
Galaksi mendadak memberi kabar kalau ia beradabdi Bogor sampai hari Sabtu siang, Lintang tidak khawatir karena ada Edo yang menjadi mata elangnya. Galaksi juga begitu memegang teguh janjinya kepada calon istri tercintanya.
Bre dan Lintang berjalan di salah satu mall, janjian bertemu pasangan yang baru jadian - Adjie & Vanka - satu tangan Bre menggandeng Lintang, satu tangan Lintang mendorong baby stroller yang ia bawa. Semalam sebelumnya supir keluarga Galaksi mengantar baby stroller ke rumah Lintang.
"Ma," panggil Bre.
"Apa sayang, Bre udah capek jalan?" tanya Lintang. Bre mengangkat tangannya ke atas. Lintang menggendong Bre dan ia letakan ke baby stroller. "Maem dulu yuk sama Mama, Om Adjie sama Tante Vanka juga udah nungguin." Lintang mencolek-colek hidung Bre.
Lintang berjalan ke salah satu tempat makan, terlihat Vanka dan Adjie sudah duduk sedang asik terkekeh entah mereka membicarakan apa. Lintang tersenyum menatap dua orang tersebut.
"Woy!" sapa Lintang. Adjie beranjak dan memeluk serta menciumi wajah Lintang dengan gemas.
"Ini orang ya ampun ... Adjieee!" Lintang mendorong wajah Adjie dari wajahnya. Adjie tertawa dan berganti menyapa Bre. Vanka tersenyum melihat kedekatan Lintang dan Adjie.
"Adjie bener-bener bikin malu, sorry ya, Vanka cayang..." Lintang memeluk dan mengguncang-guncangkan tubuh Vanka, sedangkan sahabatnya itu membalas memeluk Lintang.
"Kangen Lintang ...," ucap Vanka. Bre minta duduk di dekat Lintang. Adjie mengambil baby chair dan mendudukan Bre di sana.
"So, gue ditraktir dong..., pajak jadian lu olang bedua," ledek Lintang.
"Iya, pesen aja apa yang lo suka," ucap Vanka. Adjie mesam mesem. Dari raut wajahnya, terlihat Adjie seperti baru dapat uang jajan tambahan dari Maminya pasti. Adjie sesekali mengusap lembit kepala Vanka yang bersandar di bahunya, Lintang yang melihatnya ikut senyum-senyum menatap Vanka, sedangkan kepada sepupunya, ia menatap jengah.
"Okey... kita pesen yang mahal, Bre, biar bangkrut Om Adjie, ya." Lintang membolak balik buku menu. Adjie komat kamit menatap Lintang yang senyum-senyum jahil.
***
"Nanti Galaksi jemput ke sini, Tang?" tanya Adjie, Lintang mengangguk.
"Dia sih, katanya udah mau on the way, sama Edo juga." Lintang membersihkan sudut bibir Bre yang sedang memakan makanannya. Adjie manggut-manggut.
"Bre, ini siapa?" tanya Vanka sambil menunjuk ke Lintang, Bre menoleh ke Lintang dengan cepat.
"Ma—ma," jawab Bre sambil melanjutkan makan. Vanka tersenyum. Adjie mengacungkan ibu jari ke arah Breyana.
"Lo kan pingin banget punya anak ya, Tang, sekarang terwujud, Breyana juga udah jadi anak lo, bukan cuma anak Galaksi," ucap Vanka, Lintang mengangguk.
"Sayang banget gue sama Bre, anak Mama ini lucu..., gemeesin, ya Bre ya, tos dulu sama Mama." Bre dan Lintang tampak begitu dekat.
"Tapi lo udah kenal sama Maminya Bre di Perth?"
__ADS_1
"Belom, Van, Galaksi ngelarang gue komunikasi, kata Galaksi nanti aja kalau kita udah nikah." Lintang menikmati makanan di hadapannya.
Selesai makan, mereka pindah ke arena bermain.
Adjie mengajak Bre main kuda-kudaan di wahanan permainan anak. Vanka dan Lintang duduk di tempat duduk yang disediakan.
"Tang,"
"Hm..."
"Be happy, ya, gue bahagia denger lo akhirnya nemuin jodoh yang memang lo tunggu, dan orang itu juga bukan orang yang nggak lo kenal. Galaksi bisa luluhin hati lo yang dingin."
"Cara dia emang beda, Van, Galaksi selalu punya cara biar gue lihat dia, lucu si emang, caranya suka norak, lebay, nyebelin, tapi ya, itu si yang akhirnya justru kena di hati gue."
"Eh cie..., mentang-mentang udah jinak, mujinya dalem banget." Vanka menyenggol-nyenggol bahu Lintang.
"Ya, gue juga udah sayang banget sama Breyana, gue nggak kebayang kalo pisah sama dia, gue takut Maminya ngambil dia, walau emang hak dia karena Ibu kandungnya, tapi asli, Van, gue takut jauh dari Bre."
"Nggak akan. Galaksi pasti bakal tetep jaga hak asuhnya ke dia, lo tenang aja."
"Iya. Eh, Van, lo udah dikenalin ke Maminya Adjie belom?" Lintang menatap Vanka yang justru mencubit lengannya. Lintang meringis sambil mengusap-ngusap bekas cubitan Vanka.
"Nggak, lah, nggak mau gue, gue suntik anti virus dulu sebelum tuh virus error mampir ke gue" bela Lintang sambil terbahak-bahak.
Vanka merangkul bahu Lintang. "Gue doain yang terbaik buat lo berdua, Galaksi itu humble banget, gue diceritain Adjie tentang cewek namanya Mira, emang beneran ada itu?"
Lintang mengangguk. "Dia suka dan jatuh cinta sama Galaksi Van, gue denger sendiri."
"Wah..., bahaya, Tang, calon-calon cewek nekat. Anaknya pasti suka mepet-mepet Galaksi, ya?"
"Enggak, justru kalem. Cuma dia gampang baper sama GR."
"Kadang yang kalem justru lebih mematikan, Tang, lo mesti hati-hati."
"Harus banget memang. Galaksi sih, bilang kalo gue nggak perlu khawatir, dia profesional di kantor. Berusaha baik dan humble karena urusan kerjaan. Dibluar itu, Galaksi bakal cuek banget."
"Aamiin, gue juga paham kalo profesional di kantor. Nah ... yang diomongin dateng, ayang mbeb lo, tuh!" Vanka menunjuk dengan dagunya.
Lintang menoleh dan tersenyum melihat Galaksi berjalan menghampiri.
__ADS_1
"Cewek, lama ya nungguin Babang Galaksi dateng." Bibir Galaksi mendarat di kening Lintang.
Plak!
Lintang memukul lengan Galaksi, walau di depan Vanka, harusnya jangan keluarin kelebayannya, mereka sedang di tempat umum.
"Apa kabar, Van?" Galaksi menjabat tangan Vanka.
"Baik. Calon manten apa kabar?" tanya Vanka balik.
"Baik dan capek, meetingnya edan, demi dapetin serpihan berlian buat Lintang, dicecar habis gue." Galaksi terkekeh.
"Aku nggak pernah minta itu ya,Lak," kedua mata Lintang melotot. Galaksi terkekeh.
"Papa!" suara Bre terdengar. Bre berlari menuju ke Galaksi. Galaksi langsung memeluk dan menciumi putri mungilnya itu.
"How are you princess?" Galaksi masih memeluk Bre yang membalas pelukan Galaksi.
"Good," jawab Bre. Galaksi mengacungkan jempol. Adjie menyapa Galaksi.
Setelah selesai menemani Bre bermain, mereka pulang meninggalkan area mall dan ke tujuan masing-masing.
***
"Bre kita anter ke rumah Mama, ya?"
"Loh, kenapa?" tanya Lintang bingung.
"Kan, kita mau mulai nyicil pindahan."
"Minggu depan aja deh, Lak, sekarang aku capek, kamu juga baru sampe dari Bogor." Galaksi diam sejenak. Benar juga ucapan Lintang.
"Yaudah kalau gitu. sayangku lesu banget ciii ...." Galaksi mencubit-cubit pipi Lintang gemas. Lintang menoleh ke Galaksi dengan pandangan penuh tanya.
Ia tiba teringat petuah abal-abal Vanka yang mengingatkan untuk berhati-hati dengan seseorang yang tenang namun justru mematikan.
"Kamu nggak selingkuh atau coba tebar pesona ke Mira kan, Lak?" tatapan Lintang penuh tanya, sedaangkan Galaksi melongo.
::TBC::
__ADS_1