Duda Halu Versus Janda Pengkolan

Duda Halu Versus Janda Pengkolan
Side Job


__ADS_3

Semenjak kejadian mentraktir sepupu Lintang malam itu. Galaksi semakin yakin dan pantang mundur untuk mendapatkan wanita pujaannyq. Walau ia belum tahu perasaan Lintang seperti apa kepadanya karena Lintang tidak pernah memperlihatkan kan mengutarakan.


Lintang bekerja sebagai manajer restaurant. Tidak lagi di pembukuan karema om Kim lebih melihat Lintang cocok dalam menyambut tamu dan mengatur karyawan yang bekerja. Walau Lintang ngotot kalau mau membantu apa saja. Ia tidak bisa diam memang, jadi om nya pun menyetujui.


"Lintang, sini sebentar" panggil om Kim.


"Ne samchon" (ya paman) jawab Lintang dengan bahasa korea yang malah direspon kekehan dari om nya yang asli orang korea tapi sudah menjadi WNI itu.


"Lintang, i need your help"


"Ne" jawab Lintang sambil terkekeh juga.


"Gini tang, besok itu katanya ada yang mau booking untuk dua puluh orang dari perusahaan apa gitu ya om lupa. Tolong konfirmasi ke sekretarisnya. Namanya jingga, ini nomor kontaknya. Buat mastiin aja jadi kita juga bisa siap-siap. Mereka udah DP kemarin, karena minta paket grill all you can eat. Tolong siapin sebaik mungkin ya"


"Beres om Mim, araseo pokoknya" ucap Lintang yang diakhiri senyuman dan belaian lembut dari omnya itu.


"Kapan-kapan ikut om sama tante ke korea mau?"


"Mau om. Banget malah. Kapan!" Tanya Lintang girang.


"Nanti. Sekalian hadiah bulan madu kamu sama Galaksi" lalu om Kim berjalan mengambil kunci mobil di ruangannya sambil tertawa.


"Annyeong Lintang, gomawo" ucap om Kim lagi.


"Dasar, korea abal-abal, korea jawa!" Ucap Lintang kesal. Berita ia dan Galaksi sudah menyebar ke keluarga besar. Sambung menyambung menjadi satu, siap-siap sebentar lagi sampai ke eyangnya.


***


"Halo, Lin" suara Galaksi terdengar di ujung telfon.


"Hm. Apa" jawab Lintang ketus.


"Judes amat, lagi sibuk nggak?" Tanya Galaksi lagi.


"Lumayan. Kenapa Lak?" Lintang sibuk membaca laporan kunjungan tamu ke resto.


"Lo libur tiap hari apa?"


"Sabtu sama minggu,"


"Ok. Berarti bisa"


"Eh, apaan Lak?"


"Gue mau nawarin kerjaan lain buat lo, bantuin gue buat urus Bre, sabtu minggu aja kok Lin"


Lintang menghela nafas.


"Modus" ucap Lintang. Terdengar suara Galaksi tertawa.


"Kau tau mauku Lintang ku"


"Au amat" jawab Lintang.

__ADS_1


"Bisa kan?"


"Berapa gaji gue"


"Beneran mau tau?"


"Iya lah. Harus ada cuannya"


"Tenang Lin, nggak usah khawatir. Gajinya, kebutuhan hidup lo ditanggung dan terjamin seumur hidup sama papahnya Breyana. Asik kan"


Kedua mata Lintang melotot.


"Apa si lak. Galak aneh"


"Tapi sayang kan?" Ledek Galaksi


"Jangan kepedean deh"


"Pede lah. Harus pede buat dapetin orang yang kita sayang Lin"


"Serius gue. Berapa gaji gue"


"Mau nya berapa Lin?"


Lintang diam. Ia sebenarnya tidak tahu berapa nominalnya, apalagi ini soal Bre, ia sebenarnya ikhlas-ikhlas aja jalaninnya.


Tapi berhubung papahnya Bre gila dan pedenya kebangetan buat ngejar-ngejar Lintang, jadilah ia masang tarif.


"Gue samain sama gaji di resto deh"


"Seperempatnya aja deh, ganti ongkos ojolnya aja"


"Gue anter jemput kok Lin, jangan ojol-ojolan, nggak suka gue"


"Kok gitu"


"Deal. Udah. Titik. No debat. Mulai sabtu besok ya. Sekarang kan jumat, besok pagi-pagi banget gue sama Bre kerumah ya"


"Hmm"


"Hmm apa Lin?"


"Iya Lak"


"Iya apa Lin?"


"Iya udah mau"


"Beneran mau! Oke Lintang. Nanti malem gue ngelamar lo ke bapak ibu ya!"


Lintang diam. Ia bengong.


"GALAK! mau side job itu maksudnya!"

__ADS_1


"Nggak mau nikah sekalian. Siap kok gue, asli Lin, nggak nolak gue"


"Galakkkkkk udah dong"


"Udah? Di apa-apain aja belom kok bilang udah aja, Lintang mau yaaaa"


Napas Lintang sudah naik turun karena kesal dan senewen sendiri. Ia berjalan ke luar resto menuju ke samping tempat parkir motor karyawan.


"Galak! Udah deh. Kalo lo disini gue bejek-bejek lo lakkkkk" teriak Liintang emosi.


"Gue disini Lin" suara Galaksi terdengar jelas. Lintang menoleh kebelakang. Galaksi sudah berdiri dengan senyuman yang menurut Galaksi senyuman paling tampan dan mempesona hanya untuk Lintang seorang.


"Sayang kuuuuu" galaksi mengacak-ngacak rambut Lintang.


"Galaaaakkkk udah si.. ih,berantakan rambut gue sompreeeddd" Lintang menendang tulang kering Galaksi. Galaksi kesakitan.


"Sakit Liiinnnn..duhhhh" Galaksi berjongkok dan mengusap tulang keringnya. Sepatu hak tinggi Lintang memang senjata ampuh untuk menendang.


Lintang diam. Masih berdiri menatap Galaksi yang kesakitan sambil berjongkok.


Ia lalu ikut berjongkok.


"Sorry lak, maaf, nggak sengaja, elo si, mancing-mancing gue, kesel kan" Lintang ikut mengusap tulang kering Galaksi.


"Nggak apa-apa Lin, selama yang nyakitin gue itu elo, gue bisa sembuh kok, nih udah nggak sakit" Galaksi tersenyum. Lintang diam.


"Ganteng ya Lin gue, lo liatinnya sampe kaya gini amat" Galaksi bangun perlahan.


"Sumpah ya lak elo tuh bener-bener tingkat ke pd-annya nggak bisa di turunin dikit gitu. Gue nggak ngerti lagi"


"Nggak usah ngerti. Nikmatin aja. Lo nggak mau kan kehilangan gue lagi. Sepi kan hidup lo kalo nggak ada gue yang gangguin,ngaku hayo ngaku" Galaksi mencolek-colek pipi Lintang.


Lintang menepisnya pelan.


"Udah balik sana ke kantor. Masih jam segini udah ngetem aja disini"


"Gue ada urusan di deket sini jadi mampir. Mau ketemu calon istri dulu, kangen" bisik Galaksi. Lintang mencubit pinggang g


Galaksi. Pria itu meringis tapi lalu nyengir.


"Gue mau kerja lagi. Balik sana"


"Ok Lintang ku. Nanti sore kakanda jemput ya adinda. Semangat kerjanya. Saranghae"


Lintang mendorong-dorong tubuh Galaksi hingga berjalan ke mobilnya. Galaksi terkekeh lalu berbalik badan secara tiba-tiba.


"Sayang Lintang. Bangetttt" Galaksi mencium pipi Lintang cepat. Lalu masuk kedalam mobil.


"Galaksiiiiiiii" teriak Lintang kencang. Galaksi menekan klakson dan meninggalkan resto.


Lintang menghentak-hentakan kaki kesal. Lalu ia diam mengatur nafasnya.


"Orang gila" ucapnya lirih lalu terkekeh sendiri.

__ADS_1


bersambung,


...Sosor terosss lak,...


__ADS_2