
"Mba Lintang, ini yang untuk booking jam sebelas, sudah siap. Kata Mr. Kim nanti mba Lintang yang handle?" Ucap karyawan bagian kasier.
"Iya, udah dilebihin dua puluh persen dari paket yang udah di booking kan?"
"Udah mba, kata bagian dapur tadi saya tanya"
"Ok. Kamu balik aja ke meja kamu,saya yang handle dari sini" Lintang merapihkan pakaian kerjanya. Kemeja berwarna abu-abu pres badan dan celana panjang hitam serta high heels membuat tubuhnya terlihat proposional.
Ia berdiri didekat pintu, sekedar mengecek alur keuangan kasier. Terlihat dari dalam pintu kaca besar itu rombongan lima mobil yang langsung terparkir rapih. Lintang bersiap-siap. Ia berdiri dan membuka pintu dibantu salah satu karyawannya.
"Selamat datang, terima kasih sudah memilih tempat kami untuk kegiatan anda, mari saya antar ke ruangan VIP nya" Lintang berjalan didepan, menuju ke lantai dua dan menggeser pintu kaca ruangan tersebut.
Meja panjang dan kursi-kursi dengan alat panggangan sudah tersusun rapih.
"Silahkan bapak, ibu" ucap Lintang ramah.
"Terima kasih mba-" ucap pria yang sepertinya boss besarnya.
"Saya Lintang pak. Kalau butuh bantuan boleh panggil saya"
"Ok. Makasih mba Lintang"
Lintang tersenyum ramah saat satu persatu sudah masuk ke ruangan tersebut.
"Hei" bisik Galaksi. Lintang terkejut. Pria terakhir yang masuk ke ruangan itu adalah Galaksi.
"Elo?" Lirih Lintang.
"Mereka boss - boss besar gue, ini acara sekalian meeting acara kantor"
"Ohh, ok" Lintang lalu menutup pintu.
Ia lalu menyuruh para karyawannya menyiapkan bahan makanan, akan di isi ulang sepuasnya karena konsepnya all you can eat.
***
"Mba Lintang, dipanggil keatas. Ruangan VIP" panggil salah satu karyawannya.
Lintang mengangguk. Ia naik ke lantai dua dan membuka pintu.
"Ada bisa saya bantu?" Tanya Lintang.
"Mba, untuk pesan minuman lainnya bisa kan? Nanti masukan ke bill nya aja, ada apa aja disini?" Tanya seorang perempuan cantik. Berambut model bob dengan warna coklat terang.
"Baik bu. Sebentar saya ambil daftar menu nya" ucap Lintang menuju ke sudut meja dan memberikan daftar menu. Ia berdiri dengan memegang tablet untuk mencatat pesanan.
Sayup-sayup terdengar suara perempuan itu yang menanyakan pesanan para boss dan temannya.
__ADS_1
'Sekretarisnya dia kayaknya'
Ucap Lintang dalam hati.
"Mas Galaksi, kamu mau apa?" Mendengar itu sontak Lintang menoleh. Ia menatap raut wajah Galaksi yang sedang membaca buku menu.
Lalu terdengar suara Galaksi.
"Lemon squash aja Mir" jawab Galaksi. Wanita itu mengangguk.
Lintang diam. Ia lalu mencatat semua pesanan tambahan.
"Baik. Ditunggu ya,permisi" ucap Lintang. Ia tidak mau lagi melihat ke arah galaksi yang asik bercengkrama dengan rekan-rekannya.
Saat pesanan siap, Lintang membantu meletakan pesanan sesuai orang-orangnya.
"Ice lemon squash" ucap Lintang sambil meletakan gelas didekat Galaksi.
"Terima kasih mba" yang berucap justru wanita itu. Lintang mengangguk dan tersenyum. Galaksi sedang sibuk membaca tulisan di kertas yang ada ditangannya.
"Mas, ini minum dulu, jangan fokus baca draft acara terus" ucap wanita itu sambil mengambil gelas dan mengarahkan sedotan ke bibir Galaksi.
"Eh," Galaksi terkejut. Ia lalu mengambil alih gelas dan meminumnya sendiri.
"Sorry mas. Aku nggak maksud" ucap wanita itu sambil kembali duduk santai di tempatnya. Tidak mencondongkan tubuhnya ke galaksi lagi.
Lintang melirik sinis sambil membantu meletakan beberapa gelas pesanan lagi.
"Ada lagi yang bisa saya bantu?" Ucap Lintang ramah.
"Cukup mba Lintang, terima kasih ya"
"Baik. Sama-sama ibu, permisi" ucap Lintang sambil berjalan keluar ruangan bersama karyawannya.
Lintang kesal. Ia menghentakan kakinya didekat toilet wanita.
"Apaan si gue! Hal gitu biasa kali, haduh Lintaaangggg" ia mengipas-ngipas wajahnya sendiri.
"Eh, gue kenapa ya. Masa iya gue cemburu. Hiiii... Lintang.. profesional dongggg" ia kembali berucap sendiri.
"Mba Lintang" suara perempuan memanggilnya. Lintang menoleh.
"Ya" jawab Lintang sambil berjalan menghampiri.
"Saya mau melalukan pembayaran mba. Bisa antar saya ke kasir?" Ucap wanita itu.
"Bisa mba. Mari ikut saya" ucap Lintang sambil berjalan ke lantai dasar menuju meja kasier. Lintang mendampingi petugas kasier untuk memastikan semua pesanannya sesuai. Wanita itu memberika kartu sakti berwarna hitam ke Lintang. Ia lalu memprosesnya.
__ADS_1
"Mira! Mir!" Panggil seseorang. Wanita juga.
"Ada pesanan tambahan. Pak direktur minta take away untuk minuman es cincau nya, tapi satu khusus pesenan orang spesial lo, mas Galaksi lo. Dia pesen ice lemon squash lagi. Suka dia katanya" ucap wanita itu.
'Mas galaksi lo?! '
Dumel Lintang dalam hati.
"Mba Lintang, Sekalian pesanan yang baru ya, es cincaunya sembilan belas gelas, sama es lemon squash satu" ucap wanita yang ternyata bernama mira itu.
"Baik bu" jawab Lintang. Ia lalu memasukan pesanan yang langsung diterima pihak dapur.
"Mas Galaksi lo bener-bener ya mir, nggak banyak ngomong tapi tau-tau kerjaan lancar semua. Si boss besar seneng banget dapet manajer baru kayak dia"
Wanita bernama mira itu senyum-senyum malu. Lalu berbicara,
"Dia emang beda. Dan orangnya baik banget, gue yang baru jadi aspri direktur aja nggak di jutekin sama dia, beda sama yang lainnya yang lihat ke gue sinis banget, walau kadang mas Galaksi suka agak dingin kalau gue coba untuk deket ke dia" ucap Mira malu-malu.
"Mudah-mudahan perasaan lo terbalas ya"
Mendengar kalimat terakhir itu. Lintang memejamkan mata. Karyawan bagian kasir menoleh ke Lintang. Lintang tersenyum sambil memberikan kode mata.
***
Satu persatu tamu VIP itu turun dan meninggalkan restaurant. Galaksi berjalan paling belakang. Wanita bernama Mira itu sudah berjalan dibelakang direktur.
"Nanti aku jemput ya" bisik Galaksi.
"Nggak." jawab Lintang ketus diikuti lirikan menusuk kearah Galaksi.
"Lin,"
"Diem lo. Nggak usah jemput-jemput gue lagi" ucap Lintang seraya berjalan ke ruangannya yang ada di dekat area dapur.
Galaksi diam. Sorot mata yang diperlihatkan Lintang memperlihatkan kekesalan dan marah.
"Kenapa boss kamu?" Tanya Galaksi ke karyawan bagian kasier.
"Nggak tau pak" jawabnya singkat. Lalu kembali memeriksa tagihan para tamu.
Lintang duduk dan mengatur nafasnya. Ia kesal dan gelisah sendiri.
"Apa gue cemburu? Masa iya beneran gue cemburu? Galakkkkkkkk.. lo apain hati gue siiiii..." lintang gerutu sendiri.
TBC
...Dan Lintang pun mulai memanas, cembokur tandanya apa hayooooo...
__ADS_1
...Jangan lupa vote yaaaaa...
...Makasih...