
Kedua mata Galaksi menatap intens ke lawan bicaranya - Lintang - ia ragu untuk menatap Galaksi.
"Bisa lihat gue, Lin?" pinta Galaksi. Lintang perlahan menolehkan kepala.
"Tentang Mira. Gue jelasin, ya. Dia itu aspri direktur, dan dia itu, iya bener, dia suka sama gue, sekantor udah pada tau semua. Cuma gue profesional aja kalo di kantor. Nggak deket sama dia atau ngejauh. Karena ada urusan kerjaan. Lepas dari itu gue nggak komunikasi sama sekali. Kenapa lo tanyain tentang dia?"
"Waktu acara makan-makan kantor lo, gue denger dan lihat sendiri Mira sama temennya ngomongin elo, dan temennya itu bilang ke Mira, semoga perasaan lo terbalas sama Mas Galaksi. Dan itu, bikin gue males lihat lo, juga terima sikap lo ke gue, Lak."Lintang menunduk.
Galaksi justru senyum-senyum. Ia menarik kursi supaya duduk berhadapan dengan Lintang.
"Lo cemburu?" tanya Galaksi tanpa basa basi. Lintang menggeleng.
"Gue cuma ... minder. Mira lebih cocok sama lo dari pada gue yang jauh jomplang sama dia. Dari segi fisik dia cantik dan seimbang sama lo, Galak."
Lintang menatap wajah Galaksi dengan serius.
"Gue nggak tau perasaan elo ke gue bener-bener atau enggak, dan gue juga nggak tau perasaan gue ke elo itu gimana." Lintang tersenyum. Senyum rapuh dan takut.
"Berapa kali gue harus bilang tentang perasaan gue ke elo, Lintang, dulu kalau gue nggak dipaksa nikah, gue akan terus kejar dan dapetin elo. Mau lo ilfeel dengan cara gue, gue nggak peduli, gue akan tetap sama. Tujuan gue itu elo ..., dan akan selalu elo, Lintang."
"Gue takut nggak pantes buat lo, Galak."
"Apa gue nggak salah denger, elo yang pantes buat gue dan lagi-lagi, cuma elo, Lintang. Lo nggak perlu ragu sama hati gue, ditambah ada, Bre, anak gue, gue lihat gimana lo sayang sama anak gue itu tanpa lo lihat dia anak dari mantan istri gue. Lintang ...."
__ADS_1
Lintang kembali menatap galaksi.
"Ayo kita jalanin, ayo kita mulai semua ini, Lin, biar elo juga tahu gimana perasaan lo ke gue. Biar, nggak cemburu-cemburu nggak jelas. Lo lucu lo kalo kayak gini, kalem, nggak galak."
"Elo Galak. Bukan gue!" kata-kata ketus keluar lagi dari mulut Lintang. Galaksi tersenyum dan manggut-manggut.
"Kita bisa kan, mulai jalanin ini, Lin?" tanya Galaksi.
"Nggak tau, kita lihat kedepannya ya, gue nggak mau ada status pacar atau apalah itu, jalanin aja, itu juga kalau lo emang mau sabar nunggu kepastian perasaan gue ke elo gimana nantinya."
"Gue pasti nunggu lo Lintang, because i will never let you go again, itu janji gue." Galaksi tersenyum senang. Pagi yang membahagiakan bagi dirinya, terlebih perasaannya. Ia menunggu waktu ini sudah lama, ia berharap Lintang tidak akan ragu dan yakin dengan keseriusannya.
***
"Mau cari apa sih, Lam?"
"Cari sesuatu yang bisa bangkitin masa lalu. Masa lalu indah tapi." Galaksi menepuk bahu Lintang.
Lintang melihat-lihat isi toko, ia melihat beberapa cd lagu yang lama sudah lama tidak ia lihat.
"Jaman udah canggih elo masih cari ginian?" Lintang menuju ke Galak sambil mengambil cd lagu dari album band jadul tahun tujuh puluhan
"Beda, Lin, hawanya." Galaksi berbicara dengan pemilik toko. Sedangkan Lintang kembali melihat-lihat. Sayup terdengar lantunan lagu yang happening diawal tahun dua ribuan.
__ADS_1
Lagu dari penyanyi ne-yo berjudul so sick terdengar. Lintang terkekeh. Kenangannya teringat saat jaman sekolah dulu dimana ia suka menyanyikan lagu ini bersama beberapa temannya.
"Lagu jaman gue sekolah, nih," ucap Galaksi. Lintang manggut-manggut.
Mereka menikmati alunan lagu sambil bersenandung. Lalu tertawa bersama. Mereka menghabiskan waktu hari itu bersama-sama, setelah mengujungi toko vintage, mereka menuju ke toko perlengkapan anak dan makan malam bersama. Hanya ada tawa dan canda diantara mereka. Melupakan status janda dan duda yang disandang keduanya. Serasa anak kuliahan yang sedang pendekatan.
***
Galaksi mengantarkan Lintang pulang, ia ikut turun dan menuju ke pagar rumahnya.
"Thank you for today, Lintang," ucap Galaksi yang tidak lepas tersenyum.
"Lebay. Biasa aja sih, Lak." Lintang juga tersenyum. "Balik sana, kasian Bre takut nyariin Papanya."
"Iya ... iya, eh Lin, dia juga cari Mamanya, nggak kangen sama Bre? Dia udah mulai bisa jalan lancar sekarang. Udah semingguan nggak ketemu kan, sama Bre?"
"Besok deh, kan hari minggu, gue kerumah lo."
"Good idea. Yaudah gue balik, bye sayangku, cinta ku, calon istriku, calon Mama baru anak ku, i laf yeawwwww," ucap Galaksi sambil melambaikan tangan ke Lintang.
"Berisik Galak! Udah malem!" ucap Lintang sewot.
"Saranghae," ucap Galaksi tanpa suara. Lintang terkekeh dan melambaikan tangannya.
__ADS_1
TBC