Duda Halu Versus Janda Pengkolan

Duda Halu Versus Janda Pengkolan
Sang Pemenang


__ADS_3

Percaya tidak percaya, javier harus menerima kenyataan bahwa Lintang seorang janda, janda pengkolan number one. Tak ada yang bisa meremehkan janda yang satu ini, dan Lintang semakin tercengang saat Javier dengan raut kecewa berkata,


"Aku nggak mungkin kenalin kamu ke kedua orang tua aku karena kamu seorang janda Lintang, walau aku suka dan sayang sama kamu, itu akan susah untuk aku perjuangin. Jug--"


Ennnnd Cut!


Lintang mengarahkan tangan ke Javier yang terlihat sedih dan sendu. Raut mukanya seakan ia korban disini. Lintang menepuk jemari tangan pria itu.


"Mau perawan atau janda, kalau emang tulus mencintai dan menyayangi, akan diperjuangkan terus. Terima kasih atas kebaikan kamu ke aku, semoga kita tetap bisa berteman, Jav." Lintang tersenyum. Javier mengangguk. Pria itu menyukai Lintang, namun jika keluarganya tau status Lintang, akan menjadi persoalan lain dan menyulitkan dirinya juga.


"Galaksi menang. Aku kalah telak sama dia. Kalian cocok, terima kasih juga atas kebaikan kamu dan pesona kamu yang bikin aku salah tanggap. Di sini aku yang nggak bisa lanjut, kendala keluarga jadi alasan utama."


Lintang tersenyum. Javier memunduk lesu kemudian ia menatap Lintang tekat setelah cukup lama terdiam.


"Mungkin aku cuma kagum sama kamu, cuma aku yang ke GR-an." Javier tersenyum. Ia beranjak lalu berjalan keluar restoran itu. Di satu sisi, Lintang tersenyum, ia merasa lega karena sejak awal memang tak mau memberi harapan apa pun ke Javier, ia masih berada pada prinsip yang sama. Minggu depan Galaksi datang, ia harus mempersiapkan diri dengan berbagai pertanyaan dan siap dengan jawaban yang aka diberikan Galaksi juga, ini kesempatan terakhirnya untuk melangkah atau mundur.


***


Seminggu kemudian.


Galaksi dengan setelan seperti seorang eksekutif muda, turun dari taksi bandara di dekat toko Lintang. Ia hanya membawa satu tas berisi berkas kerjaannya. Sedangkan pakaian, nanti ia beli mendadak di Yogya saja. Ia juga tidak menginap di hotel, ingin di rumah Lintang saja.


"Gimana, Pak sekuriti?" tanya Galaksi saat pria dengan seragam petugas keamanan toko menghampiri Galaksi.


"Beres, Pak. Bu Lintang juga nggak tau, kok."


"Iya lah, kalo tau bukan kejutan namanya. Kiriman saya udah sampe ke Bapak?" tanya Galaksi sambil menggulung lengan kemeja kerjanya sebatas lengan, melepas dasi dan kancing kemeja paling atas. Sedikit mengacak rambutnya supaya terlihat ia tak terurus. Akting terusss Galaksi memang.


Sekuriti memberikan gitar ke tangan Galaksi. Ia sedikit menyetel kunci, dan melakukan pemanasan sebentar dengan berdeham dan latihan vocal solmisasi. (Kalau bingung gooling aja ya 😁)


"Kalo nanti ada polisi, nggak apa-apa, biarin aja," ucap Galaksi kepada sekurity lagi.


"Tenang, Pak, sekarang kan hari sabtu, hari wisata, pasti agak longgar dikit pengamanannya, Pak Galaksi udah siap?"


"Ya pasti dong, kalah kesatria bergitar, Galaksi memberikan tas kerjanya. Ia lalu berdehem sambil menggoyangkan tubuhnya sebentar supaya relaks lalu jalan ke depan toko yang tidak begitu ramai.


Galaksi menatap ke dalam toko. Terlihat Lintang sedang membantu melayani pembeli. Galaksi mengalungkan tali gitar dan mulai memainkan intro lagu yang akan ia nyanyikan dengan memetik senar gitar.


...Dududuuuu... uuuuuu.. uuuu......


...Hahahaaa.. uuuu...uuu.....


...Everybody needs a little time away,...


...I heard her say,...


...From each other....


...Even lovers need a holiday...


...Far away...


...From each other...

__ADS_1


...Hold me now...


...It's hard for me to say I'm sorry...


...I just want you to stay with me...


...And after all that you've been through...


...I will make it up to you...


...I promise you, baby...


...And after all that's been said and done...


...You're just the part of me I can't let go...


Lintang menoleh. Dari dalam toko ia melihat Galaksi bernyanyi dengan suara yang bagus mirip penyanyi Yogya yang sudah jadi artis hebat, Kunto Adjie. Lintang tidak tahu Galaksi bisa bernyanyi sebagus itu. Ia berjalan keluar toko. Berdiri bersedekap menatap Galaksi.


"Lintang...! Lintang! Galaksi minta maaf atas kesalahan itu, aku nggak mau digantungin kayak jemuran tetangga. Kasih kesempatan aku buat tebus semua ke-stupid-tan aku. Lintang, balikan yok!" Galaksi cengar cengir. Sebagian orang yang lalu lalang berhenti dan melihat ke arah mereka berdua. Lalu, suara tabuhan dari musisi jalanan band pralon terdengar. Galaksi melepaskan gitar dan ia berikan ke sekurity, karena sekarang lagu tadi di koplokan oleh Galaksi.


...Couldn't stand to be kept away...


...(Plak plak plak plak)...


...(Tumanining josssss)...


...Not for a day...


...Galaksi joged-joged ora jelas sambil terus nyanyi...


...Wouldn't wanna be swept away away...


...Far away...


...From the one that I love...


...Musik koplo terdengar mengirigi galaksi bernyanyi...


...Hold me now...


...It's hard for me to say I'm sorry...


...I just want you to know...


...Hold me now...


...I really want to tell you I'm sorry...


...I could never let you go...


...And after all that we've been through...


...(asek asek josssss)...

__ADS_1


...I will make it up to you...


...I promise you...


...(Plak plak plak dungdung cessssss)...


...And after all that's been said and done...


...You're just a part of me I can't let go...


...I can't let go....


...(Its hard for me to say i'm sorry-chicago )...


Suasana depan toko terasa ramai seketika. Mereka menikmati pertunjukan ala-ala dari Galaksi. Edo yang ternyata ada di dalam toko sudah terbahak-bahak sambil merekam dengan ponselnya dan akan ia bagikan ke grup keluarga.


"Galaksi gendenggg!" teriak Lintang sembari tertawa sampai sakit perut, ia berjongkok memegang perutnya. "Bocah edaann!" lanjut Lintang sambil terus tertawa.


Galaksi tersenyum. Ia berjalan ke Lintang. Meraih kedua jemari Lintang sambil menatapnya.


"Sebelum diambil alih Javier itu, aku mau bilang ke kamu, ayo kita perbaikin semua, kita mulai hidup kita yang baru, aku mau kita nikah Lintang." Galaksi menatap lekat ke Lintang. Lintang tersenyum.


"Aku nggak bisa bilang sekarang, Lak, kita perlu ngobrol. Tapi, kamu pemenangnya. Bukan Javier atau siapa pun." Lintang mencolek ujung hidung Galaksi yang mancung. Galaksi mengangguk. Ia melepas genggaman jemari Lintang, lalu...


"Lanjut lurrr...!" dan suara intro lagu kembali terdengar. Galaksi joged-joged sambil mulai bernyanyi.


...Neng ayo neng...


...ayo main pacar-pacaran...


...Daripada pacar beneran...


...pikiran pusing tidak karuan...


...Kumpul kebo...


...(ya cuma kebo-keboan)...


...Neng ayo neng...


...ayo main kawin-kawinan...


...Daripada kawin beneran...


...pikiran pusing tidak karuan...


...Naik ranjang...


...(ya cuma ranjang-ranjangan)...


Lintang dan edo tertawa terbahak-bahak. Galaksi ikut tertawa juga, tatapannya menunjukan rasa bahagia dan kelegaan yang tak terkira. Lintang tersenyum menatap Galaksi yang bertingkah lebay dan gila. Tapi justru hal itu yang membuatnya bwgitu merindukan sosok Galaksi.


bersaambung,

__ADS_1


__ADS_2