
Nusa termenung, dunia seakan berputar di kepalanya. "Aku datang ke sini karena tahu ketua guild itu kamu. Kita abaikan dulu mengenai distraksi waktunya. Aku yakin kita di sini bukan sekedar reunian, lalu informasi penting apa yang ingin disampaikan."
"Langsung saja ke intinya. Para penyusup di dominasi pemain dari Benua Saberbest dan Drit Island."
Nusa dan Tara mengerutkan dahinya, mereka nampak kesal. Walaupun begitu, mereka tidak berkomentar, Asep menjelaskan kembali.
"15 tahun lalu penyusup pertama ditemukan. Lebih dari 7 petualang kelas rendah kami amankan. Kami membawa mereka untuk diinterogasi, hasilnya sangat mencengangkan. Mereka bukan pemain dari Benua Eurasia, melainkan pemain dari Benua Saberbest. Kedatangan mereka ke sini untuk memata-matai benua kita."
"Mereka menggunakan pangkalan untuk menyusup serta akun ganda agar tidak terdeteksi. Waktu itu kami mudah menangkap mereka, seiring berjalannya waktu, mereka semakin sulit dibedakan dengan penduduk asli. Para penyusup meningkatkan level lalu bergabung dengan guild besar. Seolah bukan penjahat, mereka sangat semangat membangun reputasi guildnya supaya lebih baik."
"Tujuan Benua Saberbest dan Drit island adalah menghancurkan Benua Eurasia dari dalam. Mereka tahu kalian tidak ada di Benua ini lalu memanfaatkan kesempatan ini. Aku pun tidak tahu apakah ada mata-mata di guild ini." Kedua tangan Asep mengepal kuat.
"Kalau kita mati di Benua Asal, maka tamatlah riwayat kita. Kita bisa hidup satu kali jika mati di Benua lain. Bila kita mati di benua lain, resikonya kita kehilangan ingat tentang benua itu. Tapi selama kita belum mati, kita bisa mengirim informasi penting pada markas pusat lewat kristal sihir. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh musuh, lantas kenapa kalian tidak menyusup ke Benua lain?" tanya Nusa sambil memainkan ibu jarinya.
Brukk...
Asep terjungkal ke belakang, dia baru sadar ide Nusa sangat berilian. Selama ini Asep terlalu fokus menghadapi serangan mata-mata, dia lupa bahwa pemain Benua Eurasia bisa menyusup ke Benua lain.
Tara menggelengkan kepalanya. "Asep, asep, kayanya kamu kurang ngopi deh. Jadi, apa rencanamu selanjutnya?"
"Aku berencana menangkap seluruh petualang dan menginterogasi mereka. Kemudian hari ini aku akan membuka identitas ketua guild bulan sabit."
"Bodoh! itu yang diinginkan musuh. Mereka sengaja mengadu domba kita, tujuannya agar kita saling mencurigai. Mereka juga berusaha mencuri informasi penting dari kita, seperti identitas ketua guild. Sebaiknya kita langsung membunuh si penyusup atau si penghianat di tempat. Jangan biarkan mereka keluar dari guild, tutup semua jalan keluar guild," ucap Nusa berapi-api.
__ADS_1
"Siap laksanakan!" teriak Asep sambil berdiri tegak. Dia sengaja memancing Nusa agar membeberkan rencananya.
Tara memunculkan ruang tunggunya, dia mengambil kantong berisi makanan lezat. "Jangan buru-buru sep, lagi pula masalah itu sudah beres. Sekarang kita duduk manis sambil sarapan pagi."
"Apa maksudmu?!" tanya Asep tidak mengerti.
"Urusan penyusup sudah beres, kita tinggal tunggu hasilnya," ucap Nusa santai sambil menulis sesuatu.
Tara memukul kepala Nusa keras dan berkata. "Aku mendapat laporan para penyusup sudah dibereskan oleh bawahanku. Kami hanya menurunkan 2 bawahan elite untuk memburu para penyusup, mereka bergerak cepat sambil mengamankan infomasi penting dari musuh."
Suasana di ruang perjamuan tiba-tiba hening. Tara sibuk dengan makanannya, Asep sibuk melihat catatan kecilnya. Sementara Nusa sibuk menulis sesuatu di atas kertas.
"Dengar ini baik-baik. Kemungkinan besar para penyusup tidak hanya menyamar sebagai petualang. Mereka bisa saja menyamar menjadi petani, pedagang, atau pejabat negara. Para penyusup masuk ke benua Eurasia 15 tahun lalu, itu baru perkiraanmu. Nyatanya mereka bisa masuk 40-90 tahun lalu, ingat, perbedaan waktu pemanggilan para pemain sangat jauh satu sama lain." Kedua mata Nusa fokus pada tulisannya.
Asep diam seribu bahasa, dia berusaha mencerna setiap informasi yang didapatnya. "Seandainya penyusup masuk 40 tahun lalu, mereka bisa saja berada di guild ini. Aku merekrut banyak petualang berlevel tinggi, alasanku karena pemain berlevel tinggi bukan mata-mata. Ternyata aku salah, mereka pun bisa masuk ke dalam istana tanpa terdeteksi, maaf aku terlambat menyadarinya."
Bomm...
Kertas itu meledak, asap putih menyelimuti tubuh Nusa. Tara memasang wajah malas, dia tahu sebentar lagi sesuatu yang gila akan muncul.
Benar saja, Nusa berubah menjadi wanita cantik jelita. Rambut birunya terurai sampai ke punggung, matanya bak langit biru yang cerah. Senyum manis seolah membius siapa saja yang melihatnya.
Asep dan Tara terbelalak melihat penampilan Nusa sekarang. Jantung Asep berdebar hebat saat Nusa tersenyum sambil memiringkan kepala ke arahnya.
__ADS_1
Crtt...
Tara menarik pipi Nusa sambil berkata. "Jangan sok cantik! meski luarnya mulus tapi dalamnya kaktus. Jadi apa rencana Nu-chan?!"
"Nu-chan!" ucap Asep sambil tertawa lepas.
Nusa memajukan bibir beberapa senti lalu berkata dengan imut. "Yang kamu katakan, jahat! Dasar Tar-jan."
"Apa!" bentak Tara sambil memegang baju Nusa.
"Eee... bukan apa-apa, lupakan saja. Jadi rencana kita adalah mencari setiap penyusup yang ada di benua ini. Kita bagi tugas, aku dan Tara akan pergi ke kerajaan Cakrawala. Asep akan urus sisanya, kamu bisa mengerahkan banyak anggota guild dalam misi ini."
"Baik bos! Tapi... aku takut ada anggota guild yang berhianat atau mata-mata benua lain." Asep ragu dengan keputusan Nusa.
"Tenang sep, semua anggota guild bukan penghianat ataupun mata-mata. Kamu bisa mengandalkan mereka dalam misi ini. Aku ingatkan! jangan sampai informasi ini bocor," ucap Nusa sambil memperbanyak kertas didepannya.
Nusa menyerahkan tumpukan kertas itu pada asep. "Ini kertas perubahan wujud, kalian sudah melihatnya kan. Keuggulan dari kertas ini adalah perubahannya yang permanen, wujud kalian hanya bisa kembali jika misi telah selesai. Jadi selama misi ini, identitas asli kalian tidak akan bocor."
Asep mengangguk paham, kekaguman terhadap Nusa mulai tumbuh di hatinya. Dia memeriksa jumlah kertas itu kemudian pergi dari ruang perjamuan.
Sebelum pergi, Asep bertanya pada kedua sahabatnya. "Kenapa hanya kalian saja yang pergi ke kerajaan Cakrawala."
"Misi ini sangat berbahaya dan beresiko tinggi. Kerajaan Cakrawala merupakan basis utama musuh, ada 2 pangkalan musuh di sana. Kami tidak ingin membahayakan anggota guild ini, jadi biarkan aku dan Nusa yang akan pergi ke sana," ujar Tara dengan mulut penuh makanan.
__ADS_1
"Baiklah, kami berangkat besok pagi. Kamu siapkan perlengkapan kemah dan berburu," ucap Nusa sambil membelai rambut indahnya.
Rencana besar Nusa dinamakan "Gerbang," atau gerakan bareng. Semua anggota guild bulan sabit kompak menyusup ke setiap kerajaan. Harapan benua Eurasia ada di tangan para petualang bulan sabit.