
Hutan yang dilewati oleh rombongan Nusa cukup mencekam. Di sana tidak terdengar suara monster-monster kecil, Tara ingat saat berada di hutan Besar Erih. Waktu itu di dalam hutan Besar Erih, ia tidak dapat mendengar ataupun melihat monster-monster kecil di sana.
Hasilnya bisa ditebak, Nusa dan Tara berkali-kali hampir mati di serang monster-monster besar dan mengerikan. Keberadaan monster berukuran besar lagi ganas membuat para monster-monster kecil ketakutan.
Graaa...
Benar saja, dari arah depan terdengar auman keras. Nusa dan teman-temannya bersiap menghadapi monster-monster ganas di hutan ini.
"Disappear!" Nusa mengarahkan tangannya pada Tara dan Atma.
Mereka bertiga melompat ke atas pohon, Atma mengeluarkan Teropong untuk mengamati keadaan sekitar.
"Di depan kita ada sekawan Bahi, 23 ekor Bahi dewasa dan 1 ekor lagi pemimpin mereka," ucap Atma santai sambil memegang teropong.
"Di belakang kita ada 30 ekor Bahi dewasa, sedangkan di kanan dan di kiri terdapat 63 Bahi. Kira-kira mereka muncul dari mana ya?" balas Nusa tidak kalah santainya dari Atma.
Tara menarik telinga panjang Atma dan berkata. "Kamu jangan ketularan penyakit Nusa, kamu tau penyakit Nusa itu apa?!" Atma menggelengkan kepalanya, Tara lalu melanjutkan perkataannya, "Penyakit yang dimiliki Nusa adalah BEBAN. Kalau kamu coba-coba kabur atau sembunyi, berarti 1 bulan Atma tidak boleh jajan! paham! "
Atma mengangguk cepat, dia tidak ingin mendapatkan hukum yang berat. Bagi Atma jajan is my life, dua hari saja Atma tidak jajan maka hidupnya terasa hampa.
Atma menyentuh batang pohon disampingnya, tiba-tiba dia menghilang terserap ke dalam pohon. Tidak lama Atma muncul pada dahan pohon lain.
Atma mengeluarkan kemampuan khususnya, kemampuan itu hanya bisa digunakan oleh Ras Kandole saja. Ras Kandole memiliki kemampuan untuk menyatu dengan alam, mereka bisa menyatu dengan batu, tanah, air, udara, dan pepohonan.
Tetapi kemampuan khusus ini memiliki batas, seorang Ras Kandole hanya bisa berteleportasi sejauh 500 meter saja. Mereka juga tidak bisa menggunakan kemampuannya terus-menerus.
Ini berlaku untuk semua Ras Kandole kecuali Atma yang sudah memasuki ranah para pahlawan. Dia tidak lagi terikat oleh batasan-batasan semacam itu,
Atma bisa menyatu dengan alam dan bisa berteleportasi kemanapun ia mau, asalkan tempat yang ia tuju terdapat pohon, batu, air, tanah dan udara.
Atma mengeluarkan senapan miliknya, senapan itu memiliki warna merah cerah dengan beberapa variasi hitam. Atma mulai membidik mangsanya dengan tenang,
__ADS_1
Cut, cut, cut.
Para Bahi itu tumbang satu persatu, mereka tidak menyadari tembakan dari Atma. Atma menggunakan skill peredam agar para Bahi kebingungan, walaupun tembakan Atma tidak bersuara tapi damage yang dihasilkan sangat luar biasa.
Satu tembakan dari senapan Atma dapat menembus lebih dari 40 kendaraan lapis baja. Nama dari senapan Atma adalah AK Megalodon, senapan Atma merupakan Artefak langka. Atma memiliki 9 senjata rahasia, semua senjata yang Atma milik hanya ada satu di dalam game Jelajah Benua.
Atma terus menembaki para Bahi itu, kurang dari 30 menit semua kawanan Bahi tewas. Peluru yang Atma tembakan tidak pernah ada habisnya, Tara takjub melihat Atma yang begitu tenang saat membunuh para kawanan Bahi itu.
Atma turun dari atas pohon, dia menghampiri mayat Bahi paling besar. Atma tahu mayat Bahi di depannya bukan monster biasa, tubuh Bahi itu berbeda dari yang lainnya seperti sudah berevolusi.
Bahi sendiri adalah singkatan dari Babi dan Hiu, Bahi memiliki tubuh Babi dan kepala Hiu. Mereka memiliki kulit sekeras besi, senjata dengan daya serang rendah seperti tombak dan pedang dapat patah jika mengenainya.
Mereka adalah monster peringkat Cabe Merah, para petualang peringkat C ke bawah sangat sulit mengalahkan monster itu. Untuk mengalahkan satu monster Bahi membutuhkan 4-5 petualang peringkat B.
Nusa dan Tara menghampiri Atma, mereka menendang mayat pimpinan monster Bahi itu dengan santai.
Nusa menjentikkan jarinya, semua mayat Bahi tiba-tiba menghilang. Nusa mengangkat kedua tangan, dia merenggangkan otot-otot tubuhnya yang kaku.
...********...
"Tolong! Siapa pun tolong saya!" teriak Nusa panik seluruh tubuhnya berlumuran darah.
Para warga desa langsung keluar rumah mencari asal suara keras itu. Nusa berlari ke tengah desa, dia bersimpuh tidak berdaya. Tangisnya begitu kencang, warga desa mulai mengerubungi Nusa.
"Apa yang terjadi dengan kamu, kemana 2 orang temanmu," ujar seorang tetua mencoba panik dan pura-pura bersimpati.
Nusa terisak dan berkata, "Mereka tewas di serang monster, kalian mengatakan para monster itu lemah! Buktinya mereka sangat kuat."
Seorang pria bertubuh kekar dengan paksa menarik lengan Nusa dari kerumunan, dia membawa Nusa menuju ruang bawah tanah.
Pria itu mengikat tangan dan kaki Nusa, tidak lupa mulut Nusa di sumpal kain pel. Nusa meronta-ronta mencoba melepaskan diri, pria itu tidak tinggal diam. Dia memukul kepala Nusa menggunakan pipa besi sebanyak 30 kali tanpa henti.
__ADS_1
...*********...
"Saya sudah bereskan anak bodoh itu!" ucap seorang pria kesal, tangannya memegang pipa besi berumuran darah segar.
Seorang tetua tersenyum jahat dan berkata. "Seharusnya kita habisi mereka dari awal, kedatangan mereka merupakan ancaman bagi kita."
Bruk...
3 kantong berukuran sedang mendarat di tengah kerumunan itu. Salah satu warga desa membuka satu kantong di depannya. Tiba-tiba warga itu berteriak kencang, dia melemparkan kantong itu ke tanah.
Terlihat kepala seorang pria dengan mata terbuka dari dalam kantong. Pria bertubuh kurus mengambil kantong lain, dia membuka isinya dan terkejut karena isi kantong itu juga adalah kepala.
Semua orang mulai khawatir, mereka segera berlari ke rumah masing-masing. 5 orang warga sedang berlari menuju rumah mereka, tiba-tiba langkah mereka terhenti.
Mereka melihat sesosok wanita berambut panjang berjalan santai dari balik gelapnya malam, wanita itu memegang sabit besar di tangan kanannya.
Dalam sekejap mata wanita itu menghilang, segera 5 warga itu terkejut karena wanita itu sudah ada di hadapan mereka. Dia menatap dengan tatapan mengerikan. Matanya berwarna merah darah, semua orang yang menatap mata itu akan membatu ketakutan.
Wanita itu mengayunkan sabit besarnya secara menyamping, seketika 5 warga desa itu terbelah menjadi 2.
"Tutup semua jendela! musuh mulai menyerang!" Seorang wanita berlari cepat memberitahu warga desa agar bersiap dengan kondisi terburuk yang akan mereka hadapi. Wanita itu mengeluarkan sepasang sayap dari balik bajunya lalu terbang ke langit.
Cut, cut, cut.
7 lubang besar menganga pada sayap sang wanita, dia memutuskan turun kembali. Wanita itu nampak kesakitan terkena tembakan dari Atma.
Suara kentungan terdengar di seluruh penjuru desa, para pria bersiap dengan senjata mereka.
Atma terus menembak orang-orang yang terbang ke langit, sedangkan Atita mengawasi seluruh warga desa, supaya tidak ada warga yang melarikan diri.
Tara menggusur sabit besarnya, dia terus berjalan kedepan tanpa menoleh ke kanan ataupun ke kiri. Setiap warga yang di temuinya membeku ketakutan, bahkan diantara mereka ada yang mati setelah melihat sosok Tara yang mengerikan.
__ADS_1
"Yois...., mari kita bantai semua penduduk dengan meriah!" Atma mengangkat tangan kanannya untuk memberi semangat.