kantor yang terlihat sangat sepi karena jam bekerja sedang berlangsung.


"Baru datang Bri?" tanya Reyhan membuat Briana terjengkit.


"Iihh Daddy mengagetkanku saja," ucap Briana kemudian berjalan mendekati Reyhan yang duduk di sofa yang ada di ruangan kerjanya.


"Iya Dad, tadi aku kesiangan," jawab Briana lalu menduduki sofa disebelah Reyhan.

__ADS_1


Reyhan menganggukan kepala. Ia tidak masalah Briana datang kesiangan karena ia tahu putrinya itu sedang hamil dan tidak seharusnya masih bekerja.


"Ada apa Daddy menungguku disini?" tanya Briana.


"Tidak apa-apa, Daddy hanya ingin melihatmu. Seminggu ini kamu tidak main kerumah jadi Daddy merindukan anak Daddy yang cantik ini," ucap Reyhan.


"Ahh, Daddy bisa aja," ucap Briana bergelayut manja.


"Kenapa kamu tidak main kerumah?" tanya Reyhan.


"Emm, itu. Seminggu kemarin aku dan Mas William sibuk mempersiapkan nama untuk anak kami," ucap Briana.


"Oh iya, anakmu kembar tiga ya?" tanya Reyhan memastikan.


"Waahh, ketiganya jagoan dong," ucap Reyhan senang. Pria setengah baya itu bahkan mengelus perut Briana yang besar, bahagia sekali akan mendapatkan cucu kembar tiga.


"Apa boleh Daddy yang memberi nama untuk anakmu?" tanya Reyhan.


"Emm, boleh saja. Tapi hanya satu," ucap Briana.


"Hanya satu?" tanya Reyhan.


"Iya Dad, yang dua aku dan Mas Liam yang akan memberi nama," jawab Briana.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu Daddy titip berinama salah satu anakmu dengan nama Arkha," ucap Reyhan.


"Arkha? Itukan sudah nama anaknya tante Alena Dad," ucap Briana.


"Itu Arkana, Bri, bukan Arkha. Lagi pula panggilannya juga Kana," ucap Reyhan.


"Isshh, itu kan hampir sama. Memangnya tidak ada yang lain lagi?" tanya Briana.


"Tidak ada, Daddy hanya ingin nama itu saja," jawab Reyhan.


"Ya sudah deh, tidak apa-apa. Nanti aku akan memberitahu Mas Liam bila Daddy sudah memberi nama salah satu anak kami," ucap Briana.


Reyhan tersenyum lalu mengusap puncak kepala Briana.


"Kalau begitu Daddy kembali ke ruangan Daddy ya," ucap Reyhan dan Briana menganggukkan kepala.


Reyhan kemudian bangkit dari duduknya dan segera keluar, namun langkah kakinya terhenti saat ia melewati Linda yang sedang berdiri membungkuk padanya.


Reyhan teringatan pada Brian yang diisukan memiliki hubungan dengan Linda.


"Linda, ikut ke ruangan saya," titah Reyhan.


Linda menelan salivanya. "Baik Pak," ucapnya kemudian.

__ADS_1


Reyhan berjalan lebih dulu baru setelahnya Linda mengikuti pria setengah baya itu dari belakang dengan perasaan yang campur aduk.


__ADS_2