Duo Bulan Sabit Sang Penjelajah Benua

Duo Bulan Sabit Sang Penjelajah Benua
BAB 41 : HUTAN KATAYAMA


__ADS_3

Rombongan Nusa berkumpul di depan gerbang guild bulan sabit. Mereka nampak lesu tanpa gairah, penyebabnya karena guild Rada Geol kalah. Hasilnya setiap petualang mengejek Nusa dan teman-temannya, mereka sangat puas atas kekalahan guild Rada Geol.


Sebenarnya guild Nusa tidak sepenuhnya kalah, tiga anggota guild tidak datang saat pertandingan. Akhirnya wasit memutuskan mendiskualifikasi Nusa, Tara, dan Atma. Sedangkan Tina dan Wina kalah di semifinal, keduanya dikalahkan oleh tuan rumah.


"Semua petualang mengejek kita, mau bagaimana lagi, kita sudah kalah telak. Tina, Wina, kalian pulang lebih dulu ke kota Carani. Atma akan mengawal kalian sampai kota dengan selamat." Atita memberi sepucuk surat pada Tina. Dia ingin surat itu diberikan pada Melani.


Atma yang biasanya cerewet, kini diam seribu bahasa, dia bahkan memalingkan wajahnya dari Atita. Atma sangat marah karena Atita menyuruhnya pulang, padahal dia ingin setiap detiknya dihabiskan bersama Nusa.


Nusa mendekati Atma, tanpa basa-basi dia langsung mengusap kepala Atma pelan. "kak Atita udah baik loh ngajak Atma ke sini. Atma kan anak baik, pulang ya bareng Tina."


"Kak Atita jahat! dia pura-pura baik sama Atma!" ucap Atma sambil memajukan bibirnya beberapa senti.


"Kalau kamu ikut, Kak Nusa bocorin markas rahasia Atma ke Melani," goda Nusa sambil menebar pesona.


"Markas rahasia? Atma gak punya markas rahasia." Wajah Atma terlihat bingung.


"Yakin... Oh iya, ruangan yang ada di bawah rumah kita untuk apa yah. Jangan-jangan di sana banyak makanan kaya daging, ikan, atau buah-buahan." Nusa kembali menggoda Atma sambil berbisik ke telinganya.


Atma menghela napas berat, dia terpaksa pulang ke kota Carani. Atma tidak mau ruangan hartanya dibobol maling, apalagi malingnya Melani yang terkenal dengan nafsu makanan yang besar.


Setelah membujuk Atma, akhirnya Nusa dan teman-temannya berpisah. Nasib benua Eurasia kini berada di tangan Nusa dan teman-temannya.


...*******...


7 bulan berlalu, Nusa, Tara, dan Atita dua hari lagi sampai di perbatasan. Jarak dari kota Arzak menuju perbatasan kerajaan Cakrawala dapat ditempuh lebih singkat jika melewati kota Carani.


Tapi Nusa memilih jalan memutar, menurut Nu-chan, panggilan Nusa sekarang. Akan berbahaya jika kita melewati jalur Timur, lebih baik memutar sedikit agar terhindar dari resiko besar.

__ADS_1


"Hari mulai larut, staminaku sudah terkuras banyak. Sebaiknya malam ini kita istirahat di sini, kita perlu memulihkan stamina sebelum melewati perbatasan," ucap Nu-chan sambil menjatuhkan tas besar di punggungnya.


"Okee... Kebetulan tadi aku melihat ada gua, bagaimana kalau kita istirahat di sana saja." Tangan Tara mengambil tas besar Nu-chan lalu memasukkannya ke ruang tunggu.


Mereka sekarang berada di hutan Katayama, sebelah tenggara dari kota Carani. Hutan Katayama terkenal angker, penduduk sekitar menamainya hutan kemalangan. Siapapun yang masuk ke dalam hutan, dipastikan dia tidak akan keluar dari hutan untuk selamanya.


Ketiga orang itu masuk ke dalam gua, diameter gua sekitar 5 meter dengan tinggi 3,5 meter. Bagian dalam gua lebih luas dan lembab, sangat pas untuk beristirahat tanpa khawatir monster menyerang.


"Katanya hutan ini angker, aku lihat biasa-biasa saja. Lagipula kenapa orang-orang takut masuk hutan ini?" tanya Tara heran sambil membuat api unggun.


Atita yang duduk di depan perapian berkata. "Nona tidak tahu, hutan ini di kenal angker karena banyak penunggunya. Saya rasa monster di hutan ini termasuk tingkat Cabe Rawit, satu tingkat dibawah monster Cabe-cabean."


"Oohh... Menarik, kekuatan monster di hutan ini hampir menyamai monster di hutan besar Erih. Aku akan tangkap satu, lalu membedahnya. Mungkin saja ada spesis baru di hutan ini." Kedua mata Nu-chan berbinar, dia seakan tidak sabar menanti hari esok.


Tara tidak tertarik dengan obrolan Nu-chan dan Atita, dia lebih suka membaringkan tubuh dan tidur.


Nu-chan melirik Atita malas, dia tersinggung dengan perkataan bawahannya. Atita yang menyadari tuannya marah langsung bersujud meminta ampun.


"Saya minta maaf sudah lancang bertanya. Mohon ampuni saya tuan, saya janji tidak akan bertanya apapun lagi."


"Angkat kepalamu! Lagipula aku tidak marah, hanya saja aku kesal mendengar perkataanmu. Sekarang kamu mendekatlah ke sini, aku akan memberimu hukuman berat."


Dengan jatung berdegup kencang, perlahan Atita mendekati Nu-chan. Atita sangat takut mendapat hukuman berat dari tuannya, dia tahu Nu-chan akan memberikan hukuman yang mengerikan.


Atita kini berada di samping Nu-chan, selama ini dia jarang sekali berinteraksi dengan tuannya. Atita berpikir dengan mengajak Nu-chan berbicara, hubungan mereka bisa lebih akrab. Tapi dia malah mengacaukannya, sekarang Atita harus bersiap menerima hukuman terkejam yang akan menimpanya.


Nu-chan melihat Atita menutup mata, tubuhnya gemetar ketakutan. Sekarang Atita layaknya anak kecil yang ketahuan mencuri permen, sikap dewasa yang selalu Atita tampilkan sudah sirnah bak ditelan gelapnya malam.

__ADS_1


Senyuman Nu-chan sangat mengerikan, kedua tangannya dengan cepat menarik pipi Atita. "Ambil ini, rasakan! Kalau nanya itu dipikir dulu, tuanmu bukan lagi laki-laki. Selama misi ini, jangan pernah panggil aku tuan Nusa, tapi nona muda, paham!"


"Pa-paham tuan..."


"Hahh...!"


"Maksudnya paham No-nona muda, mohon maaf atas ke lancang saya sebelumnya."


"Aku maafkan. Sebagai hukuman karena lancang, aku akan memainkan pipimu selama mungkin."


2 jam kemudian.


"Ternyata pipimu sangat lembut, aku suka. Baiklah, aku akan memberitahu alasanku menjadi perempuan," ucap Nu-chan sambil menyilangkan tangan di dada.


Atita menganggu paham, tangannya mengusap lembut pipi manisnya. Cubitan Nu-chan meninggalkan bekas merah besar di pipinya. Untunglah bekas merah itu tidak permanen.


"Ehmm... Alasanku mengubah gender sangat sederhana. Kerajaan Cakrawala terkenal ramah pada wanita, setiap hari ada saja kasus pembunuhan serta pemerkosaan di sana. Untuk itu aku berencana memancing mereka dengan wujud ini. Oh iya, jangan tertipu ya, walaupun luarnya wanita cantik tapi dalamnya pria tulen."


"Terimakasih penjelasannya, sekarang saya paham maksud tu..."


"Hmm...!"


"Eee... sekarang saya paham maksud no-nona muda. Saya harap bisa membantu kelancaran misi ini, tapi nampaknya no-nona sudah memikirkan semuanya."


"Tugasmu yang paling penting dalam misi ini. Nasibku dan Tara ada di tanganmu, jadi semangat!" Nu-chan memberi Atita semangat dalam misi penyusupan super rahasia ini.


Atita diminta istirahat, dia harus memulihkan staminanya secepat mungkin. Oprasi penyusup dilaksanakan pada malam hari, selepas matahari tenggelam oprasi pun di mulai.

__ADS_1


Nu-chan memandang perapian semalaman, tidak banyak kegiatan yang bisa ia lakukan. Nu-chan melihat Tara dan Atita sudah pulas tertidur, tiba-tiba saja Nu-chan terbersit sebuah ide cemerlang.


__ADS_2