Duda Halu Versus Janda Pengkolan

Duda Halu Versus Janda Pengkolan
Terjawab dan memperbaiki nama


__ADS_3

Dastan berjalan dengan gagahnya menghampiri Mira yang sedang duduk sambil menatap tubuh setengah telanjang Dastan yang pinggang kebawah hanya memakai celana pendek santai, karena ia baru selesai mandi.


Ia sengaja mengundang Mira ke apartemen miliknya. Lokasi yang biasa ia pakai untuk bermain dengan para 'wanita' nya dahulu. Mau tidak mau sekarang ia membuka pintu itu kembali.


"Gimana kehamilan kamu, Mir? Apa laki-laki itu belum mau tanggung jawab ke kamu?" Dastan duduk di sebelah Mira sambil mengelus perut buncitnya.


"Belum, kasihan, anak ini lahir tanpa ayah. Dia jahat sama anak sendiri" ucap Mira sendu. Dastan mengangkat dagu Mira dengan jemarinya.


"Kamu butuh apa? Butuh nama ayah untuk akte anak ini nanti? Atau butuh biaya untuk melahirkan nanti?" Dastan menatap kesorot mata Mira. Mira seakan terhipnotis dengan tatapan pria blasteran indonesia persia itu.


"Aku butuh, aku butuh laki-laki yang bertanggung jawab Dastan," suara Mira pelan. Dastan tahu wanita bodoh dihadapannya ini sudah terbuai dengan suara dan sikap dastan seakan-akan menerima Mira.


"Kamu cantik" bisik Dastan. Seringai sinis padahal terlihat dari sudut bibir Dastan yang terangkat.


Mira tertunduk. Dastan mencoba terus memancing ikan kecil yang beranggapan ia ikan besar. Ia tidak tau umpan dan kail pemancing ini mematikan.


"Apa kamu mau jadi ayah anak aku ini Dastan?" Tanya mira penuh hangat, dan *****. Melihat Dastan yang seperti itu, wanita mana yang tidak meleleh.


"Bisa. Tapi aku butuh tahu satu hal, cukup kamu jawab singkat dan jelas." Dastan mau tidak mau melalukan hal menjijikan itu. Ia mengecup singkat bibir Mira. Mira sontak terperanjak dan menatap Dastan dengan sorot mata seakan menginginkan lebih.


"Siapa, nama ayah, anak ini, Mira?" Bisik Dastan ditelinga Mira.


Mira memejamkan kedua matanya. Tangannya bahkan menempel di dada bidang Dastan.


"Dia, nama dia, Fero" jawab Mira yang masih terlena dengan perlakuan Dastan saat ujung hidung mancungnya menempel di telinganya.


"Dan, Fero itu siapa?" Dastan sudah menatap Mira lekat. Wajahnya sangat dekat.


"Dia, mantan pacar aku Dastan, tapi aku nggak mau sama dia,"


"Siapa? coba bilang yang kenceng. Aku mau denger jawaban tegas kamu"


"Dia mantan pacar aku. Tapi aku nggak mau sama dia, pekerjaan dia belum tetap, aku nggak mau anak ini ikut hidup susah kaya aku. Dastan, i want you to be my baby father" Mira memegang wajah Dastan dengan kedua telapak tangannya.


"Jadi, ayah anak ini bukan, Galaksi." Kedua mata Dastan menatap tajam.


"Ga—galaksi? Siapa di-dia" ucap Mira menatap Dastan.


"Kamu nggak kenal Galaksi?" Dastan lalu beranjak. Ia membuka sebuah pintu yang ada di dekat mereka.


"Ini Galaksi kan" ucap Dastan. Ia lalu merenggangkan otot ditubuhnya.


"Hahhhhh pelacur bodoh." Ia menatap Mira sinis. "Tugas gue udah selesai kan. Gue mau balik, wanita gue udah nunggu dirumah. Dan oh, bibir lo Mira. Pahit" ucap Dastan sambil berjalan menuju kekamarnya.


Edo, Galaksi, Adjie, Bram, Aldo, Meta, dan Vanka. Masuk kedalam ruangan itu dengan tatapan marah.


Vanka bahkan berjalan dan menampar wajah Mira dengan entengnya.


"Pelacur!!!" Teriak Vanka sambil menangis. "Lo tega sakitin sahabat gue demi elo yang nggak mau hidup susah dan lo fitnah Galaksi!" Teriak Vanka.


Adjie memeluk Vanka yang menangis. Galaksi duduk dihadapan Mira yang ketakutan.


"Dan, apa yang udah lo lakuin ke gue waktu itu Mira. JAWAB!" Bentak Galaksi. Mira berderai air mata.


"Saya kasih obat perangsang di teh yang bapak minum sebelum pulang" tangis Mira pecah.


Galaksi geram. Ini alasannya ia tidak bisa mengontrol ***** setan didirinya. Karena obat perangsang itu.

__ADS_1


"Lapor polisi aja udah. Biar ni cewek ngerasain hidup lebih susah di penjara. Biar merenung kesalahan dia. Lagi hamil. Nggak inget anak yang diperut. Masih jual diri ke Dastan. Untung aja lo nggak ditembak mati sama dia" ucap Edo sambil bersedekap.


"Udah kan. Gue balik ya, kasih kunci ni apartemen ke security di bawah. Dia yang udah tahu. Ah ya, Galaksi, Lintang ada di Yogya. Susul sana" Dastan keluar apartemen sambil bersiul.


Galaksi tersenyum. Ia menatap Edo dan Adjie.


"Apaan liatin kita berdua?" tanya Adjie. Galaksi senyum-senyum ada maksud tersembunyi.


"Ish. Nanti kita obrolin dimana Lintang. Sekarang, bawa ni cewek ke polisi, kita bikin laporan pencemaran nama baik," ucap Edo. Mira memohon untuk tidak dilaporkan. Tapi Edo dan yang lainnya tidak mau tahu. Mereka juga akan menghubungi Fero untuk menjelaskan semuanya.


"Semoga lo taubat didalam sana, Mira," ucap Meta dingin.


***


 


Negara ini negara hukum, semua tertata di buku kitab hukum pindana dan perdata. Bahkan sekedar untuk menjelekan seseorang saja sudah ada pasal yang mengatur.


Mira selesai diperiksa untuk membuat berita acara pemeriksaan di kepolisian. Igo sangat tidak main-main dengan ucapannya. Melindungi keluarganya dimanapun ia berada selalu menjadi prioritasnya.


Wanita dengan perut besar itu menangis sesenggukan. Hasil akhir pemeriksaan pun sudah didapat. Mira tidak disuruh siapapun. Ia sengaja mencampur obat perangsang itu, dan memfitnah Galaksi kemudian.


"Saya minta maaf pak Galaksi, minta maaf" ucap Mira disela tangisannya.


"Maaf Mira, hukum tetap berlaku. Perbuatan saya juga karena ketidak niatan saya untuk menyetubuhi kamu. Jadi itu bisa termasuk dalam keadaan keterpaksaan. Entah saya salah atau benar secara hukum. Kalaupun saya dihukum karena berzina, saya juga terima jika harus diproses. Tapi saya membela diri. Karena itu TIDAK KARENA NIAT SAYA SENDIRI. ITU KARENA KAMU YANG TARUH OBAT ITU DI MINUMAN SAYA." ucap Galaksi tegas dan penuh penekanan.


Mira diam. Ia meremas jemarinya sambil sesenggukan menangis.


"Kamu udah bikin pernikahan saya gagal dan Lintang pergi ninggalin saya. Sekarang, kamu tanggung jawab atas perbuatan kamu" Galaksi berdiri dan keluar dari ruang pemeriksaan.


"Pak Galaksi, pak" panggil Fero. Galaksi dan Adjie menghentikan langkah kaki mereka. Galaksi menoleh.


"Ya" jawab Galaksi.


"Apa, penahanannya bisa ditangguhkan pak, saya minta tolong. Mira sebentar lagi melahirkan pak. Saya nggak tega lihat Mira, maafin kesalahan Mira pak" pinta Fero sambil bersimpuh. Galaksi segera membantu Fero berdiri dan memegang kedua bahunya.


"Kamu sayang dan cinta sama Mira?" Tanya Galaksi. Fero mengangguk.


"Saya sudah berkali-kali bilang akan tanggung jawab pak. Tapi Mira nggak mau dan tetap mau jebak bapak, saya sedih lihat perubahan Mira pak. Dia silau dengan materi. Saya mau nikahin dia, tapi dia terus menolak"


"Nikahi dia sekarang. Dengan begitu anak kamu bisa punya orang tua lengkap. Setelah Mira melahirkan, anak itu bisa kamu asuh sampai tunggu masa hukuman Mira. Maaf, saya nggak bisa berdamai dengan Mira. Perbuatannya sudah keterlaluan. Sangat" Galaksi menatap Fero yang tampak bingung.


"Kamu kerja apa" tanya Galaksi.


"Barista coffee shop pak,"


"Tinggal dimana?"


"Menyewa kontrakan bersama adik perempuan dan ibu saya"


Galaksi lalu mengeluarkan ponsel.


"Simpen nomer kamu disini, saya mau ketemu ibu kamu juga nanti"


Fero mengangguk sungkan. Entah apa yang direncanakan Galaksi.


***

__ADS_1


Galaksi diminta datang ke perusahaan lama tempat ia bekerja. Para direksi memanggilnya kembali. Pengakuan dan kenyataan atas masalah yang Mira perbuat, membuat para direksi mempertimbangkan Galaksi karena ia merupakan asset perusahaan juga sebenarnya.


"Mamah seneng semua terungkap sayang" ucap ibunda Galaksi yang juga sedang bersiap berangkat ke kantor bersama suaminya.


"Bre, papah mau jemput mamah Lintang. Kamu seneng?" Tanya ibunda Galaksi sambil menoleh ke Bre yang sedang makan sereal.


"Galaksi," kini suara ayahnya yang sudah lama mendiaminya terdengar kembali.


"Ya pah,"


"Maaf papah selama ini diemin kamu. Papah cuma mau semua jelas dulu baru papah bisa bicara sama kamu. Papah juga mau lihat kamu berjuang atas masalah atau ujian yang kamu hadapin sendiri."


"Galaksi tahu pah, Galaksi minta maaf ya pah, Galaksi nakal" ia cengengesan.


"Itu mu emang nggak bisa dikontrol" lirikan kedua mata ayahnya menuju ke area 'itu' nya Galaksi yang tertutup celana bahan.


"Papah! Udah tua masih aja gitu" protes mamah.


"Papah kelewat bisa kontrol si mah. Kalo enggak, Galaksi adek nya banyak" lalu mereka bertiga tertawa bersama.


Orang tua memang seperti itu bagusnya, disaat seorang anak sudah bisa memilih untuk menikah, orang tua hanya sebagai pengingat, dan memantau, menasehati tanpa menggurui. Karena akan membuat kematangan emosi dan kedewasaan seorang dalam menghadapi masalah teruji.


***


Rapat direksi pun berlangsung hangat. Perusahaan memang cukup kacau disaat galaksi tidak menjadi manajer operasionalnya. Galaksi diminta kembali bekerja. Ia menyetujui tanpa berfikir. Selama Mira tidak ada disana pastinya. Edo, tidak mau kembali bekerja. Ia mau memulai wiraswasta sendiri.


"Rencana kamu selama seminggu ini apa Galaksi, sebelum awal bulan depan kamu kembali bekerja di perusahaan ini lagi?" Tanya direktur utama.


"Posisi pengganti saya gimana pak?"


"Dia jadi asisten kamu. Dia pintar, cekatan, dan baru saja menikah. Jadi siapa tahu bisa cocok temenan sama kamu juga diluar kerjaan"


"Baik pak. Rencana saya, saya mau jemput Lintang pulang dan segera menikah, saya hutang banyak air mata, kesedihan dan kecewa sama Lintang. Saya mau bahagiain dia pak. Sangat"


"Kejar Galaksi. Semoga Lintang bisa maafin dan mau denger penjelasan kamu ya,"


"Iya pak. Terima kasih supportnya pak"


"Lintang baik, kamu juga. Buat apa pisah lama-lama, lagian, biar 'itu' kamu ada rumah yang halal dan barokah"


Kedua mata Galaksi terbelalak. Ia terkekeh malu. Sedangkan pak direktur terbahak-bahak. Lalu berjalan meninggalkan Galaksi yang sudah berdiri didepan pintu lift.


‘Teros aja teros’


Galaksi jadi geli sendiri.


"Obat perangsang sialan! Kalo gue pake pas udah sama Lintang dan halal, dengan senang hati lah. Aselole josssss" Galaksi bergumam sendiri.


"Tunggu kakanda mu ini adinda Lintang. Yogya, i'm coming" lirih Galaksi pelan.


 


::TBC::


 


Hayyy! Double up! Tapi maaf belum di edit. Di sambi kerjain tugas sekolah anak-anakku hahahaha... Jangan lupa like dan komen ya, Makasihhh... 

__ADS_1


__ADS_2