
Tang...Tang... Tang...
Lonceng berbunyi sebanyak 3 kali, itu pertanda jika kota mengalami kondisi darurat. Semua penduduk kota berkumpul di alun-alun, mereka belum tahu kondisi darurat seperti apa yang kota ini hadapi.
Para prajurit membantu penduduk kota yang berusia lanjut. Mereka memberitahu walikota mengenai kondisi darurat di kota Carani.
Walikota naik ke atas tempat yang telah disediakan lalu berkata. "Kota saat ini memasuki keadaan darurat. Dari laporan yang kami terima, ribuan prajurit asing berada di dekat kota kita. Mereka berencana menyerang kota ini dalam waktu dekat. Kami telah menyediakan tempat pengungsian yang aman untuk seluruh penduduk kota. Para prajurit akan mengantar kalian ke sana dengan selamat."
Penduduk kota Carani nampak tenang, mereka tidak menunjukkan ekspresi panik atau takut. Penduduk kota sepertinya terbiasa menghadapi keadaan darurat.
Nusa dan Atma kembali menuju desa Cipoho, sedangkan Tara duduk di atas atap gerbang kota. Kota Carani hanya memiliki satu gerbang masuk dan satu jalan rahasia untuk menghadapi keadaan darurat.
Tara membiarkan gerbang kota terbuka lebar, Atita memberitahu bahwa prajurit asing yang tinggal di luar kota akan menyerang sekitar 2 hari lagi. Seperti biasa, mereka akan menyerang pada malam hari supaya tidak ada saksi mata yang melihat.
Para penduduk berbondong-bondong meninggalkan kota melalui jalan rahasia, jalan rahasia itu berada di bawah tanah dan terhubung ke sebuah tempat di tenggara kota. Tempat itu cukup luas dan aman untuk ditinggali saat terjadi perang.
Untuk menuju tempat itu, para penduduk membutuhkan waktu 19 jam. Tempat itu tersembunyi, keadaan di sana cukup nyaman dengan rumah-rumah panggung yang sengaja dibuat di sana.
...*********...
"Prajurit yang kita kirim untuk membawa para tawanan telah menghilang, Mereka semua hilang bersama dengan harta yang kita kumpulan selama bertahun-tahun. Kabarnya para tawanan berhasil lolos, mereka sekarang menuju ibukota kerajaan dengan pengawalan ketat." ucap seorang pria dengan suara berat.
Pria lain yang duduk di seberangnya berkata. "Bagaimana mungkin ini terjadi! Apakah para prajurit menghianati kita?!."
"Mustahil para prajurit menghianati kita! mereka semua memiliki tujuan yang sama dengan kita. Yaitu memusnahkan kerajaan yang sesat ini." Pria lain nampak marah, dia sampai berdiri dari kursinya.
5 orang berada dalam satu ruangan, mereka adalah petinggi pasukan yang di kirim khusus untuk menghancurkan setiap kota di Kerajaan Bhayangkara.
"Semuanya harap tenang! mungkin saja para prajurit telah dihabisi oleh musuh. Kita tetap fokus dengan rencana yang diberikan Raja. Kita berada dekat dengan kota kecil bernama Carani, dengan persenjataan dan prajurit yang terlatih kita akan membantai seluruh penduduk kota itu pada besok malam," ucap seorang pria dengan penuh percaya diri, dari penampilannya dia lah pemimpin dari semua orang yang ada di ruang itu.
Pria yang berdiri tadi tertawa puas dan berkata. "Sungguh kasian penduduk kota Carani! Mereka sebentar lagi akan tiada. Aku harap mereka memberi sedikit perlawanan, walaupun itu sia-sia saja. Karena mereka berhadapan langsung dengan prajurit elit dari Kerajaan Cakrawala."
...*********...
__ADS_1
Waktu menunjukkan tengah malam, 3 orang prajurit asing memasuki gerbang kota secara diam-diam. Pintu gerbang terbuka lebar, mereka melihat gerbang kota tidak di jaga.
3 orang itu melaporkan situasi kota Carani pada komandan pasukan. Keheningan terasa di penjuru kota, tidak ada penduduk yang beraktivitas di luar. Para prajurit mengira semua penduduk telah lelap tidur.
"Tembakan panah api ke arah rumah-rumah penduduk!" perintah komandan dengan tegas.
Para prajurit asing belum memasuki kota, mereka masih siaga di luar gerbang. Puluhan anak panah menghujani rumah-rumah penduduk, panah-panah itu membakar rumah penduduk dengan cepat.
Prajurit asing mulai memasuki kota, mereka berlari menuju rumah-rumah penduduk.
Darrr...
Pintu-pintu didobrak paksa, kaca-kaca dilempari batu. Semua isi rumah di hancurkan lalu di bakar. Kobaran api terlihat di mana-mana, kota yang gelap berubah menjadi terang.
"Si*l! Kemana perginya seluruh penduduk!" umpat seorang prajurit dengan marah.
Semua prajurit berkumpul di alun-alun kota, mereka tidak menemukan satu pun penduduk lalu melaporkannya pada komandan.
Komandan pasukan itu nampak kebingungan dan berkata pelan. "Ada yang aneh dengan kota ini, Jangan-jangan ini je...."
Aaaa!!!
Teriakan para prajurit terdengar di mana-mana, sebagian dari mereka tidak bisa menyelamatkan diri. Posisi prajurit sangatlah menguntungkan pihak musuh. Mereka berkumpul di area perang secara bersamaan, tentu mereka rentan mendapatkan serangan mendadak. Jika prajurit mendapat serangan mendadak maka mereka akan panik lalu memecah barisan.
Dalam sekejap, ratusan prajurit tewas terpanggang. Tidak lama penduduk kota menyerang, mereka didominasi petualang dengan peringkat D.
Para prajurit tidak memberikan perlawanan berarti, mereka tidak siap menerima serangan kejutan. Komandan pasukan yang terpojok terpaksa menembakkan suar ke langit sebagai tanda meminta bantuan.
"Gawat! rombongan prajurit asing mulai mendekat," ucap seorang petualang panik.
Pasukan musuh di bagi menjadi 3 kelompok yaitu pasukan garda depan, garda tengah, dan garda belakang. Mereka sudah mengantisipasi serangan kejutan dari penduduk kota.
Melihat jumlah prajurit asing yang datang, para petualang mulai panik. Kebanyakan dari mereka adalah penggunaan pedang, tetapi pedang saja belum cukup untuk mengalahkan musuh.
__ADS_1
Mereka membutuhkan para penyihir untuk memberikan serangan area. Sayangnya para penyihir telah melewati batas mereka karena terlalu banyak mengeluarkan sihir bola api.
Tang...
Prajurit asing saling beradu perang dengan petualang, keadaan petualang kurang di untung. Mereka harus bertarung melawan prajurit terlatih dengan persenjataan lengkap.
Beberapa petualang berguguran, mereka semakin terdesak dan sudah kehabisan banyak tenaga. Saat mereka hampir menyerah, tiba-tiba muncul banyak lingkaran memenuhi kota.
Para prajurit dan petualang terkejut melihat pasukan Jailangkung bermunculan dari lingkaran. Jailangkung merupakan Ras mayat hidup, mereka memiliki tubuh mirip manusia. Hanya saja kepala mereka terbuat dari batok kelapa dan tubuhnya terbuat dari kayu.
Pasukan Jailangkung itu menyerang para prajurit asing dengan beringas. Walaupun mereka dapat dikalahkan dengan api, tapi jumlah Jailangkung yang terlalu banyak menyulitkan musuhnya untuk merapal mantra.
Seorang prajurit berkata dengan panik. "Dari mana semua mayat hidup ini datang! mustahil kita menang melawan mereka."
Teriakan mulai terdengar di dalam kota, pasukan garda depan dan tengah berhasil dikalahkan. Dan sisanya tinggal pasukan garda belakang.
...********...
"Mundur! mundur kalian monster!" teriak komandan pasukan garda belakang panik. Dia menyaksikan pasukannya di bantai satu persatu.
Dua orang wanita menatap komandan pasukan dengan tajam, senjata keduanya berlumuran dengan darah para prajurit. Komandan pasukan sangat ketakutan, dia tidak menyangka kota itu memiliki prajurit yang berbahaya.
"Sekarang kita apakan serangga ini kak?!" tanya Atma pada Tara dingin, dia sudah bekerjasama dengan Tara supaya menampakkan sisi kejam mereka.
Tara tersenyum jahat dan berkata. "Kita kuliti dia lalu cincang tubuhnya." Tara mengangkat pedang dan siap membelah kepala sang komandan.
Tiba-tiba sesokok bayangan berlari cepat menghampiri Tara dan mengayunkan pedang ke arahnya.
Tang...
Dengan sigap Atma menahan serangan itu dengan pedang miliknya. Angin keluar saat kedua pedang saling beradu, sosok bayangan itu membawa komandan pasukan menjauh. Tara dan Atma senang bertemu sosok itu, sudah lama mereka tidak bertarung dengan orang kuat.
"Ayo kita kejar," tanya Atma dingin.
__ADS_1
"Okee, let's Go! "