
Pertarungan antara kubu Nusa dan kubu Dendi telah berakhir, mereka memutuskan kembali ke guild Bulan Sabit. Tanpa Dendi dan Sugi sadari, di dalam hutan telah terjadi pembantaian sadis oleh Tara.
"Semuanya, aku dan Sugi pamit dulu, kami akan pergi melaporkan kejadian tadi pada komandan. Semoga kalian tidak membuat keributan lain." Dendi dan Sugi pergi meninggalkan Nusa, Tara dan Atita.
"Kita kembali ke kamar. Setelah ini aku harus mencari jantung baru," ucap Tara sambil memegang dadanya.
"Kalau aku biarkan Tara bisa mati," gumam Nusa dalam hati.
Nusa mengangkat sebelah tangannya. "Kalian pergi duluan saja. Aku masih ada urusan di luar guild."
Tara mengangguk lemas, efek samping dari pembukaan segel mulai terasa. Walaupun kuyang bisa bertahan hidup tanpa jantung, tapi kekuatan mereka akan terkuras habis.
Atita sangat sigap membantu tuannya, tanpa banyak tanya dia langsung menggendong Tara menuju kamar.
Sementara itu Nusa keluar dari guild Bulan Sabit, dia menyelinap ke rumah-rumah warga. Tujuan Nusa adalah mengambil jantung milik wanita muda lalu memberikannya pada Tara.
"Tidak ada wanita cantik di sini. Sebaiknya aku cari wanita dari ras siluman, menurut informasi ras siluman memiliki jantung berkualitas tinggi. Dengan jantung itu, Tara bisa bertarung lebih lama."
Tidak sembarang jantung bisa dipakai oleh Tara. Dia memerlukan jantung makhluk berkualitas tinggi seperti ras siluman dan ras manusia. Mereka adalah dua ras pemilik jantung yang bisa tahan dalam pertarungan.
Sebenarnya Tara bisa menggunakan jantung dari ras lain. Tapi jantung yang diterimanya tidak akan bertahan lama dalam pertarungan. Contohnya jantung ras tuyul atau ras buto ijo, mereka hanya bertahan 10 menit dalam pertarungan. Setelah 10 menit, jantung itu hancur dan perlu di ganti dengan jantung baru.
Nusa menemukan seorang wanita cantik berjalan menuju gang sepi di tepi barat kota Arzak. Dari kejauhan, wanita muda itu berusia 50 tahunan. Kedua tangannya memegang tas belanjaan, kedua telinga kelincinya bergerak seperti radar. Wanita itu sangat waspada, dia terus memperhatikan sekelilingnya.
Bomm...
Nusa melompat dari atas rumah, dia berdiri tepat di depan si wanita. "Nona, ada kata-kata terakhir. Jika ada, cepat katakan sebelum kita pergi."
Wanita itu sontak terkejut dan terjungkal kebelakang. Wajahnya mulai panik saat Nusa mendekapnya lalu menempelkan pisau tajam di pipi si wanita.
__ADS_1
"To-tolong a-ampuni saya tuan! Sa-saya punya banyak a-adik yang perlu makan. me-mereka semua sedang menunggu saya kembali," ucap wanita itu dengan gemetar.
Nusa tidak peduli dan menarik tangan si wanita. Layaknya beras, dia meletakkan tubuh si wanita dipundak dan membawanya terbang.
"Tenang saja nona, setelah ini kau tidak perlu memikirkan adik-adikmu lagi." Nusa menggunakan jalur langit agar cepat sampai ke guild.
Seperti tidak ada harapan selamat, wanita itu hanya diam tanpa melawan. Dia menarik napas dalam-dalam dan melihat ke bawah. Dari ketinggian, kota Arzak sangat indah dan memanjakan mata.
Angin dingin berhembus melewati telinga panjang milik si wanita. "Wanita hina sepertiku mungkin pantas menerimanya, mati ditangan orang asing. Padahal, aku berharap di masa depan kehidupanku lebih baik lagi."
Tok. tok. tok.
"Masuk, pintunya tidak di kunci," ucap Atita sambil membaringkan Tara di tempat tidur.
Nusa masuk ke dalam kamar, dia menemukan Tara sudah terbaring tidak berdaya. "Sekarang kamu ambil jantung wanita ini. Lakukan secepat yang kamu bisa, jangan sampai jantungnya rusak. Paham."
Perlahan tangan Atita membuka seluruh pakaian si wanita. Dia menusuk dada si wanita dengan tangan kosong, kuku Atita yang memanjang berfungsi sebagai alat bedah.
20 menit berselang, oprasi penanaman jantung baru Tara telah selesai. Nusa menemani sahabatnya seorang diri, sementara Atita membawa jasad wanita itu pergi.
Nusa meminta Atita tidak membuang jasad si wanita, tetapi menjadikannya sebagai pengikut. Ras kuyang merupakan salah satu ras yang tidak memiliki pria di dalamnya. Mereka memperbanyak keturunan dengan cara mengubah ras lain menjadi ras kuyang.
Prosesnya hampir mirip saat vampir menghisap darah korbannya. Para kuyang yang baru saja lahir, tubuhnya akan sama seperti sebelumnya. Seiring berjalannya waktu, tubuh mereka akan berubah menjadi kuyang seutuhnya.
Walaupun korban adalah pria, tapi setelah menjadi kuyang seutuhnya, dia secara otomatis menjadi wanita cantik. Kulit para kuyang berwarna putih pucat, dan tubuhnya sangat seksi.
Pertanyaan kenapa Tara tidak menggunakan jantung ras kuyang saja. Dia tidak perlu susah payah mencari jantung dari ras lain.
Jawabannya cukup sederhana, kuyang biasa tidak memiliki jantung. Walaupun mereka memiliki jantung, tapi dalam kurun waktu tertentu jantung itu akan hancur. Hanya true kuyang saja yang memiliki jantung tetap di tubuhnya.
__ADS_1
...*******...
Hari sudah malam, Tara perlahan membuka matanya. Dia melihat Nusa memegang tangannya sambil tertidur pulas.
"Apakah aku bisa bersamamu selamanya? Saat aku kesulitan, kamu selalu datang membantuku. Ya, walaupun tanpa diminta, kamu rela mengorbankan banyak hal untukku." Tara mengusap kepala Nusa, tidak terasa air mata menetes dikedua matanya.
"Dari awal aku berada di dunia ini, aku merasa takut dan tak tau harus pergi kemana. Beruntung waktu itu aku bertemu denganmu di hutan. Aku tidak sanggup hidup di dunia antah berantah ini, berkatmu Nusa, aku bisa menikmati hidup yang menyenangkan." Tara tersenyum lalu kembali tidur, dia memegang tangan Nusa erat.
Tara baru menyadari kenyataan pahit yang akan menimpa dirinya. Dia sadar bahwa Nusa memiliki hidup lebih singkat dari dirinya. Sebagai ras manusia, masa hidup Nusa tidak lebih dari 100 tahun.
Tara tidak tahu kapan Nusa akan pergi. Satu hal yang pasti, jika dia pergi, Tara pun akan ikut kemanapun sahabatnya pergi.
"Untuk sementara, lebih baik aku tidak meningalkan Nusa sendiri. Dia selalu bertindak gegabah." Rasa kantuk tiba-tiba menyerang Tara.
"Tuan Nusa, pengikut baru telah selesai dibuat. Sekarang apa yang harus saya lakukan." Atita menyampaikan pesan lewat telepati.
Nusa terbangun dan memberi perintah. "Untuk saat ini kalian tidak perlu bertindak. Sebentar lagi musuh sadar bawahannya telah kita habisi. Cukup awasi gerak-gerik yang mencurigakan lalu laporkan."
"Bagaimana dengan ke-2 petualang tadi, apakah perlu saya habisi?!"
"Tidak perlu, mereka berguna sebagai informan. Kita belum tahu siapa sebenarnya ketua guild Bulan Sabit. Kita butuh banyak informasi agar tidak keliru seperti kemarin. Aku kira dua petualang itu sangat kuat, nyatanya kurang dari 10 menit mereka sudah kalah."
"Baik tuan, apakah kita perlu memenangkan pertandingan final."
"Pertandingan apa?!"
"Pertandingan antar guild tuan. Oh iya, tuan dan nona sudah tereliminasi, jadi hanya Atma, Tina, dan Wina yang melaju ke final."
"Apa! tidakk...," teriak Nusa dalam hati, dia benar-benar lupa soal pertandingan.
__ADS_1