
Pertandingan antar guild akan segera di mulai, semua peserta wajib datang lebih awal. Peserta yang terlambat secara otomatis terdiskualifikasi.
Acara pembukaan diselenggarakan di aula guild Bulan Sabit. Pembukaan ini di mulai pada pukul 7 pagi, Nusa dan teman-temannya sudah di lokasi sejak pukul 3 dini hari.
Satu jam sebelumnya.
"Wina, Tina, bangun," ucap Nusa sambil mengguncang tubuh mereka pelan.
30 menit Nusa berusaha membangunkan Wina dan Tina. Dia sangat sabar mengguncang tubuh temannya pelan.
Tidak lama Tara datang lalu menarik Wina dan Tina dari kasur. Dia melempar keduanya ke luar jendela, Wina dan Tina masuk ke dalam kolam yang ada di depan penginapan. Karena ulah Tara, Wina dan Tina kedinginan, mereka berdua akhirnya masuk angin.
Setelah upacara pembukaan, semua peserta dan penonton di pindahan ke suatu ruangan. Ruangan itu mirip seperti Colosseum romawi, perbedaannya dengan Zalora hanya dari luasnya saja, Zalora lebih kecil dan rapuh jika di pandang mata.
Seorang pria berdiri di atas bangku penonton dan berkata lantang. "Apakah kalian siap melihat pertandingan yang menegangkan!"
"Yaaa!" teriak penonton semangat.
Para penonton sangat antusias dengan pertandingan kali ini. Mereka bisa menyaksikan kekuatan dari para patualang Bulan Sabit yang terkenal akan reputasinya. Pertandingan antar guild tidak bisa dilihat oleh sembarangan orang, hanya petualang yang di izinkan menonton.
"Pertandingan pertama. Guild Gelonie akan diwakili oleh Ranto, melawan guild Rada Geol yang diwakili oleh Nusa. Mari kita mulai!"
Nusa memasuki area pertarungan, dia berpenampilan layaknya samurai dengan caping sebagai penutup kepala. Sedangkan lawan yang Nusa hadapi cukup berbahaya, dia menggunakan zirah lengkap dengan gada sebagai senjata.
Orang-orang bersorak untuk Ranto, mereka tahu bahwa Ranto adalah petualang no.2 di guild Gelonie.
"Bukankah orang itu yang menghina para ketua di pertemuan?!" ucap seorang wanita menunjuk Nusa.
"Kau tahu dari mana dia orangnya?" tanya pria di samping si wanita.
"Aku mendengar para ketua membicarakan tentang seorang lelaki yang menghina ketua guild. Menurut informasi yang aku terima, pria itu adalah anggota dari guild Rada Geol." Si wanita menjelaskan dengan wajah kusam.
Pertarungan antara Nusa dan Ranto sudah di mulai. Tapi keduanya belum ada yang melakukan pergerakan, mereka masih mengamati lawannya dengan teliti. Setiap gerakan kecil dari lawan akan menunjukkan gaya bertarung mereka.
Ranto menarik napas lalu bergerak cepat ke arah Nusa, dia mengayunkan gadanya tepat di atas kepala Nusa. Sebelum gada mengenainya, Nusa menghindar ke samping lalu menendang tubuh Ranto keras.
Semua orang terkejut dengan reflek Nusa, dia bisa menghindari serangan cepat Ranto dan menyerang balik. Sejauh ini belum ada yang berhasil menghindar dari serangan kejutan Ranto. Nusa adalah orang pertama yang berhasil menghindarinya dengan keren.
__ADS_1
Ranto terhempas jauh, dia sampai jungkir balik menahan tendang Nusa. Saat bangkit, dia menyadari mulutnya mengeluarkan sedikit darah. Ranto tersenyum, dia belum pernah terkena tendangan kuat dari seseorang.
Ranto kembali menyerang, dia mengayunkan gadanya kesamping. Nusa melompati gada itu seperti atlet loncat gawang. Ranto terus mengayunkan gadanya, tapi semua serangan tidak ada yang mengenai Nusa.
"Lemah!" ejek Nusa dengan suara keras.
Mendengar ejekan itu Ranto seketika murka, dia sangat mudah terprovokasi oleh lawan. Ranto memasang kuda-kuda, wajahnya perlahan memerah dan mengeluarkan gumpalan merah. Tubuh Ranto mulai membengkak dan wajahnya tertutup gumpalan merah mirip topeng.
Aura di sekitar penonton mulai mencekam, mereka bisa merasakan hawa membunuh yang kuat dari Ranto.
"Strong human!"
"Attack on human!"
"Death of human!"
Ranto merapal beberapa mantra sekaligus, mantra itu meningkatkan seluruh kekuatan secara pesat. Dalam sekejap dia sudah ada di depan Nusa, gadanya tepat di atas kepala Nusa.
Tang...
Ranto segera mengambil jarak, dia melompat ke belakang. Serangan Ranto berhasil Nusa tahan, tapi efek dari serangan itu membuat katananya patah.
"Gawat katananya patah! Kalau gini aku harus ganti rugi." Nusa menangis dalam hati.
Sihir yang Ranto gunakan adalah sihir khusus untuk mengubah daya hidup menjadi kekuatan. Dia mendapatkan banyak keuntungan dengan sihir ini, antara lain dia bisa mempercepat sekaligus memperkuat serangannya. Seluruh tubuhnya di aliri sihir, sehingga serangan musuh tidak akan berdampak. Efek samping dari sihir ini adalah mengurangi umur si pengguna.
"Orang ini sudah gila, dia tidak segan menyerangku. Kalau terus begini dia bisa memukul jempol kakiku, terpaksa aku harus menggunakan jurus rahasia," ucap Nusa sambil memegang capingnya.
Nusa yang terus menghindar kini menyerang balik. Dia berlari ke arah Ranto dan mengayunkan capingnya.
"Kanan, kanan, kanan, kotak!"
Boomm...
Serangan Nusa membentur lantai beton, Ranto berhasil menghindari serangan itu dengan berguling ke kanan. Saat melihat kesamping, Ranto sangat terkejut. Serangan caping Nusa meninggalkan lubang berdiameter 7x2m.
Ranto kembali mengayunkan gadanya cepat, kali ini semua sihir ia alirkan pada gada. Bagi Nusa semua serangan Ranto terlihat lambat dan rapuh.
__ADS_1
Nusa melompati tubuh Ranto dan menginjak kepalanya sampai terjungkal ke depan. Nusa tersenyum jahat lalu merapal mantra.
"Atas, atas, atas, bawah, kotak!"
Tiba-tiba Nusa mengeluarkan seekor kelinci dari tengah capingnya. Dia memegang kedua telinga si kelinci lalu menggunakannya untuk memukul kepala Ranto.
Pukulan dari Nusa membuat Ranto sempoyongan. Tidak mau melewatkan kesempatan ini, Nusa terus memukul Ranto sampai jatuh. Suara tulang patah terdengar keras ke telinga penonton, mereka menduga suara itu berasal dari tulang si kelinci. Tapi dugaan mereka salah, suara itu berasal dari tulang Ranto yang patah.
Pukulan si kelinci sangat menyakitkan, Ranto seakan di hantam oleh puluhan truk kontainer. Jika Ranto tidak melindungi tubuhnya dengan sihir, mungkin dia akan mati dalam sekali serang.
Wajah para penonton pucat pasih, mereka menyaksikan kekejaman di area pertandingan. Bagi penduduk Kerajaan Bhayangkara menyentuh 17 hewan suci sangat di larang, apalagi sampai menggunakannya sebagai senjata.
"Tangkap Penjahat itu! Keluarkan dia dari pertandingan ini!" teriak para penonton di podium.
Kegaduhan terjadi di bangku penonton, 89% dari penonton meminta Nusa di tangkap atau di jebloskan ke dalam penjara.
Nusa memiringkan sebelah bibirnya, dia berputar-putar sambil mengangkat kedua tangannya. Tingkah Nusa membuat para penonton semakin marah, dia kini terlihat seperti orang tidak waras.
Seorang pria menghampiri Nusa dengan berlari, dia langsung mengangkat sebelah tangan Nusa. "Pemenangnya adalah Nusa dari guild Rada Geol!"
Para penonton dibuat tambah kesal dengan kehadiran si pria. Walaupun pria itu adalah wasit, tapi sikapnya cukup buruk di mata penonton.
"Semuanya harap tenang, yang menang tetaplah menang. Perbuatan dari saudara Nusa memang tidak dibenarkan. Tapi tidak ada peraturan yang melarang menggunakan senjata berbentuk hewan suci. Kalian semua bisa melihat jika saudara Nusa tidak menggunakan hewan suci, tetapi hanya senjata dengan bentuk hewan suci." Seorang pria berkata dengan lantang di atas balkon.
Nusa membungkuk hormat pada si pria, lalu dia berlari keluar arena dengan gaya mengejek para penonton.
"Pria itu benar-benar membuatku kesal!" ucap seorang pria menatap Nusa penuh kebencian.
"Walaupun begitu, dia cukup kuat sampai bisa mengalahkan Ranto," timpal pria lain di sampingnya.
"Jangan sampai kalian melawan pria itu, dia sangat berbahaya." Seorang wanita berpakaian penyihir ikut dalam obrolan.
"Jangan dengarkan wanita ini, dia terlalu penakut. Aku rasa di hanya npc sombong saja." Pria itu masih menatap bayangan Nusa kesal.
Saat semua petualang membicarakannya dari belakang, Nusa malah tertawa bahagia, semua bebannya seakan menguap ke udara.
"Aku tidak sabar menantikan pertandingan selanjutnya," ucap Nusa sambil tertawa bahagia.
__ADS_1