
"Jangan bunuh dia! Atma, Delta, korek informasi selengkap mungkin dari pria itu. Aku dan Tara akan pergi menemui party Lusi." Nusa melarang membunuh si komandan.
Atma menarik rambut di komandan kasar, dia menyeretnya menjauh dari Nusa. Atma tersenyum manis, dia nampak bahagia karena bisa menyiksa orang-orang yang menentang tuannya.
Delta berjalan di belakang Atma, dia tidak banyak bicara. Kedua pedangnya selalu di genggam erat, dia tidak pernah lengah sedikitpun. Nusa menghampiri party Lusi, party Lusi di lindungi pelindung berbentuk kubah. Musuh yang menyerang tidak bisa melihat persembunyiannya.
Karena di luar kubah, para musuh hanya melihat gundukan tanah saja. Nusa memasukan kepalanya ke dalam kubah, Lusi terkejut melihat kepala Nusa menggantung di atas kubah.
"Kalian semua boleh keluar, semua prajurit sudah kami bereskan," ucap Nusa sambil menghancurkan kubah itu.
Lusi dan partynya sangat senang karena pertempuran ini sudah berakhir. Nusa membawa lebih dahulu gadis yang di tolongnya tadi, Lusi dan partynya keluar 1/2 jam lagi. Mereka berencana memulihkan setamina yang sudah terkuras habis.
Anu.. Kak Nusa, A-Atma berhasil menemukan persembunyian prajurit lain. Atma memberi informasi mengenai para prajurit yang tersisa, mereka semua berada di ruang bawah tanah.
Nusa memerintahkan Atma dan Delta untuk menyergap prajurit yang tersisa, mereka di larang membunuh para prajurit itu.
Nusa dan Tara terdiam di depan kereta kuda yang mengangkut para tawanan. Mereka khawatir jika para tawanan menyadari bahwa para prajurit telah mati lalu mereka melarikan diri keluar desa.
Kekhawatiran mereka terhadap para tawanan sangat beralasan, para tawanan bisa saja tewas di tangan Atita. Karena Atita sudah di beri perintah untuk membunuh semua orang yang keluar dari desa. Atita adalah Npc paling taat perintah, dia bahkan berani melawan Nusa ketika Tara sudah memberinya perintah.
Nusa memanggil Nameer dan berkata. "Nameer, mode tempur! Bantu para tawanan keluar dari kereta kuda, pastikan mereka semua tidak ada yang melarikan diri."
Tidak lama Nameer berubah wujud seperti Ras Dedemit dari suku Siluman Harimau. Nameer sekarang memiliki tubuh tinggi besar, rambutnya berwarna putih dengan sedikit warna hitam di ujungnya. Nameer memakai zirah berwarna abu-abu serta tongkat panjang di punggungnya, dia juga memakai topeng yang sama seperti Delta.
Urusan tawanan sudah selesai, tinggal urusan prajurit yang sembunyi di ruang bawah tanah. Atma memberi tahu lokasi persembunyian para prajurit.
Saat Nusa dan Tara sampai, mereka melihat banyak ruangan-ruangan yang difungsikan sebagai penjara. Nusa dan Tara memasuki ruangan yang dipenuhi bau busuk, mereka terkejut ketika sampai di ruangan pertama.
__ADS_1
Di sana terdapat tumpukan mayat para tawanan yang mulai membusuk. Bukan hanya ruangan itu saja tetapi hampir di semua ruangan terdapat mayat.
Tara khawatir dengan mental Nusa, dia takut Nusa menjadi depresi setelah melihat banyak mayat di mana-mana.
Nusa menurunkan gadis yang dia tolong tadi, Nusa menatap ke arah penjara dengan tatapan kosong lalu berkata. "Bukankah mereka semua memiliki hak untuk hidup. Memperlakukan Ras lain dengan kejam bukanlah sifat dari penduduk benua Eurasia."
Di benua Eurasia tidak pernah terjadi hal sesadis ini sebelumnya. Para bandit saja tidak akan melakukan hal seperti ini. Saat mereka merompok lalu korbannya melawan, para bandit akan membunuhnya dengan sekali tebasan. Mereka tidak sampai menganiaya korbannya terlebih dulu.
Saat perang pun demikian, para prajurit akan membunuh musuhnya tanpa menganiayanya terlebih dulu. Mereka juga tidak akan merusak jasat musuhnya.
Tindakan sadis yang tampak di ruangan itu hanya di lakukan oleh pemain ataupun penduduk benua lain.
Nusa meminta semua orang pergi kecuali para prajurit dan si gadis. Tara dan teman-temannya keluar dari ruang bawah tanah itu tanpa banyak tanya.
Tidak lama setelah rombongan Tara keluar, suara teriakan para prajurit bergema di dalam ruangan itu. Tara dan teman-temannya tidak tahu apa yang terjadi di dalam, mereka berharap Nusa tidak melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri.
7 menit Tara dan rombongannya menunggu Nusa, mereka tidak tahu mengapa Nusa lama di dalam ruangan itu.
Nusa keluar sambil tersenyum seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Di belakangnya rombongan gadis berjalan beriringan, mereka semua nampak sehat dan bugar.
Nusa berkata pada Tara dan rombongannya. "Mereka semua adalah para penduduk yang sudah tewas. Aku membangkitkan mereka kembali dengan tumbal para prajurit."
Para tawanan itu pergi ke tengah desa untuk berkumpul dengan tawanan lain. Tara merasa janggal dengan para gadis itu, mereka seperti mengalami perubahan.
Terutama gadis yang Nusa selamatkan tadi, dia berasal dari suku Siluman Rubah. Gadis itu nampak kuat, aura yang di keluarkannya cukup tajam. Sekitar 71 gadis Nusa bangkitkan dari kematian, mereka semua kini berkumpul di tengah desa.
Nusa dan partynya ikut berkumpul di tengah desa. Lusi melambaikan tangan dari jauh, dia nampak gembira melihat party Nusa.
__ADS_1
"Kalian darimana saja?" ucap Arga pada rombongan yang baru datang.
"Kami di sini cukup kewalahan tau!" timpal Lusi cemberut.
"Untung ada pria yang baik hati membantu kita untuk mengarahkan para tawanan." Deni membantu mengobati tawanan yang terluka.
Party Lusi tidak tahu jika pria baik hati yang membantu mereka adalah harimau yang selalu menemani dalam perjalanan.
Setelah The Six Crowns berkumpul, Arga bertanya. "Ngomong-ngomong siapa sebenarnya pria dan wanita yang ada di samping kalian."
Tara gugup mendapat pertanyaan yang mendadak, dia tidak bisa menjawabnya. Tara mencubit Nusa yang menahan tawanya.
"Mereka adalah para petualang yang kebetulan lewat, sepertinya mereka adalah petualang peringkat S." Nusa menjelaskan pada Arga, dia berharap Arga percaya.
Benar saja Arga dan partynya percaya dengan cerita Nusa. Tara naik ke atas kereta kuda dan berkata dengan lantang.
"Kalian semua tidak perlu takut! semua penjahat sudah kami bereskan. Kalian tinggal masuk kembali ke dalam kereta kuda dan kami akan mengantar kalian pulang."
Para tawanan menuruti perkataan Tara, mereka kembali ke kereta kuda dengan teratur.
"Sekarang kita harus bagaimana?! Mustahil mengendalikan kereta kuda sebanyak ini," ucap Tara bingung.
Rupanya sebelum sampai ke desa Cipoho Lusi sudah memanggil bala bantuan, mereka akan sampai sebentar lagi.
Nusa memutuskan berpisah dari Lusi dan partynya, dia meminta party Lusi merahasiakan party Nusa. Mereka hanya party kecil dan lemah tentu akan banyak orang remehkan, Nusa takut party Lusi malu.
Setelah berpamitan Nusa dan party pergi dari hadapan party Lusi. Sementara Nameer dan Delta pergi ke arah yang berlawanan dengan Party Nusa.
__ADS_1
Tidak lama para petualang lain tiba secara berbondong-bondong, Nusa dan partynya menghilang menuju hutan.