Duo Bulan Sabit Sang Penjelajah Benua

Duo Bulan Sabit Sang Penjelajah Benua
BAB 13 : BERTEMU PETUALANG LAIN


__ADS_3

"Hilangkan tombaknya! makanya jadi orang jangan belagu." Seorang gadis marah pada teman prianya. Gadis itu memakai topi penyihir berwarna hitam dengan garis coklat melingkar, dia. membawa tongkat sihir dengan ujungnya terdapat batu berwarna hijau. Wanita itu juga memakai jubah berwarna ungu gelap.


"Maaf Lusi aku tidak sengaja melemparnya, yang penting sekarang kita cari tombak itu sampai ketemu. Aku takut tombak itu mengenai seseorang di hutan," ucap teman si wanita dengan panik.


Deni, deni. Kamu bodohnya minta ampun. Kalau gak mau orang lain terluka, tombaknya jangan di lempar. batin Lusi sambil menggelengkan kepala.


Seorang pria lain pergi ke dalam hutan lebih dulu, dia khawatir tombak milik temannya diambil oleh orang lain. Pria itu memiliki tubuh sedikit tinggi dengan pedang panjang di pinggang. Dia juga memakai gelang berwarna ungu gelap di tangan kirinya.


Mereka bertiga mengikuti arah perginya tombak Deni, hutan yang lebat menyusahkan mereka untuk melangkah.


"Tombaknya ketemu! kalian cepat kemari," teriak Deni pada kedua temannya.


Mereka bertiga bergegas menuju tombak itu, Deni dan teman-temannya hanya melihat ujung tombak yang bersinar terkena cahaya matahari.


Deni, Lusi, dan Arga terkejut saat melihat 3 orang terkapar di depan tombak milik Deni. Ketiga orang yang terkapar itu terdiri dari 1 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Ke-2 perempuan itu saling bertumpuk di atas seekor Harimau, sedangkan lelaki yang bersama mereka terkulai sambil memeluk Harimau itu dari samping. Harimau yang mereka jadikan alas tidur tidak bergerak sama sekali, kedua matanya terpejam.


Deni menghampiri Nusa dan berkata. "Apakah kalian baik-baik saja?!"


Deni khawatir tombak miliknya melukai ketiga orang itu. Lusi dan Arga menurunkan Atma dan Tara dari Harimau, mereka juga membantu keduanya untuk duduk.


"Apa yang terjadi pada kalian bertiga?! Apakah kalian terkena tombak itu," ucap Lusi pelan sambil memeriksa keadaan Atma dan Tara.


Krukk...


Tara memegang pundak Lusi dan berkata dengan lemah. "Kami lapar! sudah 5 hari belum makan."


"Aku kira mereka terluka gara-gara tombak Deni," gumam Arga pelan.


Lusi perihatin dengan kondisi 2 wanita didepannya itu, dia memberikan makanan dari ruang tunggunya dan berkata. "Ini untuk kalian, kami memiliki sedikit ma... "


Atma langsung menyambar daging pemberian Lusi, dia memakannya dengan lahap. Tidak lama Tara menarik daging yang sedang Atma makan, dia juga ingin merasakan daging bakar yang wanginya menggugah selera.


Atma menatap Tara tajam, dia seperti kucing yang tidak rela makanannya di ambil. Tara dan Atma tarik-menarik daging itu, mereka berdua sama-sama tidak mau mengalah.


"Kalian berdua tenang sedikit! jangan gara-gara makanan kalian berantem," ucap Nusa memarahi Tara dan Atma, tangannya mengambil potongan daging itu lalu memakannya.


Deni, Lusi, dan Arga keheranan dengan sikap Nusa dan teman-temannya yang berebut daging. Mereka bertiga mirip kawanan Hyena yang kelaparan.


"Kalian bertiga jangan berebut, kami masih punya beberapa potong daging lagi." Lusi memberikan 2 daging bagian paha untuk Nusa dan teman-temannya.


Setelah kenyang, mereka bertiga akhirnya tenang dan menghampiri party Lusi. Nusa dan Atma mengelap tangannya menggunakan baju milik Tara, sementara Tara tidak menyadarinya.


"Terima kasih kalian sudah memberikan kami makanan, kami sangat tertolong," ucap Nusa gembira, dia menyalami Deni, Lusi, dan Arga.


Tetapi Arga menepis tangan Nusa, dia melompat ke belakang. Arga memegang pedangnya, dia langsung memasang kuda-kuda tempur. Semua orang yang ada di sana terkejut, mereka tidak tahu kenapa Arga ingin menyerang Nusa.


Arga berlari sambil menebaskan pedang panjangnya ke arah Nusa. Nusa spontan menghindar ke samping, tidak lama Arga melancarkan tendangan menuju kepala Nusa dengan kaki kirinya, Nusa menahan tendangan itu mengunakan kaki kanannya.


Akibat dari benturan itu, angin bertiup kencang menerbangkan dedaunan disekitar Nusa dan Arga. Tanah tempat Nusa dan Arga berpijak pun amblas 30 cm. Arga melompat ke belakang lalu maju kembali sambil mengarahkan pedangnya lurus menuju perut Nusa.


Nusa menendang dengan tendangan lurus ke atas dan mengenai tangan Arga, pedang Arga terpental jauh lalu menancap di sebuah pohon. Arga menjauh, dia berusaha mengambil pedangnya kembali. Tidak lama Nusa berlari sangat cepat, dia seakan-akan menghilang.


Arga hampir mengambil pedangnya namun Nusa tiba-tiba muncul di sampingnya dan menendang Arga. Tendangan itu membuat tubuh Arga terpental jauh, dia berhenti setelah punggungnya terbentur pohon.

__ADS_1


Celaka! aku menendangnya terlalu kuat.


Tara, Atma, Lusi, dan, Deni mencoba menghentikan mereka. Jika pertarungan ini berlangsung lama, bukan tidak mungkin akan terjadi korban jiwa.


Arga terkapar di tanah, Lusi menghampirinya lalu merapal sihir penyembuh.


Arga bertanya dengan lemah kepada party Nusa. "Kalian kenapa ada di hutan ini, aku rasa tidak banyak orang yang mau melewati hutan ini. Karena di hutan ini banyak monster yang terkenal ganas."


Nusa berdehem beberapa kali, dia ingat belum minum dan tenggorokannya terasa sakit. Nusa duduk di atas Nameer dan berkata. "Kami adalah petualang yang di utus guild Rada Geol untuk mencari penduduk yang hilang."


"Guild Rada Geol?! kalau tidak salah guild itu berada di kota Carani kan," ujar Deni sambil mencabut tombaknya dari tanah.


"Bukannya Guild itu tidak memiliki petualang peringkat tinggi. Menurut laporan dari guild pusat, guild petualang yang ada di kota Carani hanya memiliki petualang peringkat C ke bawah," timpal Lusi bertanya-tanya.


"Hahh... Cuma peringkat C! ketua guild bilang para petualang peringkat A sedang pergi keluar kota." Nusa mulai berkomunikasi dengan Tara lewat telepati.


Tara duduk di samping Nusa, dia menatap Deni yang sibuk mengelap tombaknya. "Ketua luknut! dia mau numbalin kita. Pantas saja saat di guild aku tidak merasakan aura yang cukup kuat dari petualang lain."


"Memang benar di guild Rada Geol tidak memiliki petualang peringkat tinggi. Tapi sebagai penduduk Kerajaan Bhayangkara, kami harus ikut andil dalam misi pencarian penduduk yang hilang."


Gawat! gw kebanyakan pidato. batin Nusa panik.


Arga mengulurkan tangannya dan berkata. "Kalau begitu coba tunjukkan kartu petualang kalian."


Nusa, Tara dan Atma menunjukkan kartu guild mereka pada Arga. Arga terkejut melihat peringkat petualang Nusa dan partynya, ternyata mereka adalah petualang tingkat tinggi..


Arga mengembalikan kartu petualang itu, dia juga meminta maaf telah mencurigai Nusa sampai menyerangnya tanpa bertanya terlebih dahulu. Kartu petualang yang di berikan terlihat sangat asli, nyatanya kartu itu adalah hasil kreativitas Nusa.


Kita juga tahu bahwa Atma belum memiliki kartu petualang. Sebelum menyerahkan kartu, Nusa menggunakan Skill bernama Creator miliknya untuk membuat kartu. Sehingga mereka bertiga dapat menujukan kartu petualang yang terlihat asli.


Identitas :


Nama : Satrio


Kelamin : Pria


Ras : Dedemit dari suku Siluman Rubah


Pekerjaan : Petualang peringkat A


Class : Summoner


Identitas :


Nama : Lasmi


Kelamin : Wanita


Ras : Dedemit dari suku Siluman Serigala


Pekerjaan : Petualang peringkat A


Class : Assassin

__ADS_1


Identitas :


Nama : Lulu


Kelamin : Perempuan


Ras : Dedemit dari suku Siluman Ular


Pekerjaan : Petualang peringkat A


Class : Monk


"Kami juga diberi tugas oleh guild pusat untuk mencari penduduk yang hilang. Jika tidak keberatan, bagaimana kalau kita bekerjasama. Mungkin saja para penduduk di culik oleh komplotan besar." Lusi memberi saran agar partynya dan juga party Nusa bekerjasama.


Nusa dan partynya menyetujui usulan Lusi, mereka siap bekerjasama. Lagipula mereka sudah tahu dalang dibalik penculikan penduduk Kerajaan Bhayangkara.


Mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mencari penduduk yang hilang. Party Lusi berjalan di depan dan party Nusa mengikuti di belakangnya.


Atma terkejut dengan penampilannya, sekarang dia memiliki lidah bercabang serta sepasang taring di mulutnya. Taring dari Siluman Ular tidak sama seperti taring ular pada umumnya, mereka lebih mirip taring Vampire dari pada taring ular.


Tara juga terkejut melihat menampilannya, sekarang Tara memiliki bagian tubuh yang menggoda. Asetnya tumbuh lebih besar dari sebelumnya, dia juga memiliki sepasang telinga hewan di kepala.


Nusa tersenyum tipis, hanya dia dan Nameer saja yang tahu mengapa mereka bertiga berubah.


5 menit sebelumnya.


"Nameer mode siaga! aku belum tau musuh menyerang dari mana." Nusa memasang mode siaga, dia belum tahu musuh seperti apa yang akan mereka hadapi.


"Aktifkan Analisis."


[ Identitas :


Nama : Tombak Bumi


Daya serang : 531


Daya tahan : 320


Cokro : 568/632.


Analisis selesai ]


"Lemah banget, kukira akan berhadapan dengan pemain kuat," ucap Nusa sedikit lega, walaupun dia berharap bisa berhadapan dengan pemain kuat.


Nameer mengaum tanpa suara, tujuannya mencari lokasi pemilik tombak itu. Auman Nameer merupakan kemampuan khusus yang di milik Hewan Suci. Cara kerjanya mirip sonar yang di pancarkan lumba-lumba.


[ Pembahasan Cokro dan Hewan Suci akan kita bahas di bab selanjutnya.]


Nusa menjentikkan jarinya, tiba-tiba mereka berempat berubah baik bentuk maupun warna. Nusa dan partynya berubah menjadi Ras Dedemit, sedangkan Nameer berubah menjadi Harimau biasa dengan warna oren dan garis hitam di tubuh.


Kilas balik selesai.


"Sekarang kita pergi kemana?" tanya Lusi pada Nusa dan partynya, partynya sudah 2.minggu mencari penduduk yang hilang namun belum menemukan hasil.

__ADS_1


Tara tersenyum tipis dan berkata. "Kita pergi menuju desa Cipoho. Menurut informasi yang kami dapat, para penduduk yang hilang di bawa ke desa itu."


Lusi mengetahui lokasi desa Cipoho karena partynya pernah melewati desa itu. Mereka bertujuh sekarang menuju desa Cipoho, entah apa yang akan menimpa penduduk desa Cipoho setelah kedatangan Nusa dan rombongannya.


__ADS_2