
Nusa dan Tara terkejut saat turun dari pedati, mereka melihat bangunan yang tidak asing. Yap, bangunan itu adalah Guild Bulan Sabit.
Wina merasa senang bisa melihat kemegahan guild Bulan Sabit. Tidak sembarang orang diperbolehkan masuk ke dalam guild. Hanya petualang dengan kartu identitas anggota guild ini saja yang diperbolehkan masuk.
Guild Bulan Sabit sering disebut sebagai guild pusat, karena mereka bertugas mengatur dan mengawasi guild-guild lain yang ada di kerajaan Bhayangkara. Tidak seperti guild lain, guild Bulan Sabit memiliki arsitektur yang indah dan megah.
Pada bagian luar, guild Bulan Sabit lebih mirip istana atau kastil daripada sebuah bangunan guild. Bahkan kemewahan dan kemegahan guild ini dapat mengalahkan istana milik raja Bhayangkara.
Seluruh bangunan guild dilindungi oleh benteng yang tinggi menjulang. Wina melihat banyaknya petualang berkumpul di depan pintu masuk guild. Sebelum masuk ke dalam guild, semua orang diperiksa indentitasnya sebanyak 2 kali. Pertama para penjaga akan memeriksa petualang di gerbang masuk guild, yang kedua mereka akan di periksa di pintu masuk guild.
"Sepertinya mereka hanyalah segerombolan orang lemah. Aku tidak merasakan kehadiran petualang kuat di sini," ledek Tara sambil menatap para petualang yang dianggapnya lemah.
"Bukan mereka yang lemah, tapi anda yang terlalu kuat. Dari sudut pandangku mereka semua orang-orang kuat loh mbak." batin Wina sambil memutar bola matanya malas.
Wina mengajak kedua temannya masuk ke dalam guild. Sebelum mereka masuk, tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara wanita memanggil Nusa.
Tanpa banyak bicara wanita itu melompat ke arah Nusa penuh semangat. Nusa yang belum siap terjungkal keras ke belakang.
"Atma kangen!" teriak Atma sambil membenamkan wajahnya ke tubuh Nusa.
Atma memeluk tuannya, dia sesekali mencium pipi Nusa kemudian dia menangis. Tubuh Nusa tidak bisa bergerak, walaupun Atma kecil tapi tenaganya sangat besar. Tidak tega melihat anak buahnya menangis, Nusa dengan sigap mengelus kepala Atma lembut.
Wina yang menyaksikan adegan itu memalingkan wajahnya kesal. Dia baru pertama kali bertemu dengan Atma, kesan pertamanya cukup buruk di mata Wina.
"Kamu bisa ada di sini?" tanya Tara sambil membantu Atma berdiri.
" Aku ke sini di ajak Kak Tita. Katanya kalau aku ikut, nanti bisa ketemu kak Nusa. Untung Atma ikut!" ucap Atma gembira.
"Atma! oi... jangan tiba-tiba pergi ntar ilang loh!" teriak Tina dari kejauhan.
Dua orang wanita menghampiri rombongan Nusa, mereka berdua adalah Tina dan Atita. Nusa melihat penampilan Atita yang elegan, dengan gaun merah darahnya, Atita seperti putri bangsawan.
Nusa menanyakan perihal kedatangan teman-temannya ke pertemuan. Atita menjelaskan bahwa dia telah menjadi ketua guild Rada Geol dan menggulingkan ketua guild sebelum. Kedatangan mereka ke pertemuan ini sebagai perwakilan guild dari kota Carani.
Tara nampak tidak percaya Atita menggulingkan pak tua berkumis. "Kenapa kamu menggulingkan ketua guild?"
__ADS_1
"Saya menggulingkannya karena dia berani menipu Nona! Saya rasa memecatnya saja belum cukup, seharusnya pria itu di eksekusi. Kalau Nona ingin ketua guild sebelumnya di eksekusi, maka akan saya laksanakan." Atita memberi hormat sambil tersenyum, dengan malu-malu dia menunduk dan mengangkat sedikit gaunnya.
Tara tidak bisa berkata-kata, dia paham sifat Atita yang mengerikan.
"Kalau begitu mari kita masuk ke dalam," ujar Nusa pada rombongannya.
Langkah Nusa terhenti ketika Atita menarik ujung bajunya. "Kalian tidak bisa masuk tanpa kartu Identitas. Ambil kartu ini."
Nusa mengambil 3 kartu dari Atita lalu membaginya pada Tara dan Wina. Mereka pun masuk ke dalam guild Bulan Sabit.
...********...
Semua perwakilan guild diarahkan menuju ruang rapat, ruangan besar dan luas, mirip seperti ruang rapat dewan perwakilan rakyat. Setiap guild hanya boleh di wakili 2 orang saja, peraturan ini dibuat agar keadaan saat rapat kondusif.
Guild Rada Geol di wakil Atita sebagai ketua dan Nusa sebagai wakilnya. Sementara anggota guild yang lain menunggu di ruangan yang telah disediakan.
"Tit, kenapa aku yang harus menemanimu sih?! Tara sama Atma kan ada," tanya Nusa sambil melirik Atita yang ada disampingnya.
Atita tersenyum sambil memiringkan kepalanya ke arah Nusa. "Situasi yang akan kita hadapi cukup berat, Nona Tara tidak bisa menanganinya. Jika saya mengajak Atma, bisa-bisa dia kabur saat mencium aroma makanan."
Ruangan pertemuan cukup berisik, Nusa membenamkan wajahnya ke meja malas. Suara berat langkah kaki memasuki ruang rapat, ruang rapat yang ramai seketika hening.
Nusa mendongakkan kepala, dia melihat pria bertubuh besar berdiri di atas panggung. Pria itu mirip ksatria kegelapan, dia mengenakan zirah berwarna hitam dengan variasi biru tua.
"Ehmm... Mohon maaf atas keterlambatannya. Kami akan menyampaikan beberapa hal penting. Pertama tahun ini guild pusat akan ikut berpartisipasi dalam pertarungan antara guild."
Semua orang terkejut mendengar guild pusat akan ikut serta. Mungkin ini terdengar biasa untuk Nusa, tapi bagi guild lain kehadiran guild pusat di tengah pertarungan sangat mengerikan. Anggota guild Bulan Sabit terkenal sangat kuat dan pantang menyerah.
"Tunggu sebentar! kenapa tiba-tiba guild pusat ikut berpartisipasi?!" ujar seorang pria dari kursi depan.
"Benar! guild pusat seharusnya mengawasi kami," timpal wanita dari kursi tengah.
Ruangan rapat mendadak ramai, para peserta rapat mempertanyakan keputusan guild pusat. Beberapa orang terlihat berdiri sambil berteriak marah.
"Para ketua saya mohon untuk tenang," ucap pelan pria di atas panggung.
__ADS_1
Hawa mengerikan tiba-tiba menyeruak dan menyebar ke seluruh ruangan. Hawa mengerikan itu keluar dari tubuh pria yang ada di atas panggung, area tempat ia berdiri mengeluarkan aura merah gelap yang mengerikan.
Keributan yang terjadi di ruang rapat akhirnya kembali kondusif, semua peserta rapat ketakutan dengan hawa yang dikeluarkan si pria.
Setelah suasana tenang, pria itu melanjutkan perkataannya. "Guild yang menghadiri pertemuan tahun ini selain guild pusat berjumlah 31. Karena jumlah peserta yang ganjil memaksa kami ikut berpartisipasi. Jika kalian keberatan kami ikut berpartisipasi, maka acara kali ini akan dibatalkan."
Seorang pria dengan pakai serba putih menanyakan tentang guild yang baru bergabung dalam rapat.
Pembawa acara mengatakan bahwa guild Rada Geol baru saja ikut berpartisipasi.
"Kenapa guild lemah bisa berada di pertemuan ini!" bentak seorang pria sambil menggebrak meja, dari nada bicaranya dia tidak terima guild kecil ikut berpartisipasi.
"Pantas saja aku merasakan firasat buruk, sekarang kita harus bagaimana ketua guild Rada Geol."
"Mmm... Nggak tahu! Tapi saya yakin anda sudah memiliki solusi untuk masalah ini." Atita menatap Nusa dengan mata berbinar.
"Gawat! kayanya gw masuk perangkap!" batin Nusa kesal.
"Ehmm... Semuanya, saya adalah perwakilan guild Rada Geol. Saya tidak akan banyak bicara, cukup dua kalimat saja," Nusa menarik napas dalam, "Kalian lemah!"
Ucapan Nusa membuat para ketua marah, mereka yang memiliki harga diri tinggi tidak menerima hinaan dari guild kecil.
"Kalau guild kalian sangat kuat, maka menangkan pertarungan nanti," bentak salah satu ketua guild dengan wajah merah padam.
Nusa menarik kedua ujung bibirnya, dia berkata dengan nada mengejek. "Kami pasti keluar sebagai pemenang, jadi guild lemah seperti kalian jangan sampai tersingkir di babak penyisihan."
Suasana di ruang rapat memanas, tatap penuh kebencian mengarah pada Nusa dan Atita. Atita cukup terkejut karena tuannya nekat menghina seluruh guild. Saat Atita cemas, Nusa malah membenamkan wajahnya ke meja dan melanjutkan tidurnya.
Saat situasi kacau, tiba-tiba sebuah bayangan muncul di belakang Nusa dan berusaha menikamnya. Atita sudah menyadari adanya bahaya langsung memukul bayangan tersebut.
Pukulan Atita menyebabkan bayangan itu terpental sampai di atas panggung. Ternyata di balik bayangan itu terdapat seorang pria, pria itu memilikii pekerjaan sebagai Assassin, sehingga dia dapat mengubah tubuhnya menjadi bayangan.
Sebelum terlempar, Atita menggores kulit si pria dengan kukunya. Atita mengaktifkan skill unik Penguasa darah, akibatnya Atita dapat mengetahui semua informasi yang ada dipikiran si pria.
Pria Assassin itu mencoba melarikan diri, sayang usahanya gagal karena dia tertangkap oleh pria pembawa acara.
__ADS_1
Setelah 5 jam, rapat akhirnya selesai dengan keadaan kacau balau. Walaupun rapat kacau, tapi pertarungan antar petualang tidak dibatalkan. Semua ketua kembali ke guild mereka masing-masing dan bersial untuk besok.