
Di sebuah ruangan, seorang lelaki tertidur pulas di atas tempat tidur. Pakaian lelaki itu dipenuhi noda makanan. Sinar mentari pagi perlahan memasuki ruangan melalui celah-celah jendela. Wajah si lelaki bersinar terkena cahaya matahari, walaupun demikian, lelaki itu masih pulas tertidur.
Tok,tok,tok.
Pintu di ketuk beberapa kali, tapi tidak ada jawaban dari dalam. Setelah menunggu lama, seorang wanita cantik masuk keruangan itu, dia berjalan tenang menuju tempat tidur. Wanita cantik itu membuka selimut dan menemukan seorang lelaki tertidur pulas di kasur. Wanita cantik itu tersenyum dan...
Plak...
"Sakit!"
Plak, plak, plak.
"Ampun! ampuni hamba tuan!" rintih lelaki itu kesakitan.
"Ampun, ampun, bangun! Lu tidur atau mati sih!" bentak wanita itu sambil terus menampar wajah si lelaki.
"5 menit lagi, masih ngantuk nih. Kalau mau pergi duluan aja, ntar nyusul." Lelaki itu menarik selimutnya dan kembali tidur.
Wanita cantik itu menghela napas berat, dia sedikit mengambil jarak dengan si lelaki. Wanita itu kemudian mengambil sesuatu yang berkilau dibalik gaun cantiknya. Ternyata dia mengeluarkan sebuah belati, belatinya terlihat sangat tajam dan mengkilat sampai-sampai kita bisa memakainya untuk bercermin.
"Baiklah kalau itu maumu, selamat tinggal Nusa. Semoga kau dapat bahagia di alam sa..."
"Stopp!" Nusa langsung melompat dari atas tempat tidurnya.
Nusa berdiri dengan napas naik turun, dia menatap Tara terkejut. "Lu gila ya Tara! kalau sampe gw mati gimana?!"
"Ya... bodo amat! Cepet bagun dan siap-siap, sebentar lagi kita berangkat," ucap Tara sambil membuka jendela kamar.
Nusa mengusap kedua matanya dan berkata. "Kita mau kemana?"
Tara kembali menghela napas, hari ini entah berapa kali dia melakukannya. "Hari ini kita akan pergi ke pertemuan antar guild petualang. Event ini biasa di gelar 10 tahun sekali, jadi kita tidak boleh melewatkannya."
"Kamu aja yang pergi, aku kurang tertarik."
__ADS_1
"Yakin nih gak mau pergi, padahal di sana kita bisa mengumpulkan banyak informasi. Kalau beruntung kita juga bisa bertemu para pemain veteran. Bagaimana, apakah anda tertarik tuan Nusa?"
Tara berhasil membujuk Nusa, dia tahu temannya tidak akan menolak jika diberi uang. Masalah Nusa beres, sekarang tinggal memikirkan cara membalas perbuatan ketua guild Rada Geol. Tara yakin orang tua itu pasti datang ke pertemuan, karena pertemuan itu wajib dihadiri semua perwakilan guild petualang di Kerajaan Bhayangkara.
Di tengah obrolan tiba-tiba Wina masuk ke dalam kamar. Dia masih memakai piyama dan sesekali menguap. Nusa dan Tara menatap Wina dari atas hingga bawah dengan mulut menganga, penampilan Wina saat menggunakan piyama cukup menggoda.
Wina yang menyadari ada Nusa di dalam kamar langsung menutupi bagian tubuhnya yang terbuka. Tara tertawa melihat kelakuan ceroboh sahabatnya itu, dia mendekati Wina dan mencubit pipinya.
"Oke, kalian berdua cepat ganti baju. Kita berangkat 10 menit lagi, jarak dari sini ke tempat pertemuan cukup jauh." Tara pergi dari kamar Nusa dan menyiapkan keperluan yang dibutuhkan dalam perjalanan.
Mereka bertiga menaiki pedati menuju pertemuan, waktu yang dibutuhkan untuk sampai di sana kira-kira 3-5 jam perjalanan darat. Kota Arzak merupakan kota terbesar di Kerajaan Bhayangkara, kota ini kelilingi 8 kota yang lebih kecil. Kota-kota ini bertujuan untuk melindungi kota Arzak dari serangan musuh.
Luas kota Arzak kira-kira 3 kali lebih luas dari kota New York di Amerika. Jadi wajar jika bepergian mereka membutuhkan waktu yang lebih lama.
...**********...
"Oh iya, kalian tahu tujuan diadakannya pertemuan antar Guild?" Tara mulai membuka obrolan, dia merasa bosan selama perjalanan.
Crik. crik. crik. crik.
Perjalanan mereka sangat membosankan, kusir memacu kudanya lebih lambat daripada sap pembajak sawah. Karena penasaran tentang rute yang akan mereka lewati, Nusa mengintip dari balik tirai kereta kuda atau pedati yang mereka tumpangi. Dia melihat dari kejauhan segerombolan orang sedang berhenti di pinggir jalan.
Nusa penasaran mengenai gerombolan yang ada di pinggir jalan itu. Mereka semua menggunakan atribut yang berbeda serta lambang atau bendera yang berbeda pula pada setiap pedati. Nusa pun menanyakan tentang gerombolan itu pada pak kusir.
"Mereka semua adalah orang-orang yang baru sampai dari wilayah utara. Ada juga dari mereka yang berasal dari wilayah Selatan dan timur laut. Setiap kelompok atau rombongan mewakili kotanya. Walaupun mereka semua berkumpul di satu tempat, tapi karena persaingan ketat, mereka akan mencurigai setiap orang yang bukan dari kelompoknya. Ngomong-ngomong nak Nusa mewakili kota mana?"
"Rahasia." Nusa berisi kepada si kurir.
Pak kusir tersenyum, dia sepertinya paham mengenai maksud perkataan anak muda di belakangnya. Puas berbincang dengan pak kusir, Nusa kemudian menutup tirai dan masuk ke dalam pedati.
Nusa melihat wajah Tara masih merah, dia sekarang fokus pada kertas yang dipegangnya. Sedangkan Wina fokus membersihkan pedang kesayangannya.
Nusa mencubit kedua pipi wanita di depannya, sontak kedua wanita itu meringis kesakitan.
__ADS_1
"Cepat kalian beritahu tentang pertemuan antar guild, kalau tidak... aku akan menarik pipi kalian berdua sampai kita memasuki ruangan pertemuan." Nusa menatap Tara dan Wina kesal.
"Nusa ampun! Baiklah aku akan jelaskan tentang pertemuan antar guild itu sekarang. Aku mohon melepaskan tanganmu terlebih dahulu." Mata Wina berkaca-kaca, dia hampir menangis karena kesakitan.
Setelah Nusa melepaskan tangannya, Wina langsung mengelus pipinya yang memerah.
"Pada zaman dahulu terdapat 10 Dewa yang memimpin benua Eurasia. Mereka semua selalu melindungi pengikutnya dari ancaman Dewa jahat. Karena bosan melihat para pengikutnya yang malas serta lemah, salah satu Dewa memutuskan untuk mengadakan pertarungan antar pengikutnya. Pemenang pertarungan akan mendapat gelar dan juga hadiah dari para Dewa."
"Berarti kita akan bertarung untuk memperebutkan hadiah dan juga gelar dari para dewa?" tanya Nusa dengan mata berbinar.
"Bisa dibilang begitu. tapi beberapa ratus tahun yang lalu peraturan itu mengalami perubahan. Setiap peserta haruslah petualang, pemenang pertandingan berhak mendapat uang serta mereka akan dinaikkan ke peringkat S."
"Apa untungnya menjadi petualang tingkat S?!" tanya Tara lebih antusias daripada Nusa, dia sepertinya sangat penasaran dengan peringkat para petualang.
Wina menghela napas dan berkata. "Kalian itu petualang, harusnya sudah tahu jika petualang peringkat S sangatlah sedikit. Bahkan bisa dibilang para petualang S sangatlah langka di kerajaan Bhayangkara. Karena itu para petualang tingkat bawah seperti peringkat A, B atau C sangat antusias mengikuti pertandingan. Mereka semua berharap bisa menang dan naik menjadi peringkat S."
Banyak keuntungan yang didapat oleh petualang dengan peringkat S, salah satunya adalah mereka bisa mendapatkan misi tingkat C ke atas. Tentu bayaran yang mereka dapat tidak sama dengan petualangan peringkat A atau B. Walaupun misi yang diberikan sama, tetapi bayaran yang diterima oleh peringkat S jauh lebih besar.
Para petualang peringkat S tidak sembarangan menerima misi, hanya misi-misi tertentu dan orang-orang tertentu yang bisa mendapatkan atau menjadi klien mereka. Jadi menurut kalian bagaimana, apakah menjadi petualang peringkat S itu menguntungkan.
Nusa dan Tara mengangguk paham, mereka sekarang lebih antusias untuk mengikuti pertandingan atau pertemuan antar guild. Mereka pikir pertandingan ini akan menarik karena para petualang akan mati-matian memenangkan pertandingan.
"Oh iya Wina, menurut yang kamu katakan 10 Dewa melindungi kerajaan Bhayangkara. Dewa apa sajakah itu?"
Wina sangat terkejut mendengar perkataan dari Nusa, dia tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan yang di luar nalar. Bagi penduduk Bhayangkara menyebutkan atau merinci nama-nama Dewa sangatlah tabuk.
Wina sedikit berpikir dan dia pun berkata malu-malu. "Menurut literatur yang aku baca, para dewa sendiri banyak tersebar di seluruh benua termasuk benua Eurasia. Di benua Eurasia sendiri terdapat 50 dewa dan di antara mereka ada yang disebut dengan 10 Dewa Agung. Kalau tidak salah kesepuluh Dewa itu berasal dari kerajaan Bhayangkara."
Wina kembali berpikir sejenak. "10 dewa Agung itu adalah dewa kebijaksanaan, dewi kecantikan, dewi kesopanan, dewa kematian, dewi ketakutan, dewa keserakahan, dewi hujan, dewi pencipta, dewi perang, dan dewi kesuburan."
Nusa dan Tara mengangguk paham, sebenarnya mereka lebih paham dari Wina karena Nusa dan Tara merupakan dewa benua Eurasia.
"Nak Nusa, kita sudah sampai ketujuan. Sebelum turun kalian perhatian barang bawaannya, jangan sampai ada yang tertinggal," ucap pak kusir ramah.
__ADS_1
Nusa dan Tara terkejut saat turun dari pedati, mereka melihat bangunan yang tidak asing. Yap, bangunan itu adalah Guild Bulan Sabit.