Duda Halu Versus Janda Pengkolan

Duda Halu Versus Janda Pengkolan
Calon Mama Baru


__ADS_3

Galaksi menatap foto putri kecilnya yang dijadikan wallpaper diponselnya. Ia tersenyum. Galaksi mendapat kekuatan setiap harinya hanya dengan memikirkan kebahagiaan putri kecilnya. Betapa lucunya Breyana walau di usianya saat ini  belum bisa berjalan lancar. Masih terjatuh-jatuh. Efek terlalu sering digendong kemana-mana, jadi motorik Bre juga lambat.


Mobil Galaksi mengarah ke restaurant, sesuai janji Lintang waktu itu, kalau ia mau sesekali menemui Bre. Ia juga paham anak Galaksi itu mudah ceria jika bersamanya.


"Hai calon mamahnya Bre, gimana kerjanya"


Galaksi sudah berdiri disamping mobilnya sambil bersedekap. Kemeja kerjanya, seperti biasa, sudah tidak rapih jika pulang kantor. Ia cengengesan sendiri.


"Masih halu banget sumpah"


Jawab Lintang sewot. Adjie yang baru datang dengan motornya dari kampus menatap heran sambil meletakan helm di motornya.


"Mau kemana?"


Tanya Adjie menunjuk ke Lintang dan Galaksi.


"KUA" jawab Galaksi asal. Ia mendapat pukulan di bahunya dari Lintang.


"Enak aja, mau nikahin kakak perempuan gue yang cantik jelita gini banyak syaratnya. Bisa nggak lo penuhin?"


Tantang Adjie.


"Udah deh jie, jangan ikutan lebay. Gue mau ketemu Bre. Bye jie"


Lintang bersiap membuka pintu.


"Bisa! Syaratnya apa jie"


Tanya Galaksi yang langsung berdiri tegap dengan satu tangan masuk kedalam saku celana kerjanya.


"Ketemu spupu-spupu gue dan Lintang. Pengawal pribadi lLintang, traktir kita makan dan bawa bingkisan mahal"


Ucap Adjie asal tembak.


"Deal! Tentuin kapan harinya. Gue dateng" 


Galaksi senyum-senyum.


"Somplak!"


Lintang memukul lengan Galaksi yang malah menantang dengan berbisik dan menatap Lintang. 'APA' ucapnya. Lintang nesu-nesu.


"Tang!"


Panggil Adjie. Lintang menoleh.


"Siniiiii"


Pinta Adjie manja sambil merentangkan kedua tangannya yang minta dipeluk. Lintang mencopot sepatunya dan siap-siap menimpuk Adjie.


"Gue aduin Vanka ya kelakuan lo kaya gini"


"Eh.. jangan jangan tang. Jangan dong, gue kan nggak mau gebetan gue itu ilfeel"


"Makanya jangan manja terus!"


Omel Lintang.


"Kan cuma kangen sama elo tangggg"


Rengek Adjie, iamasih bersandar didekat motornya. Lintang menghela nafas panjang. Ia lalu berjalan kearah Adjie dan memeluknya.

__ADS_1


"Anak bayi gedeeeee"


Ucap lintang sambil memeluk dan mengusap bahu spupunya itu diakhiri dengan geplakan di kepala Adjie. 


"Sakit ih!"


Adjie mengusap kepalanya.


"Malu. Udah gede" 


Lintang sambil melotot ke adjie.


"Sombong. Mentang-mentang mau dinikahin duda!"


Balas Adjie nggak kalah sewot.


Lintang menjewer kuping Adjie. Spupunya itu malah menarik tubuh Lintang dan kembali ia peluk dengan gemas.


"Kali ini harus bahagia ya kakak ku sayang, kakakku yang cantik jelita bahenol sexy"


Lalu ciuman di kedua pipi Lintang, Adjie berikan.


"Adjieeeee!!"


Teriak Lintang yang risih.


"Apa si tang. Gemesssss"


Ucap Adjie yang masih menggoyang kan tubuh lintang kekanan dan kekiri.


"Adjieeeee!!!"


Suara teriakan maminya terdengar. Ia lalu melepaskan pelukannya.


"Ready tan. Tenang!"


Ucap Lintang lalu melambaikan tangan ke tantenya. Dan menepuk-nepuk wajah Adjie.


"Anak ganteng, anak cakep, kakak mu ini harus pergi dulu ya, dadaaahhh"


LIntang lalu berjalan kearah mobil Galaksi.


Raut wajah Galaksi jujur saya jadi berubah saat Adjie memeluk Lintang seperti itu. Ia melirik Lintang yang sudah berdiri di samping mobil hendak membuka pintu.


"Apa" Tanya Lintang heran.


"Nggak"


Jawab Galaksi singkat. Lintang mengangkat kedua bahunya lalu masuk kedalam mobil sedan hitam itu.


***


Breyana sedang duduk sambil menonton tv di ruangan day care itu, Lintang berjongkok dan memanggil Breyana didekat pintu.


"Breeee"


Panggil Lintang gemas. Breyana sontak menoleh dan memperlihatkan cengiran khasnya. Anak balita itu merangkak menuju Lintang. Lintang diam. Ia sedih melihat perkembangan motorik Breyana yang terlambat.


"Berdiri Bre, ayo ke tante Lintang tapi berdiri"


Lintang berbicara sambil merentangkan tangannya. Breyana diam ditempat. Ia menggeleng.

__ADS_1


"Pelan-pelan Bre, ayok sayang"


Bre diam lalu ia mulai berjongkok tapi terhuyung dan jatuh lagi, berkali-kali hingga Lintang tidak tega. Ia menghampiri Bre dan membantu berdiri.


"Satu,dua, tiga"


Sambil dipegang Lintang, Bre berdiri walau tidak seimbang dan beberapa kali terjatuh.


"Kita latihan nanti ya, sama tante Lintang ya, mau"


Tanya Lintang sambil menatap wajah Bre yang sendu. Bre justru memeluk Lintang. Lintang sedih. Ia lalu membalas pelukan Bre sambil menggelitik pinggang anak itu. Bre tertawa ia dan Lintang bercanda bersama.


Galaksi berdiri didekat pintu. Ia sedih melihat perkembangan anaknya yang terlambat berjalan, sedangkan untuk bicara masih sangat terbata-bata.


"Pah!"


Panggil Bre. Lintang menoleh kebelakang.


"Yuk pulang. Tapi nggak kerumah ya, mampir makan malam sebentar" 


Lintang menatap bre.


"Yuk bre. Kita main ke playground mau? Maem dulu tapi ya"


Lintang beranjak sambil menuntun Bre berdiri.


"Yokkk jalan pelan-pelan, tante Lintang pegang tangannya"


Lintang menatap Bre. Tapi Bre justru menangis. Lintang lalu menggendongnya.


"Kiss dulu papahnya Bre"


Lintang mengarahkan wajah Bre ke pipi Galaksi. Bre lalu memajukan bibirnya san mencium papahnya. Galaksi membalas menciumi wajah anaknya hingga kegelian.


"Calon mamahnya nggak mau minta ciummmm"


Ledek Galaksi.


"Nih!!"


Lintang mengepalkan tangan kearah Galaksi yang terkekeh.


"Papah kamu gila. Jangan diikutin ya Bre, bahaya"


Lintang berjalan ngeloyor keluar day care.


Buk Ida yang melihat ikutan terkekeh.


"Pak Galaksi" panggil buk Ida


"Ya buk"


"Terima kasih, udah bawa buk Lintang ke Bre, Bre suka sebut-sebut buk Lintang 'mah' atau 'tu mamah' kalau lihat buk Lintang datang"


Galaksi tersenyum.


"Doain aja buk, semoga Lintang memang yang terbaik untuk saya dan terutama Bre"


"Pasti pak. Buk Lintang ceria, saya juga senang lihatnya. Baik untuk perkembangan Breyana"


Galaksi kembali mengangguk. Lalu ia pamit dan menyusul dua perempuan itu ke mobilnya.

__ADS_1


bersambung,


__ADS_2