Duo Bulan Sabit Sang Penjelajah Benua

Duo Bulan Sabit Sang Penjelajah Benua
BAB 6 : MISI SELESAI


__ADS_3

Nusa dan Tara berada di dalam hutan belantara. Mereka bersembunyi di semak-semak.


"Tara sekarang kita harus bagaimana? mundur kena, maju mampus! " tanya Nusa memelankan volume suaranya.


Mereka dihadapkan dengan masalah besar--walaupun tidak sebesar bola golf.


Di depan mereka, sekumpulan Angsa Los Angeles sedang minum di sebuah kubangan air. Sementara di belakang rombongan Itik Alabio mulai mendekat.


Angsa Los Angeles memiliki tubuh cukup besar, tingginya 2 meter, lebar tubuhnya kira-kira 1 meter lebih 1 senti. Dengan rentang sayap 4-6 meter, bola matanya sangat indah berwarna emas. Dengan bulu putih indah berkilau.


Sementara Itik Alabio memiliki tubuh lebih kecil dari Angsa Los Angeles. Tinggi Itik Alabio sekitar 1 meter, lebar tubuhnya 40-50 cm. Dengan rentang sayap 3-5 meter, bola matanya sama indahnya dengan Angsa Los Angeles.


Walaupun tubuh mereka lebih kecil dari Katak Sungai, tapi peringkat mereka lebih tinggi. Angsa Los Angeles dikategorikan sebagai monster peringkat Bawang Tua. Dan Itik Alabio dikategorikan sebagai monster peringkat Cabe Merah.


Mereka tergolong monster berbahaya karena hidup berkelompok. Angsa Los Angeles mempunyai kemampuan mengendalikan angin dengan sayapnya. Dan Itik Alabio mempunyai pergerakan cepat serta serang paruh yang mematikan. Hanya petualang peringkat C ke atas yang sanggup menghadapi mereka, itupun tidak bisa sendirian. Mereka harus berkelompok agar dapat mengalahkan Angsa Los Angeles atau Itik Alabio.


"Kita habisin semuanya, kamu urus Itik yang ada di belakang. Aku urus Angsa yang ada di depan," ucap Tara sambil memberi aba-aba untuk menyerang.


Nusa menyentuh tangan Tara dengan ujung jarinya dan berkata. "Kawanan Itik itu sekitar 30 ekor dan Angsa sekitar 20 ekor lebih satu. Kita Habisi mereka semua, tapi jangan merusak tubuh mereka. Usahakan menyerang titik vital musuh. Satu lagi, jangan gunakan racun."


"Ribet amat! tinggal kita bunuh aja, apasih susahnya." Tara memajukan bibirnya beberapa senti.


Nusa menghela napas, lalu menarik pipi Tara. "Daging Angsa Los Angeles itu rasanya enak, sedangkan telur Itik Alabio sangat mahal. Jika merusak tubuh mereka, kita akan kehilangan informasi penting. Karena aku tidak bisa melacak sarang mereka."


Nusa menjelaskan alasannya dengan perlahan dan penuh kesabaran. Akhirnya Tara setuju dengan usulan Nusa.


Tara berlari cepat, dia keluar dari semak-semak lalu menaiki pohon di depannya. Dia mengamati kawanan angsa dari jarak dekat. Dirasa jaraknya sudah tepat, Tara mengeluarkan jarum panjang di dalam kotak.


"Boost Death,"


Tara melempar sebuah jarum tepat di jantung salah satu Angsa, jarum itu melesat cepat menembus tubuh sang Angsa dan tertancap di tanah.


Kawanan Angsa yang lain segera panik melihat temannya tewas. Tara melempar beberapa jarum lagi ke kawanan Angsa itu, satu persatu Angsa tergeletak mati.


Sekarang hanya tersisa 5 ekor Angsa, dari penampilannya mereka lebih kuat dari Angsa yang lainnya. Salah satu Angsa itu menyadari keberadaan Tara. Dia mengepakan sayap, tiba-tiba angin kencang menyerang Tara yang berdiri dibalik pohon.


Tara melompat ke arah pohon di sampingnya, dia mencoba menghindari serangan si Angsa. Angsa yang lain segera mengepakan sayapnya ke arah Tara.


Situasi Tara kurang menguntungkan, satu kepakan sayap Angsa Los Angeles dapat mencabut pohon sampai ke akarnya. Walaupun ukuran pohon di hutan ini tidak sebesar pohon di hutan besar Erih.


Tara memilih untuk bertahan dan menghindari semua serangan para Angsa. Sihirnya sulit digunakan saat para Angsa mengepakan sayap.


Tara melihat tubuh Angsa yang sudah mati telah menghilang.


"Nusa sepertinya sudah selesai mengurus Itik-itik itu. Sebaiknya aku cepat menyelesaikan urusan ini." Tara masih berusaha menghindari serangan para Angsa.

__ADS_1


"Death Booster."


Semua Angsa tewas seketika, satu jarum melesat mengenai 5 Angsa sekaligus. Sihir yang cukup praktis. Hanya menambah beberapa huruf lalu mengucapkannya dengan terbalik, Tara bisa memperkuat jarum itu dan bebas mengendalikannya.


Gadis itu menghampiri para Angsa yang tewas. Tidak lama Nusa mendekat, lalu menyimpan tubuh Angsa yang tersisa ke dalam ruang tunggu miliknya.


"Sekarang kita kembali ke guild," ucap Nusa sambil memakan roti canai.


"Urusan kita di sini belum selesai," balas Tara sedikit kesal. Tara belum mendapatkan telur Itik Alabio, dia mengambil potongan terakhir roti Nusa.


Nusa mengelap tangannya menggunakan baju Tara dan berkata. "Tenang, semuanya sudah aku selesaikan. Tugas kita sekarang adalah kembali ke guild."


...******...


Nusa dan Tara melewati pegunungan di sebelah barat kota Carani.


Lama banget sampainya, aku sudah tidak tahan ingin makan buah segar di kota. gumam Tara sambil memegang perutnya.


Sampai dipersimpangan jalan mereka berhenti. Nusa lupa jalan pulang ke kota Carani.


"Kita lewat jalan yang mana, kiri atau kanan," tanya Tara.


Nusa mengangkat telunjuknya dan berkata. "Cap cip cup kembang kuncup," telunjuk Nusa bergoyang kekanan dan kekiri. " Kita ambil jalan tengah! "


Tara tidak habis pikir, kenapa Nusa harus repot-repot mengundi antara jalan kiri atau jalan kanan. Kalau akhirnya mereka memilih jalan tengah.


...*******...


Nusa dan Tara berhenti karena jalan mereka terhalang batu besar. Nusa mengetok batu itu beberapa kali. Tiba-tiba batu itu bergerak dan semakin tinggi.


Batu itu ternyata monster yang tertidur, karena ulah Nusa monster itu bangkit.


Mereka berdua memutuskan untuk bersembunyi. Tara menggunakan sihir untuk menganalisa monster.


[ IDENTITAS :


Nama : Monster Batu


Tinggi : 17 meter


Berat : 30 ton++


Peringkat : Monster tingkat rendah


Kemampuan : Di Sensor

__ADS_1


Nyawa : Di Sensor


Kepintaran : Di sensor


Umur : Di sensor


Pengalaman : Di sensor


Analisis Selesai ]


"Dia adalah monster Batu, monster itu tergolong monster tingkat rendah. Tapi ada yang aneh, kenapa kemampuan, nyawa, kepintaran dan umur sang monster di sensor," bisik Tara. "Sebaiknya kita...."


Tara terbelalak melihat Nusa berlari ke arah monster Batu.


"Kalau berani lawan aku, Monster jelek!" teriak Nusa memprovokasi.


Monster Batu itu berbalik. Nusa langsung melompat ke arah monster itu.


"Rasakan ketajaman pedang milik Nusa!"


Tang...


Pedang katana Nusa patah menjadi dua. Pemuda itu terkejut karena senjatanya belum lunas.


Nusa membuang gagang pedang, dia memasang kuda-kuda dengan serius. Saking seriusnya sampai wajah Nusa menyentuh tanah.


"Kita pulang, Nusa. Jangan ladeni monster ini." Tara berdiri di samping sahabatnya.


"Ini pertarungan antara laki-laki. Kamu tidak usah ikut campur, Tara."


"Jurus Langkah Seribu!" Nusa berseru kencang. Tiba-tibanya menghilang dari hadapan Tara dan monster Batu. Tempat Nusa memasang kuda-kuda sebelumnya mengeluarkan angin sehingga debu beterbangan.


"Tara kamu ngapain di situ! Kalau masih sayang nyawa cepet lari!" teriak Nusa dari kejauhan. Rupanya jurus yang babang Nusa pakai bukan untuk bertarung melainkan untuk melarikan diri.


"Hehehe... Permisi om monster, Tara mau lari dulu." Tara tertawa malu-malu kemudian dia berlari sangat cepat menyusul Nusa. Monster Batu itu tidak bergerak, dia tidak tau apa yang dilakukan makhluk kecil di depannya tadi.


...*******...


Nusa dan Tara berhasil lolos dari kejaran monster Batu. Walaupun itu cuma imajinasi mereka saja, nyatanya monster itu tidak pergi kemana pun.


Bruk...


Tara ambruk di tengah jalan, padahal kota Carani hanya berjarak 3 kilometer lagi. Dia tidak kuat menahan sengatan sinar matahari. Bagi Ras Kuyang siang hari merupakan kelemahan mereka. Pada siang hari, Ras Kuyang biasanya menghabiskan waktu di dalam ruangan. Mereka cendrung aktif di malam hari. Mereka tidak bisa menahan sengatan sinar matahari terlalu lama.


Nusa menggendong Tara dan menggunakan skill Awan Hitam. Nusa menciptakan banyak awan hitam di langit. Awan hitam itu bertujuan untuk melindungi Tara dari sengatan sinar matahari. Dan mencegah kondisi Tara tidak memburuk.

__ADS_1


25 menit menggendong berlalu. Nusa telah membaringkan Tara di penginapan. Setelah itu Nusa bergegas ke gulid untuk menukar bangkai monster menjadi pundi-pundi uang.


__ADS_2