
Lintang merapikan pakaiannya ke dalam koper besar miliknya. Keputusan sudah dibuat, ia akan kembali ke Jakarta untuk membuka cabang Brey's yang baru di sana. Bang Igo sebentar lagi berangkat berlayar lagi, ia tidak mau kakak sepupunya menunggu Brey's cabang Jakarta lama di buka.
Galaksi sudah kembali ke Jakarta dengan pesawat paling pagi satu minggu sebelum Lintang memutuskan pulang. Lintang dan Edo mengantar hingga ke Airport. Galaksi tersenyum menatap Lintang yang masih juga belum memberi jawaban. Justru ia malah di cubiti habis-habisan oleh Lintang saat di toko. Betapa malunya Lintang karena kelakuan Galaksi saat itu yang mengajaknya menikah dengan cara berteriak-teriak.
"Tang, Bapak sama Ibu nggak mungkin ikut kamu, kita mau tinggal di sini aja, rumah kita di sana kamu tempatin, kebetulan yang sewa udah habis masa sewanya," ucap Ibunda Lintang sambil duduk di tepi ranjang kamar Lintang.
"Kalau Ibu sama Bapak mau menetap di sini, rumah ini nanti Lintang beli, ya, untuk Bapak Ibu," ucap Lintang seraya mengunci kopernya.
"Tenang, Bapak nanti yang mau beli sendiri katanya, lagi nego harga sama pemilik rumah ini, Yogya bersahabat sama Bapak dan Ibumu, Lintang." Ibu bertutur.
"Yaudah, yang penting Bapak sama Ibu sehat, ada Edo yang tinggal di sini, dia lagi modus deketin Sita, tuh."
"Pantesan..., setiap pagi sebelum ke toko, dia mampir sebentar ke rumah Sita."
"Edo serius deketin Sita, Bu, malah mau langsung nikahin sita nanti setelah dia lulus sekolah. Jarak umur mereka sebelas tahun lho, Bu." Lintang melanjutkan.
"Ya ora popo, Sita anak baik, Edo juga penyayang. Udah saatnya Edo sayang sama pasangannya, jangan sama sepupunya terus, apalagi ke kamu. Edo udah cukup lindungin kamu, Tang."
"Titip Edo, ya, Bu," ledek Lintang.
"Emang gue bocah. Lo tuh alay, mulai lebay macam Galaksi." Suara Edo tersengar, ia merangkul bahu Lintang lalu memeluknya.
"Tenang, Ibu Bapak aman selama ada gue. Mobil baru gue keren nggak, Tang?"
"Baru? Baru malak Bang Igo maksud lo?!" sewot Lintang.
"Hahaha, lagian itu orang, bini mobil di kasih satu, anaknya satu pake supir, dua lagi nganggur di garasi rumahnya, gue embat, lah."
"Igo galaknya di mulut doang, hatinya dermawan ke keluarg," ucap Ibu sambil beranjak dan mendorong koper Lintang.
"Edo aja, Bu, yang dorong. Udah beres semua?" tanya edo. Lintang mengangguk.
***
__ADS_1
Jakarta. Airport, HPK.
Pesawat berbuntut hijau itu mendarat sempurna di landasan, membuat Lintang mengucap syukur. Ia menunggu bagasi untuk mengambil kopernya sambil duduk di troley. Ponselnya sepi, tidak ada pesan atau telfon masuk. Ia melihat koper besar berwarna pink stabilo miliknya. Ia lalu mengangkat dan di letakkan ke atas troley, dan berjalan pintu keluar.
Ting... tong... ting... tong....
"Panggilan kepada Adinda Lintang, ditunggu kehadirannya di hidup Kakanda Galaksi yang berdiri di dekat pintu kedatangan, terima kasih."
Lintang seketika menunduk sambil cekikikan. Demi apa pun ia ingin melempar Galaksi dengan sepatu nike air jordan yang ia kenakan ke kepala Galaksi supaya otak sablengnya rontok sedikit karena sepatu mahal yang ia kenakan. Ia menahan tawa sambil menggelengkan kepala saat mendapati Galaksi berdiri sambil senyum-senyum jahil dengan membawa seikat bunga mawar merah, dan standing banner kecil yang berada di sebelah pria itu dengan bertuliskan kalimat ;
..."LINTANG, WELCOME BACK, KITA NIKAH YOK!"...
Di belakangnya terlihat Adjie dan Vanka yang tertunduk karena malu atas kelakuan Galaksi yang membuat semua mata menyorot ke mereka.
"Orang gendeng!" teriak Lintang sambil tertawa dan berjalan menghampiri. Ia begitu geli dengan tingkah laku Galaksi hingga beberapa kali menahan langkahnya menghampiri karena tertawa hingga berjongkok. Baru tiba, ia sudah senam wajah karena ulang Galaksi.
"Hai... sayangkuuu...." Galaksi memeluk tubuh Lintang yang juga membalas pelukannya, puncak kepala Lintang di kecupnya berkali-kali oleh Galaksi, lalu keduanya tertawa bersama. Galaksi mengusap kepala Lintang begitu gemas.
"Lebay, alay, norak, sableng, gendeng, gila, dodol." Lintang mencubit-cubit pinggang Galaksi yang hanya meringis kecil sambil menghindar.
"Masih di tanya, udah tau aku nggak akan nolak," jawab Lintang berjalan ngeloyor meninggalkan Galaksi menuju ke Adjie dan Vanka yang terlihat semangat menyambut Lintang. Adjie dan Vanka sudah merentangkan tangan untuk menyambut Lintang dengan berpelukan, tetapi...
"Aaaaa!!! Galaksi turunin!!!" Lintang berteriak keras. Galaksi membopong Lintang seperti karung dan berlari ke parkiran mobil.
"Turuninnn!" teriak Lintang heboh.
"Nggak!!" teriak Galaksi sambil tertawa. Adjie dan Vanka menatap tak enak kepada orang-orang yang ada di sana sambil mendorong troley berisi koper milik Lintang.
"Orang gila." gumam Adjie. Vanka terkekeh dan menggandeng lengan Adjie.
***
Di pa¹rkiran mobil.
__ADS_1
Galaksi menurunkan Lintang yang terus ngomel-ngomel di samping mobilnya terparkir.
"Malu tau nggak! Noraknya nggak ilang-ilang! Kamu, nih!" Lintang mencubit pergelangan tangan Galaksi karena begitu kesal.
"I love you, i love you and i will always love you Lintang, makasih udah mau terima lamaran aku lagi, secepatnya kita nikah, aku nggak sabar mau hidup sama kamu selamanya, sampe tua, sampe lihat anak cucu kita, sampe rambut aku putih dan gigi aku ompong, sampe badanku tinggal kulit dan tulang, sampe aku nggak bernap--" Galaksi terdiam. Lintang berjinjit dan mencium pipi Galaksi lalu melingkarkan kedua tangannya di leher pria itu.
"Aku juga cinta banget sama kamu Galak, maafin aku yang lama kasih jawaban ini, aku sadar kalau aku sayang sama kamu, cinta sama kamu Galaksi. Senior gila, lebay, alay, norak. Aku mau hidup sama kamu sampai pencipta panggil aku pulang."
Kemudian Galaksi memeluk Lintang dengan erat. Menenggelamkan wajahnya di ceruk leher putih Lintang. Ia mengangguk disela tangis bahagianya.
"Udah woy... udah, di parkiran, nih. Mau di seret security lo berdua. Buru masuk, keburu tutup kantor KUA-nya," ucap Adjie sambil menyalakan mesin mobil.
"Emang mau ngapain?" Lintang melepaskan pelukannya.
"Daftar nikah buat kita, lah, masa nikahin Adjie sama Vanka, aku pilih minggu depan, sebelum Bang Igo juga balik berlayar," ucap Galaksi sambil menatap calon istrinya dengan perasaan bahagia.
Lintang tersenyum seraya mengangguk.
"Anak aku mana? Aku kangen," ucap Lintang sambil masuk ke dalam mobil.
"Dibrumah Mama, habis dari KUA kita ke sana, ya." Galaksi mengecup jemari Lintang lalu menutup pintu. Galaksi duduk di kursi depan, sedangkan Lintang dan Vanka di belakang.
"Jalan Pak supir, kita ke KUA," ucap Galaksi ke Adjie yang hanya bisa manyun-manyun.
Lintang memajukan tubuhnya dan memeluk Adjie dari belakang. "Cie.... sarjana hukum, selamat ya Adikku sayang!" Lintang mencium pipi Adjie berkali-kali.
"LINTANG! malu, gue udah sarjana, Tang!" Protes Adjie.
"Halah... lagu lo." Lintang menoyor kepala Adjie.
"Aku nggak di cium, Lin?" Galaksi menoleh dengan wajah memelas.
"Kan tadi udah, jangan manyun-manyun, gemeshhh... tau... gemesshh...!" Lintang mencubit pipi Galaksi yang tiba-tiba merona. Vanka terus tertawa, karena kelakuan mereka menjadi hiburan gratis untuknya.
__ADS_1
bersambung,
...Siap-siap kondangan, ya... sama nanti pas Lintang ngidam, siap-siap kita kirim rujak 🤣...