Duo Bulan Sabit Sang Penjelajah Benua

Duo Bulan Sabit Sang Penjelajah Benua
BAB 8 : Desa Yang Misterius


__ADS_3

"Sekitar 3-4 hari sebelumnya, mata-mata kita yang ada di kota Soba menghilang. Mereka memberi kabar akan pergi menuju kota Carani dan melewati hutan Besar Erih," ucap seorang pria sambil memegang selembar kertas. Pria itu mengenakan jubah besar serta topi tinggi.


Pria disebrang tempat duduknya berkata. "Aku rasa mereka semua sudah tewas, mustahil ada yang bisa keluar dari hutan itu dengan selamat."


Brak...


Seorang pria lain menggebrak meja di depannya dan berkata. "Kenapa orang-orang bodoh itu melewati hutan Besar Erih! Seandainya mereka mati maka kita gagal membawa putri dari kepala suku Siluman kelinci. Jika kabar hilangnya putri kepala suku Siluman Kelinci tersebar, para ketua suku lain tidak akan tinggal diam. Bukan tidak mungkin kerajaan Bhayangkara pun ikut serta dalam masalah ini."


"Kalian tidak perlu khawatir, sebentar lagi kita akan mendapatkan kekuatan dasyat. Dengan kekuatan dari batu ini, kita dapat menghancurkan kerajaan Bhayangkara. Tidak hanya itu, kita bahkan dapat menghancurkan seluruh kerajaan di benua Eurasia," ujar seorang pria lain sambil mengusap kotak kaca, didalamnya terdapat batu Delima Biru yang mengeluarkan cahaya.


Lima orang pria mengelilingi meja bundar, mereka berpakaian serba merah dengan topi tinggi terpasang di kepala mereka.


...*********...


Sebelum pajar menyingsing, Nusa dan Tara sudah keluar dari penginapan. Mereka berjalan ke arah gerbang keluar. Nusa dan Tara mengubah penampilan mereka. Nusa sekarang berpenampilan serba hitam, dia memakai kaos hitam dan kemeja lengan panjang berwarna hitam juga. Nusa membawa tongkat sihir dibelakang tubuhnya, dia juga masih memakai topi jerami kesukaannya.


Sedangkan Tara berpenampilan layaknya petualang wanita, dia memakai kemeja lengan panjang berwarna putih serta celana panjang berwarna coklat. Tara mengubah warna rambutnya menjadi hitam, dia juga memanjangkan rambutnya agar dapat diikat.


Perjalanan dari kota Carani menuju perbatasan kira-kira 30-40 hari perjalanan darat. Nusa dan Tara berjalan selama 2 hari satu malam, mereka berdua melihat ada sebuah desa yang berjarak 1,5 kilometer.


Nusa berhenti lalu mengajak Tara pergi ke dalam hutan, dia merasa tidak pernah melihat desa itu. Nusa meminta Tara memanggil beberapa bawahannya.


Tara mengangkat tangan kanannya lalu memikirkan nama bawahan yang akan dia panggil. Tiba-tiba muncul lingkaran besar di depannya, lingkaran itu mirip seperti saat Nusa memanggil Ludra. Yang membedakannya adalah lingkaran milik Tara 2 kali lebih besar serta mengeluarkan cahaya berwarna merah darah.


Lingkaran itu mulai bercahaya terang dan berputar cepat. Angin berhembus kencang dari dalam lingkaran, tiba-tiba asap pekat muncul di sekeliling lingkaran itu. Setelah asap itu menghilang munculah 2 sosok wanita cantik di tengah lingkaran.


Mereka berdua menghampiri Nusa dan Tara lalu berlutut dengan hormat.


"Kami berdua memenuhi panggilanmu tuan putri," ucap kedua wanita cantik itu bersamaan.


"Terima kasih kalian sudah datang, sekarang angkat kepala kalian Atita, Melani." Tara memberi perintah pertama kepada Atita dan Melani.


Atita adalah bawahan Tara dengan penampilan bak bangsawan, dia menggunakan gaun indah berwarna merah darah. Kulitnya putih bersih seperti tepung terigu. Rambut dan mata Atita berwarna merah, rambutnya pendek sebahu. Atita memiliki tubuh layaknya wanita berusia 28 tahun, Ras Atita sama dengan Tara yaitu Ras Kuyang.


Sementara Melani memiliki tinggi badan sedikit pendek dari Atita, kira-kira 140 cm. Rambut panjang Melani terlihat indah berwarna ungu. Kulitnya sedikit gelap, pipinya cabi dan menggemaskan. Melani berasal dari Ras Mante.


Tara berhasil melakukan pemanggilan pertamanya. Sekarang giliran Nusa untuk memanggil bawahannya. Sama seperti Tara, saat Nusa mengangkat tangannya muncul lingkaran besar di depan Nusa.


Lingkaran itu mulai bercahaya terang berwarna emas dan berputar cepat. Tiba-tiba asap pekat muncul, beberapa saat kemudian asap itu perlahan menghilang. Terlihat sesosok wanita cantik berdiri tegak di tengah lingkaran.

__ADS_1


Wanita itu memiliki wajah sangat imut, mirip seperti tokoh utama wanita di anime. Dia memiliki rambut panjang berwarna merah muda, kedua matanya berwarna amer. Tubuhnya ramping dan juga tidak terlalu tinggi, kedua ujung telinganya runcing mirip peri dalam dongeng. Dia mengenakan jaket Hoodie berwarna biru dan celana pendek berwarna hitam.


Wanita itu menatap Nusa, dia berlari ke arah tuannya lalu memeluknya. Nusa membalas pelukan wanita itu, dia mengelus kepala sang wanita dengan lembut.


Wanita itu melepaskan pelukannya lalu berpose imut. "Atma menghadap dengan gaya."


"Lama tidak bertemu, kamu selalu nampak bersemangat ya Atma," ucap Tara pada Atma sambil mengelus kepalanya. Setelah itu Nusa mengucapkan mantra.


"Disappear."


Dia menggunakan sihir menghilang pada dirinya, Tara, Atma, Atita, dan juga Melani. Nusa meminta semua orang saling berpegangan tangan.


"Fly!"


Mereka semua terbang ke atas langit, Nusa dan teman-temannya melepas tangan mereka. Nusa menunjuk ke arah desa dibawahnya dan berkata. "Desa itu nampak mencurigakan, aku dan Tara akan masuk ke sana. Sementara kalian bertiga bisa mengawasi kami dari jauh."


Atma menolak rencana Nusa, dia ingin pergi bersama Nusa dan Tara. Atma menggembungkan pipinya, dia menyilangkan tangan di dada, saat ini Atma sedang marah pada tuannya. Tingkah Atma begitu menggemaskan sampai Tara tidak tega meninggalkannya.


Tara membujuk Nusa agar membawa Atma bersama mereka. Nusa menghela napas lalu berkata. "Iya, kamu bisa ikut bersama kami. Tapi ada syaratnya, kamu gak boleh banyak jajan ya."


Atma mengangkat kedua jarinya, dia berjanji tidak akan banyak jajan.


Sebelum pergi Nusa meminta Tara dan Atma menyembunyikan status mereka. Tara tidak tahu cara mengubah statusnya, Nusa tersenyum dan menjentikkan jarinya.


Tiba-tiba cahaya keluar dari tubuh Tara dan Atma. Tidak ada perubahan yang terjadi pada Tara. Sementara itu, terjadi sedikit perubahan pada Atma. Yaitu telinga runcingnya berubah layaknya telinga manusia biasa. Penampilan Atma juga berubah, dari ujung rambut sampai ujung kaki semuanya mirip seperti Tara.


...*********...


"Kalian bertiga berhenti di situ!" teriak seorang pria sambil mengacungkan tombak pada Nusa, Tara dan Atma.


Tidak lama pria lain bermunculan dari arah belakang. Salah satu pria meminta identitas Nusa, Tara dan Atma.


Nusa menyerahkan 3 lembar kertas berwarna coklat pada pria itu. Pria itu membacakan isi ketiga kertas itu dengan suara lantang.


"Identitas :


Nama : Tara Kirana


Umur : 15 Tahun

__ADS_1


Kelamin : Perempuan


Ras : Manusia


Pekerjaan : Petualang peringkat F


Identitas :


Nama : Nusa Wira


Umur : 17 Tahun


Kelamin : Laki-laki


Ras : Manusia


Pekerjaan : Petualang peringkat F


Identitas :


Nama : Atma Wira


Umur : 14 Tahun


Kelamin : Perempuan


Ras : Manusia


Pekerjaan : Pelayan. "


Setelah membacakan identitas mereka, Nusa dan teman-temannya diperbolehkan masuk ke desa itu.


"Beritahu ketua tentang mereka bertiga," bisik seorang pria pada rekannya.


Nusa dan teman-temannya berjalan mengelilingi desa, mereka dipandu oleh seorang wanita berkulit coklat. Wanita itu memiliki sayap di balik bajunya, telinga wanita itu berwarna hitam seperti kelelawar.


Tara menduga wanita didepannya berasal dari Ras Kalong Wewe. Sekilas terlihat beberapa tindik di telinga sang wanita. Kita akan sulit melihatnya karena tertutup rambut panjang berwarna oren milik wanita itu.


"Kalian sementara bisa tinggal di sini. Saya permisi, besok Tuan dan Nona kami antar menemui tetua desa. Selamat Malam." Wanita itu memberi hormat dan pergi meninggalkan Nusa, Tara, dan Atma.

__ADS_1


__ADS_2